Hati-hati TV...ada acara pendangkalan aqidah, acara kampanye anti syariat 
(busana anti syariat, pemikiran sekuler anti syariat dll), acara pamer aurat, 
acara kemaksiatan dll.



----- Forwarded Message ----
From: Hari Purnomo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 7, 2010 11:03:52 AM
Subject: [Tauziyah] TV...Oh TV

   
TV...Oh TV
oleh Endang TS
Amir 
 
Sejak kelahiran
anak pertamaku-agar lebih fokus mengurusnya- maka aku merasa perlu memiliki
pembantu. Nah, sejak anak pertama ku lahir, hingga kini, paling top pembantu
bertahan di rumahku selama 6 bulan.
 
Setiap pembantu
yang masuk rumah, pasti mereka berkomentar. Si A berkata,”Rumah kok nggak ada
TV-nya.”
 
Si B
berkata,”Bu, TVnya lagi rusak yaa?”
 
Si C
celingak-celinguk sebelum akhirnya bertanya,”Bu, TVnya emang di taruh dimana?”
 
….
 
Baik orangtua
maupun kerabat dan handai tolah memberiku wejangan, yang rata-rata ungkapannya
seperti ini,…”Pembantu mana ada yang betah kalo di rumah nggak ada TV. Mereka 
kan bosan, seharian
kerja nggak ada hiburan.”
 
Dilematis?
sedikit. Pengen sih membuat pembantu merasa terhibur, tapi…haruskah dengan
break our own rules? Harapannya sih dapat pembantu yang paham dan tidak
bermasalah dengan tidak adanya TV di rumah.
 
Kalau kata
abinya anak-anak sih,…”It’s not about TV. Sesungguhnya rezeki Allah yang
mengatur. Jika Allah tetapkan seseorang mendapatkan rezeki lewat kita, maka
Allah akan antarkan orang tersebut memasuki rumah ini. Kalau dia tidak lagi
ingin bekerja di rumah ini, sesungguhnya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati
manusia dan sesungguhnya memang rezekinya Allah pindahkan lewat jalur lain.”
 
….
 
Kondisi tidak
ada TV di rumah cukup memberi issue kontroversial, pada awalnya, di mata
kerabat dan tetangga maupun teman-teman. Yang baru pertama kali datang, pasti
bertanya,”Emang kenapa nggak ada TV?”
 
Susah-susah
gampang ngejelasinya. Memang, TV tidak selalu berdampak negatif, walaupun
mudharatnya lebih banyak. Jadi kami hanya menjawab bahwa tidak adanya TV di
rumah lebih kepada kesadaran kami akan lemahnya iman kami. Wong nggak ada TV
aza ibadah masih gitchu deh,…apalagi ada TV,…wuaah kosentrasi bisa kebagi-bagi.
Dan agaknya TV bakalan menang. Makanya kami merasa lebih baik nggak ada TV.
 
Walaupun bisa
diatur, nontonnya acara-acara yang manfaat aza, tapi lama kelamaan pasti, pas
lagi BT, setel TV, pas lagi stress setel TV, pas lagi iseng setel TV. Walhasil
pas lagi ngapain aza pengennya sambil nonton TV. Jadi, daripada dihadapkan pada
“ujian” yang tak terhindarkan lebih baik cari jalan aman. No TV at home.
 
Syetan itukah
da’wah mengajak pada keburukannya 24jam. Dan mereka(syetan- syetan) benar-benar
sabar dan gigih dalam mengajak, tak akan bergeming sampai usahanya berhasil.
Bisik-bisik syetan,”Dah liat aza TVnya, cuma berita kok.” Besoknya,”Liat tuh
bagus, acara nyanyi-nyanyi doang.” bisik syetan lagi. Akhirnya tanpa sadar
semua acara jadi bagus di mata kita. Hmm,…TV itu sihirnya memang luar biasa.
 
….
 
Pernah ibu dari
teman sekolah Tk anak-ku Ali bertanya,”Memang anak-anak tidak pernah “ribut”
nggak ada TV di rumah?”
 
Pernah juga sih,
…tapi karena sejak mereka bisa melihat dan mendengar, sudah tidak ada TV di
rumah, jadinya lebih mudah memberi mereka pengertian.
 
Tidak ada
larangan bagi mereka untuk menonton TV (acara khusus untuk mereka
tentunya)ketika berkunjung ke rumah Nyai, Mbah atau saudara. Hanya peraturan di
rumah memang tidak ada TV.
 
Alhamdulillah,…so
far kami baik-baik aza. Ada 
yang bilang nanti ketinggalan zaman donk,..ah.. zaman tidak akan meninggalkan
kita, kitalah yang meninggalkannya dengan tutup usia. Lagipula, masih banyak
media lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
 
Alhamdulillah,…jadinya
sebagian waktu mereka dihabiskan dengan mendengar aku membacakan buku-buku
cerita. AKu juga, jadinya punya waktu untuk membacakan mereka cerita.
Alhamdulillah lagi, anak-anak jadi bisa menikmati ketika diajak pergi ke toko
buku.
 
Alhamdulillah,…pendengaran
anak-anak jadi lebih terjaga.
 
Alhamdulillah,…pandangan
anak-anak jadi lebih terjaga.
 
Alhamdulillah,…sikap
anak-anak jadi lebih terjaga.
 
Alhamdulillah,…ucapan-ucapan
anak-anak jadi lebih terjaga.
 
Manfaat lain,
anak-anak tidak konsumtif. Mereka jarang melihat iklan-iklan di TV. Jadi, no TV
lebih hemat. Hemat listriknya, hemat pengeluaran karena pengaruh iklan-iklan di
TV.
 
Tulisan ini
bukan propaganda untuk tidak menyediakan TV di rumah,…hanya curhatan manfaat
yang bisa dipetik dengan tidak adanya TV di rumah.
 
Ummu Ali
http://www.eramusli m.com/oase- iman/tv-oh- tv.htm


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke