Jakarta, 1Juni 2006
Kita sangat terkejut ketika Aceh dan Nias diguncang gempa dan tsunami dengan korban luar biasa. Lalu doa dunia terpanjat agar musibah tak terulang, dan para korban bersama-sama dipulihkan. Tapi kita memang hanya bisa berdoa dan memperbaiki. Bagaimana alam bergerak, dan Tuhan mengirimkan takdirnya, itu urusan lain.
Nyatanya, kejutan itu datang lagi. Yogyakarta yang tengah bersiaga menatap gelisah Merapi, justru dikoyak-koyakkan gempa berkekuatan 5,9 skala richter pada Sabtu (27/05) lalu). Demikian juga sebagian wilayah Jawa Tengah. Efeknya, luar biasa memilukan.
Tapi terkejut saja tak cukup. Kita harus segera bertindak bersama dan, belajar dari pengalaman, tak perlu menunggu sambil marah-marah kepada pemerintah. Dalam hal ini, Masyarakat Relawan Indonesia (MARI) Yayasan PARAS langsung bergerak pada hari pertama dan membangun Posko di Gedungan Kepuh, Kelurahan Canden, Kecamatan Jetis, Bantul. Di Jakarta, Posko Bantuan di Jl Cikatomas II, No 4, Kebayoran Baru, juga terus menampung dan mengorganisir bantuan masyarakat.
Minggu, 28 Mei tim MARI Yayasan Paras melakukan penjajakan dan memberikan bantuan makanan siap saji, minyak gorang, minyak tanah dan obat-obatan untuk warga dusun Kepuh. Senin, 29 Mei, bantuan gelombang pertama dikirim bersama 16 Relawan MARI menuju Posko Canden. Empat tenda peleton besar didirikan di 4 Dukuh di Kelurahan Canden, pada Selasa 30 Mei dan melayani 719 kepala keluarga atau sebanyak 2. 589 orang.
Data di Posko mencatat, korban meninggal di keempat dukuh tersebut sebanyak 80 orang. Jumlah jiwa dan korban meninggal di empat dukuh tersebut dapat dirinci sebagai berikut: di Wonolopo, terdapat 117 kepala keluarga (347 jiwa) dan korban meninggal tujuh orang. Di Kiringan, 245 kk (878 jiwa) dan korban meninggal 29 orang. Di Kepuh, terdapat 238 kk atau 886 jiwa dan korban meninggal sebanyak 27 orang. Dan di Pranti, terdapat 121 kk atau 478 jiwa dengan korban meninggal 17 orang
No.
LOKASI POSKO
JUMLAH KK
JUMLAH JIWA
Jumlah Keluarga yang Meninggal
1.
Wonolopo
117
347
7
2.
Kiringan
245
878
29
3.
Kepuh
236
886
27
4.
Pranti
121
478
17
TOTAL
719 kk
2589
80 orang
Saat ini, 16 Relawan MARI Yayasan Paras dari Jakarta, disebar di empat posko dan bertanggungjawab untuk mengorganisasi relawan lokal dari masyarakat setempat. Tiap satu tenda dikelola empat relawan MARI Yayasan Paras. Penambahan Relawan, sudah disiapkan jika kegiatan meningkat.
Keempat dukuh yang dibantu MARI Yayasan Paras belum pernah sekalipun menerima bantuan dari pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) lain. Bantuan dari Yayasan Paras pada 28 dan 29 Mei lalu, memang yang pertama di daerah ini. Bantuan berikutnya, dikirim pada hari Selasa, 31 Mei dan hingga kini, sumbangan masyarakat terus diorganisir dan siap dikirim. Jenis bantuan, terdiri dari bahan makanan, pakaian, kebutuhan pribadi wanita, pakaian anak-anak, susu, biscuit, mie instant, peralatan masak dan lain-lain.
Pendekatan Layanan: Pengembangan Jaringan Kerjasama
Pelayanan relawan MARI Yayasan Paras dilakukan melalui jejaring kerjasama. MARI merancang sistem rujukan (refereal system) untuk membantu korban bencana. Dengan sistem ini, MARI tidak menangani semua masalah korban sendirian. Karena dipastikan, sumber daya sangat terbatas untuk mencover semua problem, maka pilihan terbaiknya adalah menghubungkan dan memanfaatkan sumber-sumber bantuan yang ada baik dari pemerintah, lembaga internasional maupun lembaga lokal.
Karena disibukkan oleh berbagai persoalan mendesak di Posko dan sekitarnya, Relawan MARI Yayasan Paras baru melapor ke Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi DIY pada 1 Juni 2006. Diharapkan dengan keterlibatan di Satkorlak dan Satlak, MARI Yayasan Paras akan dapat membangun jaringan baik dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah.sejauh ini diantara lembaga yang sudah mulai diajak diskusi adalah UNICEF, UN Volunteer dan beberapa kembaga lokal.
Menyiapkan Pendidikan Alternatif dan Struktur Sosial
Sejak dini, MARI Yayasan Paras juga mulai memikirkan kegiatan khusus untuk anak-anak. Kita meyakini bahwa membiarkan anak-anak terlibat lebih dalam dalam masalah bencana ini akan membuat dampak psikologis yang tidak baik dalam jangka panjang. Untuk itu, kegiatan bermain dan membaca dapat menjadi alternatif penting untuk anak-anak. Dalam kaitan inilah dibutuhkan kerjasama dengan lembaga swadaya terkait seperti MANCA (Taman Bacaan) atau Relawan dengan keterampilan khusus seperti pendongeng, seniman, atau mungkin artis.
Dan bisa dipastikan, model pendidikan alternatif makin relevan dan siginifikan untuk segera dilakukan di aerah bencana ini, kata Mochtar Buchori, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Paras, yang rumahnya di kawasan Patuk, Gunung Kidul, Yoyakarta, juga nyaris hancur akibat gempa. Rumah itu saya bangun dengan pelan-pelan, untuk pensiun. Tapi tak apalah, masih banyak yang lebih sulit dan sekarang konsentrasi kita harus pada mereka, tambah pakar pendidikan yang cukup disegani ini.
Beberapa Relawan, secara khusus sudah melakukan serangkaian kegiatan yang diproyeksikan bagi anak-anak, setidaknya sejak hari ketiga. Kegiatan ini, diharapkan menjadi embrio gerakan pendidikan alternatif yang juga menjadi salah satu concern Paras sejak lama.
Tanpa bencana pun, pendidikan alternatif itu urgen. Kita butuh gerakan riil untuk mengantarkan anak-anak agar kelak, mampu mempergunakan apa yang diketahui dan difahaminya untuk menghidupi diri sendiri, mengembangkan kehidupan pribadi yang bermakna, dan mampu memuliakan kehidupan. Maka kita bukan hanya butuh institusi alternatif, tapi juga terpenting, kurikulum dan metode alternatif. Anak-anak korban bencana ini, saya kira, merupakan ladang amal kita untuk melakukan itu. Kita harus mulai dari sekarang, meskipun tentu saja secara bertahap, tutur Pak Mochtar.
Secara riil, anak-anak saat ini difokuskan untuk tetap bergembira, sambil belajar seperlunya, menikmati bahan bacaan hasil sumbangan untuk mengarah pada upaya-upaya lanjutan di bidang pendidikan yang niscaya mereka butuhkan, mengingat infrastruktur yang ada sudah hancur.
Tindakan lain yang sudah mulai dirintis dan akan dikembangkan, adalah mengorganisasi penduduk, khususnya pemuda setempat untuk secara sukerala membangun kembali lingkungan mereka. Kegiatan ini misalnya, dimulai dengan membersihkan jalan-jalan kampung, persedian air, memilah sisa bangunan yang rusak dan bergotong royong membangun sarana tinggal serta sarana lain.Kegiatan ini, diharapkan akan berdampak pada penguatan kembali struktur organisasi sosial mereka.
Masyarakat Relawan Indonesia (MARI) merupakan salah satu program utama Yayasan PARAS, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan pada 25 Januari 2005. MARI dibentuk untuk menjadi jembatan bagi mereka yang peduli dan ingin berbagi dengan karakter non politis, bekerja atas dasar kemanusiaan, antidiskriminasi, lintas agama dan etnis, serta berpihak pada masyarakat termiskin. Lembaga ini dilahirkan sebagai hasil sinergi sejumlah tokoh lintas agama dan profesi seperti Laksamana Sukardi, Mochtar Buchori, KH MA Sahal Mahfudh, Djohan Effendi, KH Mustofa Bisri, Sudhamek AWS, Mgr Ignatius Suharyo, Andreas A Yewangoe, Haksu Tjie Tjai Ing, Siti Musdah Mulia, Margaretha M Hendriks Ririmase dan Susanto Pudjomartono.
Terima kasih atas perhatiannya, semoga informasi ini berguna bagi media anda dan terutama, untuk masyarakat luas. Mari bersama, kita meringankan beban para korban, mengubah wajah muram menjadi senyum . !
Salam Peduli, Mari Berbagi
Masyarakat Relawan Indonesia (MARI) Yayasan Paras
Nanang Haroni
Div Publikasi
­081584153085
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
****
HeLP ME ! HeLP ME ! HeLP ME !
1. Anda merasa ...
Gemuk / Kurus ? Insomnia ? Trauma ? Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Dll.
di ServoTherapy aja...!
Informasi tentang Jenis Jenis Phobia, Mania serta Testimonial / Kesaksian yang pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52, baca di http://servocenter.blog.com/
2. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda ? di ServoPower aja ... !
Inhouse training & workshop dipandu langsung oleh instruktur yang merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005.
3. Anda ingin merekrut SDM bermental Tangguh ? di ServoRecruitment aja ... !
4. Anda mencari pembicara atau narasumber mengenai Motivasi, Personal Coach, Servo Power atau Servo Therapy ? di ServoCenter aja ... !
5. Anda suka iseng iseng berhadiah ? di Klik aja... ! http://www.asiabersama.com/?id=pendanaan
SERVO CENTER - Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Anda Ingin Berubah ? Di Servo Aja ... !
SPONSORED LINKS
| Health and wellness | Health wellness product | Health and wellness program |
| Diet fitness health nutrition wellness | Health promotion and wellness | Business health wellness |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "TaManBinTaNG" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
