Fw: [sekolahalam] 10 Bersaudara Bintang Al Qur'an (Semoga menjadi in 
Posted by: "Agung Wibowo" [email protected]   AgungSmile 
Thu Apr 29, 2010 5:30 am (PDT) 


fyi...

--- On Thu, 4/29/10, Novi Hardian <[email protected]> wrote:

From: Novi Hardian <[email protected]>
Subject: [sekolahalam] 10 Bersaudara Bintang Al Qur'an (Semoga menjadi 
inspirasi positif bagi kita semua)
To: [email protected]
Date: Thursday, April 29, 2010, 2:02 PM

 Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah - Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman

Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan 
berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga 
merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul
usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini 
merupakan sebuah karya yang -seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan 
menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa 
sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga 
dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai 
anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu 
adalah pasangan suami istri Mutammimul Uladan Wirianingsih beserta 10 
putra-putri mereka. Yang lebih
luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan 
berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalahanggota DPR RI dari fraksi 
PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus 
Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah 
(Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih 
dari 400 daerah di Indonesia.

10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :

1. Afzalurahman Assalam
2. Faris Jihady Hanifa
3. Maryam Qonitat
4. Scientia Afifah Taibah
5. Ahmad Rasikh 'Ilmi
6. Ismail Ghulam Halim
7. Yusuf Zaim Hakim
8.
Muhammad Syaihul Basyir
9. Hadi Sabila Rosyad
10. Himmaty Muyassarah

Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis 
usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra 
Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih 
sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

Faris Jihady Hanifa
Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat 
buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat 
LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan 
Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang 
diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI 
Jakarta.

Maryam Qonitat
Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis 
usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas 
Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 
2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari 
Syaikh Al-Azhar.

Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di 
Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan 
saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta 
Selatan.

Ahmad Rasikh 'Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA 
Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi 
English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT 
Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa 
Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri
favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT 
Al-Kahfi.

Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di 
SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat 
I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis 
Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

Muhammad Syaihul
Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat 
istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, 
Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah 
juara I lomba membaca puisi.

Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, 
Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Dilengkapi Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir 
Zaman dan Fadhilah Menghafal Al-Qur'an
Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana 
putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal
Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan 
Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian 
Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi 
Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.

Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis 
mengklasifikasikannya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. 
Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, 
mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an 
mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka 
bumi. Sedangkan
fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, 
meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang 
mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya 
diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih
mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun 
mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling 
bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal 
mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi 
ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti 
dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar
yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang 
Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya 
seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah 
Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh 
dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita,
Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, 
bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan 
memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, 
namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang 
sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung 
hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.

Metode Menghafal Al-Qur'an 10 bersaudara bintang Al-Qur'an
Pada bab penutup penulis memaparkan metode yang dipilih keluarga Mutammimul Ula 
dalam mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an: pertama, mengajarkan membaca. 
Kedua, repetisi (pengulangan). Ketiga, memilihkan mereka sekolah yang memiliki 
program utama menghafal Al-Qur'an. Secara khusus kedua orang tua juga 
senantiasa menjaga orientasi hafalan mereka.
Keempat, saat menginjak usia remaja mereka dipahamkan tentang fadhilah membaca 
Al-Qur'an. Kelima, kedua orang tua menjadi teladan yang nyaris sempurna dalam 
dakwah, pemikiran Islam, orientasi tentang keluarga Al-Qur'an, dan senantiasa 
mendoakan mereka sepanjang waktu hidupnya.

Akhirnya, bagi keluarga muslim, terutama keluarga dakwah, kiranya buku 10 
bersaudara bintang
Al-Qur'an ini sangat penting untuk menginspirasi berikut menjadi referensi 
lahirnya bintang-bintang Al-Qur'an yang baru.


Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke