*Cilincing, Jakarta Utara, 16 Februari 2010*
Semarak Wisata Kuliner Dengan Dirham
Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Wisata kuliner bukan monopoli segelintir orang. Dengan zakat, kaum Dhuafa
dan anak yatim pun dapat menikmati wisata kuliner sesuai selera mereka.

[image: Wisata Kuliner Dirham Perak]Setelah dipagi hari sukses membuka pasar
islam dikampung Nelayan Cilincing, kali ini wakala al Faqi bekerja sama
dengan Waqaf Ta'awun dan WIN, untuk meningkatkan geliat pasar Islam malam
dijalan sungai landak kembali mengadakan Festival Hari Pasaran Nusantara.
Memang setelah dibuka pada 20 NOvember 2009 yang lalu, warga Cilincing mulai
mengunakan dirham dari tangan ke tangan melalui perniagaan. Namun
perputarannya masih sedikit, sekitar 1 - 2 dirham permalamnya, kecuali untuk
kegiatan di lembaga waqaf Ta'awun yag sirkulasi dirhamnya cukup lumayan
banyak.

Pasca pembagian zakat dipagi harinya untuk 90 orang mustahik yang masing -
masing mendapatkan 1/2 dirham, selepas shalat Isya, berbondong bondong
puluhan mustahik tadi menyerbu kedai - kedai kuliner di jalan Sungai Landak.
Sedikitnya ada 16 kedai makanan yang berdagang dipasar ini, sehingga kaum
dhuafa dan anak yatim bebas menentukan makanan sesuai selera mereka. Karena
tidak ada koin 1/2 dirhaman, maka panitia menetapkan 1 dirham untuk 2 orang
atau 3 orag. Dan ternyata yang hadir pada acara tersebut melebihi kuota yang
ditetapkan panitia. Maka dari 45 dirham yang dibagikan, Alhamdulilah dapat
dinikmati oleh 115 orang, sehingga kapasitas tempat duduk dikedai - kedai
tidak cukup, dan akhirnya mereka membungkus makanan untuk disantap dirumah.

Meski cuaca mendung dan gerimis kecil, kemeriahan pasar ini tetap semarak.
Dan beberapa orang pendatang yang memiliki dirham juga turut bergabung
dengan para dhuafa tanpa sungkan. Udara yang sejuk menambah lahap para
penikmat kuliner. Namun sayang, moment yang bagus ini tidak sempat saya
ambil gambarnya, karena saya sibuk melayani Wartawan Global TV, yang sedang
membuat liputan, dan ditanyangkan malam itu juga diberita malam.

Aneka makanan tersedia disini, mulai dari bakso ( 2 pedagang ), mie ayam,
nasi goreng, warung padang, warung tegal, nasi uduk, pempek, nasi bebek,
martabak ( 2 pedagang ), roti bakar, pecel lele dan pecel ayam, bubur ayam,
dan pisang gencet. Selain 16 Kedai makanan, buka juga 4 toko lain, seperti :
Toko obat, Kios pulsa, Toko sembako dan bengkel tambal ban. Dan transaksi
pada pasar itu sekitar 180 dirham, karena para nelayan anak buah Kapten
Yonkers yang telah digaji dengan dirham ikut ambil bagian keesok harinya (
malam Senin). Pasar malam yang rencananya diadakan hanya semalam, menjadi 2
(dua) malam atas permintaan warga pemilik dirham lainnya. Kegembiraan ini
tidak mengurangi fungsi pengawasan pasar serta mencegah koin dirham dan
dinar yang tidak sesuai persyaratan Syariah masuk dan beredar.


Berikut ini harga makanan Kuliner Pasar Islam Malam d jalan Sungai Landak
Cilincing Jakarta Utara:

1. Nasi goreng 1 dirham dapat 3 porsi ( kembali Rp 1000 )
2. Nasi bebek 1 dirham dapat 3 porsi ( nambah Rp 1000 )
3. Nasi pecel ayam 1 dirham dapat 3 porsi ( kembali Rp 500 )
4. Nasi rendang 1 dirham dapat 3 porsi ( nambah Rp 1000 )
5. Mie ayam 1 dirham dapat 6 mangkok ( nambah Rp 1000 )
6. Bubur ayam 1 dirham dapat 6 mangkok ( nambah Rp 1000 )
7. Martabak 1 dirham dapat 2 loyang ( nambah Rp 1000 )
8. Nasi uduk 1 dirham dapat 3 - 6 porsi ( tergantung pauk )
9. pempek spesial 1 dirham dapat 4 porsi ( kembali Rp 1000 )
10. Bakso spesial 1 dirham dapat 4 porsi ( kembali Rp 1000 )
11. Pisang gencet 1 dirham dapat 3 porsi ( porsi besar )
12. Roti bakar 1 dirham dapat 4 - 6 porsi ( tergantung mutu )
[SF]

sumber :
http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Semarak.Wisata.Kuliner.Dengan.Dirham/232


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke