Assalamu'alaikum wr wb,
Sumber serta foto2 ada di:
http://www.mifta.org/index.php/Berita-MIFTA/Press-Release-Muslim-Teknopreneur-Fair-2010.html

Press Release Muslim Teknopreneur Fair 2010 

Alhamdulillah pertemuan Muslim Teknopreneur Fair 2010 berjalan dengan lancar. 
Acara diadakan pada tanggal 1 Agusuts 2010 dari jam 8:00-14:00 di Hostel 
Pradana di jalan Margasatwa Pasar Minggu dan dihadiri sekitar 60 peserta. Acara 
ini didukung oleh MIFTA, Teknosoft, Alurkria, Nurul Fikri Computer (NFC) , 
Ocentrum , Rainer Server, Totalindo , Flexi, Mosque Life (ML), LagiMurah.com, 
Awakami, dan CINOX.

Para pebisnis IT Muslim membagikan ilmu dan pengalamannya kepada peserta 
lainnya. Di antaranya adalah  Lukman Rosyidi - Direktur Nurul Fikri Computer,  
Asih Subagyo - Direktur PT Totalindo Rekayasa Telematika,  Iim Rusyamsi – Owner 
DokterKomputer.com dan juga presiden TDA (TanganDiAtas), dan  Prihantoosa 
Soepradja – PT Sajadah Teknosoft Media dengan Moderator Deddy Rahman.

Di antara dari pengalaman para pebisnis tersebut adalah umumnya mereka memulai 
bisnis dengan "Palugada". aPA LU mau GuA aDA. Akhirnya justru perusahaan tidak 
berkembang dan merugi.


Akhirnya mereka berinisiatif untuk fokus pada 1-2 bidang saja sebagai core 
businessnya. Sehingga bisa fokus untuk jadi yang terbaik di bidangnya. Jika 
tidak fokus, maka sulit untuk jadi yang terbaik.

Dengan fokus, akhirnya perusahaan pak Asih, Totalindo,  bisa menembus Malaysia, 
 Brunei, Slovakia, bahkan Uzbekistan.


Dalam memulai bisnis, kadang orang dekat seperti ibu meragukan kemampuan kita 
untuk berwira-usaha. Bagi seorang pebisnis, itu tidak membuat mundur mereka.

Tidak ada istilah kesulitan modal sehingga berharap modal dari pihak Bank yang 
sulit didapat. Pak Iim menyarankan pakai modal sendiri. Jika kurang, pinjam ke 
IMF. Yaitu Istri, Mertua, dan Famili (Keluarga).


Efisiensi seperti menyewa kantor virtual di BNI lantai 45 dengan nomor khusus 
yang menyambung ke perusahaan pun dilakukan. Untuk bertemu, bisa dilakukan 
perjanjian kemudian bertemu di situ. Ketika klien langsung datang dan ternyata 
tidak ada pak Iim, sekretaris kantor virtual tersebut menyatakan bahwa bapak 
ada di tempat lain.


Ketika perusahaan terpuruk, seorang enterpreuner harus berani memulai dari 
bawah seperti pak Toosa yang pernah menarik-narik kabel network sendiri. 
Intinya, seorang entrepreneur harus siap mengerjakan semuanya demi kepuasan 
pelanggan. Meski harus merugi.

Lukman Rosyidi - Direktur Nurul Fikri Computer - menyampaikan 3 pondasi dalam 
berbisnis dan segala aktifitas kita dalam menjemput rizki. Ketiga pondasi yang 
digunakan oleh lembaga Nurul Fikri hampir selama 24 tahun ini terdiri dari:

1. Value distribution (nasyrul fikrah),

2. Self empowerment (tanmiyatul kafa’ah) dan

3. Asset productivity (kasbul ma’isyah).

Selain itu pak Asih Subagyo mengusulkan adanya sistem Mentor. Di mana peserta 
yang ingin jadi pebisnis, bisa belajar pada Panelis yang sudah sukses dalam 
bisnis. Insya Allah ini sejalan dengan visi MIFTA.


Sementara pak Toosa dari Teknosoft setelah "ditodong" menawarkan TSOSE 
(Teknosoft School Of Software Engineer) di mana para peserta bisa belajar 
pemrograman seperti PHP dengan membayar. Dalam 1-2 bulan, mereka diberi proyek 
untuk dikerjakan sehingga akhirnya mereka mendapat bayaran.

Pak Iim juga mengkhawatirkan akan membanjirnya lulusan IT di mana satu kampus 
saja bisa menghasilkan 9.000 lulusan IT per tahun. Jika mereka semua mencari 
kerja tanpa ada yang berusaha membuat usaha yang dapat membuka lapangan 
pekerjaan, maka ini akan berbahaya. Pengangguran bisa merajalela.

Pak Asih menyatakan bahwa untuk dapat makmur, satu negara minimal punya 2% dari 
rakyatnya yang jadi entrepreneur sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi 
rakyat lainnya. Jumlah entrepreneur di AS sebanyak 13% dari total jumlah 
penduduk, Singapura 7%, dan Malaysia 3,5%. Namun Indonesia cuma punya kurang 
dari 1% dari penduduknya yang jadi entreprenur.


Ini karena kampus kita umumnya mendidik mahasiswa untuk menjadi pekerja. Bukan 
pengusaha.

Selain itu pemerintah seperti di Malaysia juga menyediakan modal bagi UKM 
sehingga rakyatnya tidak kesulitan untuk mencari modal.

Untuk itulah para panelis menawarkan diri untuk jadi mentor bagi peserta yang 
berminat untuk menjadi pengusaha. Insya Allah ini akan dicoba untuk 
ditindak-lanjuti dengan sebaik-baiknya.


===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone



Kirim email ke