Surati Sekjen PBB Minta Kasus Papua Dibahas
     
  Jaringan Separatis Papua Merdeka Di Australia Terendus (1) 

Jaringan untuk mendukung ke­mer­dekaaan Papua ternyata telah 
dipersiapkan se­cara rapi, sistematis dan terencana. Mulai dari soal 
pendanaan hingga peran LSM di luar dan dalam negeri. 

Australia sudah mempersiapkan segalanya de­mi Papua. Itulah gambaran yang 
nam­pak dari data yang disampaikan ang­gota DPR Effendi Simbolon soal 
ja­ringan pendukung Papua Merdeka. 

Di kalangan parlemen ada lima se­nator top yang getol mensuarakan 
ke­mer­dekaan Papua. Mereka adalah Greg Sword dari Partai Buruh, Bob 
Brown dan Kerry Nettle dari Partai Hi­jau, Andrew Barlet dan Natasha 
Des­po­ja dari Partai Demokrat Australia. 

Kelima senator ini memiliki cara ker­ja dan jaringan yang berbeda-beda 
da­lam mendukung kemerdekaan provinsi pa­ling barat ini. Greg Sword 
misalnya, pa­da tahun 2000, telah melakukan per­se­tu­juan 
dengan tokoh Papua Merdeka Ja­c­­ob Rumbiak. Isinya soal dukungan 
ge­rakan separatis Papua Merdeka. Dan, pada tahun 2006 ini, Greg aktif 
meng­galang dana menopang aksi se­paratis. Selain dengan Jacob Rumbiak, 
se­na­tor asal Melbourne ini juga ber­hu­bung­an dengan 
panel Dewan Papua, Rex Ru­makiek dan John Ondowane. Ke­du­a­nya 
pentolan separatis. 

Berbeda dengan peran Bob Brown. Pa­da tahun 2000-2006, Ketua Partai 
Hi­jau ini aktif membentuk kerjasama antar parlemen yang sudi mendukung 
Pa­pua. Bahkan, Brown pula yang me­mi­n­ta agar sejarah soal 
Irian Jaya di­lu­ruskan. Sedangkan, senator Kerry Nettle, 
me­ru­pakan aktor utama di balik pem­be­ri­an visa 
sementara bagi 42 warga Pa­pua. Kerry satu-satunya senator yang mendapatkan 
hadiah “Mahkota Pa­pua” dari kelompok pro separatis di Sid­ney beberapa 
waktu lalu. 

Sebagai diketahui, 42 pencari suaka di­terbangkan ke Pulau Christmas, yang 
ter­letak di ujung Samudra Hindia se­te­lah mendarat di dermaga 
Cape York. Mereka akhirnya diberi visa sementara oleh pihak Imigrasi Australia. 
Langkah ini­lah yang akhirya memunculkan pro­tes dari Jakarta. Saat 
ini, pemerintah Indonesia tengah men­cekal Nettle agar tidak bisa masuk 
Pa­pua. Dia sempat protes atas langkah ini. “Ada apa kok saya dicekal oleh 
In­do­nesia, ini pasti ada apa-apanya,” ujar­nya. 

Yang mengejutkan, bila anggota DPR ingin mengajukan kasus visa orang Papua ini 
ke PBB, maka itu terlambat. Se­bab, senator Andrew Barlet sudah le­bih 
dulu melobi PBB agar meninjau ke­absahan Pepera 1969, yang menjadi dasar 
perjanjian masuknya Papua ke wi­layah Indonesia. Dia sudah mengi­rim 
surat ke Sekjen PBB Kofi Anan. Lalu bagaimana dengan peran LSM? Wa­kil 
Ketua DPR Soetardjo Soe­jo­goe­ritno mensinyalir adanya lembaga 
swa­daya masyarakat (LSM) di Papua yang mendorong masyarakat Papua 
un­tuk minta suaka politik ke Australia. Ka­rena itu, Mbah Tardjo 
me­min­ta pe­me­rintah untuk menyelidiki dan 
me­was­padai LSM-LSM di Papua. 

‘’Sebab banyak di antara mereka (LSM-LSM) itu setia kepada pemberi da­na 
daripada ke negara. Karenanya BIN (Badan Intelijen Nasional) dan 
ke­po­lisian harus segera melakukan pe­nye­lidikan terhdap 
LSM-LSM di Pa­pua, yang diduga kuat menjadi pen­do­rong 42 orang 
warga Papua minta suaka ke Australia,’’ jelas Mbah Tardjo di Gedung DPR/MPR 
Senayan Ja­kar­ta, kemarin. Politisi gaek dari PDI Perjuangan ini 
meyakini kalau ada yang menghasut warga Papua untuk minta suaka politik kepada 
Australia. ‘’Tidak akan mung­kin warga Papua minta suaka politik kepada 
Australia kalau tidak ada yang meng­hasut.Masa orang awan tahu ten­tang 
sua­ka politik. Pasti ada yang mem­peng­aruhi,’’ tandasnya. (DGYBO) 




                
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]






****

HELP ME !

Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?

di SERVO aja...!

TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
 
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, 
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir 
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
 ...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya 
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi 
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya 
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya 
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia 
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa 
pusing sekali. 
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut 
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............

Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin 
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya 
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga 
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya 
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti 
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa 
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke