Pertanyaan kritis terhadap muslim sering dilontarkan antara lain, Mengapa ada seorang muslim yang taat menjalankan sholat, puasa, zakat bahkan telah menunaikan ibadah haji namun dia berzina, korupsi atau melakukan perbuatan yang dilarang Allah lainnya. Mengapa ada seorang ustadz dapat menyiram air keras kepada muridnya di sebuah pondok pesantren karena diduga murid tersebut mencuri HP anak sang ustadz. Mengapa ada seorang fuqaha (ahli fiqh) bisa sombong bahkan tersesat karena memilih-memilah hadits, ayat-ayat al-qur'an demi memperturutkan keinginan, pemikiran atau hawa nafsu semata.
Jawabannya adalah mereka tahu dan paham apa yang dilarang Allah namun mereka tidak sampai pada tingkatan Ihsan. Ihsan adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti "kesempurnaan" atau "terbaik." Dalam terminologi agama Islam, Ihsan berarti seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya. Seorang yang sampai pada tingkatan seolah-olah melihat Allah atau paling tidak seorang yang yakin bahwa segala perbuatannya dilihat Allah maka tentu tidak akan melakukan apa yang telah dilarang oleh Allah dan akan menjalankan apa-apa yang diperintahkan Allah. Marilah menjadi muslim yang mencapai tingkatan Ihsan / terbaik Baca selengkapnya, http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/28/menjadi-muslim-terbaik/ salam Zon

