HUBUNGAN DIPLOMATIK
Skenario Australia Kian Jelas 

  
 Dugaan bahwa Australia punya skenario melahirkan Timor Timur jilid II di 
Indonesia kian kuat. Bukti baru terungkap dari kumpulan data intelijen dalam 
kasus Abepura berdarah yang terjadi beberapa waktu lalu. Australia terindikasi 
berupaya mengarahkan kasus bentrokan di Abepura sebagai tonggak Santa Cruz yang 
melicinkan jalan Timor Timur lepas dari pangkuan NKRI. 
      
   Sejarah mencatat, momen hitam Santa Cruz di Dili pada 12 November 1991 
menjadi tonggak historis bagi kemerdekaan Timor Timur. "Menurut data intelijen, 
Australia memang punya skenario menjadikan kasus Abepura sebagai Santa Cruz 
kedua," kata anggota Komisi I DPR Yuddi Chrisnandi di Jakarta, kemarin.   
  
   Menurut Yuddi, berdasarkan fakta itu, situasi dan kondisi politik nasional 
sekarang ini sungguh mengkhawatirkan. Karena itu, ujarnya, Komisi I DPR segera 
menyampaikan data penting mengenai campur-tangan Australia ini kepada 
pemerintah.   
  
   Data itu, kata Yuddi, akan menjadi argumen Komisi I DPR untuk mendesak 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar bertindak lebih tegas terhadap 
Australia. "Kita juga akan memanggil Presiden untuk meminta penjelasan tentang 
kegiatan diplomatik kita yang lemah. Kalau perlu kita akan membawa persoalan 
ini ke sidang paripurna DPR," ujarnya.   
  
   Menurut Yuddi, sebelum kemarahan bangsa berubah menjadi anarkis, DPR juga 
akan mendesak pemerintah agar menuntut Australia ke Mahkamah Internasional. 
Sebab, Canberra sudah terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga Negara 
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   
  
   "Kita jangan lupa, Australia sangat berperan dalam proses kemerdekaan Timor 
Timur. Ini harus dijadikan pelajaran. Pemberian fasilitas oleh pemerintah 
Australia kepada 42 warga separatis Papua sudah bisa dijadikan bukti untuk 
mengajukan Australia ke Mahkamah Internasional," ujarnya.   
  
   Yuddi memperrinci, pemberian fasilitas itu adalah sikap Australia yang 
memperlakukan ke-42 WNI asal Papua seperti pahlawan sejak mendarat di Pulau 
Christmas hingga menerbangkan mereka ke Melbourne. Semua menggunakan sarana dan 
biaya pemerintah Australia.   
  
   "Menurut aturan internasional, penerima suaka dilarang melakukan aktivitas 
politik. Tapi saat mendarat di Australia, mereka langsung mengibarkan bendera 
Bintang Kejora dan memaki-maki pemerintah Indonesia di hadapan puluhan media 
setempat. Ini sangat menyakitkan," tutur Yuddi.   
  
   Yuddi menilai, permintaan Australia agar pemerintah Indonesia menunjukkan 
bukti keterlibatan mereka mendanai kegiatan separatisme di Papua merupakan 
wujud standar ganda mereka terhadap Indonesia. "Tuduhan genocide (pemusnahan 
massal) oleh TNI di Papua tak pernah bisa mereka buktikan. Namun kini mereka 
meminta bukti kasus dukungan dana oleh LSM asing, khususnya Australia. Tapi apa 
pemberian berbagai fasilitas terhadap 42 warga Papua itu bukan bukti?" katanya. 
  
  
   Sementara itu, pengamat politik Indria Samego mengatakan, kasus pemberian 
suaka politik bagi 42 WNI asal Papua telah dijadikan euforia partai oposisi di 
Australia untuk menarik simpati publik di negara itu. "Partai Hijau mencari 
simpati karena sedang tak berkuasa. Tapi celakanya, Partai Buruh yang berkuasa 
juga ikut-ikutan mendukung, karena mereka khawatir kehilangan konstituen. 
Menurut saya, setelah dulu Timtim, sekarang masalah Papua memang menjadi 
komoditas politik yang punya nilai jual di Australia," kata Indria.   
  
   Peneliti senior LIPI itu menduga kuat Australia memasok dana untuk kelompok 
prokemerdekaan Papua. "Cuma yang jadi masalah, yang menyokong dana itu 
pemerintah atau warganya. Kita sangat mengkhawatirkan intervensi Australia 
sudah sangat berlebihan. Pemerintah mestinya bertindak lebih tegas," ujarnya.   
  
   Di lain pihak, Menlu Hassan Wirajuda mengatakan, pemerintah Australia telah 
menjamin bahwa bantuan mereka tidak akan dibelokkan untuk mendukung gerakan 
separatisme di Papua. Pemerintah Australia, tuturnya, bahkan meminta informasi 
dari pemerintah Indonesia jika ada indikasi tentang dukungan dana dari pihak di 
Australia kepada kelompok separatis Papua.   
  
   Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Tommy Jacobus menegaskan, gerakan 
separatis di Papua masih ada. Itu terbukti dari berbagai kegiatan yang 
nyata-nyata mendukung gerakan tersebut. (TPN/OPM)


                
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just 2ยข/min 
with Yahoo! Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]






****

HELP ME !

Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?

di SERVO aja...!

TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
 
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, 
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir 
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
 ...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya 
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi 
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya 
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya 
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia 
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa 
pusing sekali. 
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut 
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............

Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin 
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya 
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga 
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya 
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti 
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa 
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke