Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Saya sambung kembali lanjutan rahasia angka 7 ini.
Namun sebelumnya, perlu saya jelaskan dulu, bahwa penyebutan
angka 7 dalam AlQuran, dan yang sedang kita bicarakan saat ini, bukan berarti,
hanya angka 7 ini saja yang memiliki keistimewaan. Dalam AlQuran bukan hanya
angka 7 saja disebutkan, masih ada angka yang lain, seperti angka 11, 13, 17,
19 dllnya.
Kita yakin dan percaya, semua angka yang disebutkan didalam
AlQuran memiliki keistimewaan tersendiri, karena setiap huruf, lafaz, kalimat
dalam AlQuran memiliki tanasuq dan tanasub tersendiri.
Contoh saja, surah Yasin, kenapa didalam hadits disebutkan
kalau surah Yasin ini adalah qalbu=pusat=jantung/hatinya AlQuran?
Ada
ulama yang meneliti hal ini, dan terbukti, kalau memang, ayat ini, selain
memiliki keutamaan dalam hal membacanya, juga isi kandungannya, balaghahnya.
Dari sisi jumlah huruf, kalimat, dikaitkan juga dengan fawatih(pembuka
surahnya), yang terdiri dari ayat Muqattha’ah, atau huruf Mumayyazah(istimewa),
semacam Alim Lam, Min, Alif lam ra…dsb.
Dilihat dari qalb=hati/jantung, kita tahu, tidak dikatakan
qalb, kecuali karena bulak-baliknya itu.
Setelah diteliti, ternyata memang tepat surah Yasin ini
dikatakan Jantungnya AlQuran, karena letaknya memang di tengah-tengah jumlah
dari surah yang dibuka dengan huruf muqatta’ah tadi. Huruf
mumayyazah/muqattha’ah (Shaad, Nuun, Alif lam Mim,.dst itu), didalam AlQuran,
jumlahnya ada 29. dan surah Yasin ini, terletak dinomor ke-19 dari dari pembuka
surah yang terdiri dari huruf istimewa tadi.
Disisi lain, bila dijumlahkan, dikali-kalikan, atau
dibagi-bagikan, jumlah huruf, kalimatnya dengan terbalik-balik, depan
kebelakang, belakang kedepan, hasilnya tetap saling berkaitan.
Kita kembali ke pembicaraan saya, sebelum melanjutkan lagi,
perlu saya tekankan disini beberapa UU dalam penghitungan nomor ini.
Mushaf
yang dipakai adalah mushaf Utsmani, karena Mutshaf inilah yang sudah
banyak disepakati ulama. Setelah kita tahu, bahwa hakikatnya dalam hadits
Rasulullah, kalau AlQuran itu diturunkan dalam 7 huruf. Dan semuanya
sah-sah saja, sepanjang ayat rahmat, tidak ditukar menjadi ayat
azab,..dst..
Huruf Athaf “Waw” (Dan) , masuk dalam
hitungan kalimat. Kenapa begitu? Karena didalam bahasa Arab, yang
dinamakan kalimat adalah “Isim, Fi’il dan huruf”. Dan Waw, ini termasuk
dalam kategori “huruf”, jadi masuk dalam kategori kalimat.Dan kalimat Waw,
atau dan ini=tambah (+)memiliki arti/peran yang cukup besar dalam
penjumlahan.perkalian dalam hitungan matematika
Huruf
Hamzah, tidak masuk dalam hitungan huruf. Karena huruf Hamzah, semasa
turunnya AlQuran dalam zaman Rasulullah, tidak dituliskan. Contoh kalimat
Assamaa(السماء)
dengan hamzah dalam masa turunnya AlQuran ditulis dengan (السما),
tanpa hamzah. Begitupun huruf mad, tanda tajwid, dllnya yang merupakan
tambahan, setelah zaman diturunkannya ayat, tidak masuk dalam hitungan.
Kemudian yang dihitung berdasarkan ratsam=yang
ditulis, bukan yang dilafazkan. Seperti lafaz “Dzaalikal kitaab”(ذلك
الكتاب).
Kalau kita baca “Dzalnya”
kan
panjang(ada alifnya), sementara dalam tulisannyakan Dzal saja. Baru dikasih
tambahan “semacam alif tergantung itu), begitu pula dengan kalimat Alkitaab,
yang tertuliskan Alkitab. Nah, dalam penghitungan, yang dihitung hanya berupa
tulisannya saja, tidak sebagaimana yang dilafazkan. Ini UUnya agar tidak
terjadi kesalahan dalam penghitungannya.
Saya lanjutkan lagi
dari pembicaraan tulisan angka 7 kemaren.
== Awal ayat dan akhir
ayat dengan nomor 7
Awal ayat dalam
AlQuran adalah “Bismillahirrahmaanirrahiim”(بسم الله
الرحمن الرحيم)
Sengaja dalam bahasa
Arabnya saya jarakkan kalimat
perkalimatnya. Agar memudahkan dalam penghitungannya.
Kalimat
Bismillahirrahmaanirrahim(lihat dalam bahasa Arabnya), terdiri dari 4
kalimat.(Bismi…Allah….Arrahman…Arrahiim)
Huruf masing-masingnya
:
Bismi(lihat Arabnya)=
3huruf
Allah= 4 huurf
Arrahman= 6 huruf
Arrahim=6 huruf.
Kalau digabungkan,
menjadi 6643, merupakan perkalian angka 7.
6643=7x949.
Kalau kita lihat lagi,
kalimat “Allah”, terdiri dari huruf (Alif Lam Ha).
Coba kita cari dan
hitung dari ke -4 kalimat dalam lafaz “Bismillahirrahmaanirrahim”, tadi kita
temukan huurf Alif, La dan Ha nya ada berapa kali, dan coba digabungkan dan
dihitung, akan ditemukan juga perkalian, atau pembagian angka 7.
Lafaz Bismi= Tidak ada
huruf alif lam ha nya disana, maka ditulis Zerro(0)
Lafaz Allah = ada 4
huruf tercantum huruf (Alif lam dan ha)
Arrahman= 2 huruf,
yakni Alif dan Lam saja
Arrahim=2 huruf juga
alif dan lam.(dari lafaz Allah tadi)
Coba kita susun
angkanya menjadi 2240.
Maka akan terlihat
2240 adalah perkalian dari angka 7.
2240=7x320.
Coba kita lihat akhir
ayat adalah surah annaas.
Minal jinnati wa
annaas(silahkan lihat di AlQuran tulisan Arabnya).
Akhir ayat terdiri
dari 4 kalimat
Min aljin- wa annaas.
Kalimat Min=2 huruf
Aljinnati= 5 huruf
Wa=1huruf
Annaas=5 huruf.
Gabungkan menjadi
5152, ini adalah hasil dari perkalian angka 7 juga 5152=7x736
Begitulah
seterusnya…dan seterusnya, kalau kita mencoba memakai matematika/hitungan dalam
AlQuran, luar biasa. Apalagi, kalau dihubungkan dengan kesesuaian akhir ayat,
atau kalimat yang terdapat dalam ayat itu berapa,..
Contoh dalam surah Al
Kahfi mereka berdiam disana 300+9=309 thn.
Coba deh dihitung,
pakai computer saja biar gampang huruf “Waw” nya dalam surah kahfi tersebut,
ada berapa jumlahnya, dan lihat berapa jumlah bilangan yang disebutkan dalam
AlQuran masa pemuda berdiam didalam gua? Bittamaam, walkamaal=309 kalimat.(Ini
menandakan bahwa huruf athaf ”waw” juga masuk dalam kalimat.(lihat kitab
Mu’jizat AlQuran masa maklumatik hal 37).
===Kita lihat lagi
‘ijaz yang lain, dari ayat AlQuran
“Wassamaa banainaahaa
biaidin, wainnaa lamuusi’uun(Lihat Q.S Addzariyaat 47).(dan langit kami bangun
dengan tangan (Kami), dan kami juga yang meluaskannya)
Kenapa dalam kalimat
ayat diatas dipakai kalimat “Banainaaha”(kami bangun), kenapa kalimat langit
tidak dipakai dengan “fadaa”(Planet). Dan kenapa dipakai kalimat
Muusi’uun(meluaskannya), dalam bentuk kata kerja (Maadhi, mudhari, dan
haadir).past tense, future, maupun present tense?
Subhanallah tasasuq
dan tanasub ayat. Karena memang, hakikatnya langit itu meluas terus, dan baru
diketahui manusia setelah abad ke-20. Alam ini akan bekembang terus, mulai dari
dulu, sekarang sampai batas yang hanya Allah saja yang maha tahu., karena
itulah dipakai lafaz ketiga-tiga kata kerja, masa lampau, yang akan datang dan
masa sekarang.(muusi’uun).
(Lam dalam kalimat
lamuusi’uun adalah lamuttakkid=menguatkan).
Bukan dipakai kalimat
madhi(past) ausa’a, atau yuusi’u atau waasi’(luas/meluaskan juga artinya), tapi
dipakai fungsi kalimat yang sesuai dengan makna dan realitanya, yakni dipakai
untuk zaman ketiga2nya. Maka dipakai kalimat “Muusi’un”.
Cobalah kita hitung
jumlah huruf ayat diatas(ingat hamzah, mad dan tanda tajwid tidak masuk dalam
hitungan).
Waw=1 huruf
Assama=5 huurf
Banainaha=6 huruf
Biayyidin= 5 huruf
Waw=1 huruf
Inna=3 huruf
Lamuusi’uun=7huruf
Kalimat dalam ayat ini ada 7 kalimat, hitungan hurufnya ada 28 huruf.
Dan ini adalah perkalian dari angka 7 juga.(7x4=28)
Sekarang kita gabungkan dimulai dari bawah :7315651, ada 7 kalimat,
cobalah dibagikan dengan angka 7. hasilnya akan semacam ini:7315651=7x223591,
untuk memudahkannya angka tersebut dibagikan 7 saja. Jadi, merupakan perkalian
dari angka 7, sebagaimana pembahasan semula kita. Dan ayat ini, juga akan bisa
dikembangkan lagi..begitulah seterusnya.
Dan tujuan dari penulisan ini, hanyalah untuk menambah keimanan kita
saja. Kalau AlQuran itu benar2 kalamullah dan penuh rahasia yang entah sampai
kapan rahasia-rahasia lainnya terkuak. Dan kalau orang kafir tak bisa
meyakini/mempercayai kalamullah ini dari sisi mu’jizat lafaz bahasa Arabnya,
mu’jizat balagiahnya, apakah mereka juga menafikan kejelian angka dalam AlQuran?
Siapakah manusia ataupun makhluk yang mampu menandingi AlQuran kalamullah ini?
Tak ada satupun, itulah jawabannya.
Karena Allah memag maha Esa, dalam segala hal. Esa dalam sifat, esa
dalam dzat, esa dalam perbuatan. Inilah yang dinamakan tauhid Uluhiyyah,
Rububiyyah, tauhid Asma wassifat. Kita harus benar-benar meyakini akan hal ini.
Tidak ada tiga tuhan, anak tuhan, bapak tuhan, tidak ada hukum yang kita pakai
selain hukum Allah semata. Kalau ada hukum adat/negara yang bertentangan dengan
hukum Allah ta’ala, maka manusia harus tunduk dan patuh, mengikuti hukumAllah,
bukan hukum adat ataupun negara sekalipun, meski kelihatan dari kasat manusia,
bahwa hukum yang dibuat manusia itu manfaatnya untuk kepentingan banyak orang,
tapi yang tahu hikmah dari hukum itu, hanyalah Allah sendiri.
(Ingat firman Allah, bisa jadi yang kamu kira baik untuk kamu,
hakikatnya dia tak baik untuk kamu, dan bisa jadi yang kamu tidak sukai, kamu
kira tak baik untuk kamu, tetapi hakikatnya dia baik untuk kamu, karena yang
tahu mana terbaik untuk manusia hanyalah Allah semata) Dan ini tentu (bila
memang hukum tersebut sudah ada diatur oleh Islam).
Itulah baru kita dinamakan Tauhid sebenar-benar TAUHID Meng esakan Allah
dalam segala lini kehidupan kita. Kalau kita tak ikuti hukum Allah, berarti
masih ada kesyirikan terselubung masih bersemayam dalam jiwa dan tubuh kita.
Naudzubillahimindzalik.
Demikian, tulisan ini hanyalah sekedar pengingat, pendorong belaka agar
kita benar-benar sadar, kita manusia lemah, dan kita harus mengEsakan Allah
ta’ala, maka lihatlah mu’jizat yang terkandung dalam AlQuran, dalam penciptaan
alam, dalam penciptaan diri kita sendiri. Sungguh sangat tidak wajar kita
berhukum dengan hukum selain hukum Allah ta’ala. Sungguh sangat miskin diri
manusia, kalau dia tak pernah menyentuh dan mentadaburi isi kandungan ayat
dalam AlQuran meskipun hanya satu dua ayat.
Karena jiwanya telah miskin untuk merenungi kandungan AlQuran, sibuk
dengan urusan duniawiyah semata. Bukankah dalam hadits disebutkan, yang
dikatakan kaya bukanlah dengan banyak harta(pangkat, jabatan), tetapi yang
dikatakan kaya, adalah dengan kayanya Jiwa?
Dan kalau mau dipelajari, masih sangat banyak mu’jizat angka 7 ataupun
19 atau angka lainnya dalam AlQuran, dan hubungannnya dengan ayat AlQuran itu
sendiri, ditinjau dari hitungan, ataupun kandungannya. Namun, saya cukupkan
sampai disini saja. Terlebih dan terkurang saya mohon maaf bila terjadi
kesilafan. Keslalahan berasal dari saya, yang benar, pasti dari Allah semata.
Wassalamu’aikum. Rahima 8 April 2010
Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.(Doqqi,Cairo)
"Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi
manusia lainnya".
[Non-text portions of this message have been removed]