Warning !
Dalam Pacaran !
Venty, 20 thn, Mahasisiwa, Samarinda. 27 Maret 2006.
Assalamualaikum wr.wb
Maaf ya Pak sy make Email temen sy. Pak, sy pernah melakukan hubungan
intim dengan pacar sy, tp "punya" cowok sy cuman masuk 2 cm. Hamil ga
ya? yang menyebabkan hamil tuh apaan/gmn sih?
MasIdan.
Sperma yang tertumpah dibagian alat fital, bisa terjadi pembuahan.
Menyebarnya sperma di sikitar bagian alat fital wanita, secara teoritis
sangat memungkinkan terjadi kehamilan. Ini disebabkan, sperma yang
tertumpahkan oleh seorang laki-laki berjumlah sekian juta sel sperma. Sperma
adalah sel hidup yang bergerak secara alami yang mampu bertahan hidup pada
satuan waktu tertentu. Nah pergerakan sel sperma pada satuan waktu itu, kalau
mampu menuju sel telur yang matang (subur), maka bisa dikatakan telah berhasil
melakukan pembuahan ( kehamilan ).
Jadi dalam kasus anda, memang sangat berpeluang terjadi pembuahan (
kehamilan ). Namun begitu, ada kemungkinan lain yang bisa menjadikan mentruasi
anda menjadi terganggu akibat kejadian-kejadian yang telah anda lakukan itu,
yaitu melakukan hubungan intim tanpa melakukan penetrasi, dilakukan di luar
ikatan resmi. Keadaan ini, secara kejiwaan bisa mengganggu keadaan anda.
Hal ini disebabkan, hubungan intim walaupun tanpa melakukan penetrasi, yang
dilakukan di luar ikatan resmi, umumnya menimbulkan rasa bersalah dan was-was
akibatnya. Rasa tertekan inilah yang sangat memungkinkan mengganggu proses
rutinitas mentruasi yang terjadi pada wamita. Sebab dalam banyak kasus,
pereodisasi mentruasi yang terjadi pada wanita, tepat dan tidaknya waktu yang
biasa terjadi, sangat dipengaruhi keadaan jiwa wanita itu sendiri. Sebab dalam
keadaan jiwa yang sering tidak stabil, biasanya menganggu pereodesasi mentruasi
itu sendiri daripada keadaan jiwa yang stabil.
Was-was dan rasa bersalah !
Sex sebelum nikah, walaupun tidak melakukan penetrasi, pada umumnya
menimbulkan sikap was-was dan perasaan bersalah. Perasaan dan sikap inilah
yang tidak disadarinya akan menggangu aktifitas seseorang sehari-harinya.
Keadaan ini juga yang sering menjadi tekanan-tekanan yang dapat menimbulkan
berbagai masalalah yang cukup rumit dan komplek. Sebenarnya sumbernya hanya
satu, namun sangat memungkinkan muncul sumber-sumber masalah lain yang
ditimbulkannya. Sehingga kondisi ini, baik si lelaki maupun wanita sangat
rentan pada masalah hubungan mereka sendiri.
Akibat keadaan itu, tidak mustahil akan memicu masalah pada hubungan mereka
sendiri. Dalam banyak kasus, justru peristiwa itulah yang bisa merenggangkan
hubungan mereka. Malah tidak menutup kemungkinan bisa memicu keretakan pada
hubungan mereka. Kalau ini sampai terjadi, siapakah yang akan menerima beban
yang cukup berat ini, tentu saja akan berada di pihak wanita. Merekalah yang
akan sangat dirugikan dengan peristiwa-peristiwa seperti itu. Dan kerugian
paling parah yang diderita pada wanita, oleh sebab ketidaksadaran diri itu,
malah berpeluang melakukan pengrusakan diri, akibat dendam akan peristiwa
yang pernah mereka lakukan.
Untuk ini, semakin sering mereka melakukan, maka semakin terbuka peluang
terjadi masalah-masalah pada hubungan mereka. Dan semakin menunda kejelasan
status mereka, maka semakin berpeluang juga memicu meruncingnya masalah pada
hubungan mereka. Sebab ini terjadi, akibat efek-efek kejiwaan yang ditimbulkan
dari hubungan intim di luar ikatan resmi. Jadi semakin lama, maka efek-efek
kejiwaan yang ditimbulkannya juga semakin pelik dan rumit. Semakin pelik dan
rumit yang seakan dihadapkan pada banyak masalah yang bersumber pada satu
masalah !
Aktifitas Pacaran tidaklah mungkin tidak akan berkembang !
Seperti yang terjadi pada diri anda, semula hanyalah pemanasan-pemanasan
cinta, namun kemudian ( yang terakhir ) mengesek-gesek kemaluan mereka (
aktifitas sex ). Inilah yang terjadi semenjak anda jadian, beberapa
perkembangan telah terjadi dalam aktifitas pacaran itu. Kami bisa memahami
anda, karena anda melakukan itu semua semata-mata hanya karena cinta anda
padanya. Dan kami yakin pula, awalnya andapun pasti akan menolaknya. Dan kami
juga yakin, ternyata cinta anda telah mengalahkan semuanya.
Dan anda boleh percaya boleh tidak, akibat rasa cinta anda yang sudah begitu
besar itu, maka anda hanya tinggal menunggu waktu, kapan penetrasi itu akan
segera tiba. Pasti awalnya anda akan menolaknya, namun kemudian anda akan
pasrah begitu saja. Dan andapun tidaklah mungkin mampu mencegahnya, untuk itu
hubungan sex yang semakin jauh itu tinggal menunggu waktu saja. Boleh saja
anda sekarang bisa mengatakan tidak akan pernah melakukannya. Namun waktu
sangatlah bisa memastikan itu pastilah akan terjadi. Untuk itu,
bersiap-siaplah anda menghadapi itu semua ! Sebab kecil kemungkinan anda
mencegahnya !
Sex dan Cinta di mata laki-laki !
Cinta pada dasarnya akan menuntun siapa saja pada hubungan sex, namun sex
belum tentu akan menumbuh-kembangkan rasa cinta. Inilah perbedaan mendasar
tentang cinta dan sex di mata lelaki dan wanita.
Bagi wanita, sex adalah ungkapan cinta. Namun bagi lelaki, sex adalah
kepuasan jiwa. Maka cinta di mata lelaki adalah ketertarikan akan sex itu
sendiri. Jadi inilah bahayanya jika lelaki telah melakukan hubungan sex, maka
cintanya menjadi seakan kosong oleh jiwa yang sudah terpuaskan. Apalagi yang
belum terikat oleh ikatan resmi, maka lelaki yang belum terikat secara resmi
berpeluang menjadi berubah dan sangat berbeda dengan yang dulu-dulu itu.
Apalagi jika mereka, lelaki tersebut belum matang jiwanya, maka peluang untuk
lari dari tanggung jawab yang ada menjadi sangatlah besar. Kalau ini
benar-benar terjadi siapakah yang akan menderita kerugian besar itu ? Inilah
yang sangat kami khawatirkan terjadi pada anda !
Menikah adalah jalan keluarnya !
Untuk itu, sudah saatnya anda memutuskan untuk mempertimbangkan menikah saja.
Sebelum semua menjadi tak terduga. Janganlah takut dengan bayangan yang
terjadi pada ikatan yang nyata (resmi/menikah). Karena itu semua hanyalah
masalah waktu dan cara mengaturnya. Mengatur bagaimana anda masih bisa
melanjutkan kuliah dan mungkin kemudian bekerja. Mungkin bisa saja, studi anda
agak sedikit terganggu, namun ini hanyalah masalah waktu untuk menyesuikan
saja. Bukankah mempunyai anak bisa ditunda, Jadi kenapa harus ditunda, kalau
toh hanya butuh pengakuan dan surat semata. Kalau anda mampu mengelolanya,
maka tidak ada beda menikah dengan yang dulu kala. Sebab kalau sudah ada
pengakuan dan surat yang ada, jangan kaget kalau semua ternyata menjadi lebih
seru dan mengasyikkan.
Untuk itu jangan takut dengan omongan banyak orang, yang mengatakan bahwa
melakukan pernikahan, maka berakhirlah cita-cita dan masa depannya. Sebab,
kalau anda sekalian punya prinsip hidup sendiri tanpa terpengaruh
omongan-omongan bodoh itu, maka yang terjadi sebaliknya, cita-cita dan masa
depan yang nyata tingggal memantapkannya.
Jangan takut juga karena usia anda masih muda, sebab cinta tidaklah mengenal
usia. Sebab kesiapan tak butuh usia. Sebab meraih cita-cita tak harus bertanya
pada usia yang ada. Sebab semakin awal memulai, maka semakin besarlah peluang
harapan yang akan diraihnya. Jadi kenapa harus ditunda-tunda, kalau malah kita
harus dihadapkan hal-hal yang tak terduga ? Memang tidak masalah kalau ternyata
tidak menjadi petaka dan lancar-lancar saja. Namun bagaimana kalau ternyata
menjadi bencana bagi anda ? Siapakah yang pantas akan disalahkan kecuali anda
sendiri ?
Anda sudah berani menerima cinta dan telah berusaha memilikinya, karena anda
sudah menyerahkan sebagian yang ada, memang semua itu karena cinta. Jadi
kenapa anda masih ragu dengan ikatan yang nyata ? Sebab ketahuilah bahwa
keraguan anda itulah yang bisa menjadi jebakan hidup anda selama-lamanya !
Dan jangan lupa anda wajib membaca dan ambil hikmahnya :
Terperangkap Jebakan Cinta,
Jebakan Para Pengkianat Cinta,
Semakin Menunda, Semakin Merugi,
Harus ada kesadaran bahwa pacaran hanyalah proses pembelajaran !
Pada kenyataan pacaran tak sedikit yang hanya akan menunai kegagalan,
kekecewaan dan bahkan bisa sangat menyakitkan. Malah bisa dibilang hanya
sedikit yang berakhir di pelaminan. Itupun terjadi (perkawinan) karena sudah
melalui proses kegagalan demi kegagalan, kekecewaan demi kekecewaan dan
pengkianatan demi pengkianatan. Adapula yang hanya melakukan dengan proses yang
cukup singkat saja. Dan kalau boleh dibilang, bahwa pada kenyataannya ternyata
pacaran sesungguhnya hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan
sangat menyakitkan.
Kemudian kalau sudah memahami kenyataan umum yang terjadi, maka tidak ada
jalan lain untuk menyadari bahwa pacaran hanyalah sebuah proses pembelajaran.
Proses pembelajaran yang didalamnya terdapat adanya perasaan cinta,
kecemburuan, kemungkinan adanya pengkianatan, godaan seksual,
kesalahpahaman-kesalahpahaman, rayuan gombal, proses meningkat kemudian
menurun, datang dan pergi, awalnya cinta dan berakhir dengan kebencian, dan
lain sebagainya.
Dengan demikian siapapun juga yang sudah memberanikan diri membangun
cintanya dengan pacaran, maka merekapun harus siap untuk dikianati, dilukai,
dikibuli, terjerumus pada sek yang sangat mematikan, malu, hilang kepercayaan
diri, dan banyak hal lain yang harus siap diterima sebagai sebuah kenyataan
akibat irama cinta yang bisa memabukkan ini. Terjerumus pada sex yang
mematikan akibat jiwa cinta yang memang akan membawanya ke sana. Terjerumus
pada sex yang mematikan, karena tanpa disadarinya kita tahu-tahu sudah
terjebak di sana. Terjebak pada aktifitas sex yang sebenarnya belum siap kita
terima. Ketidaksadaran terjebak aktifitas sex sebagai arus jiwa cinta, yang
pada akhirnya, ternyata sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan karena telah
ada pengkianatan. Adanya pengkianatan setelah semua terjadi begitu saja.
Begitulah resiko pacaran yang harus disadarinya. Sebab pacaran adalah irama
cinta itu sendiri. Dan cinta pastilah akan membawanya pada aktifitas sex.
Namun aktifitas sex belum bisa menjamin akan membawanya pada semakin kokohnya
cinta. Demikianlah adanya tentang roh cinta itu. Sehingga bisa dikatakan cinta
adalah sex, namun sex belum tentu membawanya ke dalam roh cinta. Sehingga,
bisa disimpulkan bahwa pacaran adalah hawa nafsu itu sendiri.
Jadi, adalah pembohong besar !, jika udah jadian berbulan-bulan dan sudah
ke sana ke mari berduaan, namun belum pernah ciuman, meraba-raba dan
seterusnya. Apalagi sudah berjalan 6 bulan atau 1 tahun lebih, maka
pembohonglah !, kalau mereka mengatakan kalau aktifitas pacaran mereka
hanyalah dilakukan dengan hanya ngobrol-ngobrol saja.
Perlu juga diketahui bahwa pacaran adalah perkembangan. Maka pacaran tanpa
perkembangan maka pastilah akan menunai keretakan. Sebagaimana sifat manusia,
manusia tidaklah mungkin hanya merasa cukup melakukan sesuatu yang pernah
berulang-ulang dilakukannya. Mereka pastilah menuntut lebih dan lebih, tentang
apa yang telah didapatkannya. Demikian juga dengan pacaran, mungkin bisa saja
awalnya hanya dilakukan dengan ngobrol-ngobrol belaka, akan tetapi tidaklah
mungkin tanpa kelanjutan dan perkembangan. Memang awalnya ngobrol-ngobrol saja,
kemudian bergandengan tangan, kemudian berangkulan pinggang, demikian
seterusnya dan seterusnya, sehingga hibungan sex hanya tinggal menunggu waktu
saja. Untuk itu, disadari ataupun tidak disadarinya, proses itu pastilah akan
terkembang.
Ada juga sebagian dari mereka, karena hawa nafsu sudah menggebu-nggebu,
maka merekapun memutuskan untuk segera menikah. Tapi ada juga yang berani
melakukannya, walaupun akhirnya menuai perasaan bersalah dan was-was, akibat
dilakukannya diluar pernikahan. Ya, beruntunglah kalau berakhir dipelaminan.
Tapi kalau tidak, maka akan hancurlah salah satunya. Sebab itulah cinta yang
ada dipertemuan dua anak manusia, maka hawa nafsu di sana akan bekerja dengan
sendirinya. Hawa nafsu yang menuntunnya untuk berbicara. Untuk berbicara,
sebagaimana jiwa cinta yang sedang berada diantara mereka.
Pacaran Sangatlah sulit terhindar dari hawa nafsu !
Untuk itu menjadi sangatlah sulit menghindarkan pacaran dari hawa nafsu.
Sebab begitulah Tuhan menciptakan dua anak manusia yang akan dipertemukan
dengan daya tarik cinta di dalamnya. Daya tarik cinta, sehingga mereka tetap
bisa berkembang dan mampu mempertahankan keberadaannya sebagai manusia. Sebab
tanpa adanya daya tarik cinta, maka pastilah sudah habis riwayat manusia sejak
dulu diciptakannya. Dengan demikian, adanya manusia sampai sekarang ini, tak
lepas dari peranan cinta yang ada di dalamnya. Maka, berharap akan keberadaan
manusia, haruslah ada cinta yang menyertainya. Maha Bijaksana Tuhan yang
memang telah berkehendak menciptakan manusia dengan penuh rasa cinta di
dalamnya.
Di balik Tuhan memberikan rasa cinta pada manusia, maka di sanalah hawa
nafsu itu menjadi bisa dirasa. Dan jiwa cinta adalah hawa nafsu itu sendiri.
Jadi, adanya cinta tanpa hawa nafsu didalamnya, adalah hampa dan takkan pernah
menjadi apa-apa. Dan hawa nafsu tanpa cinta, yang akan terjadi hanyalah
kehancuran dan kerusakan belaka.
Untuk ini, menjadi tidaklah mungkin mampu menghindar dari hawa nafsu, ketika
dua insan manusia bertemu oleh sebab landasan cinta. Sehingga bertemunya dua
insan manusia dengan alasan cinta, bersiap-siaplah mengendalikan hawa nafsu
yang akan berperan di dalamnya. Mengendalikan hawa nafsu cinta yang begitu
sangat menggoda. Selanjutnya dua anak manusia yang sedang dirundung cinta itu,
selaras dengan intensitas pertemuaan dan kurun waktu yang terkembang, tidaklah
mungkin akan merasa cukup hanya sekedar tatap muka dan ngobrol-ngobrol tanpa
makna. Mereka pastilah akan terdorong melakukan tahapan-tahapan cinta yang
dituntun oleh kuatnya hawa nafsu cinta.
Dengan demikian, siapapun yang ingin menghendaki berhentinya tahapan cinta,
maka merekapun haruslah rela mengakhiri perjalanan cinta mereka. Dan, siapapun
yang berusaha mempertahankan perjalanan cintanya, maka merekapun harus siap
dituntun oleh hawa nafsu cinta pada tahapan-tahapan selanjutnya. Suatu tahapan
cinta yang tidaklah mungkin yang itu-itu saja. Tahapan cinta yang tak mungkin
dialihkan dari nafsu cinta yang ada. Tahapan cinta yang awalnya cukup dengan
ngobrol-ngobrol belaka. Dan tahapan cinta yang pada akhirnya akan menuntun
mereka pada hubungan yang lebih jauh ( misal, hubungan sex ). Ini tidaklah
mungkin bisa dicegah kalau ingin cinta mereka terus terjaga. Ini tidaklah
mungkin dibendung, kalau masih menginginkan cintanya bersemayam di hati mereka.
Sebab itulah cinta yang didalamnya ada hawa nafsu manusia. Hawa nafsu manusia
sedemikian rupa, supaya manusia terus ada keberadaannya.
Yang bisa dilakukan dalam berpacaran ?
Sebelumnya, jujur saja, berat rasanya kami harus mengulas tentang kenyataan
ini ( tentang pacaran). Namun, menurut kami, tidak ada salahnya ini bisa
dijadikan bahan renungan ataupun sesuatu yang ideal, yang mungkin bisa
dilakukan untuk menghindar dari kejamnya jiwa cinta itu sendiri. Kejamnya jiwa
cinta yang sangat mungkin terjadi akibat pertemuan dua anak manusia yang
sedang dimabuk cinta. Kejamnya cinta yang harus menerima pengkianatan dari
salah satunya.
Kejamnya cinta, yang ternyata tanpa disadarinya telah menjebak mereka pada
hubungan (sex) yang belum siap diterimanya. Kejamnya cinta, karena harus
menanggung malu dibuatnya. Kejamnya cinta yang mampu menghancurkan hati yang
punya. Kejamnya cinta yang mampu membuat mereka mengakhiri hidupnya. Kejamnya
cinta akibat tidak tahu harus berbuat bagaimana tentangnya. Sebab begitulah
hawa nafsu cinta yang akan menuntunnya !
Sungguh berat ! untuk menyampaikan ini semua. Sebab kami menyadari ini
seakan kolot dan puritan adanya. Terlalu kaku dan sempit pemikirannya. Namun
mau apa dikata, sampai saat ini, kami tidak melihat jalan lain yang lebih aman
untuk dilakukan dan dinikmati pelajarannya. Sekali lagi, mohon maaf lah !
Harus ada kesadaran menerima perpisahan ?
Awalnya harus ada kesadaran bahwa pendekatan karena cinta hanyalah sebuah
pembelajaran. Sebuah pembelajaran akan adanya pertemuan dan perpisahan. Untuk
ini haruslah disadari apa yang akan terjadi yang bisa ditoleransi mereka
berdua. Sehingga, jika ternyata harus ada perpisahan (ketidak cocokan salah
satunya), maka tidak ada yang merasa disakiti dan dirugikan karenanya.
Ditoleransi aktifitas cinta apa saja yang tidak harus meninggalkan luka yang
begitu berat dirasa. Dan kemudian, merekapun harus rela menerima perpisahan,
kenangan, dan aktifitas cinta yang terjadi tersebut, seandainya mereka harus
berpisah karenanya. Sebab itulah makna adanya pertemuan cinta !
Tentu saja hal diatas tidak akan menjadikan trauma salah satunya, akibat
perbuatan yang sangat merugikan satu atau kedua belah pihak. Untuk ini,
perbuatan atau aktifitas apa saja yang mungkin perlu dibatasi dalam masa itu
(pacaran atau pendekatan yang berlandaskan cinta). Aktifitas dan perbuatan apa
saja yang bisa ditoleransi mereka berdua akibat adanya hawa nafsu cinta itu.
Sehingga jika harus terjadi perpisahan, mereka dengan sadar menerimanya.
Menerimanya oleh akibat ketidakcocokan yang muncul karenanya. Menerimanya
sebagai proses pembelajaran untuk berpisah atau dilanjutkan ke pelaminan !
Harus ada batasan waktu untuk memutuskan ?
Singkatnya, kalau rentang pacaran sudah mendorong perbuatan yang
membahayakan, maka sudah sepantasnyalah untuk segera diputuskan. Diputuskan
untuk segera meneruskan ke jenjang pernikahan atau memutuskan untuk
mengakhirinya.
Agak janggal memang, bagaimana mungkin ketika cinta sudah memasuki tahap
puncak-puncaknya, malah akan diakhirinya ? Sebab hal ini harus dilakukan, oleh
karena hubungan sex hanya tinggal menunggu waktu tiba. Inilah yang kami maksud
membahayakan. Membahayakan karena irama cinta akan menjadi tak terduga
akibatnya. Akibat irama cinta yang sudah pada puncaknya. Pada puncaknya yang
tak mungkin irama cinta terus berada di sana. Rentan waktu pastilah menuntun
irama cinta untuk segera menuruni puncak yang telah dilaluinya. Dan irama
cinta itupun bisa menjadi malapetaka dibuatnya. Malapetaka cinta yang ternyata
bisa merubah irama cinta sebelumnya. Sebelumnya, ketika irama cinta belum
berada di puncaknya.
Nah, ketika irama cinta mulai menurun, maka akan mulai tampak apakah yang
sebenarnya terjadi pada cinta mereka. Karena cintakah atau hanya karena hawa
nafsu belaka-kah ? Akan tetapi, karena sifat manusia yang memang selalu hanya
ingin enak dan menangnya sendiri, maka keberanian menikmati puncaknya cinta
sebelum ikatan resmi, sangat berpeluang besar bahwa itulah yang telah menjadi
maunya saja. Kalau sudah begitu maunya, maka tidaklah mungkin mampu menjujung
tinggi nilai luhur cinta yang memang seharusnya di junjung tinggi itu.
Sebab kalau memang mereka ingin menjujung tinggi nilai luhur arti sebuah
cinta, tidaklah mungkin mereka melakukannya hanya demi untuk mainan. Logika
inipun akan membuktikan, jika mereka melakukannya karena cinta, pastilah
puncaknya cinta akan dilakukan setelah mereka resmi menetapkan cintanya. Atau,
mereka akan meneruskan cintanya menjadi ketetapan cinta sejatinya
(mengutamakan menikah dulu), karena sudah merasa memiliki cinta yang
sejati-sejatinya. Dan merekapun akan menikmati puncak cintanya dengan penuh
rasa cinta dan tanggung jawabnya.
