----- Original Message ----- 
From: Gunawan GTF


LIBERALISASI BUDAYA MENGANCAM 

BANGSA INI

Buletin Al-Islam  Edisi 493



Kehebohan dalam rangka "Hari Kasih Sayang" (Valentine's Day) begitu terasa 
selama sepekan ini. Kehebohan itu sekarang bukan hanya melanda ABG, tetapi juga 
melanda orang-orang dewasa. Kehebohan itu menghiasi halaman-halaman media massa 
dari media cetak hingga televisi. Mall dan pusat perbelanjaan sampai toko-toko 
kecil pun turut larut dalam kehebohan itu. 

Kehebohan ini dibungkus dengan sebutan yang indah, "Hari Kasih Sayang", yang 
mendorong semua orang untuk mengungkapkan cinta dan sayangnya kepada 
orang-orang dekat mereka khususnya pasangan. Namun sejatinya, kehebohan ini 
sarat dengan kampanye seks bebas dan desakralisasi keperawanan (keperawanan tak 
lagi dianggap 'suci'). Kehebohan "Hari Kasih Sayang" ini seiring-sejalan dengan 
pornoaksi. Hal ini bisa dilihat dari laris manisnya penginapan dan 
tempat-tempat pelesiran selama Valentinan yang dipesan dan didatangi oleh 
pasangan muda-mudi dan pria-wanita dewasa. Omset penjualan kondom yang melonjak 
juga menandakan bahwa kehebohan "Hari Kasih Sayang" ini tidak jauh dari 
aktifitas seks bebas. Selama Valentinan, suasana memang didesain erotis dan 
dipadu dengan budaya konsumsi coklat yang mengandung Phenylethylamine dan 
Seratonin. Coklat ini memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek 
meningkatkan kegembiraan dan stamina.



Kampanye Seks Bebas dan Budaya Liberal

"Hari Kasih Sayang" yang diperingati setiap bulan Februari hanyalah salah satu 
sarana sekaligus momentum kampanye seks bebas, khususnya di kalangan generasi 
muda. Bulan Desember lalu, Hari AIDS se-Dunia juga dijadikan momentum yang 
sama. 

Kampanye sekaligus praktik seks bebas sebetulnya sudah lama berlangsung dan 
dilakukan secara luas. Hal itu bisa dilihat dari beberapa data hasil 
penelitian. Misalnya, berdasarkan hasil survei Komnas Anak dan Lembaga 
Perlindungan Anak (LPA) di 12 propinsi pada tahun 2007 terungkap sebanyak 62,7 
% anak SMP yang diteliti mengaku sudah tidak perawan. Sebanyak 21,2 % anak SMA 
yang disurvei mengaku pernah melakukan aborsi. (Media Indonesia, 19/7/08). 

Maraknya seks bebas juga bisa dilihat dari data tentang HIV/AIDS. Hal itu 
karena HIV/AIDS, 75-85%-nya ditularkan melalui hubungan seks, 5-10 persen 
melalui homoseksual, 5-10 persen akibat alat suntik yang tercemar terutama 
pengguna narkoba jarum suntik dan 3-5 persen tertular lewat transfusi darah. 
Padahal Departemen Kesehatan RI memperkirakan, 19 juta orang saat ini berada 
pada risiko terinfeksi HIV. Menurut data Yayasan AIDS Indonesia (YAI), jumlah 
penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang. 
Dari jumlah itu, sekitar 53 persen terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, 
disusul dengan kelompok usia 30-39 tahun sekitar 27 persen.

Perilaku seks bebas yang marak itu dipengaruhi oleh budaya liberal. Muncul dan 
menyebarnya budaya liberal di Tanah Air bukanlah proses yang berlangsung alami, 
tetapi merupakan hasil dari proses liberalisasi budaya yang dijalankan secara 
sistematis dan terorganisir. Liberalisasi budaya juga tidak jauh-jauh dari 
rekayasa Barat. Budaya liberal atau budaya bebas itu bukanlah berasal dari 
ajaran Islam yang dianut mayoritas penduduk negeri ini. Budaya itu lebih 
merupakan budaya Barat yang mengusung nilai-nilai liberal yang dimasukkan 
(baca: dipaksakan) ke tengah-tengah masyarakat negeri ini. Jadi berkembangnya 
budaya liberal di Tanah Air itu tidak lepas dari konspirasi Barat. 



Liberalisasi Budaya dan Motif Penjajahan 

Konspirasi liberalisasi budaya oleh Barat terhadap negeri Muslim tidak lepas 
dari motif penjajahan. Dengan liberalisasi budaya itu masyarakat di 
negeri-negeri Muslim, termasuk masyarakat negeri ini, akan kehilangan identitas 
lalu memakai baju Barat atau bahkan mengekor identitas Barat tanpa lagi 
mempertimbangkan halal atau haram. Barat hanya menginginkan masyarakat, 
khususnya generasi muda, berpenampilan Barat, tetapi kosong dari produktivitas, 
daya inovasi dan kemajuan sains dan teknologi seperti halnya Barat. Dengan 
begitu masyarakat negeri ini hanya akan menjadi pengekor Barat. Akhirnya, 
penjajahan dan penghisapan oleh Barat pun tidak akan dipermasalahkan karena 
Barat dijadikan panutan. Dengan mengadopsi gaya hidup Barat, masyarakat negeri 
ini pun akan menjadi pasar besar bagi produk-produk Barat. 

Konspirasi itu bukan hanya isapan jempol belaka. Namun benar-benar nyata 
adanya. Secara i’tiqadi, al-Quran telah menginformasikan bahwa orang-orang 
kafir secara keseluruhan akan terus memerangi umat islam, baik secara fisik 
maupun pemikiran, agar umat Islam keluar dari Islam (QS 2: 217). Al-Quran juga 
mengformasikan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela 
kepada umat ini hingga umat ini mengikuti millah (sistem dan cara hidup) mereka 
(QS 2: 120).

Secara faktual konspirasi liberalisasi budaya itu bisa dirasakan. Konspirasi 
itu setidaknya dijalankan melalui: Pertama, pada tingkat falsafah dan pemikiran 
dilakukan dengan menanamkan paham sekularisme, liberalisme dan hedonisme. 
Sejatinya budaya bebas itu berpangkal dari ketiga paham tersebut. Sekularisme 
adalah ide dasar yang mengesampingkan peran agama dari pengaturan kehidupan. 
Sekularisme menuntun manusia untuk menempatkan agama hanya pada ranah individu 
dan wilayah spiritual saja. Sekularisme itu 'mengharamkan' agama ikut andil 
dalam mengatur kehidupan. Sekularisme mengajaran bahwa manusia bebas mengatur 
hidupnya tanpa campur tangan Tuhan. 

Inilah inti dari paham liberalisme, yakni paham yang menanamkan keyakinan bahwa 
manusia bebas mengelola hidupnya. Paham liberalisme ini mengagungkan kebebasan 
individu, baik dalam berpendapat, berperilaku, beragama maupun dalam 
kepemilikan. 

Adapun paham hedonisme mengajarkan manusia untuk mengejar kenikmatan materi dan 
jasadi serta melakukan apa saja yang bisa mendatangkan kenikmatan itu, termasuk 
kesenangan yang lahir dari hubungan seks. Paham ini tercermin dalam slogan fun 
(kesenangan), food (makanan/pesta) dan fashion (busana). Dengan paham ini 
manusia didorong untuk mengejar kenikmatan dengan jalan bersenang-senang, 
termasuk di dalamnya bersenang-senang dengan melakukan seks bebas, berpesta 
demi mendapatkan kenikmatan dari lezatnya makanan dan bisa merasa senang dengan 
jalan selalu tampil gaya dan modis. Paham hedonisme itu mengajarkan, agar 
manusia bisa mendapatkan kenikmatan itu, manusia harus dibebaskan untuk meraih 
dan mengeskpresikannya serta tidak boleh dikekang. 

Semua paham itu tidak akan bisa berkembang kecuali dalam sistem demokrasi dan 
di tengah-tengah masyarakat yang demokratis. Paham-paham itu berjalan seiring 
dengan proses demokratisasi yang begitu gencar dilancarkan di negeri-negri 
Muslim, termasuk negeri ini.

Kedua, liberalisasi budaya itu dikemas dalam berbagai program secara 
internasional yang dikawal oleh PBB dan lembaga-lembaga internasional. PBB 
mengeluarkan berbagai konvensi dan kesepakatan internasional terkait dengan isu 
HAM, kesetaraan gender, dan lain-lain, semisal Konvensi tentang Penghapusan 
Kekerasan Terhadap Perempuan (CEDAW), kesepakatan Konferensi Kependudukan 
(ICPD), MDGs, BPFA dll yang spiritnya sama-sama menuntut kebebasan dan 
kesetaraan laki-laki dan perempuan. Kemudian negara-negara Dunia Ketiga 
(termasuk negeri-negeri Muslim) diharuskan (dipaksa) meratifikasi semua itu. 
Lahirlah berbagai UU yang melegalkan kebebasan. 

Selanjutnya semua itu dijalankan melalui serangkaian aksi dan program secara 
nasional baik oleh LSM-LSM maupun oleh pemerintah sendiri. Misal, program 
kesetaraan gender yang bahkan menjangkau tingkat kelurahan. Ada pula program 
kampanye dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang sejatinya 
mengkampanyekan seks bebas asal aman; program kondomiasasi; dan program harm 
reduction dalam bentuk substitusi dan pembagian jarum suntik steril; dan yang 
lainnya. Program-program itu dikemas dalam berbagai bentuk baik seminar, 
talkshow, pelatihan, pembentukan buzz group, konsultasi, pendampingan, dsb; 
menggunakan berbagai sarana; serta melibatkan mulai kalangan birokrat hingga 
remaja dan kampanye melalui berbagai media massa. 

Adapun paham hedonisme ditanamkan melalui media massa cetak, radio dan televisi 
melalui program-program yang lebih bernuansa pesta, musik, fesyen dan hiburan. 
Dalam semua itu terlihat secara kasatmata bahwa banyak sekali program yang 
merupakan kopian dari program-program yang sama di Barat.



Menyelamatkan Umat dari Liberalilasi Budaya

Liberalisasai budaya yang sudah berjalan secara luas itu telah banyak menelan 
korban; di antaranya puluhan ribu orang terkena HIV/AIDS, jutaan kehamilan 
diaborsi, jutaan pecandu narkoba, rusaknya keharmonisan jutaan keluarga, ribuan 
anak-anak terlantar, ekspolitasi perempuan, kejahatan seksual, dan sebagainya. 

Budaya liberal itu hanyalah buah dari diterapkannya sistem sekular dengan 
sistem Kapitalismenya yang mengagungkan ide kebebasan (liberalisme). Karena 
itu, sudah selayaknya umat Islam mencabut ideologi dan sistem sekular seperti 
saat ini yang telah menumbuhkan budaya liberal dan nyata-nyata menimbulkan 
banyak persoalan kemanusiaan dan kerusakan atas umat manusia. 

Sebagai gantinya, sekaligus untuk memperbaiki dan menyelamatkan umat serta 
mengembalikan menjadi umat luhur, sudah saatnya kita kembali pada tatanan 
kehidupan yang didasarkan pada syariah Islam. Sebab, hanya Islamlah dengan 
serangkaian sistemnya yang merupakan satu-satunya solusi bagi seluruh problem 
dan persoalan hidup manusia. Allah SWT berfirman:

]ÃóÝóÍõßúãó ÇáúÌóÇåöáöíøóÉö íóÈúÛõæäó æóãóäú ÃóÍúÓóäõ ãöäó Çááåö ÍõßúãðÇ 
áöÞóæúãò íõæÞöäõæäó[

Hukum Jahiliahkah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya 
daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).



Hanya sistem Islamlah yang akan mampu memberikan kebaikan dan kehidupan yang 
membawa kebaikan bagi umat manusia. Allah SWT menegaskan: 

]íóÇÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÁóÇãóäõæÇ ÇÓúÊóÌöíÈõæÇ öááåö æóáöáÑøóÓõæáö ÅöÐóÇ 
ÏóÚóÇßõãú áöãóÇ íõÍúíöíßõãú[

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika 
Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS 
al-Anfal [8]: 24)



Karena itu, marilah kita segera mematuhi seruan Allah SWT itu sebagaimana 
firman-Nya:

]ÇÓúÊóÌöíÈõæÇ áöÑóÈøößõãú ãöäú ÞóÈúáö Ãóäú íóÃúÊöíó íóæúãñ áÇó ãóÑóÏøó áóåõ 
ãöäó Çááåö ãóÇ áóßõãú ãöäú ãóáúÌóÃò íóæúãóÆöÐò æóãóÇ áóßõãú ãöäú äóßöíÑò[

Patuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang suatu hari yang tidak dapat 
ditolak kedatangannya. Kalian tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu 
dan tidak pula dapat mengingkari (dosa-dosa kalian) (QS asy-Syura [42]: 47).



WaLlâh a’lam bi ash-shawâb. []





KOMENTAR AL-ISLAM:



Presiden SBY Dianugerahi Penghargaan sebagai Komunikator Terbaik 
(Republika.co.id, 4/2/2010).



Faktanya, rakyat sering bingung mengapa Pemerintah sering mengeluarkan 
kebijakan yang menyengsarakan mereka. 


-------------------------------------------------------------------------------------------
<i>Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be 
legally <br>privileged and/or confidential and is intended only for the use of 
the addressee(s). <br>No addressee should forward, print, copy, or otherwise 
reproduce this message in any <br>manner that would allow it to be viewed by 
any individual not originally listed <br>as a recipient. If the reader of this 
message is not the intended recipient, you are hereby <br>notified that any 
unauthorized disclosure, dissemination, distribution, copying <br>or the taking 
of any action in reliance on the information herein is strictly prohibited. 
<br>If you have received this communication in error, please immediately notify 
the sender <br>and delete this message. Unless it is made by the authorized 
person,  any views expressed <br>in this message are those of the individual 
sender and may not necessarily reflect <br>the views of PT Bank Bukopin Tbk.
-------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------


===
http://media-islam.or.id

Anda bisa mendapatkan Busana Muslim secara online di:
http://rumahmadina.com
http://www.butikaqilla.com
http://wearmuslim.com
Toko buku Islam online:
http://rumahpensil.webuang.com
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke