AL-QUDS TAK BISA DIBEBASKAN OLEH BARISAN KATA-KATA, TETAPI OLEH BARISAN 
TENTARA YANG MEMERANGI NEGARA YAHUDI! 

[Al-Islam 500] Para penguasa Arab menutup KTT Arab ke-22 pada sore hari 
(Ahad) ini, 28 Maret 2010, setelah berlangsung selama dua hari di kota 
Sirte Libia. Resolusi-resolusi KTT dipenuhi oleh paragraf lama yang 
diperbarui—seputar upaya perdamaian, konflik Arab-Israel, Inisiatif Arab, 
situasi di Irak dan Semenanjung Emirat; dukungan atas perdamaian; 
pembersihan kawasan Arab dari senjata nuklir; dan lain- lain. Semuanya 
merupakan resolusi bombastik yang tak ada artinya, hanya sekadar kata-kata 

kosong! 

Hanya saja, terdapat dua perkara menarik selama penyelenggaraan KTT hingga 

dikeluarkannya pernyataan final. Pertama: antek-antek Inggris secara jelas 

melakukan sejumlah ‘upaya panas’ untuk mempengaruhi sekaligus 
mengendalikan resolusi Liga Arab. Yaman, misalnya, mengusulkan pembentukan 

Persatuan Arab untuk menggantikan Liga Arab. Jelas, usulan itu sesuai 
dengan pendapat Ketua KTT, Penguasa Libia (Qadafi). Kemudian Qadafi 
mengatakan bahwa resolusi tersebut disetujui. Ini di satu sisi. Di sisi 
lain, Qadafi sebagai ketua KTT pada periode saat ini telah meminta 
keistimewaan sebagai ketua KTT untuk memiliki wewenang mengoreksi Sekjen 
Liga dan menyerukan penyelenggaraan KTT Istimewa. Di sisi ketiga, Qatar 
mengusulkan pembentukan suatu komite yang bisa berkomunikasi langsung 
dengan Ketua KTT. 

Semua itu menunjukkan bahwa melalui antek-anteknya Inggris ingin 
menancapkan pengaruhnya atas Liga Arab atau membentuk organisasi pengganti 

Liga Arab. Ini karena Liga Arab merupakan buatan Inggris pada tanggal 22 
Maret 1945. Namun, pada tahun-tahun terakhir ini Amerika telah masuk 
sangat dalam ke dalam Liga dan memiliki pengaruh yang ada nyata dalam 
resolusi-resolusi yang dikeluarkan oleh Liga. Pusat pengaruh AS itu ada di 

Kairo. Presiden Mesir adalah antek Amerika sekaligus penjaga Amerika dan 
nilai-nilai Amerika. 

Kedua: masalah al-Quds. Sejumlah resolusi KTT menjadikan masalah al-Quds 
dipenuhi dengan berbagai hal yang menyenangkan para peserta konferensi dan 

sarat dengan kata-kata manis. Mereka dengan bangga telah mengumumkan bahwa 

mereka telah menyiapkan strategi untuk membebaskan al-Quds, yang mereka 
fokuskan pada tiga poros: politik, perundang-undangan dan finansial. 
Mereka menyerukan agar Dewan Keamanan (DK) PBB memikul tanggung jawabnya 
sekaligus bergerak mengambil langkah-langkah dan mekanisme yang diperlukan 

untuk menyelesaikan pertikaian Arab-Israel. Mereka memutuskan untuk 
mengarahkan resolusi kepada Mahkamah Kejahatan Internasional untuk 
menghakimi kejahatan Israel di kota-kota yang disucikan. Mereka juga 
memutuskan mendukung al-Quds dengan dana sebesar setengah miliar dolar AS 
untuk menghadapi rencana-rencana permukiman Israel. Akhirnya, meski bukan 
yang paling akhir, mereka saling berlomba secara ‘hangat’ untuk 
menyampaikan kecintaan atas al-Quds dan pujian atas al-Aqsa. 