Bukan sebagai cinta mainan, menghargai murah cinta dengan hawa nafsu-tanpa
cinta dan memandang rendah arti cinta yang seharus luhur ini. Sehingga
merekapun bak srigala berbulu domba yang tampil seperti dewa cinta, awal
mulanya. Dan tentu saja, merekapun tidak akan pernah menempatkan luhurnya
cinta, namun hanya hawa nafsu belaka ! Maka ikatan resmi tiada guna bagi
mereka, karena memang itu bukan tujuannya. Bukan tujuannya, oleh sebab mereka
hanya memburu hawa nafsu belaka dan bukan karena cinta yang sejatinya. Dan
kalau sudah mendapatkannya, merekapun berusaha lari dari tanggung jawabnya !
Begitulah, kalau nilai luhurnya cinta sudah di hargai serendah-rendahnya.
Pastilah berbagai alasan dan kebohongannya akan membuatnya menghindar dari
tanggung jawab yang ada. Sebab itu bukan tujuannya ! Dan bagi mereka cintapun
dianggap tidak ada apa-apanya ! Terus siapakah yang pantas disalahkan kecuali
dirinya sendiri ?
Hubungan sex menjadi merubah hidup anda selama-lamanya !
Tahukah anda kenapa Tuhan menciptakan alat kelamin wanita terdapat selaput
daranya ? Sebab selaput dara adalah batas yang sangat jelas antara anda
sesudahnya dan sebelumnya. Di sanalah batas jiwa anda yang lalu menjadi sangat
berbeda dengan yang sekarang.
Ingat ! jebolnya selaput dara, secara biologis dan kejiwaan menjadikan anda
bukanlah yang dulu lagi. Bukan masalah robeknya selaput dara oleh hubungan sex
itu sendiri, akan tetapi efek-efek biologis dan psikologis yang terjadi akibat
hubungan sex itu sendiri.
Sebab efek-efek hubungan sex telah membangun jiwa anda menjadi seperti
seorang ibu rumah tangga yang tidak sebenarnya (karena memang belum bersuami).
Sebagaimana sosok seorang ibu rumah tangga yang telah menjadi seorang janda.
Hubungan sex yang telah membangun jiwa yang sangat membutuhkan hubungan itu
(sex) sebagai bagian hidupnya. Tentu saja, bangunan jiwa anda telah menjadikan
sex sebagai kebutuhan yang tidak mungkin untuk tidak dipenuhinya. Inilah
singkatnya, efek-efek biologis dan kejiwaan yang telah menjadikan anda menjadi
'anda' yang lainnya, oleh akibat hubungan sek itu sendiri. Hubungan sex yang
sudah mampu merobek selaput dara yang ada. Hubungan sex sebagai hubungan sex
yang sebenarnya. Jadi sekali lagi, bukan masalah jebolnya selaput dara yang
ada, namun efek hebat yang telah dibangun dalam jiwa yang bersangkutan oleh
akibat hubungan sek yang sebenarnya itu.
Untuk itu jangan kaget, jika anda merasakan, bahwa hubungan sex telah
menjadi bagian kebutuhan hidup anda. Dan inilah situasi terberat yang akan
anda hadapi pada hidup anda selanjutnya. Jadi, beruntunglah anda jika masih
punya pacar setia yang masih bisa memenuhi kebutuhan hidup anda selanjutnya
ini. Namun, bagaimana jika ternyata pacar anda ternyata seorang pengkianat,
seperti yang telah banyak kami ulas dalam situs ini (pada bagian topik lain
situs ini).
Nah kalau sudah terjadi pengkianatan yang nyata, maka saat-saat yang
membahayakan dalam hidup anda selanjutnya. Sebab tidaklah mudah ketika
kebutuhan yang lain itu ternyata muncul dengan sangat kuatnya. Ini tidaklah
mudah anda bendung atau kendalikan, sebagaimana kebutuhan hidup anda yang
lainnya (makan dan tidur, misalnya). Inilah yang kami sebut dengan efek-efek
yang telah merubah hidup anda kemudian.
Keadaan yang begini, panggilan kuat akan kebutuhan yang baru itu, menjadi
keadaan anda sangat tidak stabil dan mudah melakukan apa saja demi pemenuhan
kebutuhan tersebut. Inilah saat-saat yang paling membahayakan dalam hidup anda
selanjutnya. Karena dalam keadaan seperti ini sulit membedakan cinta dan hawa
nafsu itu sendiri. Andapun sangat mudah terperangkap pada hubungan cinta yang
bukan cinta yang sejatinya. Dan, andapun sangatlah mudah terperangkap pada
hubungan sex tanpa cinta. Dan kalau anda sudah terdorong melakukan ini semua,
maka kehancuran hidup anda sudah berada di depan mata. Sebab, ternyata cinta
telah menjadi dendam, cinta telah menjadi hawa nafsu-tanpa cinta yang telah
merusak diri sendiri, dan andapun akan dihadapkan pada persoalan yang sangat
rumit pada hidup anda selanjutnya.
Berat memang ! hanya karena anda tidak pernah menyadari efek kuat dan tak
terkendali akibat hubungan sex itu sendiri ! Efek kuat dan tak terkendali yang
akan anda hadapi pada hidup yang menjadi lebih rumit dan sulit !
Janganlah gegabah mengekspresikan cinta !
Sebab cinta bisa jadi malapetaka yang nyata !
Kendalikanlah ia supaya tidak menjadi petaka !
Belajarlah mengekspresikan cinta dengan yang seharusnya !
Seharusnya sebagaimana harus menjaga pada tempatnya !
Sehingga tidak ada rasa bersalah dan was-was !
Dan merekapun tidak akan pernah lari dari tanggung jawabnya !
Dan merekapun harus belajar cinta yang senyatanya !
*** Topik Maret '06 ***
*** Saatnya Anda Peduli dengan Lingkungan Anda ! ***
*** Waspadai Sumber Keonaran & Kericuhan di Lingkungan Anda ! ***
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
[Non-text portions of this message have been removed]
vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv
HELP ME !!!
Adakah Cara Mudah untuk Berubah ?
Adakah Cara Cepat Untuk Berprestasi ?
Di SERVO Aja ... !
APAKAH SERVO POWER ?
Servo Power adalah suatu sarana cepat pemrograman diri dan prestasi melalui
pengaktifan Mekanisme Servo manusia.
MENGAPA MEKANISME SERVO ?
Seseorang yang Mekanisme Servo-nya telah aktif, akan memiliki mekanisme sukses
otomatis (autopilot) sehingga mampu merespon setiap stimulus secara tepat dan
dapat mencapai sasaran yang ditetapkan secara mudah.
BAGAIMANA MEKANISME SERVO BEKERJA ?
Kualitas diri dan prestasi seseorang sangat ditentukan oleh kualitas insting /
naluri yang tumbuh dalam merespon setiap stimuli yang datang ataupun mengejar
sasaran yang ditetapkan serta dipengaruhi oleh kualitas
kebiasaan dan pengalaman yang tersimpan di dalam bank ingatan manusia.
Mekanisme Servo bekerja secara otomatis (autopilot) men-seleksi dan menyimpan
pengalaman dan kebiasaan positif serta menumbuhkan insting / naluri positif.
Selain itu ditolak !
RUANG LINGKUP PENERAPAN ?
. Pemrograman Kompetensi, Profesi, Jabatan, Karir, Prestasi
. Menghilangkan Trauma, Phobia, Stress, Depresi, Psikosomatis, Relapse,
Gemuk, Kurus
APA KEUNGGULANNYA ?
· Cepat : dibanding tehnik psikoanalisa, metode CBT, dll.
· Efektif : dibanding dengan cara pengawasan, sistem imbalan, dll.
· Aman : rasional, sesuai karakter Timur, universal dan tanpa obat
· Mudah : karena memanfaatkan kesadaran dan niat berubah
· Nyaman : kenyamanan puncak dapat langsung dirasakan
· Permanen : didasarkan perubahan cara berfikir dan Qolbu
Permintaan untuk kerja sama, inhouse training, pembicara seminar, nara-sumber,
personal coach, terapi, dsb. hubungi :
SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
Hubungi Sdr. Iwan di (021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Atau SMS ke 08129 044 088, 0812 906 1111, SEKARANG !
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/