Asyik Bersepeda, Awas Impotensi

        Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat, disamping
mengkonsumsi makanan bergizi, orang dianjurkan untuk rajin berolah raga.
Olahraga pun tak harus dilakukan dengan perangkat mahal, meski murah dan
meriah tetapi hasil yang didapat sama, yaitu tubuh terasa bugar.
      Selain jalan kaki, bersepeda adalah salah satu alternatif olah raga
yang murah. Jika Anda hobi bersepeda, berarti Anda tahu bagaimana menjaga
dan meningkatkan kebugaran fisik. Tetapi hendaknya Anda selalu berhati-hati,
karena kebiasaan bersepeda ternyata bisa menyebabkan gangguan ereksi.

      Seperti diketahui, di daerah selangkangan banyak terdapat saraf dan
pembuluh darah yang sangat penting dalam proses ereksi. Pada saat Anda
mengendarai sepeda, daerah sekitar alat kelamin, khususnya skrotum yang di
dalamnya berisi testis, mendapat tekanan pada sadel sepeda. Penekanan yang
terjadi di daerah selangkangan terutama ketika pengendara sepeda melakukan
posisi dimana kepala agak turun sejajar dengan tubuh, sehingga berat badan
bertumpu pada selangkangan.

      Sebuah penelitian mengatakan adanya kerusakan pada salah satu saraf
utama daerah kelamin akibat penekanan yang berlebihan pada daerah tersebut.
Yaitu gangguan atau bahkan kerusakan saraf atau penyumbatan pembuluh darah
di sekitar alat kelamin laki-laki.

      Gangguan ini timbul pada laki-laki dalam berbagai kelompok umur, baik
yang mempunyai resiko gangguan pembuluh darah maupun mereka yang mempunyai
kondisi kesehatan yang prima. Gangguan ini dihubungkan dengan lamanya
kebiasaan dan lamanya mengendarai sepeda.

      Penelitian menunjukkan pengendara sepeda yang terbanyak melaporkan
terjadinya disfungsi ereksi adalah mereka yang secara rutin menggunakan
sepeda minimal seminggu sekali, yakni 40 persen. Sementara mereka yang biasa
menggunakan sepeda statis hanya setengahnya, yaitu 20 %.

      Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar mereka yang
melaporkan terjadinya gangguan ereksi menggunakan tempat duduk sempit
seperti pada sepeda balap. Sementara yang menggunakan tempat duduk lebar dan
berbantalan, hanya sedikit yang mengalami terjadinya gangguan.

      Meskipun demikian, kenyataan ini tidak mengurangi kemungkinan
terjadinya gangguan saraf dan pembuluh darah pada pengendara sepeda biasa.
Apabila mereka mengendarainya dengan posisi yang tidak benar dan dalam
jangka waktu lama serta bentuk sadel sepeda yang memungkinkan timbulnya
tekanan pada daerah selangkangan.

      Atau bisa juga bersepeda dengan menggunakan celana dalam atau pakaian
yang ketat, ini berarti terjadi penekanan dalam waktu yang cukup panjang,
terutama pada daerah alat kelamin, sehingga berakibat aliran darah menjadi
kurang lancar atau terhambat. Sirkulasi udara juga terganggu dan suhu di
sekitarnya menjadi lebih panas dan pengap. Keadaan ini membuat kinerja
testis yang memproduksi sperma dan hormon testosteron juga akan terganggu.
Sama halnya dengan mobil, kalau suhunya naik, "tarikannya" juga akan
berkurang.

      Bersepeda sangatlah menyenangkan, disamping bisa menikmati alam, Anda
juga akan mendapatkan tubuh yang segar. Namun aturan bersepeda yang benar
haruslah Anda ikuti. Tentu sangat tidak menyenangkan jika fisik Anda bugar,
tetapi organ penting di tubuh Anda justru terganggu fungsinya. (sud)





      Rdgs

      putri









[Non-text portions of this message have been removed]






****

HELP ME !

Gemuk ? Insomnia ? Phobia ? Psikosomatis ?
Relapse ? Trauma ? Takut ? Cemas ? Sedih ? Depresi ? Stress ?
Kurus ? Marah ? Kebiasaan Buruk ? Pengalaman Negatif ? Dll. ?

di SERVO aja...!

TESTIMONIAL
Dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
 
Hadi (37 tahun)
....... Saya perfeksionis. Ketika Ada pekerjaan yang kurang sempurna hasilnya, 
saya selalu merasa tidak tenang dan tegang. Saya akan menghabiskan hampir 
seluruh waktu saya untuk menyempurnakan dan memikirkan pekerjaan tersebut.
 ...... hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya 
merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi 
beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

Cinthya (23 tahun)
Saya menjalani Servo Therapy demi membenahi insomnia yang saya derita. Biasanya 
saya tidak bisa tidur sebelum memasuki waktu subuh. Setelah diterapi, saya 
mulai bisa tidur dengan teratur, sekitar jam 10 malam.
Terapi kedua dilakukan dua minggu kemudian. Kali ini untuk menyembuhkan fobia 
darah. Biasanya, kalau melihat darah saya langsung tidak tahan dan merasa 
pusing sekali. 
Kini saya sudah menikmati hasilnya setelah diterapi, tidak lagi merasa takut 
dan tidak pusing lagi saat melihat darah. ..............

Kristin (30 tahun)
Pada bulan April 2005 lalu, saya menjalani terapi dengan tujuan ingin 
menurunkan berat badan. Sebelum di Servo, berat badan saya mencapai 71 kg. Saya 
sebelumnya sudah mencoba beberapa cara, tapi tidak berhasil. Pernah juga 
mencoba mengonsumsi obat untuk melangsingkan tubuh, kemudian berat badan saya 
berhasil turun, namun kembali bertambah berat lagi setelah berhenti 
mengonsumsinya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba metode ini. ..........
Sekarang, bobot tubuh saya sudah turun menjadi 66 kg. Saya tidak lagi merasa 
tergoda untuk ngemil dan melahap gorengan.

SERVO CENTER - VISI GLOBAL INDONESIA
Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke