9 Karakter / Sifat Gadis yang Tidak Dianjurkan untuk Dinikahi Laki-laki
Published on March 14, 2010  in Artikel Islam.  
Sebuah
penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada
Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul:
“Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi
Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus”
menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:
Pertama: Gadis Pencemburu
Pencemburu
adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon
istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu
menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta,
akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang
menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan
kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka
menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.
Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu
Adapun
gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan
dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya
kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan
orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada
kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan
banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit
kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan
kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci
dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk
cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis
ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak
mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak
mungkin bebas lepas darinya.
Ketiga: Gadis Durhaaka
Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa
membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak
bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan
dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau
memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa
memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta
tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri
dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak
menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir
dengan perceraian.
Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh
Gadis
ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak
menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha
memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa
bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang
yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai
usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat
seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami
tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam
segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang
seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.
Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan
Yaitu
gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat
dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan
malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang
memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang
putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia
kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak
layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan
putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh.
Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu
mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib
bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara
dewasa.
Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga
Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita
karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri
yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri
yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah
tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan
anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka
terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan
dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga
terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami
merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara
mereka.
Ketujuh: Gadis yang Lemah
Yaitu
seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya,
apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk
bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha
mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian
yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab.
Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang
ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa
memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.
Kedelapan: Gadis yang membuat was was
Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang
terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang
istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita
usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah
terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah
terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri
semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal
macam-macam serta selalu khawatir.
Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna
Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar,
dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan
orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat
seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia
menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang
teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan
bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan
membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang
laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri,
sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi
mementingkan keridhaan istrinya
Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat
manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian
bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan
bahagia.
Diambil dari: Majalah Qiblati Edisi 11 TAhun II


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke