Rihlah ke "Bali" nya MesirBagikan Hari ini jam 6:36 | Sunting 
Catatan | HapusBismillahirrahmaanirrahiim,…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Perjalanan ke Sharm Sheikh (23-25 April 2010)

Kota Sharm Sheikh, terletak sekitar 500km dari kota Cairo. Kita ketahui, bahwa 
Mesir terletak pada dua benua, yakni sebahagiannya Afrika, sebahagian lagi 
benua Asia. Bukit Thur Sina, dan Sharm Sheikh ini terletak dibenua Asia. Kota 
Cairo, terletak diibenua Afrika. Kalau dipikir-pikir, perjalanan kali ini, 
tentu antar benua.

Ingat perjalanan ke Taba dulu, ketika kami berdiri ditepi pantai 
Taba,..langsung berbunyi HP…”Selamat datang,..anda telah berada dikawasan 
Yordan, bergerak dikit lagi, dari pantai yang sama, tapi gerak dikit aja, dah 
disambut HP, selamat datang ke kawasan Sa’udi Arabiyah,..gerak dikit lagi, Hp 
berdering “Selamat datang ke bumi Palestina(perbatasan Mesir dan Israel). Kami 
sempat dalam perjalanan ke Taba tersebut keujung Negara Mesir, perbatasan 
dengan Israel, yang hanya dibatasi dengan kawat, tapi radarnya,..ampun….dimana 
dalam perjalanan ke Taba dulu itu, kita sempat kebenteng Shalahuddin yang 
terkenal itu. 

Saya menduga benteng Shalahuddin hanya satu saja, yang terletak di kota Cairo, 
ternyata masih ada lagi, dengan bangunan yang mirip juga, hanya satu berada di 
Padang Pasir, satunya lagi berdekatan dengan laut. Dilaut Taba ini juga kami 
sempat berenang beramai-ramai, padahal aku takut juga tenggelam saat itu, takut 
terbawa arus sampai ke Israel, jadi santapan orang Israel, kalau terdampar 
dikota Jeddah, Saudi lumayan, tanpa urus visa dan bayar tiket pesawat gratis 
bisa umrah,..apalagi kalau terdampar, rasanya pulangnya di gratisisn tiket 
pemerintah Mesir/Saudi, dan masuk berita utama di acara televise 
lagi(hehehe..mengkhayal yang aneh-aneh saja).

Kulanjutkan ceritaku ke Sharm Sheikh ini. Tak ada yang menarik bila ditinjau 
dari sisi sejarah Islamnya di Sharm Sheikh ini, kecuali kalau kami singgah ke 
Bukit Thursina, tempat nabi Musa As, menerima wahyu dari Allah Ta’ala, juga 
cerita San Catherina yang mana meninggalnya diatas bukit, karena melarikan diri 
dari raja yang ingin menikahinya saat itu, tetapi dia tak mau, lantas melarikan 
diri sampai ke Bukit, dan mayatnya baru ditemukan setelah ada burung-burung 
disekitar sana berputar-putar diatas langit.Karena itulah diatas bukit Sinai 
itu, ada juga berdiri gereja. Tiap tahun, ummat Yahudi atau Nasrani, aku kurang 
tahu persis), kebetulan saat berapa tahun yang lalu aku pergi kesana, aku 
melihat mereka melakukan thawaf di gereja, yang terletak didekat bukit 
Sinai(dibawah, sebelum mendaki bukit, ada gereja disana, tempat Yahudi, 
Nasrani). 

Dilokasi gereja ini, menurut cerita sejarahnya sih, ada sumur, tempat nabi Musa 
menimba air, juga ada sebatang pohon yang katanya pohon nabi Musa, yang mana 
nama pohonnya tercantum dalam AlQuran. Allahu’alam, apakah benar pohon itu yang 
dimaksudkan, atau tidak.

Namun, sayangnya, rihlah KPSBI (kekeluargaan local staff KBRI Cairo), tidak 
singgah dibukit Sinai itu, tapi, melewati jalan ke arah sana, belok aja dikit 
dah nyampai ke Bukit Sinai, tapi kita jalan lurus menuju Sharm Sheikh.

Sharm Sheikh ini, seumpama “Bali” nya Mesir, sebagaimana Indonesia memiliki 
kota wisata yang indah dan banyak turis kesana, yakni kota Bali.

Pantainya memang sangat indah, tidak ada yang boleh memancing atau mengambil 
ikan-ikan dilaut tersebut, sangat dilarang keras oleh pemerintah Mesir, tetapi 
tak seindah pantai di Mathruh, yang benar-benar luar biasa indah lautnya. 
Pantulan laut dari warna airnya saja macam-macam, dimana karang, bebatuannya 
luar biasa indahnya, bisa dilihat dari album saya ke pantai Mathruh, dan 
dibandingkan keindahan foto di Sharm Sheikh,..menurut kasat mata saya, jauh 
lebih indah pantai Mathruh, dimana jalan menuju ke Mathruh itupun kita bisa 
singgah ke tempat pemandiannya putri Fir’aun,(hamam fir’aun) dibandingkan Sharm 
Sheikh, tapi entah kenapa pantai Sharm Sheikh ini lebih banyak pengunjungnya, 
dan turis luar biasa padat, kayak Bali kali, bahkan mungkin lebih banyak turis 
di Sharm Sheikh ini, ketimbang di Bali.

Harga makanan di Sharm ini, mahalnya minta ampun. Ikan bakar (Kaboria, semacam 
kepiting), 1 kg nya aja 350 pound, sekitar 600 ribu rupiah. Kalau di Cairo, 
tidak semahal itu, 7-10 kali lipat harganya dibandingkan Kairo. 
Tapi,.yah..namanya juga kota wisata, kota turis, semua serba mahal, serba 
dollaran. Masuk WC, kalau turis 1 dollar, sekitar 5,5 pound, kalau penduduk 
Mesir, dan kami masuk kategori penduduk Mesir, bayarnya hanya 1 pound saja.

Kami menginap di hotel bintang 4(katanya sih), selama 3 hari 2 malam, namanya 
hotel Corel Hill Resort. Letaknya lumayan jauh dari pantai, tetapi ada bus yang 
mengangkat penghuni hotel kalau mau kepantai, gratis, tanpa pungut bayaran, 
hanya saja kami tak memakai fasilitas tersebut, kami punya acara tersendiri 
yakni, pergi kepantai naik glass boat, dimana melalui perahu/kapal tersebut, 
kita bisa melihat ikan-ikan/karang-karang didasar lautan(dulu juga aku dan 
suami serta anak-anak pergi kesana mengunjungi tempat ini, tetapi, entah 
kenapa, ikannya jauh lebih banyak dan besar-besar dibandingkan dengan 
sekarang). Dulu, kami dibawa jauh ketengah lautan, kalau sekarang dekat pantai 
saja.

Cukup menarik bagiku adalah, bagaimana cara Mesir menarik wisatawan asing ini, 
sehingga pelayanan cukup bagus, jauh bila dibandingkan dengan cara pemerintah 
Indonesia yang menurutku dari sisi alamnya, Indonesia alami, tidak dibuat-buat, 
keindahannya dah tercipta dari sononya, tapi koq, kita kurang memanfaatkan, 
atau kurang bekerja keras lagi untuk menjaga kelestarian alam yang alami ini, 
dan menarik wisatawan asing lebih banyak lagi, yang akan menambah devisa 
daerah. 

Di Mesir ini hanya pantai saja, tetapi mereka bangun hotel-hotel indah, kolam 
renang, tempat wisata yang menarik, dimana disajikan acara khas Mesir. Padahal 
yang dikunjungin di Sharm Sheikh itu cuman pantainya doang, dan lokasi sekitar 
pantai yang diperindah oleh pemerintah Mesir, tapi memang nyaman dan senang 
kita berada disana. Orang Mesir tak takut terbawa arus wisatawan turis asing 
yang notabene pakaiannya alamaaaaakkk…bikin sakit mata deh pokonya,..

Mungkin Mesir bukan budaya peniru, apa-apa ditiru. Mereka boleh dikatakan tidak 
begitu terpengaruh, sehingga sebanyak apapun wisatawan asing membawa adat 
istiadat buruk, tidak merobah adat istiadat Mesir itu sendiri, baik sisi 
pakaian ataupun lainnya(sampai saat ini sejak kedatangan saya tahun 1989-2010) 
inilah pandangan saya mengenai masyarakat Mesir, Allahua’lam dimasa yang akan 
datang. Tetapi 20 tahun kondisi masih seperti dulu(sisi budayanya, bukan 
bangunannya). Bangunannya maju pesat, dulu banyak padang pasir, sekarang rumput 
hijau.

Ada pengalaman sedikit aneh, saat dikamar, bisa dipercaya, bisa tidak, tapi 
takut juga saya bila membayangkan hal ini.

Saat itu, saya dikamar atas, kami ambil villa yang mana kamarnya ada tiga buah 
kamar, dua diatas, satu dibawah. Diisi oleh dua keluarga, saya dan keluarga Pak 
Kamarullah, orang Minang juga, kepala sekolah Indonesia Cairo. 3 kamar mandi, 
dan satu ruang dapur, satu ruangan tamu. Dan diruangan tamu ini kita minta 
kasur tambahan, buat anak laki2 saja.

Suatu kali, saya bangun tidur, mungkin karena keletihan seharian pergi ke pasar 
NaamaBey, pasar malam yang sangat ramai. Saya sempat bermimpi aneh, dimana saat 
itu saya bermimpi seakan saya sedang di kejar-kejar 2 orang wanita aneh, dan 
saya bilang sama teman saya, sepertinya 2 perempuan aneh ini, bukan manusia 
biasa, tapi semacam jin atau syetan, perasaan saya mengatakan hal ini. 

Teman saya tidak percaya apa yang saya katakan. Dia tetap saja berteman dengan 
2 orang pr itu. Sehingga suatu kali, 2 pr aneh itu ditabrak mobil, dan 
kepalanya pecah, tapi anehnya masih hidup, dan seperti tak terjadi apa-apa. 
Teman saya baru mulai mengingat perkataan saya sebelumnya, dia mulai curiga dan 
ketakutan sama 2 orang cewek ini. Akhirnya 2 pr ini tahu, maka dibunuhnyalah 
teman saya tersebut, dan mereka juga mau membunuh saya. Saya dikejar2 mereka, 
kemanapun saya berlari, mereka ada didepan dan belakang saya(kayak flm horror 
itu). 

Akhirnya, aku berusaha lari kemesjid, karena aku merasa, syetan/jin kagak 
mungkin masuk mesjid(kayak flm Dracula saja..hehehe..dracula tidak bisa masuk 
gereja atau tempat ibadah lainnya),..namun kedua pr itu berusaha keras 
mendobrak pintu mesjid itu, dan mereka berubah seperti 2 wanita baik-baik dan 
berkerudung, sehingga sang Imam membolehkan mereka masuk dan tak curiga sama 
mereka. Tapi saya tahu, itu mereka, tapi saya heran, koq syatan atau jin jahat 
ini, bisa masuk mesjid yah..? 

Oh iyah,..aku baru teringat, kalau toh banyak orang shalat dimesjid masih tidak 
khusyuk juga shalatnya, berarti syetan masih bisa berkeliaran dimesjid. Padahal 
saat itu, saat 2 orang wanita ingin masuk ketubuh saya, ingin membunuh 
saya,..saya sangat-sangat berusaha keras melawannya dengan segala macam bacaan 
AlQuran, mulai surah yasin, Al Falaq, annaas,..pokoke, semua hafalanku rasanya 
kukeluarkan untuk melawan dua orang cewek ini,..luar biasa sesak nafasku saat 
itu. Akhirnya aku baca “Allahu Akbar…Allahu akbar….”….Eh kagak tahunya suamiku 
membanguni aku:”Ima..Ima…bangun,..ada apa..? koq Ima 
ngigau…akh…akh….kedengarannya.

Aku kaget, dan terbangun, kubilang, :”Uda dengar Ima ngigau,..? padahal Ima 
sedang mimpi dan baca ayat-ayat dan kalimah Allahu Akbar” Kenapa? “Kagak,.tadi 
mimpi dikejar 2 cewek jahat”.

Keesokan harinya,..didalam kamar tersebut,..anakku yang cewek terkunci sendiri 
dalam kamar mandi, padahal tidak ada yang mengunci mereka dari luar. 
Dan hari itu juga, aku menduga ada orang dalam salah satu kamar, karena kulihat 
kunci masih tergelantung dipintu. Kupanggil-panggil nama mereka satu persatu, 
tak ada yang nyahut. Kupanggi “Ilaa..Rafi..Mat..Man…Jamil….” Tak ada yang 
nyahut. Tapi pintu kamar terbuka sendirian. Kukira Jamil, mungkin karena dia 
malu, sedang pakaian kali, jadi pintu ditutupnya.

Kupanggil,..”Jamil…Jamil dikamar, tante cuman mau bilang, jangan lupa bawa kuci 
rumah nantik yah..? Nggak ada jawaban atau sahutan, tapi kamar ditutup dan 
dibuka lagi, bukan karena angin, beda bukaan dan tutupan karena angin dan 
dibuka orang. Tapi ini seperti ada yang buka, karena gagang pembuka pintunya 
yang bergerak. Aku tetap menduga si jamil didalamnya.

Pas aku keluar kamar, dekat kolam renang, aku melihat Jamil sedang berenang, 
anak-anakku semuanya berenang, dan suamikupun berenang, lantas,..siapa yang 
didalam kamar menutup buka pintu kamar tadi..? Badanku mulai merinding 
deh…ternyata anak-anakku merasakan hal yang sama, kamar mandi terkunci sendiri, 
mereka terkurung didalamnya. Hmmm….anggap sajalah angin yang menguncinya,..aku 
tetap tidur biasa saja dikamar itu, tidak perlu ada yang ditakutkan.

Sekedar berbagi cerita saja, tak lebih dari itu.

Wassalamu’alaikum. Rahima, 28 April 2010

Diperbarui 4 menit yang 
Wasssalamu'alaikum. Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.(Doqqi,Cairo) 





 "Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi 
manusia lainnya".


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke