Kita Belajar yang Tekun Yuk... 
   
   
  SUATU pagi sebelum bel masuk sekolah berbunyi, teman kita Rafi masih duduk 
termenung di depan gerbang sekolah. Hari itu, ia tak berani masuk kelas, karena 
pada jam pelajaran pertama, akan diadakan praktik Ilmu Pengetahuan Alam dengan 
menggunakan buku panduan dan alat peraga.
   
   
  ”Rafi kenapa tidak masuk kelas, ayo nanti terlambat lho,” ajak Devan yang 
saat itu baru saja datang. 
  Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Rafi menolak ajakan Devan dan berkilah 
dengan nada menyedihkan. ”Devan, aku nggak boleh masuk, uang praktik dan alat 
peraga untuk pelajaran IPA, semuanya belum kubayar. Aku sudah mencoba meminta 
pada Emak, tetapi ia bilang, uangnya belum ada karena dagangannya kemarin tidak 
laku,” cerita Rafi dengan mata berkaca-kaca.
   
   
  Duh kasihan Rafi yaa. Sebenarnya, di sekolah Rafi termasuk anak yang pandai 
lho. Meskipun ia tak pernah membeli buku, ia selalu mendapatkan ranking 3 besar 
di kelasnya. Dengan keadaan yang serba prihatin, teman kita ini tak pernah 
malas-malasan untuk berusaha berprestasi di sekolahnya. 
  Sobat Percil, cerita Rafi di atas, merupakan gambaran yang wajib kita pahami 
bersama. Lah kenapa ya mesti dipahami?. Iyaa, karena dengan keadaan yang serba 
sulit, Rafi ternyata masih mempunyai keinginan yang sama untuk bersekolah dan 
mengejar cita-cita. Emaknya yang hanya penjual makanan keliling, terus berjuang 
membiayai sekolah Rafi yang dananya semakin mahal saja.
   
   
  Temen-temen, mulai saat ini, kita harus mulai tekun dalam menghadapi 
pelajaran. Bukan apa-apa lho, Bapak dan Ibu yang mengurus masalah pendidikan di 
Dinas Pendidikan memang telah mengubah sistem pengajaran itu menjadi lebih baik 
dan mengasyikkan bagi siswanya. Nah, untuk semua itu, jelas dong diperlukan 
biaya yang besar pula. lah kok bisa ya?. Iya, demi memperbaiki pola belajar 
ini, peraturan sekolah, pasti mewajibkan setiap siswa untuk melengkapi semua 
keperluan belajar itu, meskipun harga yang harus dibayarkan, tergolong tinggi. 
   
   
  Ck ck ck..., ternyata masuk sekolah tuh tak ada yang murah lho... Saat ini, 
untuk masuk Sekolah Dasar saja, Ayah kita harus mengeluarkan uang tak kurang 
dari satu juta rupiah lho. Bahkan, di beberapa sekolah favorit atau 
Internasional, bisa melebihi jumlah di atas. Oke, itu baru uang pendidikan 
pertamanya saja. Sobat percil semua pasti diharuskan membeli buku pelajaran. 
Nah bayangkan ya, jika misalnya 1 buku harganya Rp 15 ribu, maka kita akan 
memerlukan ratusan ribu rupiah, kalau 8 mata pelajaran yang ada harus 
dilengkapi dengan buku panduan. Waduhh, berat sekali ya beban yang harus 
ditanggung orang tua kita...
   
   
  Temen temen, itu baru buku saja lho. Bila dikumpulkan, sepertinya sudah tak 
terhitung lagi, berapa biaya yang harus dikeluarkan orang tua kita. Hal-hal 
kecil itu bisa dipetik contoh, seperti sepatu, seragam sekolah, tas, buku, pena 
dsb. Weleh ternyata masih ada lagi nih. Setiap hari sebelum berangkat sekolah, 
semua sobat Percil pasti meminta uang bekal kepada Ayah atau Bunda kita. Kalau 
uang bekalnya kurang, pasti kalian semua cemberut atau ngambek, hayooo 
ngakuu.... 
   
   
  Ehm membawa bekal uang ke sekolah sebenarnya boleh-boleh saja. Tetapi 
syaratnya, jumlah uang yang diminta, harus sesuai dengan kebutuhan kita. Kita 
tak boleh membawa uang dalam jumlah yang berlebihan. Kalaupun bunda kita 
memberi lebih, alangkah baiknya jika kita menyimpannya dalam tabungan. Oh iya, 
untuk menghindari jajanan sekolah yang tak sehat, merupakan ide bagus bila 
semua sobat Percil membawa makanan itu dari rumah.
   
   
  Olala, ternyata untuk sekolah itu membutuhkan banyak uang ya. Duh kelewatan 
ya jika temen - temen masih ada yang merengek pada bundanya meminta sesuatu 
yang tak berkaitan dengan kepentingan sekolah. Nah, mulai saat ini, kita semua 
wajib giat belajar dan mengikuti pelajaran dengan serius. Mulai dari kecil, 
dalam diri kita harus ditanamkan sikap tanggung jawab dan mandiri, supaya kelak 
di kemudian hari, kita semua menjadi anak yang berhasil. Pokoknya, mulai besok 
jangan ngeluh lagi ya, jangan manja lagi ya.. 
   
   
  Bila sobat Percil sering beli mainan, nah mulai sekarang jangan dibiasakan 
deh..., lebih baik uang itu kita gunakan saja untuk kegiatan Ekstra kurikuler 
di sekolah. Bermanfaat kan... (Dini Budiman)*** 


http://asia.groups.yahoo.com/group/bintangpelajar/
“Tiada hari tanpa belajar, tiada prestasi tanpa dikejar”
                
---------------------------------
Win a BlackBerry device from O2 with Yahoo!. Enter now.

[Non-text portions of this message have been removed]



****

HELP ME !

Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?

di SERVO aja...!

TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
 
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, 
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir 
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
 ...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya 
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi 
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya 
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya 
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia 
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa 
pusing sekali. 
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut 
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............

Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin 
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya 
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga 
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya 
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti 
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa 
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke