Hanya sebagai bahan bacaan
jangan dikomentari. CUKUP DIBATHIN AJA
Sosok Puspo Wardoyo
Pria Mampu Wajib Berpoligami
Masa kecil ia jalani dengan penuh perjuangan hidup. Sejak masih berusia 13
tahun, sudah kelihatan keuletannya dalam bekerja. Setiap habis salat subuh,
dengan sigap ia membantu orang tuanya membersihkan ayam potong untuk dijual ke
pasar. Setelah selesai, baru ia berangkat ke sekolah.
Sepulang sekolah, kembali ia membantu ayahnya berjualan makanan. Warung yang
menyediakan aneka masakan dari ayam tersebut dibuka siang hingga malam hari di
samping rumahnya yang berlokasi dekat kampus Universitas Nasional Surakarta
Sebelas Maret (UNS).
Dagangan ayam potong dan warung makanan it laris, cukup untuk membiayai
kehidupan mereka. Hasilnya juga cukup untuk membiayai sekolah Puspo beserta
ketujuh saudaranya. "Ayah saya ingin anak-anaknya menjadi pegawai negeri,"
tutur Puspo.
"Padahal ketika masih kecil saya ingin menjadi pria seperti Arjuna, tokoh
pewayangan yang menang dalam setiap pertempuran dan beristri lebih dari satu,"
anak ketiga dari 8 bersaudara itu mengungkapkan. Tentu saja angan-angan
tersebut dianggap terlalu muluk dan mengada-ada saat itu. Keinginan sang ayah
yang kemudian terwujud. Puspo sempat menjadi guru kesenian sebuah SMU.
Suatu hari ia dipanggil bapaknya dan diberi wejangan, kalau mau sukses harus
menjadi pedagang. Keesokan harinya, sang ayah mengalami kecelakaan dan
meninggal dunia. Menyadari bahwa karirrnya sebagai guru selama tiga tahun tidak
ada peningkatan, ia tinggalkan propesi sebagai pegawai negeri itu. Sebuah
warung lesehan di kaki lima yang menyajikan ayam goreng ia buka pada tahun 1986
di kota kelahirannya Surakarta.
Dipengaruhi cerita temannya yang telah sukses berdagang bakso di Medan, ia
lalu ingin merantau juga. Sang teman bis mengantongi keuntungan 24 juta setiap
bulan, bisa membangun rumah besar yang terbilang mewah bagi ukuran pedagang
bakso. Warung ayam goreng miliknya kemudian dia oper dan diteruskan oleh
temannya, dan masih buka hingga kini.
Karena tidak memiliki modal yang cukup untuk berdagang di Medan, Puspo lalu
menerima tawaran bekerja sebagai guru di Perguruan Wahidin Bagan siapiapi,
Riau. "Kembali menjadi guru saya terpaksa lakukan untuk mengumppulkan modal,"
tuturnya. Mengajar selama dua tahun, Puspo berhasil mengumpulkan uang sebesar
2, 4 juta.
Di tanah rantau ini ia menyunting Rini Purwani, lulusan Fakultas Ekonomi
Universitas Gajah Mada, rekan seprofesinya mengajar. Berbekal uang tabungannya
itu, dengan tekad bulat ia hijrah ke Medan bersama istrinya dan seorang anaknya
yang masih kecil.
Di kota ini ia mulai membuka warung kaki lima yang menyajikan ayam bakar.
"Itu yang dipesan almarhum ayah saya, kalau saya mau sukses berdagang dan
kebetulan makanan jenis itu belum ada di Medan," tuturnya. Uang yang ia
kumpulkan dari Riau itu sebagian dibelikan sebuah motor dan sisanya di putar
sebagai modal usaha. "Sewa tempatnya hanya Rp 1.500 perhari," tuturnya.
Pada awalnya, warung itu hanya mampu menjual 3-4 ekor ayam setiap hari. Malah
di hari pertama tak seorang pun yang datang ke warung yang hanya mampu
menampung 10 orang itu. Saya semakin tertantang untuk berusaha di Medan,
meskipun banyak orang menganggap kehidupan di Medan sangat keras, " Puspo
mengungkapkan.
Pada tahun pertama, usahanya tak menunjukkan kemajuan yang berarti. sang
istri yang saat itu telah bekerja sebagai dosen politeknik di Universitas
Sumatera Utara, Medan sempatmenyuruhnya berhenti berjualan. Alasannya malu
memiliki suami berjualan ayam bakar di kaki lima.
Puspo tak lantas menyerah begitu saja, ia terus menekuni usahanya. Sampai
suatu saat seorang karyawannya yang baru saja di pinjami uang membawa seorang
wartawan ke warungnya. Warung yang berlabel Ayam Bakar Wong Solo itu kemudian
jadi terkenal setelah dipublikasikan oleh sang wartawan di sebuah surat kabar
setempat.
Dagangannya, sesuai pesan terakhir ayahnya, mulai membuahkan hasil. Ayam
bakarnya laris manis dan banyak digemari masyarakat Medan. Pada 1993, ia
membuka cabang pertama di Medan dan kemudian membuka restoran ketiga di Medan.
Sejak 1997, Wong Solo mulai ekspansi ke luar Medan dan terus berkembang dan
membuka cabangnya di berbagai kota di pelosok tanah air.
Setelah sukses di daerah, awal 2002 lalu mulai merambah Jakarta. Kini rumah
makan Wong Solo telah berjumlah tak kurang dari 22 outlet lebih. Jika dulu
awalnya Puspo hanya mampu menjual 3 ekor ayam, kini dibutuhkan sedikirnya 6000
ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan seluruh gerai ayam bakar tersebut.
Ketika sukses mengembangkan usahanya, pria yang selalu tampil bersahaja ini
juga merasa tak cukup beristri satu. "Seorang lelaki yang mampu dari segi
materiil dan berahlak baik, berkewajiban memiliki istri lebih dari satu," bapak
dari 10 anak ini mengungkapkan.
Bagaiman asmara suksesnya dalam mengembangkan usaha sertaa berpoligami? simak
petikan wawancara berikut ini:
Mengapa Anda tak memilih Jakarta untuk memulai usaha?
Sebelum ke Medan sempat juga saya menjajaki ke Jakarta. Wah, ngeri saya
melihat persaingan usaha di Jakarta saat itu, sudah terlalu banyak saingannya.
Masih ada warung pertama Anda di Medan dulu?
Lokasi warung pertama itu sudah tergusur untuk perumahan. Kami lalu membeli
lahan di dekatnya, dan masih ada sampai sekarang, sekaligus menjadi kantor
pusat Rumah Makan Wong Solo.
Mengapa baru membuka cabang di Jakarta? Strategi kami adalah mengepung dulu
sebelum masuk Jakarta. Kami harus berhasil dan punya brand yang kuat dulu di
daerah, baru setelah itu membuka di Jakarta.
Belajar dari mana strategi itu?
Dari pengalaman saya sendiri.
Tidak pernah belajar manajemen secara formal?
Tidak, tapi saya pernah belajar tentang franchise dari seorang ahli waralaba
asal Swedia. Pada 1997 dia pernah mengadakan pelatihan di Medan.
Dari semua cabang yang ada, berapa outlet milik Anda sendiri?
Ada 16 restoran. Pengembangan selanjutnya selalu dengan sistem franchise.
Kami targetkan ada 20 outlet di kawasan Jabotabek, dan bisa tercapai pada 2005
nanti. Semua cabang baru yang bakal dibuka itu sudah ada pembeli waralabanya.
Berapa jumlah seluruh Rumah Makan Wong Solo yang Anda inginkan nantinya?
Target kami, 100 restoran ada di setiap kota besar di seluruh Indonesia.
Calon franchise nya sudah ada, tinggal menunggu giliran pembangunannya saja.
Setelah itu kami akan mulai masuk ke mal atau plaza.
Kapan membuka cabang ke luar negeri?
Tahun ini kami akan membuka cabang di Malaysia. Dari sana kemudian akan
mengembangkan ke Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Benarkah mengembangkan usaha dengan sistem waralaba itu jarang gagal?
Ya. Usaha yang sehat itu dikembangkan dengan sistem franchise. Tingkat
kegagalan- nya tak sampai 10 persen.
Anda pernah gagal dalam mengembangkannya?
Pernah. Wong Solo di Banda Aceh, yang merupakan cabang pertama di luar Medan,
tutup sementara karena situasi daerah tersebut yang terus dilanda konflik.
Sebuah outlet di Padang juga sempat tak bisa diterima oleh masyarakat setempat.
