Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh Bissmillahirrohmaanirrohiim Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. QS.Al-Ashr (103) : 1-3. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika, sikap ini ditunjukkan dengan diutusnya Nabi Muhammad Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam sebagai pembimbing akhlak, dan Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, ''Tidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak.'' (HR.Ahmad) Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.QS.Al-Baqarah (2) : 119. Islam telah memberikan aturan berperilaku dan bersikap dengan amat paripurna, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat (sosial); baik hubungan sesama Muslim ataupun dengan non-Muslim, diantara akhlak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya ditegaskan dalam Al-quran dan al-Hadis yang dapat kita uraikan sebagai berikut. Pertama, menebarkan salam, memenuhi undangan, menjenguk yang sakit, mendoakan yang bersin, menghadiri janazah bila ada yang meninggal, memberi nasihat bila ada yang meminta, mencintai sesama umat Muslim seperti cinta pada dirinya. (HR.Muslim dan Tirmizi) Kedua, tidak menyakiti umat Islam lainnya dengan perkataan atau perbuatan, bersikap rendah hati terhadap sesama, tidak sombong, tidak mengeraskan suara di atas suara orang lain, menjunjung tinggi akhlak mulia, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, berwajah ceria, dan memenuhi janji. (Hai orang-orang yang beriman, ………. Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, …………., yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. QS. Al-Maidah [5] : 54.) Ketiga, menjaga harga diri, harta, dan jiwa sesama Muslim dari kezaliman dan selalu mengalah demi kepentingan Islam dan umat Islam. Dalam hal saling mencintai antar sesama Muslim, Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, ''Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.'' (HR Bukhari Muslim). Kesimpulan diatas demikianlah gambaran masyarakat Muslim yang sesungguhnya, sesuai dan ditegaskan oleh Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam, ''Umat Islam dengan yang lainnya laksana sebuah bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lain.'' (HR. Bukhari, Muslim) Dalam hadis lain Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, ''Perumpamaan orang-orang Mukmin di dalam cinta - mencintai dan kasih - mengasihi di antara mereka ibarat satu tubuh, jika salah satu dari anggota tubuh mengeluh sakit, maka seluruh badan akan merasa demam dan tidak bisa tidur semalaman.'' (HR.Muslim) Ajaran saling mencintai, saling mengalah, dan mendahulukan kepentingan umat, dalam prakteknya tampak pada masa Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam dan ulama terdahulu. Umar bin Khattab. rodiallohu anhu, keliling kota Madinah pada saat penduduk kota sedang terlelap tidur dan pada musim peceklik, Umar bin Khattab. rodiallohu anhu, hanya bisa membolak balikkan badan karena lapar, sebab seluruh makanan yang beliau miliki telah dibagikan kepada rakyatnya. Abu Thalhah. rodiallohu anhu, rela menjadikan dirinya sebagai tameng pada perang Uhud untuk melindungi Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam dari tusukan anak panah. Abu Ubaidah. rodiallohu anhu, tidak tidur malam di tengah tentaranya yang tertidur nyenyak. Dan Hatim. rodiallohu anhu, rela tidur dalam keadaan lapar asalkan tamu-tamunya kenyang. Nilai-nilai moral ini andaikata terimplementasi dalam kehidupan umat Islam saat ini, akan tercipta masyarakat Muslim yang utuh, kuat dan pasti disegani oleh kaum kufar, Aaamiin Yarobbal Alamiin. Wahai saudaraku…untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sesuai sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam itu, mari peringatan tahun baru Hijriah 1431H ini kita jadikan dan mengenang kembali serta mengingatkan kita pada kejadian spektakuler dan monumental dalam sejarah peradaban Islam dimasa lampau, peristiwa hijrah dari Kota Mekah menuju Kota Yatsrib yang dilakukan Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam beserta para sahabatnya, mereka lakukan demi dan dalam rangka berjuang untuk menciptakan situasi transformatif di ranah Madinah, Alhamdulillah atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta ala pemilik langit dan bumi beserta isinya, hijrah Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam beserta para shahabat membawa hasil yang sangat luar biasa dan efek yang mampu menjadi tonggak kebangkitan peradaban Islam saat ini. Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam beserta para shahabat yang ketika itu belum lah terlalu luas pengikut, meninggalkan harta dan keluarga untuk hijrah dari Mekkah ke Madinah dan keberhasilan yang dicapai oleh Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam ketika itu dalam membangun masyarakat Islam diperoleh dengan perjuangan yang sangat panjang dan kerja keras yang sangat luar biasa merupakan bagian dari perjuangan panjang Islam untuk membangun masyarakat Islam yang kafah, dan disini Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam juga telah mencontohkan dan meletakkan dasar - dasar reformasi sosial dengan tetap menjaga nilai - nilai humanisme tanpa meninggalkan nilai - nilai teologis. Semoga ini kiranya dapat menjadi bahan pelajaran bagi kita seluruh kaum muslimin, agar kita dapat mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam dalam peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah, dan dengan masuknya tahun baru 1431 Hijriah, hendaknya mari kita mengevaluasi (muhasabah) tentang apa saja yang telah kita lakukan setahun yang lalu, serta kesalahan - kesalahan apa sajakah yang pernah kita lakukan dimasa masa lalu, mari kita hijrah, agar kesalahan kesalahan tersebut tidak terulang kembali pada tahun ini, dan juga prestasi - prestasi apa saja yang telah kita raih, agar dan semestinya kita pertahankan bahkan harus kita tingkatkan di tahun ini, agar dimasa masa mendatang kita dapat mewujudkan masyarakat Islami yang tangguh, bersatu, dan tidak terkotak kotak, dan mari kita kembali pada Al-Qur’an dan As Sunah yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an sebagai sumber segala keputusan dan hukum, karena evaluasi ini sangatlah penting agar kita tidak melewati tahun demi tahun secara sia sia saja tanpa ada prestasi baru yang bisa kita ukir, sebagaimana dilukis dan dikisahkan serta difirmankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta ala dalam QS. An-Nashr tersebut diatas. Mengapa hijrah kita nilai sangat penting dan monumental, sehingga ketika itu Khalifah Umar bin Khattab. rodiallohu anhu, menetapkan sebagai awal perhitungan kalender hijriah…? dihitung sejak hijrahnya Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam, karena aksentuasi perjuangan Islam lebih diorientasikan pada penataan masyarakat muslim untuk membangun kekuatan masyarakat Islam di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam, dan ini terwujud hingga Islam sampai pada kita sebagai generasi penerusnya. Serta mari kita lanjutkan dan kita teruskan perjuangan Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wassalam, serta para shahabat, juga perjuangan para pejuang pejuang kaum muslimin terdahulu, agar kita dapat mewariskan Islam dan memelihara serta tetap berjuang agar terbentuknya masyarakat Islam yang madani yang patuh hukum baik hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an maupun kuhum yang telah ditetapkan demi terbentuknya ketentraman dan keadilan juga kebahagiaan, keselamatan baik dunia sampai akhirat, dengan semangat dan semboyan hijrah demi membela jiwa raga, keluarga dan harta benda dari gangguan orang lain serta membangun dan membela tanah air dari agresi musuh merupakan kewajiban bagi setiap kita dan juga Hijrahnya Nabi Muhammad. Shallahu 'Alaihi Wassalam yang telah beliau contohkan pada kita sekalian, dapat juga kita dijadikan cermin yang merefleksikan cinta kepada tanah air dan sesama masyarakat, secara menyeluruh dan berkesinambungan, agar kita seluruh kaum muslimin dapat dan tetap bersatu menjadi masyarakat Muslim yang seutuhnya berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunah yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Akhirnya “SELAMAT tahun baru Hijriah ke-1431”, dengan harapan dan doa Bismillaahir-rahmaanir-rahiim Wa shallallaahu ala sayyidinaa Muhammadin wa alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta alayya bada qudratika alaa uquubati wa daautani ilattaubati minhu bada jurati alaa masiyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa waadtani alaihits-tsawaaba fasalukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihii wa sahbihii wa sallam Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya. Bismillaahir-rahmaanir-rahiim Wa shallallaahu alaa sayyidinaa Muhammadin wa alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa alaa fadhlikal-azhimi wujuudikal-muawwali, wa haadza aamun jadidun qad aqbala ilaina nasalukal ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaaihi wa junuudihi walauna alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suui wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa alaa aalihi wa shahbihii wa sallam Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya. Amiin ya robbal 'alamiin... Wallohua'laam bishshowab... Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh Sumber : http://metro.polri.web.id/tausiyah/menuju-masyarakat-muslim-yang-patuh-hukum [Non-text portions of this message have been removed]

