Assalamu'alaikum wr wb, http://infoindonesia.wordpress.com/2010/04/14/2-anggota-dprd-dipukuli-satpol-pp-aparat-atau-preman/ Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah dipukuli Satpol PP meski sudah menunjukkan identitas. Sementara banyak rakyat lainnya luka bahkan ada yang meninggal karena bentrok dengan Satpol PP. Satpol PP itu petugas keamanan atau preman yang menakutkan?
Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim berkata: "Tindakan Satpol PP pada warga sekitar areal pemakaman Mbah Priok sungguh brutal. Satpol PP bertindak layaknya segerombolan preman, bukan aparat penegak hukum." Bentrokan terjadi karena Pemprov DKI hendak menggusur bangunan liar yang berada di sekitar kompleks pemakaman Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad atau Mbah Priok yang diklaim milik PT Pelindo II. Tapi aneh juga jika Komplek Pemakaman Habib Hassan bin Muhammad Al Hadad yang merupakan pendiri Tanjung Priok yang berusia ratusan tahun tiba-tiba diklaim jadi milik PT Pelindo II. Kapan belinya? Eksekusi Makam Mbah Priok Dua Anggota DPRD DKI Kena Pukul Satpol PP Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S Andika. Rabu, 14 April 2010, 13:08 WIB Eko Priliawito VIVAnews - Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah terkena aksi salah sasaran anggota Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi pendopo yang berada di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok. Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S Andika dari Partai Gerindra. Pemukulan terhadap keduanya berlangsung saat terjadi perundingan antara Wakil Walikota Jakarta Utara, Atma Sanjaya dan pengelola makam bersama dengan DPRD DKI Jakarta. "Dialog belum selesai langsung ada serangan dari Satpol PP. Kami kemudian dipukuli meski telah menunjukan indentitas," ujar Ida Mahmuda, kepada wartawan, Rabu 14 April 2010. AKibat pemukulan ini, Ida Mahmuda dan Andika mengalami luka di telapak tangan dan memar pada wajahnya. Mereka akan melakukan visum dan melaporkan kejadian ini kepada polisi. "Bukan cermin pelindung masyarakat, tapi aksi preman," ujarnya lagi. Akibat kejadian ini Kepala satpol PP DKI Haryanto Badjuri langsung meminta maaf kepada yang bersangkutan. "Saya minta maaf karena situasinya sangat kacau," ujar Badjuri. Akibat bentorkan ini, satu remaja meninggal dunia dan satu orang lainya kritis. Sementara hingga kini ada 31 petugas Satpol PP yang menjalani perwatan. Lima diantara harus menjalani operasi karena luka serius. Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara http://metro.vivanews.com/news/read/143927-dua_anggota_dprd_dki_kena_pukul_satpol_pp Bentrok di Makam Mbah Priok, 1 Orang Tewas Belum diketahui secara pasti indentitas korban tewas akibat bentrokan itu. Rabu, 14 April 2010, 12:50 WIB Eko Priliawito (Antara/Yusran Uccang) VIVAnews - Satu orang remaja laki-laki meninggal dunia dalam tawuran antara petugas Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi pendopo yang berada di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok. Belum diketahui secara pasti indentitas korban tewas. Berdasarkan pantauan VIVAnews, Rabu 14 April 2010, remaja yang meninggal dunia itu diseret dari dalam areal makam dan diletakan dalam keadaan tewas di depan pendopo. Sementara satu lelaki dewasa, yang mengenakan baju putih juga mengalami luka serius akibat terkena pukulan. Kedua korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Koja, Jakarta Utara. Akibat bentrokan ini, sedikitnya 31 Satpol PP mengalami luka dan lima diantaranya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi • VIVAnews http://metro.vivanews.com/news/read/143918-bentrok_di_priok__1_tewas_dan_31_luka_luka Rabu, 14/04/2010 13:58 WIB Bentrok Makam Mbah Priok Komnas HAM: Tindakan Satpol PP Brutal, Seperti Segerombolan Preman Niken Widya Yunita - detikNews Jakarta - Tindakan Satpol PP pada warga sekitar areal pemakaman Mbah Priok sungguh brutal. Satpol PP bertindak layaknya segerombolan preman, bukan aparat penegak hukum. "Jelas ini suatu tindakan yang sangat brutal. Satpol PP kan aparat hukum yang menegakkan Perda. Kita melihat tindakan Satpol PP bukan seperti aparat hukum yang sedang bertindak tetapi seperti segerombolan preman," ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim kepada detikcom, Rabu (14/4/2010). Ifdhal menyaksikan insiden Priok berdarah itu lewat siaran televisi. Dia juga menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim ke lokasi kericuhan. Tim dipimpin Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh. "Kita akan melihat berapa korbannya, bagaimana proses penggusuran apakah mematuhi hukum, bagaimana dalam menangani anak-anak dan orangtua. Satpol PP juga tidak bisa serta merta menggunakan cara di luar hukum misalnya pemukulan dan menyerang anak dan orangtua," jelasnya. Tim Komnas HAM, lanjut Ifdhal, nantinya juga akan menyelidiki tindakan brutal Satpol PP itu. "Sebenarnya beberapa orang yang menjadi bagian warga yang digusur sudah melapor kepada kita, kami juga sudah merespons. Kita meminta Walikota Jakarta Utara untuk sementara menghentikan penggusuran itu. Selesaikanlah sengketa perdatanya dulu, tapi sudah dilakukan penggusuran hari ini," sesal Ifdhal. (nik/nrl) http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/135847/1338112/10/komnas-ham-tindakan-satpol-pp-brutal-seperti-segerombolan-preman Bentrokan di Makam Mbah Priok Bentrok Warga vs Polisi Pecah, Mobil Satpol Digulingkan Muhammad Taufiqqurahman - detikNews Jakarta - Bentrok kembali pecah di kawasan Terminal Peti Kemas Koja, yang berdekatan dengan areal makam Mbah Priok. Polisi yang berjaga di pengamanan luar diserang oleh warga. 2 Mobil Satpol PP yang sedang parkir digulingkan oleh warga. Warga yang berjumlah ratusan menyerang polisi sekitar pukul 13.15 WIB, Rabu (14/4/2010). Saat itu polisi sedang berjaga di lapis luar yaitu di kawasan di Terminal Peti Kemas Koja. Jarak terminal dengan areal makam Mbah Priok sekitar 500 meter. Polisi yang diserang hanya bisa bertahan dan menutup diri dengan tameng. Mobil water cannon polisi juga tak henti menyemburkan air bertekanan tinggi ke arah massa. Warga yang berjumlah ratusan juga menggulingkan 2 mobil Satpol PP yang sedang diparkir. Akibatnya kaca depan mobil pecah. Sebanyak 3 warga yang kembali diamankan polisi. Menurut Pemprov DKI Jakarta, pihaknya tidak bermaksud menggusur makam Mbah Priok karena merupakan situs bersejarah. Pihaknya hanya akan menggusur bangunan liar yang berada di sekitar kompleks karena merupakan lahan PT Pelindo II. http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/134103/1338080/10/bentrok-warga-vs-polisi-pecah-mobil-satpol-digulingkan Eksekusi Makam Mbah Priok Bukan Makam Yang Dibongkar, Tapi Pendopo Mbah Priok punya cerita sendiri mengenai mengapa sampai dia begitu dihormati warga. Rabu, 14 April 2010, 10:46 WIB Siswanto VIVAnews – Pemerintah Provinsi DKI tidak akan membongkar makam Mbah Priok, melainkan hanya gapura dan pendopo yang ada di areal makam. “Sedangkan makam Mbah Priok tidak akan dibongkar dan justru akan dibuat monumen agar lebih bagus lagi dan tetap dapat dikunjungi warga,” kata Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Rabu 14 April 2010. Cucu menambahkan pemerintah juga tidak pernah melarang warga untuk mengunjungi makam itu. Kendati demikian, pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting, sebagai ahli waris atau pengelola makam, tetap menolaknya. Mereka menilai pembongkaran itu tidak sah. Ketika tadi pagi petugas Satpol PP akan mengeksekusi, pengikut habib menghalau petugas dengan serangan bom molotov, batu, senjata tajam, dan kayu. Akibatnya, sekitar dua puluh anggota petugas Satpol PP menderita luka serius, bahkan dua orang putus tangannya, dan harus dilarikan ke RSUD Koja. Korban juga jatuh di pihak pendukung eksistensi makam. Bentrok mulai tenang setelah pemerintah dan pengelola makam sepakat berunding. Hingga siang ini, perundingan masih berlangsung. Tadi pagi, Wakil Walikota Jakarta Utara Atma Senjaya mengatakan penertiban gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini sudah sesuai dengan instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan. Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi. Sementara itu, Mbah Priok punya cerita sendiri mengenai mengapa sampai begitu dihormati warga. Dia merupakan salah satu tokoh penyiar agama Islam yang berasal dari Pulau Sumatera. Saat akan sampai ke wilayah Batavia, perahunya terkena badai. Namun, dia selamat karena menemukan periuk dan akhirnya berhasil menepi di Batavia. Sejak itu dia tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam. Tak lama kemudian, kawasan itu pun akhirnya dinamai Tanjung Priok. • VIVAnews http://metro.vivanews.com/news/read/143859-bukan_makam_yang_dibongkar__tapi_pendopo Massa pendukung Mbah Priok berjaga sambil membawa berbagai jenis senjata seperti tombak dan bambu runcing. Makam Mbah Priok ini akan digusur karena berada di atas lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Rabu 14/04/2010 08:46 WIB Foto News Pembongkaran Makam Mbah Priok Rusuh Fotografer - Muhammad Taufiqqurahman Upaya pembongkaran makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, mendapat perlawanan dari ratusan orang. Mereka membarikade pintu masuk makam Mbak Priok. http://foto.detik.com/readfoto/2010/04/14/084613/1337802/157/1/pembongkaran-makam-mbah-priok-rusuh Eksekusi Makam Mbah Priok Makam Mbah Priok & Cerita Mistis Satpol PP Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad itu kemudian dikenal sebagai Makam Mbah Priok. Rabu, 14 April 2010, 11:57 WIB Siswanto VIVAnews – Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad atau yang dikenal sebagai Makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, menyimpan cerita sejarah sehingga sangat dihormati warga. Bahkan, ketika pendopo makam akan dibongkar pemerintah, pengikut rela mati mempertahankannya. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan Habib Hasan merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai penyiar agama Islam. Dia berasal dari Pulau Sumatera. Habib bisa sampai di tanah Batavia (Jakarta) awalnya karena perahu yang ditumpanginya dihajar badai ketika hendak melintas di dekat Batavia. Tetapi, pada waktu itu habib selamat dari amukan badai. Konon, dia selamat karena menemukan periuk. Dengan periuk itulah habib berhasil menepi ke Batavia. Sejak itu, Habib Hasan tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam di sana. Tidak lama kemudian, kawasan tempat di mana habib pernah selamat dari badai itu dinamai Tanjung Priok. Habib Hasan meninggal di Batavia. Untuk mengenang perjuangan habib, pengikutnya membangun makam sekaligus masjid untuk mengadakan majelis taklim. Makam di Koja ini kemudian dikenal sebagai makam Mbah Priok. Tempat itu kemudian dikenal luas. Tiap akhir pekan, sampai sekarang, sedikitnya 1.500 orang mengikuti pengajian di sana. Sampai akhirnya timbul kasus. Bangunan pendopo makam Mbah Priok dinyatakan berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sehingga menyalahi aturan dan harus ditertibkan. Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu, upaya penertiban pendopo akan direalisasikan. Tetapi, ahli waris makam Mbah Priok menolak keras. Sampai akhirnya, Rabu 14 April 2010, pemerintah mengerahkan petugas untuk mengeksekusi. Pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting, ahli waris makam Mbah Priok, tidak tinggal diam. Mereka menghadang laju petugas hingga akhirnya bentrok fisik pecah dan korban berjatuhan. Usai bentrok sengit dengan pengikut habib, petugas Satpol PP mendapat pengalaman berbau mistis. Salah seorang petugas Satpol PP yang dari awal mengamati proses bentrokan fisik mengatakan kendati jumlah pengikut habib tidak ada setengahnya dari Satpol PP, mereka tidak ada yang takut terluka parah sama sekali. “Sepertinya mereka punya ilmu ghaib. Tidak ada yang terluka berat, saat terkena lemparan benda keras, bahkan maju terus,” kata petugas yang tidak mau disebut namanya itu. Sebaliknya, justru petugas yang banyak menderita luka. Padahal, petugas sudah mengenakan pakaian anti huru-hara. Petugas Satpol PP yang bernama Slamet menambahkan malahan ada helm petugas yang sampai pecah karena terkena lemparan dari salah satu pengikut habib. Tetapi sebaliknya, ketika petugas melempar batu ke arah massa, seolah-olah bagi massa, batu itu tidak berarti apa-apa. Slamet sangat heran dengan pengalamannya. Dia mengaku merasakan ada kekuatan di luar akal sehatnya yang ikut membentengi lokasi sehingga petugas sangat sulit melaksanakan eksekusi. Bentrokan fisik yang memakan banyak korban luka di pihak Satpol PP itu akhirnya reda setelah pemerintah dan pengelola makam sepakat berunding. Mengenai kebijakan eksekusi, dalam berbagai kesempatan Wakil Walikota Atma Senjaya mengatakan bahwa penertiban gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini sudah sesuai dengan instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan. Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi. Sebaliknya, bagi ahli waris makam Mbah Priok rencana pembongkaran justru menyalahi aturan. Sebab, areal pemakaman dan masjid ini telah memiliki sertifikat resmi yang dikeluarkan pada jaman pendudukan Belanda dulu. Laporan | Arnes Ritonga • VIVAnews http://metro.vivanews.com/news/read/143894-makam_mbah_priok___cerita_mistis_satpol_pp === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] Belajar Islam via SMS: http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone

