Terima kasih atas tanggapannya. Dalam ilmu NLP dikatakan bahwa "Kata" memiliki pengaruh / kemampuan menggerakkan seseorang tergantung : 1. Content : makna positif (contoh : istana, hikmah) ataupun negatif (contoh : perangkap, sihir, hipnotis) 2. intonasi 3. konteks didalam sebuah kalimat Al Baqarah (2) : 102 :" ..................(dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). ................ Tafsir : kedua belah pihak saling menggunakan kata "sihir" untuk memaknai suatu perbuatan diluar kelaziman sebagai suatu perbuatan yang buruk. Sehingga "sihir" hanya memiliki satu makna yaitu makna negatif. Masih dilanjutan surah tadi :" .............. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepda seorangpun sebelum mengatakan :"Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Tafsir : Hati hati belajar ilmu sihir (hipnotis) ! Karena dua orang malaikat dinegeri Babil yaitu Harut dan Marut sudah wanti wanti, sesungguhnya kami hanya cobaan(bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir !. Memang untuk mempunyai kemampuan hipnotis yang seolah olah diluar kelaziman ada yang mendapatkannya melalui cara cara yang syirik seperti puasa ngebleng, melakukan ritual tertentu, menggunakan benda yang dianggap sakti dsb. padahal tanpa melakukan ritual ritual tsb. kita dapat memiliki kemampuan positif seperti : pembicara yang mempesona (baca: menghipnotis), orang tua yang dihormati karena kebijakannya (baca : menghipnotis), guru yang enak ngajarnya (baca: menghipnotis), ustad yang kharismatik (baca: menghipnotis), motivator yang handal (baca : menghipnotis). Tapi kita juga bisa memiliki kemampuan negatif seperti menjadi penipu yang ulung (baca: menghipnotis), lelaki perayu (menghipnotis), dsb. Kemampuan mempengaruhi orang lain (baca : menghipnotis) akhirnya ditentukan oleh tujuan penggunaan. Kemampuan mempengaruhi orang lain inilah yang berpotensi disalah gunakan. Misal seorang pemimpin spiritual membelokkan ajarannya (dipersepsi pengikutnya tetap sebagai sebuah kebenaran). Fatwa untuk kepentingan politik (dipersepsikan pengikutnya tetap sebagai sebuah kebenaran). Itu sebabnya di agama Islam, seseorang juga haram hukumnya "Taklid Buta" yaitu meng-amini setiap ajaran guru / pemimpin walaupun menyimpang dari Qur'an dan Hadist. Seperti mau bunuh bunuhan sesama Islam karena membela pemimpinnya (padahal di Qur'an jelas jelas mengatakan Haram hukumnya sesama Islam saling berbunuh bunuhan). Idealnya memang seseorang harus mengendalikan sepenuhnya kesadaran dirinya. Tetapi penemuan jati diri sebagai sebuah proses juga merupakan keniscayaan. Contoh : 1. Setiap orang melewati posisi objek (waktu sebagai anak kecil) dan semakin dewasa berangsur angsur berubah menjadi subjek saat menemukan jatidirinya. 2. Seseorang yang memiliki masalah psikologis biasanya terperangkap dalam posisi objek. Cukup hanya dengan 1 masalah, seseorang sudah merasa terperangkap (final, kiamat). Sekaligus menjawab kekhawatiran Anda bahwa perubahan terjadi tanpa kita sadari. aditya fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: " Kalau mau merubah sesuatu menjadi lebih baik, bukankah sebaiknya kita melakukannya dengan penuh kesadaran? Bukan hasil dari sebuah manipulasi, yang menyebabkan kita sendiri tidak sadar telah melakukannya? ........... Dalam posisi seperti ini biasanya ybs. sulit menolong dirinya sendiri, karena tidak tau cara keluar dari perangkap masalah. Disinilah diperlukan seorang terapis/ guru/pembimbing spiritual. Contoh : Mengapa seseorang sulit untuk berhenti merokok ?. Konfigurasi mentalnya sudah terbentuk : untuk mendapatkan rasa nyaman, Anda harus merokok. Kebutuhan rasa nyamannya telah terprogram dalam bahasa "Rasa". Sementara bila dinasihati oleh orang tua ataupun pacar, bahasa programnya menggunakan "Nalar" seperti Paru paru beresiko bolong, uang dibakar dsb. Kedua hal tsb. tidak "matching". Itu sebabnya nasihat sebaik apapun menjadi tidak efektif. Dengan tehnik Hipnotherapy (tapi harus dimulai dari keinginan ybs. untuk berubah), dalam keadaan terhipnosis bahasanya disamakan dulu dalam bahasa "rasa". Kemudian dilakukan proses katarsis atau pelepasan emosi negatif terlebih dahulu. Sehingga emosi negatif yang terkunci mendapatkan saluran yang pas. Baru setelah itu konfigurasi mental kebiasaan lama nya dirusak dan diganti dengan konfigurasi kebiasaan baru yang baik. Jadi yang dirubah adalah "Cara Berfikir" nya. Sementara "Timing" berubah yang efektif adalah saat rileks / terhipnosis. Itu sebabnya kenapa waktu Baca Qur'an saat habis tahajud lebih banyak hikmah / pengertian yang di dapat ketimbang bacanya siang hari. Jadi fungsi terapis, guru, pembimbing spiritual hanyalah sebagai fasilitator yang tau tehnik yang efektif. Kitapun dapat melakukannya sendiri (biasa disebut self hypnosis), tetapi seperti yang telah saya singgung didepan karena biasanya ybs. sulit menolong dirinya sendiri, karena tidak tau cara keluar dari perangkap masalah, atau kalau sudah kepepet banget misal ancaman DO, dan kalau melakukan sendiri harus perlu ketekunan ekstra, karena secara bersamaan kita harus memposisikan diri sebagai Subjek (sugestor) dan sekaligus sebagai Objek (diri yang di sugesti). Karena tidak tau caranya disinilah muncul resiko putus asa (sampai kapan masalahnya akan berakhir .....) dan bosan. Saat mencari bantuan orang lain, nah justru disinilah muncul masalah baru , 1. Jika menemukan pembimbing yang salah. 2. Menggunakan cara cara yang salah. Saran Pencegahan : 1. Hati hati dengan tawaran penyembuhan yang memanfaatkan "kesaktian". Karena yang sakti hanya Allah. 2. Memanfaatkan atribut / simbol simbol tertentu. Seperti suasana magis, jimat. Termasuk penggunaan huruf Arab. Karena saat kita salah mempersepsikan bahwa yang menyembuhkan itu Hurufnya bukan Allah kita sudah terjebak dalam sirik. 3. Seolah olah di transfer oleh energi tertentu. Karena didalam badan kita sebetulnya sudah ada "mekanisme penyembuhan". Jadi yang menyembuhkan sesungguhnya Allah melalui mekanisme penyembuhan yang sudah Allah ciptakan built-in ditubuh kita. Hanya saja kita belum tahu caranya. Biasanya seseorang memiliki penyakit fisik, dimulai dari masalah psikis. Sedang seseorang memiliki masalah psikis biasanya dimulai dari "cara berfikir yang salah", Cara berfikir yang salah bisa jadi disebabkan al : pendidikan didalam keluarga yang salah, trauma masa kecil / dewasa, trauma kelahiran dsb. Menurut saya pribadi, kita perlu belajar juga tehnik sihir / hipnosis (dikemudian hari saya baru mendapatkan istilah yang lebih islami yaitu Ilmu Hikmah, Ilmu Persuasi, Ilmu Komunikasi). Dengan demikian kita dapat membantu saudara saudara kita keluar dari masalah masalah psikologis tanpa harus terjebak syirik ataupun salah alamat sehingga terpaksa harus melakukan ritual ritual tertentu, atau pindah ke agama tertentu. Sebagai informasi : di panti panti rehabilitasi narkoba tertentu juga memanfaatkan metode ini untuk menyembuhkan relapse narkoba tapi tanpa disadari diajak berpindah agama. Kita jangan bisanya hanya melarang tapi tanpa bisa memberikan solusi bagi yang saudara saudara kita yang memiliki masalah masalah psikologis (tentunya tanpa syirik) sementara diluaran banyak tawaran tawaran solusi yang beresiko murtad, ataupun syirik. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Isywara Mahendratto Blog : http://servocenter.blog.com/ Milis : http://groups.yahoo.com/group/TamanBintang/ aditya fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Setelah membaca tulisan ini, saya pikir hypnosis adalah terminology ilmiahnya saja dari sihir. Walau sihir sering diartikan magic dan diasosikan dengan jin, tapi pada dasarnya sihir memanipulasi kesadaran kita dengan menggunakan stimulus-stimulus yang mengeksploitasi kelemahan otak dan bagian tubuh lainnya. Akibatnya orang yang terkena akan berperilaku atas perintah orang lain. Contohnya menjadi jatuh cinta atau jadi lebih percaya diri atau lainnya. Walau terlihat positive, tapi hal-hal ini pada dasarnya adalah manipulasi otak untuk mengubah prilaku, dan apapun istilahnya, apakah itu hypnosis atau sihir sekalipun, metode kerjanya adalah sama, yaitu mengubah tatanan kimia yang ada di otak, seperti hormon dsb. Hypnosis bukan syirik? saya akan sangat berhati-hati dalam hal ini, karena sering kali hypnosis menggunakan benda-benda sebagai medium. Penggunaan benda-benda bisa saja diartikan sebagai medium untuk menghubungkan satu hal dengan "citra" tertentu. Tapi bila digunakan terus-menerus akan membentuk sebuah kepercayaan bahwa benda-benda ini mempunyai "kekuatan" dan bergantung kepada benda itu dan di sinilah letak syiriknya. Contoh sederhana yang bila diterima/dilakukan terus menerus akan dapat membentuk sebuah keyakinan adalah adalah iklan. Bila kita terus menerus disuguhi bahwa produk A adalah produk eksklusif, maka lama kelamaan kita akan meyakini bahwa produk A adalah ekslusif, walaupun tidak lebih baik dari produk B. Ini sebabnya mengapa iklan selalu diulang-ulang. Ini bukan berarti iklan adalah sihir, karena keputusan kita untuk membeli sebuah barang adalah melalui berbagai process dan dilakukan dengan penuh kesadaran, sedangkan hypnosis dan sihir tidak. Kalau kita lihat di media atau mungkin secara langsung, orang-orang yang dihypnosis akan berperilaku seperti robot yang menurut saja. Bila ini diapplikasikan di kehidupan, maka dengan menggunakan produk hypnosis sama saja kita akan menjadi seperti robot. Walau tingkatan "kepatuhan" nya berbeda . Pada hypnosis, kita mungkin menjadi lebih percaya diri atau berprilaku lebih baik, tapi pada dasarnya kita tidak sadar kalau kita seperti itu. Kita menjadi lebih rajin, tapi pada dasarnya kita tidak sadar kalau kita jadi rajin, kita menjadi lebih berani padahal kita sendiri tidak sadar kalau kita menjadi berani. Apakah rewardnya kalau kita melakukan sesuatu tapi kita sendiri tidak sadar kita telah melakukannya? Kepuasannya semu, karena kita akan selalu bertanya-tanya "apa iya saya telah melakukan itu? saya tidak menyadarinya" Kalau mau merubah sesuatu menjadi lebih baik, bukankah sebaiknya kita melakukannya dengan penuh kesadaran? Bukan hasil dari sebuah manipulasi, yang menyebabkan kita sendiri tidak sadar telah melakukannya? Apapun tingkat hypnosisnya, orang-orang yang dihipnotis selalu tidak akan sadar kalau mereka melakukan sesuatu-- trance. Bahkan untuk sebuah usaha untuk mengingat-ingat masa lalu. Sudah dipastikan mereka yang bercerita tentang masa lalu melalui hypnosis tidak akan sadar mereka bercerita, dan tingkat reabilitas ceritanya pun sebenarnya meragukan, walau di televisi ataupun di film sepertinya sangat akurat. Hal lainnya adalah, hypnosis berpotensial untuk lepas kendali dan berubah menjadi sesuatu yang destructive. Terutama untuk produk-produk hipnotis yang katanya membuat kita jadi lebih "baik". Contoh, kita menggunakan produk hypnosis untuk percaya diri, tapi kita tidak mempunyai kontrol terhadapnya karena kita tidak sadar kalau kita menjadi percaya diri. Sehingga rasa "percayaan diri" kita bisa berubah menjadi tindakan yang kelewat percaya diri (sombong) dan tanpa perhitungan. Orang lain yang tidak tahu kita pakai produk hypnosis percaya diri ini, akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang negative. Bayangkan kalau orang-orang ini adalah klien bisnis anda, keluarga yang kita sayangi, dan orang-orang penting dalam hidup dan kehidupan anda? Memang hypnosis bisa distop dan dikendalikan oleh sang ahli. Tapi apakah sang ahli akan selalu berada di samping anda? Tentu tidak. Lebih jauh, apakah anda mau menjadi lebih baik di bawah kendali orang lain yang tidak tahu apa-apa tentang siapa anda sebenarnya? So, mengapa ingin menjadi lebih baik tapi kita tidak punya kontrol terhadap apa yang kita inginkan itu? Mengapa ingin menjadi lebih rajin, lebih percaya diri, dan lebih-lebih lainnya, tapi kita tidak menyadari kita melakukannya? Mengapa perbaikan diri kita ditentukan ucapan-ucapan hypnosis "sang ahli" bukan ditentukan oleh diri kita sendiri? Pikir-pikirlah lagi... PS: Saya berharap semuanya bisa menerima dengan kepala dingin dan terbuka. Karena bila mengemukakan sebuah ide, maka sudah sewajarnya akan mendapat respond, baik itu mendukung, mempertanyakan, ataupun menolak ide yang ditawarkan. Termasuk soal hypnosis ini. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/asSolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> **** HeLP ME ! HeLP ME ! HeLP ME ! 1. Anda merasa ... Gemuk / Kurus ? Insomnia ? Trauma ? Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Dll. di ServoTherapy aja...! Informasi tentang Jenis Jenis Phobia, Mania serta Testimonial / Kesaksian yang pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52, baca di http://servocenter.blog.com/ 2. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda ? di ServoPower aja ... ! Inhouse training & workshop dipandu langsung oleh instruktur yang merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005. 3. Anda ingin merekrut SDM bermental Tangguh ? di ServoRecruitment aja ... ! 4. Anda mencari pembicara atau narasumber mengenai Motivasi, Personal Coach, Servo Power atau Servo Therapy ? di ServoCenter aja ... ! 5. Anda suka iseng iseng berhadiah ? di Klik aja... ! http://www.asiabersama.com/?id=pendanaan SERVO CENTER - Pusat Pemrograman Diri dan Prestasi Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148. 021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257 Anda Ingin Berubah ? Di Servo Aja ... ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