Wahai Manusia: 

Sungguh para penguasa itu memiliki akal tetapi tidak mereka gunakan untuk 
berpikir; mereka memiliki telinga tetapi tidak mereka gunakan mendengar; 
mereka juga memiliki mata tetapi tidak melihat. Sungguh bukanlah mata 
mereka yang buta melainkan hati yang ada di dalam dada merekalah yang 
buta! Bisakah al-Quds dibebaskan dengan perundingan umum yang tidak 
memiliki kekuasaan sedikitpun? Ataukah al-Quds bisa dibebaskan dengan 
dukungan finansial yang tidak akan bisa sampai ke al-Quds kecuali di bawah 

pengawasan Yahudi? Bisakah al-Quds dibebaskan dengan seruan kepada Dewan 
Keamanan PBB yang justru telah mendirikan negara Yahudi di Palestina? 
Ataukah al-Quds bisa dibebaskan dengan mengajukan tuntutan kepada Mahkamah 

Internasional yang tidak bisa memutuskan kebenaran dan tidak pula bisa 
menolak kebatilan?! Ataukah al-Quds bisa dibebaskan dengan ucapan-ucapan 
hangat tentang kecintaan dan kerinduan kepada al-Quds, sementara pemilik 
ucapan itu justru membuka kedutaan untuk negara Yahudi di negerinya dan 
mengundang pembantai al-Quds ke negerinya?! 

Wahai Manusia: 

Dulu ada orang yang mengatakan bahwa para penguasa itu—meski berlepas diri 

dari Palestina yang diduduki—tidak akan pernah berlepas diri dari al-Quds 
dan al-Aqsa; jika bukan karena dorongan takwa, pastilah karena dorongan 
rasa malu. Namun, sekarang al-Quds telah digali dari sekelilingnya, bahkan 

dari jantungnya; dari arah kubah ash-Shakhrah dan masjidnya. Yahudi telah 
bermain di atas dan bawahnya. Yahudi telah mengosongkan tanah di bawahnya, 

menodai kehormatannya dari atasnya serta memenuhi tanahnya dengan 
permukiman dari depan dan belakangnya. Bahkan Yahudi telah ‘menghadiahi’ 
KTT mereka, pada sore hari pelaksanaannya, dengan agresi atas Gaza dan 
deklarasi panas seputar kelanjutan kebijakan pembangunan permukiman di 
al-Quds tanpa ada perubahan sedikitpun. Para penguasa itu telah 
menyaksikan dan mendengar semua itu; mereka saling bertemu dan berjabat 
tangan, makan-makan dan tertawa. Namun, nyatanya mereka hanya berdiri 
temangu! 

Wahai Kaum Muslim: 

Sungguh yang bisa membebaskan al-Quds adalah seorang panglima yang ikhlas 
kepada Rabb-nya, yang membenarkan Rasul-Nya serta yang memimpin tentara 
kaum Muslim dan menghimpun orang-orang yang mampu untuk bergabung di dalam 

pasukan. Yang bisa membebaskan al-Quds adalah seorang panglima yang kuat 
lagi bertakwa, yang mengembalikan jejak al-Faruq (Khalifah Umar bin 
al-Khaththab ra.) yang telah membebaskan al-Quds pada tahun 15 H dan 
menetapkan Dokumen Umariah, yang di dalamnya dinyatakan bahwa tidak 
seorang Yahudi pun boleh tinggal di al-Quds. Yang bisa membebaskan al-Quds 

adalah seorang panglima yang mengembalikan jejak langkah Shalahuddin yang 
telah membebaskan al-Quds dari najis kaum Salibis pada tahun 583 H dan 
mengangkat Qadhinya, Muhyiddin, yang membuka khutbah Jumat pertama setelah 

pembebasannya itu dengan ayat yang mulia: 


Orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala 
pujian bagi Allah, Tuhan semesta alam (QS al-An’am [6]: 45). 

Yang bisa membebaskan al-Quds adalah panglima yang mengembalikan sejarah 
Abdul Hamid II, yang menjaga al-Quds dan menghalangi Hertzel dan para 
begundalnya untuk memasuki al-Quds, meskipun harta yang besar ditawarkan 
Hertzel ke kas negara. Jawaban Abdul Hamid II pada tahun 1901 adalah: 
“Sesungguhnya Palestina bukanlah milikku, tetapi milik bangsaku yang telah 

mengairinya dengan darah mereka. Karena itu, hendaklah Yahudi menyimpan 
saja jutaan uangnya. Sesungguhnya sayatan pisau di badanku lebih sepele 
daripada aku melihat Palestina dikerat dari negaraku. Perkara itu tidak 
akan terjadi.” 

Begitulah, al-Quds akan bisa dibebaskan dari gerombolan Yahudi oleh 
tentara kaum Muslim yang mendatangi mereka dari arah yang tidak mereka 
duga dan menyerang mereka dengan serangan yang membuat mereka melupakan 
bisikan-bisikan setan. Mereka adalah tentara yang bergegas meraih satu di 
antara dua kebaikan, kemenangan atau mati syahid. 

Wahai Para Tentara di Negeri Kaum Muslim: 

Sungguh tidak ada alasan dan uzur bagi orang yang mencari-cari alasan dan 
uzur. Janganlah Anda mengatakan bahwa para penguasa telah melarang Anda. 
Di tangan Andalah kekuatan. Bahkan Anda yang menjaga para penguasa itu. Di 

tangan Andalah nasib mereka. Jika Anda menaati mereka, niscaya mereka 
menjerumuskan Anda ke dalam dosa dan permusuhan, dan Anda tidak akan bisa 
merasakan telaga Rasulullah saw. Jika Anda tidak menolong mereka dalam 
kezalimannya, tidak membenarkan kebohongan mereka, maka Rasul saw. akan 
menjadi bagian dari Anda dan Anda menjadi bagian dari beliau; Anda pun 
akan bisa merasakan nikmatnya telaga Rasulullah saw. Rasulullah saw. 
pernah bersabda kepada Kaab bin Ujrah: 

Aku berlindung kepada Allah untukmu, wahai Kaab bin Ujrah, dari para 
pemimpin yang akan ada sesudahku. Siapa saja yang mendatangi pintu-pintu 
mereka lalu membenarkan kedustaan mereka dan membantu mereka atas 
kezalimannya, maka ia bukan bagian dari golonganku dan aku bukan bagian 
dari golongannya; ia pun tidak akan bisa merasakan telaga bersamaku. Siapa 

saja yang mendatangi pintu-pintu mereka atau tidak mendatangi, lalu tidak 
membenarkan kedustaan mereka dan tidak membantu mereka atas kezalimannya, 
maka dia bagian dari golonganku dan aku bagian dari golongannya serta ia 
akan bisa merasakan telaga bersamaku (HR at-Tirmidzi). 

Wahai Para Tentara di Negeri Muslim: 

Sungguh Hizbut Tahrir meminta pertolongan (nushrah) Anda untuk menegakkan 
Khilafah. Karena itu, berikanlah nushrah Anda. Hizbut Tahrir menyeru Anda 
untuk berhambur memerangi Yahudi. Karena itu, penuhilah seruan itu. 
Sungguh memerangi Yahudi dan kemenangan atas mereka itu telah dinyatakan 
di dalam Kitabullah SWT (lihat: QS al-Isra’ [17]: 7-8); juga di dalam 
hadis Rasul saw.: 

Sungguh kalian akan memerangi Yahudi dan kalian memerangi mereka hingga 
batu pun berkata, “Hai Muslim, ini Yahudi. Kemarilah, bunuh dia.” (HR 
Muslim dari Ibn Umar ra.). 

Tidak adakah di antara Anda orang cerdas yang berangkat dengan tentaranya; 

yang melindas setiap penguasa yang menghadangnya; yang menegakkan 
pemerintahan Islam di atas muka bumi, yaitu Khilafah Rasyidah; yang 
membebaskan al-Aqsa; yang membaca dalam khutbah Jumat pertama setelah 
pembebasannya dari najis Yahudi ayat yang pernah dibaca oleh Qadhi 
Muhyiddin (QS al-An’am [6]: 45); yang kemudian disebut oleh Allah SWT di 
dalam Kerajaan-Nya di sisi-Nya, dicemburui oleh para malaikat di langit 
dan orang-orang shalih di muka bumi sehingga ia menjadi mulia di dunia dan 

di akhirat; yang semua itu benar-benar kesuksesan yang agung? 

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya 
jika Rasul menyeru kalian pada sesuatu yang memberikan kehidupan kepada 
kalian (QS al-Anfal [8]: 24). 

[Diringkas dari nasyrah resmi yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir tanggal 
12 Rabi ats-Tsani 1431 H/28 Maret 2010] 


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke