Assalamualaikum. . . . .
Betapa sering Saya melihat orang menatap tanpa melihat, menyimak tanpa mendengar, berbicara tanpa makna, menyentuh tanpa perasaan, bergerak tanpa kesadaran. . . . . . . . _ _ _ _ _ _ Dr.Ibrahim Elfiky. ====nice story==== Hari telah larut ketika Hasan pulang ke rumah. Tapi dia nda sendirian, dia bersama seekor kuda yang ia temukan di jalan. Sesampainya di rumah, ia memohon ayahnya mengizinkannya merawat dan memiliki kuda tersebut. Ayahnya memperbolehkannya merawat kuda itu semalam saja karena menurutnya si pemilik pasti khawatir dan mencari-cari kudanya yang hilang. “ Besok pagi, “ ayahnya berkata, “ Ayah akan katakan apa yang hrs kau lakukan.“ Hasan terjaga semalaman di dekat kuda itu. Tak lama ia tertidur,dan mataharipun terbit. Suara ringkikan kuda membangunkannya. Ayahnya datang dan berkata, “ Kau harus mengembalikan kuda itu kepada pemiliknya. “ Hasan menyela “ Tapi ayah, Aku nda tahu dimana kuda ini tinggal...Aku nda tahu hrs mengembalikannya ke mana. “ Tersenyum,setelah menatap anaknya sebentar, Ayah Hasan berkata, “ Hasan, berjalanlah di sisi kuda itu. Biarkan dia tunjukkan jalan untukmu.” Ketika Hasan sedang berpakaian,ia masih tak yakin dengan apa yang dikatakan Ayahnya. Tetapi ia tetap mengikuti nasehat ayahnya dan berjalan di sisi hewan tersebut. Anak laki-laki itu keheranan melihat kuda itu belok ke kiri kemudian ke kanan. Dengan mantap Hasan mengikutinya. Tak lama kemudian, Hasan dengan wajah berseri seri bersama kuda itu sampai di sebuah desa. Ketika penduduk desa melihat kuda tersebut, mereka berlari ke arahnya. Mereka sangat berterimakasih karena Hasan mengembalikan kuda mereka. Bahkan mereka memberinya hadiah. Sesampainya di rumah, ayahnya bertanya apakah Hasan telah mengembalikan kuda tersebut. Anak itu mengangguk seraya berkata, “ Aku melakukan perintah ayah. Kuda itu menemukan sendiri jalan pulang.” lalu ia melanjutkan, “ ada lagi yang ingin aku katakan, ayah. Kemarin,ketika aku menemukan kuda itu aku sangat senang. Aku bahkan berharap Ayah mengizinkanku memeliharanya.Tetapi,sekarang aku merasa lebih berbahagia karena aku bisa menolong orang-orang desa menemukan kembali kuda mereka. Ayah,engkau pasti memintaku mengembalikan kuda tersebut karena satu alasan. “ sambil tersenyum ayahnya menjawab, “ Hasan, selalu ada kebahagiaan ketika kita menolong dan memberi. Ketika kau menolong penduduk desa menemukan kuda mereka , kau merasa senang dan itulah pelajaran pertamaku yang pertama untukmu. Pelajaran yang kedua adl dengan berjalan beriringan di sisi kuda, kuda itu bisa menemukan jalannya sendiri untuk pulang tanpa pengaruh apapun darimu. Anakku, engkau harus menerima orang lain apa adanya. Jangan pernah mencoba mengubah mereka, lebih baik ubahlah dirimu sendiri.... “ ====end of story==== Jika engkau ingin org lain menerimamu,terimalah mereka apa adanya. Jika kau ingin mereka menghormatimu,hormatilah mereka. Jika kau menginginkan senyum mereka,tersenyumlah kepada mereka. Jika kau menginginkan mereka mencintaimu,cintailah mereka. Jika kau ingin menerima berusahalah memberi tanpa mengharapkan imbalan.Semua akan diberikan oleh Allah kepadamu sepuluh kali lipat banyaknya..... subhanallah ..... ^_^ indahnya bila mampu mendengar apa yg nda bisa didengar, melihat apa yg nda bisa dilihat,merasakan apa yg nda pernah diungkapkan...... mampukah aku ? sahabatku smua....kegiatan ku saat ini memberikan aku banyak kesempatan untuk membantu orang lain dan mencoba memahami orang lain. Bila ada diantara 'mu' yg punya artikel yg baik utk nutrisi nurani 'mu' jgn sungkan di share yah ^_^.... aku jg terbuka utk bersilaturahmi. Wasallamualaikum..... Ria = aiR (FB : Ria astuti [email protected]) http://nuraniiea.wordpress.com/ try to always listening.always understanding. [Non-text portions of this message have been removed]

