Di Bandara Sentani
Pengawasan Orang Asing Diperketat
Jayapura Kepolisian Daerah (Polda) dan Imigrasi Papua memperketat pengawasan
terhadap kunjungan warga negara asing (WNA) yang tiba di Bandara Sentani
Jayapura. Langkah itu untuk mencegah masuknya lembaga swadaya masyarakat (LSM)
asing yang akan melakukan kegiatan di Papua dengan berkedok mengadakan
penelitian.
Kapolda Papua, Irjen Tommy Jacobus dalam keterangannya kepada SH, Jumat (7/4)
mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi campur tangan
pihak asing yang dapat memperkeruh situasi di Papua yang sudah mulai kondusif
pasca insiden Abepura, 16 Maret 2005.
Yang lebih penting lagi, menurut Tommy Jacobus, setiap aktivis LSM asing yang
masuk ke Papua akan diperiksa surat-surat perjalanannya serta dokumen lainnya
secara ketat dan akan diawasi gerak-geriknya terkecuali sebagai orang asing
yang benar-benar wisatawan bekerja atau yang bergerak di bidang keagamaan.
Jangan sampai kedatangan aktivis LSM asing ke Papua, kemudian melakukan
kegiatan politik dengan mewawancarai tokoh-tokoh tertentu, malahan akan
menambah keruh suasana. Kalau itu dilakukan oleh aktivis LSM asing tersebut,
maka Polda Papua akan meminta yang bersangkutan segera meninggalkan Papua,
tegasnya.
LSM Australia
Dalam kesempatan itu, Kapolda Irjen Tommy Jacobus menjelaskan pihaknya pada
Rabu (5/4) telah meminta seorang aktivis LSM warga negara Australia
meninggalkan Papua karena telah melakukan kegiatan-kegiatan mengarah pada
politik terutama pada isu politik di Jayapura dengan mewawancarai berbagai
tokoh Papua secara terpisah.
Dia menyatakan, gerak-gerik yang bersangkutan telah diamati oleh pihak intel
Polda Papua sejak kedatangannya. Karena kegiatannya tersebut, dengan dikawal
oleh intelpolda Papua ke Bandara Sentani Jayapura, dan selanjutnya diminta naik
pesawat yang menuju ke Jakarta.
Dia diminta meninggalkan Papua dan bersedia. Jadi tidak perlu diusir. Semula
dia akan menuju ke Timika dengan ditemani seorang tokoh Papua dan di Timika
akan mewawancarai beberapa tokoh. Kemudian dia sendiri membatalkan kunjungannya
itu. Papua tidak tertutup bagi orang asing, asalkan jelas maksud dan tujuannya
ujarnya.
Aktivis LSM warga negara Australia itu diketahui adalah seorang perempuan
bernama Francesca Lawe-Davis dari International Crisis Group yang berkantor di
Menara Thamrin lantai 14 Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.
Francesca tiba di Jayapura Senin (3/4) bertepatan dengan rapat pleno KPUD
Papua, rekapitulasi hasil pilkada gubernur/wakil gubernur Papua.
Dalam dua hari yang bersangkutan telah melakukan serangkaian kegiatan dengan
mewawancarai beberapa tokoh Papua. Kemudian pada Rabu (5/4), ia rencananya akan
ke Timika dengan seorang tokoh Papua tapi dicekal oleh Polda Papua dan diminta
kembali ke Jakarta.
Menurut Kapolda Papua, pihaknya telah melaporkan hal itu kepada Kapolri
Jenderal Sutanto. Di Jakarta, untuk penanganan lebih lanjut sudah menjadi
kewenangan Mabes Polri.
Sedangkan, Francesca yang berhasil dihubungi SH melalui telepon membenarkan
dirinya memang mempersingkat kegiatannya di Papua, dan harus membatalkan
kunjungannya ke Timika. (DGYBO)
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HELP ME !
Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?
di SERVO aja...!
TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya,
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.
Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa
pusing sekali.
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............
Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.
SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/