Lidah mereka suka masakan pedas dan bersantan, sementara masakan kami cenderung
manis.
Bagaimana prospek usaha makanan di masa mendatang?
Saya yakin prospek usaha semacam ini akan tetap bagus di era global. Makanan
termasuk kebutuhan utama manusia selain perempuan, he he he.
Di era AFTA ini tentu makin banyak rumah makan merek asing masuk ke
Indonesia. Ancaman bagi usaha Anda?
Tak perlu terancam, justru itu merupakan tantangan untuk semakin maju. Kami
harus makin memperkuat diri agar bisa terus bersaing di era global itu.
Pemerintah juga harus membantu agar makanan lokal terus berkembang dan lebih
maju.
Berapa investasi membuka sebuah cabang Wong Solo dengan sistem waralaba?
Paket waralabanya dari Rp 250 juta hingga Rp 950 juta. Itu belum termasuk
tempat usaha.
Untuk apa saja uang itu?
Membangun interior peralatan, serta sebagai modal kerja awal. Kami juga
mengadakan pelatihan juru masak dan karyawan lainnya. Setelah siap semua, kami
serahkan kepada pemiliknya.
Anda bertindak sebagai Franchisor sekaligus kontraktor pembangunan fisiknya?
Ya. Dengan begitu franchise tak perlu repot-repot lagi, tinggal terima jadi
dan mengoperasikannya.
Perusahaan pemborongnya milik Anda juga?
Ya. Kami punya divisi untuk mengerjakan itu, divisi mebel dan ukir-ukiran.
Berapa jumlah seluruh karyawan Wong Solo?
Total karyawan seluruhnya sekitar 1.200 orang. Di luar itu masih melibatkan
sekitar 20 pemasok, dan divisi kontraktor memiliki sekitar 100 karyawan.
Rencana mengembangkan jenis makanan lain?
Ya. Saat ini kan sedang ngetren makanan steak. Kami kini sedang mengembangkan
paket waralaba kaki lima dengan nama "Steak KQS". Yang pertama sudah dibuka di
Malang, Jawa Timur, dan menggunakan daging sapi lokal serta impor.
Berapa nilai investasi untuk sebuah outlet?
Paket waralaba yang kami tawarkan dari Rp 50 juta sampai Rp 75 juta. Paket
tertinggi dikombinasikan dengan bakso bakar. Nantinya, 50 menu masakan yang
dimiliki Wong Solo juga akan dipecah-pecah dan dijual di kaki lima dengan nama
Ayam Bakar KQS, Ayam Goreng KQS, Nasi Goreng KQS.
Apakah itu tidak akan mengurangi konsumen Ayam Bakar Wong Solo sendiri?
Tidak. Justru itu akan menjaring konsumen dari lapisan di bawah pelanggan
Wong Solo. Orang-orang yang tidak mampu makan di Wong Solo nantinya bisa
menikmati kelezatannya de- ngan harga terjangkau.
Masih kurang Anda telah memiliki begitu banyak rumah makan?
Manusia yang baik, adalah manusia yang bisa berguna bagi orang banyak. Dengan
terus membuka usaha kan bisa membuka lapangan kerja baru.
Apakah nantinya Anda tetap akan berkecimpung di bisnis makanan?
Ya. Saya tak ingin masuk ke jenis usaha lain. Bakat saya cuma memasak, dan
saya sudah terlalu mencintai bidang makanan lokal seperti ini. Nantinya kami
ingin mengusai franchise jenis masakan lokal di Indonesia.
Tak ingin mengembangkan divisi kontraktor?
Enggak, usaha itu hanya untuk menunjang bisnis utama kami. Divisi itu hanya
melayani kebutuhan sendiri. Itu pun sudah kewalahan.
Setelah berhasil mengembangkan usaha rumah makan, mengapa Anda membutuhkan
istri lebih dari satu?
Dorongan biologis untuk kawin lagi, merupakan fitrah seorang laki-laki dari
Allah. Beristri empat itu merupakan sunnah Rasulullah. Bagi saya yang cukup
mampu, secara materiil, spiritual, dan mampu berlaku adil, merupakan kewajiban
untuk beristri lebih dari satu. Kalau ada lelaki punya kemampuan menjadi
pemimpin seperti itu, tapi hanya beristri satu, kan mubazir, rugi dong, he he
he.
Jadi poligami itu wajib bagi pria yang mampu?
Ya. Seorang lelaki yang mampu dari segi materiil dan berakhlak baik,
berkewajiban punya istri lebih dari satu. Poligami itu merupakan tindakan
paling baik. Jadi bagi pria yang mampu seperti tadi, harus berpoligami. Saya
ingin menyebarkan virus poligami.
Anda memang mau memasyarakatkan poligami?
Ya. Virus poligami itu memang harus disebarkan. Nantinya, para pengusaha
besar Indonesia bisa mengikuti saya dalam berpoligami. Kalau ada 20 juta
pengusaha sukses dan mampu beristri dua, itu kan berarti sudah bisa memberikan
kehidupan lumayan kepada 40 juta wanita. Dengan begitu, sebagian masalah TKW
kan sudah bisa teratasi, dan bisa membuat makmur banyak wanita.
Kata orang, satu istri saja enggak "habis-habis", buat apa beristri lagi?
Bohong kalau ada pria berpendapat seperti itu. Ka- lau ada pria beristri
hanya satu sampai tua, itu malah atut dicurigai.
Kapan Anda menikah kedua?
Tahun 1996. Istri kedua saya itu saat ini berusia 26, dan telah dikaruniai
satu anak
Sebelum menikah lagi apakah butuh pacaran lebih dulu?
Enggak, tapi perlu saling menjajaki dan sebelumnya diawali perasaan suka atau
naksir lebih dulu. Istri kedua saya adalah mantan karyawan saya sendiri.
Awalnya naksir, kemudian ngobrol- ngobrol, dan tentu saja pacarannya harus
baik- baik, ada batasannya. Dengan manjadikannya istri, merupakan penghormatan
baginya. Saya tingkatkan derajatnya, dari karyawan mening- kat jadi istri.
Apakah memberitahu istri pertama keiika Anda berencana menikah lagi?
Enggak perlu, karena malah enggak jadi kalau memberitahu. Suami tidak perlu
meminta izin istri. Poligami adalah hak laki-laki, Sementara kebanyakan, bahkan
semua istri, hampir pasti tidak akan memberi izin jika suaminya menikah lagi.
Kalaupun istri tahu, boleh jadi ia akan tersinggung dan minta cerai.
Menikah lagi secara diam-diam itu saya lakukan dengan niat melaksanakan
program Allah, menghindarkan diri dari perbuatan zina, dan tidak akan
meninggalkan istri sebelumnya. Apabila istri pertama sudah siap, baru diberi
tahu, agar ia dapat menerima keadaan suami yang sudah terlanjur menikah lagi.
Bagaimana dengan istri kedua?
Sebelum menikah, istri kedua saya yakinkan, bahwa dia nanti harus rela untuk
digilir atau berbagi waktu, dan menerima kedatangan saya yang tidak tentu
waktunya.
Bagaimana Anda bisa membuai istri pertama mau menerima dimadu?
Sebelum dia tahu, harus diberi pemahaman lebih dulu, sebagai istri pertama
dia membutuhkan dimadu. Itu sebabnya suaminya harus berpoligami. Sering saya
mengajak istri pertama berdiskusi tentang perlunya poligami, sampai dia yakin
betul dan mau menerimanya.
Mindset istri pertama itu yang harus diubah. Harus ditanamkan kepadanya,
istri yang baik dan saleh adalah tunduk terhadap suami, taat dan bisa
menyenangkan saami. Ia harus rela dan malah bahagia suaminya beristri lagi.
Akhirnya tahu juga dia?
Ya. Meskipun tanpa memberitahu kalau saya sudah menikah lagi, tapi ia
sebenarnya sudah tahu dengan melihat gerak-gerik saya. Dia tahunya malah dari
adik saya. Saya yang menyuruh agar adik saya memberitahu padanya, bahwa saya
telah menikah lagi.
Tak protes setelah tahu?
Tidak. Alhamdulillah perkawinan kedua berjalan lancar tanpa percecokan dengan
istri pertama. Dan ternyata setelah berpoligami justru membawa hikmah
tersendiri bagi istri pertama saya. Dengan adanya saingan itu, cintanya kepada
saya jadi lebih mendalam.
Setelah itu kembali saya yakinkan kepada keduanya, saya perlu membagi cinta
lagi dengan istri ketiga. Saya akan merasa berdosa kalau cuma beristri dua.
Kalau cuma dua kan satu sama lain bisa saling cemburu, jadi butuh wanita
ketiga. Dengan begitu tak akan saling cemburu lagi.
Untuk menikah ketiga Anda perlu minta ijin dari kedua istri Anda?
Tak perlu minta ijin juga. Istri ketiga saya seorang sarjana, juga mantan
karyawan Wong Solo. Menikahinya merupakan penghargaan kepadanya sebagai
karyawan yang baik.
Yang keempat bagaimana?
Untuk mendapatkan istri keempat, kami pasang iklan di sebuah surat kabar yang
terbit di Semarang untuk mencari seorang sekretaris pribadi buat saya. Ada 400
pelamar datang sendiri ke Rumah Makan Wong Solo di Semarang.
Apa saja kriterianya?
Harus sarjana, berjilbab, akhlaknya baik, enggak perlu terlalu cantik,
sedang-sedang saja wajahnya. Setelah diseleksi dan diwawancara oleh tim khusus,
akhirnya tinggal dua pilihan. Saya bersama istri saya yang memilih salah satu.
Saya memang sreg sekali dengan pilihan itu.
Setelah dipilih, ia bekerja dulu sebagai sekretaris?
Ya. Awalnya dia bekerja sebagai sekretaris pribadi. Setelah mengenalnya lebih
dekat, baru saya ungkapkan, bahwa maksud lain perekrutan itu juga untuk mencari
istri keempat. Karena kami nanti sering bertemu, dan agar tidak menimbulkan
fitnah serta dosa, maka lebih baik menikah. Setelah orang tuanya merestui, kami
menikah, dan akhirnya seperti sekarang, tetap berjalan lancar.
Bagaimana cara Anda mengelola empat istri itu?
Saya tegakkan dulu hak dan kewajiban masing-masing. Saya sebagai lelaki
mencari nafkah, mendidik anak dan istri, berdakwah, dan jihad fisabilillah.
Suami merupakan kalifah atau pemimpin di dalam rumah tangga juga di muka bumi.
Tugas suami bukan cuma terbatas sebagai kepala keluarga, juga pimpinan
jaringan usaha yang cukup besar seperti ini, dan nantinya juga akan menjadi
pemimpin umat, serta bisa dijadikan teladan. Semua tugas dan kewajiban suami
itu sudah saya penuhi. Memang tidak mu- dah mengelola empat keluarga. Yang
punya satu istri atau satu rumah tangga saja banyak yang gagal.
Bagaimana dengan tugas istri menurut Anda?
Tugas istri adalah menjaga dan mengurus rumah, mendidik anak menjadi pemimpin
di rumah atau berpe ran sebagai uztadzah ketika suami tak di rumah, melayani
suami dengan baik. Istri juga sebagai belahan jiwa suami. Kalau semua kewajiban
masing-masing itu dijalani, rumah tangga tak akan ada masalah. Anak-anak juga
akan terurus dengan baik, bisa jadi anak saleh, pintar dan tidak keluyuran tak
karuan ke mana-mana. Istri harus taat pada suami dalam segala hal, selama suami
tidak melanggar hukum.
Di mana saja keempat istri Anda tinggal?
Dua di Medan, dua di Jakarta.
Bagaimana membagi jadwal kunjungannya?
Sebelumnya kami adakan konsensus. Seorang istri mendapat jatah seminggu. Jadi
seminggu di Medan, seminggu berikutnya di Jakarta, begitu seterusnya. Kecuali
jika ada keperluan bisnis, seperti pembukaan outlet baru di satu kota. Yang
seharusnya mendapat giliran kunjungan harus mau berubah jadwal. Juga kalau ada
shooting televisi umpamanya, padahal giliran Medan, ya harus mau diganti
waktunya. Seperti shift tugas begitu, he he he.
Dari empat istri itu ada yang paling Anda cintai?
Tidak, Saya mencintai semuanya.
Mereka sendiri bagaimana?
Kalau cuma satu istri, dia bisa seenaknya sendiri, karena tidak ada
saingannya. Namun kalau beristri lebih dari satu, masing-masing istri akan
bersa- ing untuk lebih mempercantik diri lebih dicintai suami.
Pernahkah berkumpul bersama?
Ya sering. Seperti ketika kami berlima menunaikan ibadah haji bersama.
Apakah tidak jadi perhatian banyak orang di sana?
Orang Arab sangat suka melihat kebersamaan kami itu. Kami malah mendapat
tempat yang bagus dan dilayani secara khusus. Bila ada semacam seminar yang
membahas poligami, istri-istri saya sering tampil bersama. Mereka mengungkapkan
secara gamblang bahwa mereka memang bisa memahami dan menerima poligami. Mereka
juga berkumpul bersama ketika salah satu istri ada yang punya hajatan seperti
menyunatkan anaknya.
Anda harus ada di mana saat lebaran?
Berkumpul di saat lebaran juga bergiliran.
Apakah benar, setiap istri Anda diberi kepemilikan satu outlet Wong Solo?
Tidak. Yang mengelola semua outlet milik saya sendiri adalah orang-orang
profesional. Saya hanya memberi nafkah atau dukungan finansial kepada setiap
istri sesuai kebutuhan masing-masing. Istri tidak harus ikut menjadi pengusaha,
dan tak perlu diarahkan menjadi pengusaha, tapi cukup menunjang usaha suami.
Cukup suami saja yang mencari nafkcah, dan saya tak mau melibatkan mereka pada
kegiatan usaha. Kalau anak-anak, baik lelaki maupun wanita harus jadi pengusaha.
Apakah tak sayang titel kesarjanaannya?
Seorang istri bergelar sarjana kan tidak harus bekerja di luar rumah.
Mengelola rumah tangga, mendidik anak, berperan sebagai kepala rumah tangga
ketika saya tak ada di rumah, merupakan karier tersendiri baginya.
Bagaimana Anda nanti membagi warisan kepada istri-istri Anda?
Ya mengikuti syariat yang ada. Dibagi rata empat istri, dan masing-masing
istri akan membagi kepada anak-anaknya.
Istri yang memiliki anak terbanyak akan menerima sama besarnya dengan istri
yang hanya beranak satu?
Ya. Harta warisan dibagi rata masing-masing istri. Besarnya warisan yang
diterima setiap istri bukan tergantung jumlah anaknya. Memang begitu aturan
atau hukum Islamnya.
Bagaimana dengan uang belanja mereka?
Saya memberi uang belanja kepada setiap istri sesuai kebutuhan, yang anaknya
lebih banyak tentu mendapat uang belanja lebih banyak dibanding istri yang
lebih sedikit anaknya.
Anak-anak Anda tidak pernah protes?
Tidak. Kalau sudah mampu mendidik dan memberi pemahaman kepada semua istri
soal poligami, anak-anak mereka akan menerimanya.
Bagaimana hubungan Anda dengan anak-anak?
Sangat baik. Saya selalu menyempatkan bersama anak-anak setiap giliran
bertemu dengan ibunya. Meskipun hanya seminggu bertemu dengan salah satu istri
dan anaknya, tapi pertemuan singkat itu selalu saya usahakan berkualitas. Kan
banyak suami yang setiap hari bertemu dengan anak istrinya, tapi tetap tidak
harmonis keluarganya.
Saya juga selalu sempatkan menanyakan bagaimana sekolah anak-anak, dan
berbincang segala hal dengan mereka. Saya harus bisa menempatkan diri sebagai
ayah sekaligus sebagai sahabat. Setiap hari saya juga selalu menyempatkan
menelepon mereka.
Bagaimana Anda mendidik anak-anak?
Mendidik anak itu paling utama adalah akhlaknya. Rumah kami seperti pondok
pesantren. Kami datangkan guru bahasa Inggris dan guru mengaji ke rumah.
Anak pertama Anda sudah kuliah?
Dia saat ini sedang kuliah bidang akuntansi di Yogyakarta.
Mereka akan meneruskan usaha Anda nantinya?
Ya. Setelah lulus, anak-anak harus ikut mengelola usaha saya. Namun, dia akan
diperlakukan sebagai karyawan biasa, ikut pelatihan dan melakukan pekerjaan
dari bawah. Ia harus benar-benar profesional. Kalau memang dia punya kemampuan
bagus, tak ada salahnya nanti menjadi pimpinan.
Apakah anak-anak Anda tak boleh berkarier sebagai profesional di perusahaan
orang lain?
Saya selalu ingin semua anak-anak menjadi entreprenur nantinya. Bidang itu
yang paling bagus prospeknya, dan peluang suksesnya juga besar. Itu sudah saya
kondisikan kepada mereka sejak kecil. Saat libur, ada yang bekerja di salah
satu outlet, menjadi tukang bersih-bersih.
Anda tega memperlakukan anak seperti itu?
Mereka harus mau melakukan itu. Saya ingin menanamkan kemandirian sejak
kecil. Mereka saya beri gaji, dan mereka bisa merasakan, kalau mau mendapat
uang ya harus bekerja.
Apakah anak laki-laki Anda juga diarahkan agar berpoligami nantinya?
Anak laki-laki saya harus mengikuti jejak saya nantinya dalam soal poligami.
Anak lelaki saya yang baru berusia 8 tahun saja sudah pernah membawa tiga teman
perempuannya bertemu saya dan ibunya. Ia menyebutnya sebagai pacar-pacarnya.
Saya cuma tertawa melihat tingkahnya. Itu baru anak saya, dan itu baru top, he
he he.
Anda rela kalau suami anak perempuan Anda juga berpoligami?
Itu bagus. Lebih bagus lagi kalau posisi anak perempuan saya sebagai istri
kedua. Ia lebih siap mental dan aman. Kalau ia sebagai istri pertama, akan
berat posisinya.
Bagaimana Anda menjaga stamina badan dalam melayani kebutuhan biologis empat
istri itu?
Yang paling penting, kondisi pikiran harus sehat dan bahagia. Penyakit kan
bisa timbul dari perasaan. Kalau perasaan kita tenang, bahagia, bisa jauh dari
penyakit. Saya suka minum jamu tradisional seperti kunyit putih, temulawak,
madu, dicampur telur ayam kampung.
Tak perlu obat kuat atau viagra?
Jamu-jamu atau obat itu sebenarnya tak menolong. Jadi jamunya bukan apa tapi
siapa.
Bagaimana Anda menjaga kesehatan?
Pola makan tetap saya jaga dengan baik. Banyak makan buah, sayur, ikan laut,
dan ayam kampung. Dan di sela kesibukan yang cukup padat, saya sempatkan untuk
rutin berenang atau jalan pagi.
Tak ada pantangan makanan?
Tidak. Saya masih suka makan daging kambing seminggu sekali.
Masih sempat menonton film?
Ya. Kadang-kadang saya juga sempatkan jalan-jalan sambil berbelanja bersama
anak-anak dan istri. Kami sempat pula berlibur bersama ke daerah pegunungan
atau pantai.
Anda masih tertarik melihat wanita cantik?
Sebagai lelaki normal, tentu tertarik melihat perempuan cantik.
Perempuan seperti apa yang paling menarik bagi Anda?
Paling menarik adalah perempuan lembut dan pemalu.
Apakah nantinya masih mau menikah lagi?
Enggak, sudah cukup empat saja.
Memangnya ada larangan untuk beristri lebih dari empat?
Boleh, tapi yang kelima dan seterusnya bukan istri, hamba sahaya sebutannya,
dan haknya tidak seperti keempat istri. Tapi saya enggak akan seperti itu.
Kenapa?
Nanti malah akan menimbulkan masalah. Bisa harmonis dengan empat istri ini
saja sudah sangat bagus. Kan banyak sekali pria yang hanya beristri satu, namun
tak mampu mempertahankan rumah tangganya.
Kapan Anda pensiun?
Pada usia 60 tahun nanti saya akan pensiun. Namun, usaha ini terus berjalan
dikelola para profesional dan anak-anak saya. Saat itu saya akan lebih
mendekatkan diri kepada Allah. Jadi sukses berusaha dan bisa masuk surga.
Masih punya obsesi lain?
Nantinya, kalau Wong Solo sudah berada di seluruh kota-kota besar Indonesia,
saya punya satu obsesi membangun rumah di Medan dan Jakarta. Di masing-masing
kota itu akan saya bangun lima rumah dalam satu lokasi, untuk saya sendiri dan
setiap istri. Jadi kalau saya sudah pensiun nanti, bisa berkumpul dengan empat
istri dalam satu lokasi, ya semacam Kerajaan Wong Solo begitu, he he he.
(ME-05-03/CN02)
Copyright © 2004 SUARA MERDEKA
---------------------------------
Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo!
Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HELP ME !
Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?
di SERVO aja...!
TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya,
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.
Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa
pusing sekali.
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............
Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.
SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/