Tahukah anda apakah tujuan Imam Mahdi ditugaskan Allah pada akhir zaman ?

Secara umum Imam Mahdi ditugaskan kedunia untuk pembebasan manusia dari 
penghambaan kepada sesama manusia menjadi penghambaan manusia kepada Allah 
semata.

Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa pada akhir zaman nanti, suasananya 
adalah begitu luasnya penghambaan manusia kepada sesama manusia.

Periode kehidupan umat Islam di dunia telah digambarkan oleh Nabi Muhammad,

"Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, 
kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah 
kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah 
kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa 
yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan 
mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam." (HR Ahmad)

Sebagaimana kita ketahui Ummat Islam dewasa ini sedang menjalani babak keempat 
dari lima babak perjalanan sejarahnya di Akhir Zaman.

Tiga babak sebelumnya telah dilalui:

Babak pertama, babak An-Nubuwwah (Kenabian) yakni masa ketika manhaj kenabian 
berlangsung

Babak kedua,  babak Khilafatun 'ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang 
mengikuti Sistem / Metode Kenabian),

Babak ketiga, babak Mulkan 'Aadhdhon (Raja-raja yang menggigit)., masa ketika 
raja-raja masih "mengigit" / berpegangan pada Al-Qur'an dan Hadits.

Sesudah berlalunya babak ketiga yang ditandai dengan tigabelas abad masa 
kepemimpinan Kerajaan Daulat Bani Umayyah, kemudian Kerajaan Daulat Bani 
Abbasiyyah dan terakhir Kesultanan Utsmani Turki,  maka selanjutnya ummat Islam 
memasuki babak keempat, babak Mulkan Jabbriyyan (Penguasa-penguasa yang 
memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).

Babak keempat diawali semenjak runtuhnya Kesultanan Utsmani Turki yang 
sekaligus merupakan kekhalifahan Islam terakhir pada tahun 1924. Setelah 
runtuhnya sistem pemerintahan Islam, maka selanjutnya ummat Islam mulai 
menjalani kehidupan dengan mengekor kepada pola kehidupan bermasyarakat dan 
bernegara ala Barat.

Sesungguhnya kehidupan babak keempat inilah mengarah dan mengawali kepada 
penghambaan manusia kepada sesama manusia. 
Dimana "kekuasaan" menjadikan "raja" diantara manusia sehingga manusia lebih 
menyukai "dekat" dengan kekuasaan seperti Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, 
dan manusia berkuasa lainnya ketimbang manusia "dekat" dengan Allah yang 
menciptakan manusia, Allah yang Maha Kuasa. Bahkan beberapa menukarkan 
"idealisme", pegangan hidup dengan kekuasaan.

Selengkapnya baca tulisan di blog 
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/02/03/penghambaan-sesama-manusia/

salam

Zon
http://mutiarazuhud.wordpress.com

Kirim email ke