NB: Adakah individu atau jama'ahnya yang tertarik untuk membuat yayasan atau
rekening khusus untuk menggalang dana Jihad??*
*

*44 Cara Mendukung Jihad (Bagian 1)*

Jan 13th, 2009



 Syaikh Anwar al-Awlaki

Syaikh Awlaki mengatakan, jihad adalah perbuatan yang mulia dalam Islam dan
merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan umat Islam. Dalam situasi
seperti sekarang ini, kata da’i keturunan Yaman itu, ketika negeri-negeri
Muslim dijajah oleh kaum kafir, ketika penjara-penjara milik tirani dipenuhi
oleh kaum Muslimin yang menjadi tawanan perang, ketika aturan-aturan Allah
sudah diabaikan di dunia ini dan ketika Islam diserang untuk dicerabut
akar-akarnya, jihad menjadi kewajiban bagi kaum Muslimin.



Syaikh Awlaki menambahkan, dalam situasi seperti di Gaza sekarang ini,
anak-anak boleh berjihad meski orang tua mereka menolak, para istri boleh
berjihad meski suami mereka keberatan dan mereka yang berhutang boleh
berjihad meski pihak yang memberikan hutangnya tidak setuju.



Menurut Awlaki, jihad menjadi isu mendesak saat ini karena musuh-musuh Islam
bukanlah sebuah bangsa atau negara tapi sebuah sistem kaum kafir yang sudah
meng-global. Kaum kafir itu seperti masa-masa lalu, melakukan konspirasi
untuk menghancurkan kaum Muslimin. Lalu, apakah kita sedang menuju ke perang
besar antara kaum Muslimin dan Romawi-Al Malhamah-seperti yang pernah
disampaikan Rasulullah saw?



Yang perlu ditekankan sekali lagi adalah, jihad pada hari ini adalah
kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Oleh sebab itu, setiap Muslim yang
ingin mematuhi perintah Allah, adalah kewajiban kita untuk menemukan
cara-cara untuk berjihad dan mendukung jihad. Berikut adalah 44 cara
mendukung jihad di jalan Allah menurut Syaikh al-Awlaki yang akan kami
sajikan dalam tiga bagian tulisan;



1. Meluruskan Niat



Setiap Muslim yang ingin menjadi *seorang mujahidin harus meluruskan niatnya
*, apa tujuannya berjihad. Rasulullah swt berkata, “Siapa saja diantara kamu
yang mati dan tidak berjuang atau tidak berniat untuk berjuang, maka ia mati
dalam keadaan munafik,” (HR Muslim).



Salah satu tanda apakah seseorang itu niat seseorang untuk berjihad itu
murni atau tidak, adalah persiapan yang dilakukan orang yang bersangkutan.
Allah swt berfirman, “Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka
menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu … (QS 9;46) dan syarat-syarat
untuk *Jihad al-Dafi’* (jihad untuk mempertahankan diri) menurut para ulama
seperti Abu Qudamah, sedikitnya ada lima syarat antara lain, harus beragama
Islam, sudah akil balig, memiliki kemampuan finansial, berbadan sehat dan
tidak cacat tubuh.



Jika seseorang yang ingin berjihad tidak memiliki kemampuan finansial atau
tidak bisa mencari orang yang membiayainya, atau menderita penyakit, atau
menderita cacat tubuh, maka orang yang bersangkutan tidak memenuhi syarat
untuk berjihad.



Tapi Allah swt berfirman tentang orang-orang yang tidak mampu pergi berjihad
pada saat perang Tabuk, “Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila
mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan lalu kamu
berkata, ‘aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu’ sedang mata mereka
bercucuran airmata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa
yang akan mereka nafkahkan.”



2. Berdoa pada Allah agar memberikan mati syahid.



Rasulullah saw bersabda,”Siapa saja diantara kamu yang berdoa pada Allah
agar diberi mati syahid, Allah akan memberikan pahala mati syahid bahkan
jika orang itu wafat di atas tempat tidurnya,” (HR Muslim).



Allah senang dengan hambanya yang berdoa agar mati dalam keadaan syahid,
karena itu menunjukkan bahwa kita rela mengorbankan hidup kita untuk Allah
swt. Tapi berhati-hatilah, jangan sampai doa itu hanya manis di bibir saja.
Seseorang yang benar-benar mengucapkan syahadat akan memenuhi panggilan
jihad kapanpun ia mendengar panggilan itu dan benar-benar akan mencari
kematian di jalan Allah.



Salah satu alasan mengapa musuh-musuh Allah sukses mengalahkan sekelompok
umat Islam dan mengambilalih tanah mereka, itu karena sekelompok umat Islam
itu kehilangan cinta menjadi seorang yang gugur syahid.



Rasulullah bersabda,”Bangsa-bangsa akan menyerang kalian seperti sekelompok
manusia yang sedang makan dalam satu piring.” Kemudian sahabat berkata,
“Apakah itu karena jumlah kita yang sedikit?”. Rasulullah menjawab,”Bukan,
jumlah kalian banyak. Tapi kalian seperti buih di laut, dan Allah akan
menyingkirkan rasa takut dari dalam dada musuh-musuhmu terhadapmu dan Allah
akan menempatkan dalam hatimu ‘wahan’. Sahabat bertanya lagi, “Apa itu
wahan, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Wahan adalah rasa cinta pada
dunia dan takut mati” (HR Abu Dawud).



Budaya mati syahid, kata Syaikh Awlaki, harus dipupuk kembali karena
musuh-musuh Allah tidak takut dengan apapun, kecuali takut dengan kecintaan
kita pada mati syahid.



3. Berjihadlah dengan Hartamu



Jihad harta menekankan pentingnya kita mengorbankan harta benda kita, karena
jihad itu sendiri membutuhkan dana yang besar. Dengan kata lain, tidak ada
uang, tidak ada jihad dan jihad membutuhkan modal yang besar. Itulah
sebabnya, al-Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan, memberikan uang untuk
sedekah pahalnya 10 kali lipat. Tapi memberikan uang untuk berjihad
pahalanya 700 kali kali lipat!



Allah swt berfirman: “Perumpaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir seratus biji. Allah
melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki (QS 2;261)



Bagi umat Islam yang tinggal di Barat, yang paling penting bagi mereka
menurut Syaikh Awlaki, adalah berjihad dengan harta-harta mereka karena
dalam banyak kasus, para mujahidin lebih membutuhkan banyak dana dan bukan
sumberdaya manusia. Dalam hal ini Syaikh Awlaki mengutip ucapan Syaikh
Abdullah Azzam yang mengatakan,”manusia membutuhkan jihad dan jihad
membutuhkan dana.”



4. Menggalang Dana untuk Para Mujahidin



Selain menafkahkan harta kita untuk para mujahidin, kaum Muslimin disarankan
juga mengajak umat untuk menggalang dana guna membiayai perjuangan para
mujahidin. Rasulullah bersabda,”Mereka yang mengajak saudara-saudaranya
berbuat baik, akan menerima pahala sama dengan sebanyak orang yang melakukan
perbuatan baik itu.” Dengan menggalan dana untuk para mujahidin, kaum
Muslimin sekaligus menjalankan sunnah Rasulullah yang senantiasa beliau
lakukan sebelum pergi berperang.



5. Mendanai seorang Mujahidin



Rasulullah bersabda,”Siapa saja yang mendanai seorang pejuang untuk berjuang
di jalan Allah, sudah melakukan jihad.” (Majma’ al Zawa’id). Mendanai
termasuk membiayai seluruh keperluan si mujahid, termasuk membayar ongkos
perjalanannya. Ini memberikan peluang bagi orang-orang berharta dan
orang-orang miskin untuk sama-sama mendapatkan pahala jihad. Si kaya
memberikan dana, si miskin pergi ke medan juang.



6. Mengurus Keluarga Mujahidin



Mengurus keluarga Mujahid bisa dilakukan misalnya dengan melindungi keluarga
mereka, memenuhi kebutuhannya dan memberikan bantuan finansial serta menjaga
kehormatan mereka. Rasulullah saw bersabda;



-Siapa saja dari kalian yang mengurus keluarga dan harta seorang mujahid
akan menerima pahala setengah dari pahala berjihad (HR Muslim) -Kewajiban
melindungi kehormatan para istri mujahid bagi orang-orang di sekitarnya,
seperti kewajiban menjaga kehormatan ibu-ibu mereka. Jika seseorang yang
tidak pergi berjihad berjanji untuk melindungi seorang istri mujahid tapi
mengkhianati janji itu, pada hari Kiamat si mujahid akan diberitahu bahwa
orang itu telah berkhianat maka si mujahid bisa mengambil semua pahala
kebaikan orang yang berkhianat tadi. (HR Muslim) -Siapa saja yang tidak
pergi berjihad, tidak mendanai seorang mujahid, atau mengurus keluarga
seorang mujahid, akan mengalami bencana sebelum ia meninggal (Abu Dawud).



Jika seseorang merasa takut akan keamanan keluarganya, setan akan
memanfaatkannya dan mencegah orang bersangkutan pergi berjihad. Bahkan jika
orang bersangkutan melawan godaan setan dan pergi berjihad, setan bisa
menggodanya kembali dan melemahkan orang tersebut dengan membisikkan rayuan
tentang orang-orang yang dicintainya yang ia tinggalkan. Oleh sebab itu,
menjaga dan mengurus keluarga para mujahidin akan membantu meningkatkan
moral para mujahidin dan oleh sebab itu Islam memberikan perhatian yang
besar tentang kewajiban mengurus keluarga dan harta para mujahidin.



7. Mengurus Keluarga Mujahidin yang Gugur Syahid



*Mereka yang gugur syahid telah berjuang untuk Islam dan umat Islam*. Mereka
mengorbankan jiwa dan raga untuk saya dan untuk Anda. Itulah sebabnya
keluarga para mujahidin gugur harus dilayani dan dihormati. Ketika Ja’far
bin Abu Talib gugur dalam perang Mut’ah, Rasulullah saw berkata pada
isteri-isterinya,”Siapkan makanan untuk keluarga Ja’far karena mereka telah
menunaikan urusan mereka”, kemudia Rasulullah datang ke rumah Ja’far. (HR
Abu Dawud dan al-Tarmidzi).



Imam Ahmad meriwayatkan, ketika Rasulullah saw menerima kabar bahwa Ja’far
gugur syahid, Rasulullah datang ke rumah Ja’far dan menyuruh isteri Ja’far
agar memanggil anak-anaknya. Ketika anak-anak itu datang ke hadapan
Rasulullah, Rasulullah saw memeluk dan mencium anak-anak Ja’far sambil
meneteskan air mata. Asma, isteri Ja’far bertanya pada Rasulullah “apakah
terjadi sesuatu?” Rasulullah berkata,” Ya, Ja’far gugur hari ini.” Asma
berkata, ketika ia mendengar berita itu, ia menangis dan menjerit-jerit.
Rasulullah pergi meninggalkannya dan meminta isteri-isterinya agar jangan
lupa menyiapkan makanan untuk keluarga Ja’far karena keluarga Ja’far
kesusahan karena urusan-urusannya.



Anak-anak para mujahid yang gugur membutuhkan para lelaki untuk menjaga dan
mengurus mereka. Para istri mujahid yang gugur harus diberi kesempatan untuk
menikah lagi, jika memang menginginkannya.Hal ini kata Awlaki, membutuhkan
perubahan pada dua kebiasaan di kalangan umat Islam.



Pertama, umat Islam harus mengubah pandangan negatifnya terhadap kaum
perempuan yang bercerai dan janda. Stigma negatif terhadap kaum perempuan
yang bercerai atau menjadi janda harus dihapus dari komunitas Muslim. Kedua,
bersikap lebih toleran dengan isu poligami. Karena ini menjadi kebutuhan,
apalagi di saat terjadi peperangan. Pada masa sahabat Rasulullah, tidak ada
perempuan yang dibiarkan tanpa suami.



8.Mengurus keluarga para tawanan perang



Mengurus keluarga para tawanan perang, pahalanya sama dengan mengurus
keluarga para mujahid. Hal ini sangat penting menjadi norma yang kembali
dihidupkan agar para mujahid yang ingin berjuang di jalan Allah tidak
khawatir jika mereka gugur atau ditawan, karena keluarga mereka akan ada
yang mengurus.



9. Bayarkan zakat Anda untuk para Mujahidin



Menurut Al-Quran Surat ke-9 ayat 60, adalah delapan katagori orang yang
berhak menerima zakat. Salah satunya disebutkan untuk mereka yang dijalan
Allah. Yang dimaksud dengan “yang di jalan Allah” adalah para mujahidin.



*Imam Nawawi* dalam *al Minhaj* tentang zakat mengatakan bahwa para pejuang
di jalan Allah berhak menerima apa yang mereka perlukan untuk membayar biaya
pengeluaran mereka dan biaya kebutuhan keluarganya mulai dari si mujahid
berangkat sampai kembali pulang, bahkan jika ia tidak pulang untuk jangka
waktu lama. Oleh sebab itu, Syaikh Awlaki menganjurkan umat Muslim untuk
membayarkan zakat-zakat mereka pada para mujahidin dan keluarganya.



10. Memberikan bantuan medis pada mujahidin



Para mujahidin membutuhkan bantuan dokter, rumah-rumah sakit, klinik dan
tentu saja obat-obatan. Saat ini banyak tenaga dokter Muslim, tapi pada saat
yang sama kita sering mendengar banyak mujahidin yang mengalami luka, yang
sebenarnya tidak berat meninggal dunia karena ketiadaan bantuan medis.



Para Muslim yang belajar kedokteran dan mengklaim mereka melakukan itu
karena Allah dan untuk kepentingan umat tapi tidak mau memberikan bantuan
medis pada mujahidin, kemana mereka? Para pekerja medis Muslim punya
tanggung jawab yang besar dan tidak bisa dihindari bahwa jihad membutuhkan
kontribusi dari para pekerja medis ini. Jika mereka mau memberikan
kontribusinya, pahala yang akan mereka terima bisa lebih besar dari para
pejuang itu sendiri.



11. Memberikan dukungan moral dan semangat bagi para mujahidin



Doa-doa yang dikumandangkan para imam, fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh
para ulama untuk mendukung perjuangan mereka dan doa yang dipanjatkan umat
Islam akan memberikan semangat dan meningkatkan moral para mujahidin untuk
terus berjuang.



12. Membela para Mujahidin



Rasulullah bersabda,” Siapa saja yang menjaga kehormatan saudaranya, Allah
akan melindungi wajah mereka dari api neraka pada hari Kiamat.”
(al-Tarmidzi).



Rasulullah juga berkata, “Barang siapa berkhianat pada seorang Muslim dengan
melanggar kehormatan dan harga dirinya, maka akan dipermalukan. Allah tidak
menolong ketika pengkhianat itu membutuhkan pertolongan. Dan barang siapa
melindungi seorang Muslim yang kehormatan dan harga dirinya dilanggar, Allah
akan menolong itu ketika ia membutuhkan pertolongan.” (Abu Dawud)



Itulah sebabnya Islam mewajibkan umatnya untuk membela mereka yang telah
melindungi kita dan agama kita.



13. Melawan Kebohongan Media Massa Barat



Saat ini, banyak pandangan kaum Muslimin yang dipengaruhi oleh infomasi dari
media-media Barat.Media-media Barat banyak yang berusaha menampikkan
kejahatan-kejahatan yang dilakukan negara-negara Barat, apalagi jika
kejahatan yang dilakukan itu sudah berlebihan. Sikap media Barat berbeda
sekali jika pelakunya adalah orang Islam, mereka memberitakannya secara
berlebihan bahkan seringkali tidak obyektif dan tidak sesuai fakta yang
terjadi.



Oleh sebab itu, adalah kewajiban bagi setiap Muslim untuk mengingatkan
saudara-saudaranya agar meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah ini.
Umat Islam harus kritis dan hati-hati dengan pemberitaan media massa Barat.
Umat Islam jangan mempercayai sumbers-sumber dari Barat sampai kebenarannya
sudah dipastikan oleh tokoh Muslim yang memang bisa dipercaya. Jangan
percaya apa yang dikatakan media massa Barat, bahkan informasi cuaca yang
mereka sajikan! (bersambung ke bagian 2)



http://eko.webmediacenter.com/2009/01/13/44-cara-mendukung-jihad-bagian-1/



11/15/2009 4:01 PM


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
[email protected]
Jangan lupa isi biodata anda.

http://media-islam.or.id

Umrah mulai US$ 1.500 dan Haji ONH Plus mulai US$ 6.500
http://media-islam.or.id/hajiumrah
TokoIslam.Info: Toko Obat Herbal Thibbun Nabawi. Aman dan Islami
http://media-islam.or.id/2010/04/22/tokoislam-info-menjual-obat-herbalalami-thibbun-nabawi

Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone/Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke