Wa'alaikum salam wr wb,

Itu adalah Kaidah Ilmu Fiqih yang dirumuskan para ulama yang tentunya berdasar 
Al Qur'an dan Hadits.
Kalau Ibadah Mahdloh (Ritual) seperti shalat, tidak boleh ditambah2i misalnya 
dari 5 waktu jadi 6 waktu, atau shalat Subuh dari 2 raka'at jadi 3 raka'at, 
dsb. Contoh dalilnya adalah Hadits tentang Bid'ah yang Dlalalah dan membawa ke 
neraka.

Tapi untuk Ibadah Ghoiru Mahdloh (Non Ritual) seperti Muamalah, semua 
dibolehkan kecuali ada ketentuan yang mengharamkannya.

Sebagai contoh

Wassalam
http://ayo-tarbiyah.blogspot.com/2009/06/beberapa-hal-tentang-halal-haram-dalam.html
Kaidah Ushul_Fiqh :
1. Segala sesuatu yang berkenaan dengan ‘ibadah
mahdhah (ritual), semuanya haram kecuali yang dihalalkan oleh Allah SWT
dan telah ditauladankan oleh Rasulullah saw.
2. Segala sesuatu yang
berkenaan dengan ‘ibadah ghairu mahdhah (nonritual), semuanya halal
kecuali yang diharamkan oleh Allah SWT dan telah dilarang oleh
Rasulullah saw.
3. Dalam berbagai perkara ‘ibadah mu’amalah :
a. Pulangkan kepada kehalalannya sebelum ada kejelasan dalil keharamannya.
b. Tidak boleh ada yang merugikan dan tidak boleh ada yang dirugikan.

http://bacalah.web.id/?link=readart&id=469
Kedua : Hukum Asal Muamalah adalah Boleh 

Lebih mendalam lagi , dalam masalah ‘muamalat’ atau segala hal yang
tidak berkaitan dengan ibadah khusus, semacam : jual beli, transaksi,
budaya, politik, maka berlaku kaidah yang menyatakan : “ Asal dari
muamalah, adat (budaya) adalah halal, hingga datang sebuah dalil yang
shohih (kuat) dan shorih (jelas/tegas) dalam pengharamannya” . Hali ini
berbeda dengan tatacara ibadah, dimana kita tidak boleh bereksperimen
dalam ibadah, hingga ada dalil yang jelas mengaturnya. Kaidah ini
termuat secara lugas dalam kitab I’laam Muwaqiinn karya monumental
Ibnul Qayyim al-Jauziyah. Nah, dalam kaidah ini posisi facebook jelas
masuk dalam kategori “budaya” atau bahasa yang lebih populernya adalah
: life style. Karenanya, jika ada nash-nash syar’I yang menghantam
banyak aktifitas facebook kita, dengan sendirinya status kehalalannya
layak dipertanyakan ulang. 

 ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]


>
>Dari: MK. Mattawaf <[email protected]>
>Kepada: [email protected]
>Terkirim: Ming, 7 Maret, 2010 15:25:07
>Judul: Bls: Bls: Lagi tentang Maulid Nabi
>
>
>Assalamu `alaimum
>Mohon maaf bp/ibu
>sekedar mau bertanya mengenai :
>
>"Masalah ibadah, hukum asalnya dilarang, sampai ada dalil yang jelas
>>membolehkannya, masalah mu'amalah hukum asalnya boleh-boleh saja,
>>sepanjang ada dalil yang melarangnya" .
>
>ini Al-Qur`an apa Hadits Rasulullah ya ?
>
>Demikian terimakasih,
>Wassalamu `alaimum
>
>
>
>
>
________________________________
Dari: A Nizami <[email protected]>
>Kepada: Rahima <[email protected]>; [email protected]
>Cc: [email protected]
>Terkirim: Jum, 5 Maret, 2010 17:33:12
>Judul: Bls:
> [syiar-islam] Lagi tentang Maulid Nabi
>
>  >
>>      
> 
>Saya setuju.
>>Harusnya itu jangan diperdebatkan lagi. Menghabiskan energi padahal saat ini 
>>ummat Islam tengah dibantai di Iraq dan Afghanistan. Herannya lagi pimpinan 
>>pembantai itu datang dan dielu2kan sebagai tamu agung di negeri kita.
>
>>Masalah ibadah, hukum asalnya dilarang, sampai ada dalil yang jelas
>>membolehkannya, masalah mu'amalah hukum asalnya boleh-boleh saja,
>>sepanjang ada dalil yang melarangnya" .
>
>>Ummat Islam di zaman Salahuddin Al Ayyubi beramai2 merayakan Maulid Nabi 
>>dengan mempelajari Siroh Nabi. Nyaris tidak ada ulama yang protes dan 
>>hasilnya memang bisa membangkitkan ummat Islam hingga mampu mengalahkan kaum 
>>kafir.
>
>>Yang penting dalam Maulid Nabi itu dilakukan hal2 positif seperti berzikir 
>>kepada Allah, mempelajari Siroh Nabi, dsb. Bukan hal2 yang menimbulkan 
>>kemusyrikan seperti rebutan tumpeng dan arak2an kebo yang disucikan untuk 
>>mengharap berkah dari selain Allah seperti di Yogya, Solo, dsb.
>
>>===
>>Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>http://media- islam.or. id
>>Milis Ekonomi Nasional: ekonomi-nasional- subscribe@ yahoogroups. com
>
>>>
>>>Dari: Rahima <rahimarahim@ yahoo.com>
>>>Kepada: syiar-islam@ yahoogroups. com
>>>Cc: insist...@yahoogrou ps.com
>>>Terkirim: Jum, 5 Maret, 2010 15:20:57
>>>Judul: [syiar-islam] Lagi tentang Maulid Nabi
>>>
>>> >
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>  >
>>>> 
>>> 
>>>Lagi tentang Maulid Nabi. 
>>>>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
>>>
>>>>Bisa jadi, dengan membaca pandangan-pandangan mereka yang pro maulid, kita 
>>>>akan berubah pikiran, namun seketika hal itupun bisa pula berubah, apabila 
>>>>pandangan tersebut ada pula yang membantahnya. Dan sayapun mengalami hal 
>>>>itu, maka pada akhirnya saya mengambil kesimpulan, pada tulisan-tulisan 
>>>>saya yang berlalu masalah maulid nabi ini.
>>>>Jujur, lebih dari 50 judul buku dalam bahasa Arab tentunya, sudah saya baca 
>>>>untuk membaca masalah ini. Saya baca buku yang pro Maulid, saya juga baca 
>>>>buku yang anti maulid, serta saya baca buku yang netral. (karena memang 
>>>>salah satu sub judul disertasi saya membahas masalah maulid nabi ini, 
>>>>selain masalah basafa, tahlilan, warisan pusaka tinggi di Minang, tabuik, 
>>>>dllnya.
>>>>Saya mulai tulisan itu, dari mengemukakan apakah itu sunnah, apakah itu 
>>>>bid'ah. kaedah-kaedah dalam hal bid'ah(bagaimana sesuatu itu dikatakan 
>>>>bid'ah menurut syar'i).
>
>,___ 
>________________________________
 Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! 
>Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke