Kira-kira kapan ya Khilafah Islamiyah bisa terbentuk lagi ? Harapan itu
masih ada...
Benar nggk sich, tak usahlah kita mempermasalahkan
Bid'ah-Bid'ah...persatuan umat lebih penting..

Kalau bicara soal bid'ah umat islam pasti pecah...


Saya berharap bukan termasuk golongn Bid'ah...karena dulu waktu masih
SMP - SMA di kampung saya yogya, setiap Ahad malam dan kamis malam baca
Yassin di tempat yang berbeda..lama-lama bisa hapal,tapi sekarang nggk
pernah lagi baca surat Yassin jadi lupa banyak.... Nggk bisa mengikuti
kalau tanpa bawa bacaan, kalau dulu tanpa bawa bacaan bisa....sedih dech
sudah lupa baca Surat Yassin tanpa bawa contekan.

Sempat berfikir, Alloh lebih tahu tujuan kita berbuat ini itu..tanpa
bermaksud bid'ah..semoga Alloh mengampuni saya.
Allh Maha Kasih Alloh Maha Sayang,Maha Pengampun dan Maha menerimana
Taubat,  semoga setiap kesalahan yang kita sengaja maupun yang tidak
sengaja, yang kita tahu maupun yang tidak kita tahu akan di maafkan oleh
Alloh SWT,


Bisa nggk sich umat Islam menguasai Media sehingga umat islam tidak
hanya sebagai buih atau objek sasaran yang empuk yang terombang-ambing
oleh ulah media, harapan itu masih ada... 



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of wirawan
Sent: Monday, May 17, 2010 8:18 PM
To: Syiar-Islam
Subject: [syiar-islam] Di Balik Perang Melawan Teroris Ala Amerika
Serikat

*Di Balik Perang Melawan Teroris Ala Amerika Serikat*



Beberapa hari terakhir, isu terorisme kembali menyeruak, banyak pihak
menganggapnya hanyalah sebuah rekayasa belaka dengan berbagai macam
tujuannya. Hal ini di dasari karena memang seringkali banyak
kejanggalan-kejanggalan aneh dan peristiwa lucu ketika terjadi peristiwa
teror maupun saat penyergapan teroris tersebut. Berkembang di
masyarakat, salah satunya, isu teroris kali ini hanyalah untuk
mengalihkan isu kasus skandal Bank century. Namun terlepas dari semua
itu, adalah penting kiranya kita mengetahui sekilas tentang war on
teroris yang dilancarkan oleh AS dan sekutunya.



War on Terrorist sejatinya hanyalah topeng untuk memerangi Islam, hal
ini terbukti dari beberapa fakta yang terekam dilapangan, bahwa AS lebih
banyak menginvasi ke negri-negri Islam, daftar terorist mayoritas adalah
ummat Islam. Sangat aneh ketika Israel yang jelas-jelas melakukan
tindakan teror terhadap warga Palestina tidak dicantumkan ke daftar
teroris, sedangkan Hamas dalam mempertahankan negrinya untuk mengusir
penjajah Zionis dimasukkan dalam daftar teroris mereka. Bukti lain,
mayoritas korban adalah masyarakat Islam, mereka juga sering menggunakan
istilah; teroris Islam, militan Islam, Radikal Islam. Hal yang tidak
disematkan kepada Teroris yahudi (Israel), Teroris hindu (macan tamil),
bahkan kalau mereka mau jujur, mereka sangat layak menyandang gelar
teroris kristen.



Pasca runtuhnya komunis yang dipimpin Uni Soviet, satu-satunya ancaman
terhadapap dominasi Amerika Serikat terhadap dunia dengan Ideologi
kapitalismenya, otomatis hanyalah tinggal Islam, dengan catatan Islam
diterapkan sebagai sebuah Ideologi. Samuel P hatington dalam bukunya
"who are you?" mengatakan " bagi barat, yang menjadi musuh utama
bukanlah fundamentalis Islam,tapi Islam itu sendiri". Sedangkan menurut
mereka Ideologi Islam memiliki beberapa kriteria, yakni seperti yang
diungkap Mantan PM inggris Tony Blair saat konggres buruh (16/
Juli/2006). Ia menjelaskan "Islam sebagai Ideologi Iblis: ingin
mengeliminasi Israel, menjadikan syariat sebagai sumber hukum,
menegakkan khilafah dan bertentangan dengan nilai-nilai liberal."



Maka dari itu, untuk membendung potensi pesaing ini, Amerika Serikat
melakukan berbagai cara guna menaggulanginya. Bermacam kebijakan mereka
tempuh, salah satunya dengan melakukan invasi militer secara langsung
terhadap negri-negri Islam, selain itu, mereka juga melancarkan perang
pemikiran (ghoswul fikri) secara masif sehingga terbukti lumayan ampuh
membuat umat Islam sendiri meninggalkan Ideologinya, termasuk menanamkan
antek-anteknya diberbagai negara untuk memuluskan niat jahat mereka.



Kebijakan perang fisik mereka gunakan untuk melumpuhkan seteru-seteru
Ideologi mereka dikawasan Timor tengah dan lainnya, sedangkan kebijakan
perang non fisik (perang pemikiran) di tempuhnya di seluruh negri Islam,
baik yang di duduki secara militer maupun tidak.



Di Indonesia Pemikiran Amerika (barat) telah berhasil merengsek masuk ke
berbagai sendi kehidupan, (Ekonomi, sosial, budaya, politik ,dst). Untuk
mensukseskan upayanya ini mereka juga menciptakan kader-kader
intelektual dari tubuh kaum Muslim itu sendiri yang telah di cuci
otaknya sehingga mindset berfikirnya pun telah berubah menjadi mindset
berfikir yang bukan lagi Islam, melainkan pro terhadap Amerika dan
bahkan cenderung memusuhi Ideologi Islam.



Saking pentingnya perang pemikiran ini, sekretaris mentri pertahanan AS
Wolfowitz merekomendasikan: "saat ini, kita sedang bertempur dalam
perang melawan teror, perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih
besar yang kita hadapi adalah perang pemikiran, jelas suatu tantangan.
Tetapi yang
(ini) juga harus dimenangkan". Bermacam sarana dan prasarana mereka
gunakan, diantaranya dengan mengintervensi pendidikan, yakni mengatur
kurikulum pendidikan yang berbasis sekulerisme, termasuk
kurikulum-kurikulum pesantren yang sudah banyak digembosi melalui
dana-dana bantuan yang mereka salurkan.



*Peran Media Massa*



Media massa punya kontribusi besar dalam mempengaruhi hati dan pemikiran
masyarakat, kebanyakan media massa sekarang ini mayoritas dikuasai oleh
kaum sekuler, itu bisa kita lihat dari wajah media massa itu sendiri
yang cenderung bernuansa sekuler, baik dalam pemberitaan maupun muatan
yang dihasilkan oleh media, seperti tayangan hiburan dan yang lain
sebagainya.



Culumbus dan Wolf dalam tulisannya (Pengantar hubungan Internasional
hal.186-187) mengatakan " salah satu fungsi bisnis propaganda adalah
memonitor, mengklasifikasi, mengevaluasi, dan mempengaruhi media massa.
Para wartawan, kolumnis, komentator, dan pembuat opini yang dianggap
bersahabat biasanya diundang ke kedutaan besar. Pihak kedutaan besar
biasanya memberikan informasi eksklusif,bila perlu menawarkan bonus. Di
negara-negara barat, peran dinas propaganda luar negeri sangat luar
besar. Hal ini mengingat opini publik, kelompok penekan, dan media massa
terlibat terus menerus untuk mempengaruhi kebijakan sebuah negara".



Ariel Cohen Ph.d (pengamat) juga pernah merekomendasikan " AS harus
menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh
negatif dari aplikasi syariah)". Sedangkan ide-ide yang harus terus
menerus diangkat ialah menjelekkan citra Islam: perihal demokrasi dan
HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian
wanita,kebolehan suami untuk memukul istri. (Cheril Benard, Cicil
democratic Islam, partners, resources, and strategies, the rand
corporation halaman.1-24).



*Yang harus di lakukan Umat Islam*



Umat Islam sudah seharusnya mengambil langkah-langkah strategis untuk
meminimalisir dampak-dampak negatif dari "war on terroris" yang
dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya ini. Ada beberapa langkah yang
harus ditempuh
diantarannya:



Membina ummat, terutama para intelektualnya dengan pemikiran Islam yang
Ideologis.

Menjelaskan kepada ummat secara umum atas kepalsuan ide-ide selain Islam
(counter opini) seperti Kapitalisme, sosialisme, sekulerisme,
pluralisme, Liberalisme Dst.

Melakukan dakwah yang bersifat politis dengan mengajak ummat untuk
menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.



Jika itu ksudah kita lakukan, maka Allah sendiri yang akan membalikkan
makar sebagaimana tercermin dalm firman-Nya. Allah SWT berfirman:
"Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha
Pembuat Makar". (QS.
Ali Imran : 54).



Apapun bentuknya, tidakan teror yang menyelesihi syara' jelas dilarang
di dalam Islam, apalagi sebuah tindakan teror yang telah ditunggangi
oleh pihak-pihak yang ingin memperburuk citra Islam. Satu hal yang perlu
dicatat, perang melawan teroris berarti harus ada pelaku teror dan
kejadian teror di tempat itu, jika tidak ada, alasan apa yang akan
digunakan untuk memerangi teroris. Maka tidak heran lagi ketika ada
salah seorang artis Holiwood yang mengatakan bahwa "G.W.Bush ada dibalik
serangan WTC" beberapa tahun lalu yang telah dimanfaatkan AS untuk
memerangi Teroris.



Amerika dan sekutunya merupakan kekuatan yang global, oleh sebab itu
harus dihadapi dengan kekuatan yang global pula. Harapan bagi ummat
Islam masih ada ketika pertolongan dari Allah datang melalui perjuangn
kita dalam membentuk kekuatan yang luar biasa, yang mampu menandingi
adidaya Amerika.
Itulah Khilafah Islamiyah yang di janjikan. Wallahu a'lam bi ash shawab.



Abdurrahman Ali Mustofa ([email protected])



http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/di-balik-perang-melawa
n-teroris-ala-amerika-serikat.htm



5/17/2010 8:07 PM


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------


===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.

http://media-islam.or.id

Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.000
http://media-islam.or.id/hajiumrah
TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami
http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalal
ami-thibbun-nabawi

Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-
phone/Yahoo! Groups Links



Kirim email ke