"Sejumlah tokoh di Kabupaten Paniai mendukung pemekaran Provinsi Irian Jaya 
Tengah"

Pentingnya peningkatan pembangunan di tanah Papua, khususunya di Papua Tengah, 
Yan Pigai atas nama sejumlah tokoh di daerah itu, memberikan dukunga atas 
rencana pemekaran Provinsi Irian Jaya Tengah (IJT). Dukungan itu disampaikannya 
melalui sambungan telepon, Kamis (30/3) sore, mewakili tokoh masyarakat, tokoh 
pemuda, tokoh agama, tokoh adat, kepala-kepala suku, serta tokoh perempuan yang 
ada di Kabupaten Paniai.   Katanya, hasil keputusan meraka di Kabupaten Paniai, 
dengan adanya pemekaran ini sedikit demi sedikit akan menyelesaikan problem 
sosial dan ekonomi. Seperti persoalan pengangguran, kemiskinan, kesenjangan, 
kebodohan, keterpurukan, dan persoalan lainnya. 

  “Sehingga kami sangat mendukung apa yang sudah direncanakan pemerintah daerah 
dalam memperjuangkan pemekaran IJT ini,” tuturnya.
  Sementara ini pihaknya tidak merasakan hasil-hasil pembangunan yang relevan 
dengan kebutuhan warga, yang pada prisipnya mengarah pada kebutuhan primer dan 
sekunder. Pihaknya pun belum mengetahui makna dan arti pembangunan yang 
sebenarnya. 

  “Kami hanya tahu tujuan pembangunan nasional itu untuk memecakan masalah 
sosial dan ekonomi. Sehingga pembangunan daerah disebut sebagai bagian integral 
dari pembangunan nasional,” katanya.
  Dengan harapan itu, pemerintah pusat mengeluarkan salah satu sumber hukum 
legal formal, yakni UU No. 45 tahun 1999. Dalam pertimbangannya untuk 
mempercepat serta menumbuh kembangkan kemajuan di daerah. Dalam rangka menjawab 
tuntutan kehidupan global, serta menjawab tujuan pembangunan nasional sesuai 
dengan UUD 1945 alinea 4, serta Pancasila sila ke 5.
Selain itu, kata Yan, masyarakat kecil tidak tahu berpolitik. Sehingga dengan 
mengejar kepentingan-kepentingan pribadi itu, tidak mengorbankan rakyat kecil 
yang tidak tahu apa-apa ini. Pasalnya rakyat kecil ini dari dulu hingga saat 
ini selalu menjadi korban politik.
  “Padahal kami rakyat yang kecil dan tak berguna di pandang dari pihak 
pemerintah dan pihak TNI/POLRI ini yang mendidik, memelihara, menyusui, 
menggembleng, dan membiayai sehingga kalian jadi penguasa bangsa dan negara 
dari lantai atas hingga lantai bawah. Dibalik itu kami sebagai orangtua alis 
rakyat kecil yang di bawah garis kemiskinan ini ditindas, difitnah, dianiaya, 
dan diperlakukan seperti binatang. Hal ini dikategorikan sebagai pagar makan 
tanaman, jadi biarlah semuanya itu Tuhan yang tahu dan Dialah yang akan mejawab 
tindakan yang selama ini dilakukan terhadap kami ini,” katanya. 
Pihaknya mendukung pemekaran IJT, tetapi ada hal yang menjadi pertanyaan bagi 
pemerintah daerah dan pusat. Apabila menyimak realita dewasa ini di Tanah Papua 
sering timbul reaksi kurang baik antara TNI/POLRI dengan masyarakat, sehingga 
masih saja ada pertumpahan darah. Apakah pemerintah pusat dan daerah mampu 
untuk mengatasi persoalan ini.
  Dipaparkan Yan, para pejuang serta pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia 
(NKRI) ini, bukan untuk kita saling memusuhi dan saling merampas hak milik 
orang lain. Akan tetapi dimerdekakan negara ini penuh dengan kasih sayang dalam 
agama dan kepercayaan masing-masing sebagai insan ciptaan-Nya. Membangun satu 
sama lain yang berada dalam negara ini dengan tidak memandang ras, suku, 
bangsa, daerah, agama. Namun kita sudah disatukan dalam satu tungku, yaitu 
tungku Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jiwa. 

  “Mari kita semua baik itu non Papua, Papua asli maupun Papua peranakan satu 
untuk menuju dan mendukung pemekaran Provinsi IJT ini. Provisi ini untuk kita 
dan hasil dari pembangunan ke depan dari provinsi ini, kitalah yang akan 
menikmati apabila pemerintah yang nantinya memimpin itu berwatak demokratis dan 
takut akan Tuhan,” tutur Yan.
  Usulan Nama Provinsi 
Pada 1 Januari 2001, saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Provinsi 
Irian Jaya diganti dengan nama Provinsi Papua. Pihaknya mengharapkan pemerintah 
pusat dan daerah, jangan kita kembalikan nama Irian-Irian dalam pemekaran ini. 
Karena bagi masyarakat, nama Irian itu tidak ideal dan yang ideal adalah Papua. 
Sehingga apabila dimekarkan diharapkan menggunakan nama Papua, sehingga nama 
ini menjadi impian bagi orang Papua.
  “Kami minta nama IJT diruba menjadi Papua Tengah. Nama Irian sudah tidak 
berlaku lagi bagi kami orang Papua. Kalau memang hasil pemekaran dari Provinsi 
Papua ini diberikan nama Irian Jaya Barat, Irian Jaya Tengah, Irian Jaya 
Selatan dan lain sebagainya, dibalik itu ada apa dan mengapa harus nama Irian 
dikembalikan lagi. 

  Apabila memang demikian SK pergantian nama dari Irian menjadi Papua harus 
dicabut kembali,” tuturnya.

                
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

[Non-text portions of this message have been removed]





****

HELP ME !

Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?

di SERVO aja...!

TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
 
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, 
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir 
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
 ...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya 
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi 
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya 
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya 
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia 
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa 
pusing sekali. 
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut 
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............

Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin 
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya 
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga 
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya 
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti 
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa 
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke