Tak Selamanya

Hari esok nan melambai
Mentari kan terbit lagi
Semua itu tidak kekal
Kan binasa akhirnya

Indahnya alam semesta
Hingga terasa di hati
Yang hidup akan punah
Yang mula ada akhirnya

Oh indah ciptaanNya
Yang ada sementara
Semuanya akan sirna
Yang kekal hanyalah Allah

Telah Dia tentukan
Usia makhluk semua
Yang hidup akan mati
Tiada yang abadi

Hari esok nan melambai
Mentari kan terbit lagi
Semua itu tidak kekal
Kan binasa akhirnya

Kawan tak selamanya
Kasih demikian jua
Bahagia ada batasnya
Suka duka silih berganti

Esok entahkan ada
Terbitkah mentari pagi
Yang pasti kita semua
Menunggu saat binasa
Menunggu ajalkan tiba
Menanti ketentuanNyaAbu Said ra. Berkata, Rasulullah saw. memasuki
tempat sholatnya dan melihat seolah-olah para sahabat tertawa-tawa.
Maka beliau bersabda , “Andai kalian sering mengingat
penghancur kelezatan (kematian), tentu kalian tidak sempat melakukan
apa yang aku lihat ini. Perbanyaklah mengingat kematian, sebab setiap
hari kubur berkata,
“Aku adalah rumah keterasingan, kesendirian, tanah liat dan cacing”.
Apabila seorang hamba mukmin di kuburkan, maka kubur mengatakan
padanya,“selamat datang, engkau adalah makhluk yang paling aku cintai
yang pernah melintas di punggungku. Sekarang aku dapat berbuat apa saja
padamu, maka engkau akan mengetahui apa yang aku perbuat padamu”.

Rasulullah saw bersabda, “ Lantas kuburanya di luaskan sejauh mata
memandang dan di bukakannya pintu surga untuknya. Apabila hamba yang
jahat dan kafir di kuburkan,
maka kubur berkata kepadanya; “Tiada kata selamat datang untukmu,
engkau adalah makhluk yang paling ku benci yang pernah melintas di
punggunggu. Sekarang engkau di kuasakan padaku, maka engkau akan
mengetahui apa yang akan aku
perbuat terhadapmu”.

Rasulullah saw bersabda: “Lantas kuburan menghimpitnya hingga
tulang-tulangnya berserakan”. Perawi berkata, Rasulullah saw memasukan
sebagian jarinya ke sela-
sela jari yang lain, kemudian bersabda; “Allah menguasakan padanya
tujuh puluh ular besar, andai salah satu meniup ke bumi, tentu bumi
tidak dapat menumbuhkan
apapun selamanya. Kemudian ular-ular itu menggigitnya dan
mengoyak-oyaknya hingga datang hari pembalasan”.

Perawi berkata, kemudian Rasulullah saw menyambung sabdanya: “Kubur itu
sebagian dari kebun surga atau sebagian dari jurang neraka”. (HR.
Turmudzi)

--
Posting oleh akhrudianto ke NURISFM pada 1/03/2010 05:29:00 PM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke