KEDALAMAN NILAI TAWAKKAL
Dan pengaruhnya dalam kehidupan seorang Muslim

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut
nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka
bertawakkal.Qs. Al-Anfal [8]:2

Tawakkal Adalah Kebutuhan
Kompleksnya persoalan hidup dan berbagai problematikayang dirasakan
manusia dewasa ini sering membuat kehidupan menjadi tidak stabil.
Manusia bergumul dengan kehidupan yang semakin menakutkan.
Kekhawatiran, rasa takut, gelisah, strees
(depresi berat) dan berbagai persoalan lainnya telah menjadi
pemandangan sehari-hari di sekitar kita. Sebagai manusia yang dinamis
dengan permasalahan yang kompleks tidak mungkin manusia terhindar dari
keruwetan hidup. Islam dengan akidahnya yang sempurna telah memberikan
bekal da landasan tempat berpijak bagi manusia yang di percaya sebagai
khalifah di bumi dengan segala macam permasalahannya yaitu keyakinan
dan tawakkal.Tawakkal merupakan kebutuhan pasti bagi siapapun yang
mengharapkan ketenangan diri. Inilah sarana yang di persiapkan Allah
kepada orang-orang
beriman dalam menjalankan kehidupan yang begitu syarat cobaan dan
jujian ini. Buah dari tawakal kepada Allah adalah memberikan pengaruh
yang sangat besar kepda jiwa ita, antara lain; ketenangan, ketentraman,
kekuatan, kemuliaan, ridha dan harapan yang penuh dengan keyakinan.

Pengertian Tawakkal
Tawakkal adalah berserah diri, mempercayakan diri atau mewakilkan.
Tawakkal kepada Allah artinya; mempercayakan diri kepada Allah dalam
melaksanakan suatu rencana, bersandar kepada kekuatan-Nya dalam
melaksanakan suatu pekerjaan, berserah diri di bawah perlindungan-Nya
pada waktu menghadapi kesukaran hidup. Menurut istilah
, “Orang yang bertawakkal kepada Allah adalah orang yang mengetahui
bahwa Allah adalah penanggung rizkinya dan urusanya. Oleh karena itu ia
bersandar kepadaNya semata-mata dan tidak tidak bertawakal kepada
selainNya. Hakekat tawakkal adalah ketergantungan hati secara jujur
kepada Allah guna meraih kemaslahatan-kemaslahatan
atau menolak bencana-bencana, baik dalam urusan duniawi maupu ukhrawi,
menyerahkan segala urusan kepada-Nya, dan merealisasikan keimanan bahwa
tiada yang dapat memberi
mudharat dan memberi manfaat, melainkan Allah. Tawakkal kepada kepada
Allah merupakan bagian dari kesadaran akidah dan akhlakul karimah
seorang muslim:
“….(yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada
mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada
mereka”, Maka Perkataan itu menambah
keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong
Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”. Qs.Ali-Imran [3]:173
Al-Alamah Al-Manawi dalam Faidul qadir berkata: Tawakkal adalah
menampakan kelemahan dan penyandaran (diri) kepada yang di tawakkali.”.
Ibnul Qayyim menambahkan: bahwa tawakal adalah separuh dien , dan
separuh lainnya adalah inabah (kembali kepada Allah). Dien adalah
isti’anah (memohon pertolongan kepada Allah) dan ibadah. Tawakkal
adalah isti’anah , sedangkan inabah adalah ibadah . Bahkan tawakkal
adalah ibadah yang murni dan tauhid yang murni pula, jika orang yang
bertawakkal tersebut melaksanakan tawakkal itu dengan sebenarnya.

(Bersambung: Ajakan Allah Untuk Bertawakal)

--
Posting oleh akhrudianto ke Pilihan Utama Radio Streaming di Kota
Tangerang pada 1/15/2010 11:17:00 AM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke