Diduga Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki
Rabu, 28 April 2010 07:39 WIB
 
Ilustrasi Perahu Nabi Nuh 
(VIVAnews)
Turki, (tvOne)

Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum 
bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, 
dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi  menyelamatkan umat 
manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut, kelompok peneliti dari China dan 
Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama 
bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, (26/4) mereka mengumumkan mereka menemukan  perahu Nabi Nuh di Turki. 
Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 
meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. 

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan 
beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka. Menurut para peneliti, 
specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa 
yang digambarkan dalam sejarah.

Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu 
paling terkenal dalam sejarah."Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar 
perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim 
yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita 
Turki, National Turk, (27/4).

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam 
konferensi pers yang diadakan Senin (26/4) lalu.  Kepada media yang hadir saat 
itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa 
tambang, paku, dan pecahan kayu. 

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk 
menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk 
mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan 
potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan. 

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan 
situs ini ke UNESCO -- agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu 
Nuh. Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan 
memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski 
nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.

***


Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama 
besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana 
persisnya perahu itu menyelesaikan misinya. 

Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota 
lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat. Apalagi, pilot 
pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda 
besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki. 

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga 
perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju. Beberapa ahli lain 
berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia -- 
yang selamat dari bencana banjir bah.

Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. "Kami tak pernah 
menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah 
umat manusia." Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para 
penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun (VIVAnews).


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke