Ada yang mengartikan kesetiaan sebagai sebuah ikhtiar untuk menjaga hubungan 
yang telah dibina. misalnya, antara sahabat dengan sahabat, bawahan dengan 
atasan, rakyat dengan tanah airnya, dan lain-lain. Lebih kepada wujud cinta 
yang diaplikasikan untuk memberikan yang terbaik agar "sesuatu" yang sedang 
dimiliki tidak hilang. Lain lagi bagi suami istri. Mungkin kesetiaan bisa 
diartikan sebagai utuhnya kasih sayang yang diterima dari pasangannya, yang 
diiring ketulusan untuk selalu mendampingi dalam kondisi apapun. 

Mungkin artikel dibawah ini bisa menjadi tauladan bagi kita , terutama untuk 
pasangan suami istri ..... AMIIIIIN 

Regards,

D3V1

===================================================

Hari itu, pelajaran Embriologi yang membosankan ditiadakan. Karena ibu dosen 
yang bersangkutan tidak datang. Aku dan teman-teman bisa bernafas lega, karena 
otak bisa diistirahatkan dari gambar-gambar perubahan bentuk yang susah sekali 
untuk di mengerti. Namun, ada sesuatu yang terasa lain .. "menurutku, tidak 
biasanya Ibu absen", . Dalam keadaan sakit sekalipun, ibu memaksakan diri 
datang. 

Jujur saja, dunia kuliah kadang menjemukan. Dalam canda, sering aku dan 
teman-teman melontarkan pertanyaan "Kapan ya giliran si ibu sakit ?". Sulit 
juga mencari standar sakit buat Ibu, karena sudah sekitar lima tahun beliau 
berperang melawan kanker. Padahal menurut prediksi dokter luar negeri yang 
menangani pengobatannya, seharusnya diperkirakan dua tahun yang lalu usianya 
habis. Ternyata Alhamdulilah, sampai kini Ibu masih segar bugar. 

Dalam kegembiraan, mau tidak mau ada juga rasa gelisah yang hadir dalam 
pikiranku "Ada apa dengan ibu yah ? ". Masih teringat senyum dan semangat Ibu 
saat memberi kuliah seminggu yang lalu. Walau sebelah matanya sudah diperban. 
Namun, sedikitpun tidak terbersit wajah putus asa. Seperti lazimnya terlihat 
pada pasien penderita kanker lainnya. Saat sedang merenung, tiba-tiba muncul 
Bang Rudi (asisten ibu) sambil berkata, "Ibu masuk Rumah Sakit.", ujarnya. 
Kontan, diam-diam muncul pertanyaan di hati... " Buah dari doa kita kah ?". 
Mata-mata yang tadinya jail berubah jadi sendu. Inikah saatnya perjuangan Ibu 
berakhir ?, pikirku kembali.

Perlahan. ., aku dan teman-teman melangkah ke kantor Jurusan dengan alam 
pikiran masing-masing. Tepat di depan Dekanat, Suami ibu yang juga dosenku 
melintas dan menyapa dengan keramahannya yang khas "Habis kuliah ya? Kuliah apa 
?", sapa beliau.

Lalu, Bagai berondongan senapan mesin, kami semua ingin bersuara untuk menjawab 
sambil mengajukan perrtanyaan, "jadwal kuliah sama Ibu Pak, tapi kami dapat 
kabar Ibu dirawat." "Ibu nggak apa-apa kan Pak ?", "Ibu kenapa Pak? ", tanya 
kami.

Sambil tersenyum, Bapak tersebut menjawab "Ibu anfal semalam, menurut dokter 
... kanker ibu sudah menjalar ke kepala sehingga harus dioperasi, mohon doa 
dari kalian semua" , ujar beliau penuh harap.

"Wah, gue salut banget sama Bapak. Beliau gagah. padahal ibu nggak gitu cantik, 
ga punya anak lagi tapi setianya itu. gue benar-benar salut deh !" tiba-tiba 
Anti nyerocos tanpa diminta. "Gue mau deh jadi isteri keduanya Bapak" tambah 
Anti lagi, kontan semua rekanku menjadi tertawa.

========== *** =========

Hari itu, sudah dua pekan Ibu dirawat di Rumah Sakit, namun selalu saja 
cari-cari alasan untuk tidak menjenguk beliau. Kuliah Exacta-lah, Jadwal kuliah 
dan praktikum yang sangat padat lah, belum lagi setumpuk tugas dan laporan yang 
harus diselesaikan. Kalaupun ada waktu, siang hari di saat mentari sedang 
bersinar garang. Melelahkan.

Dari kejauhan, di ujung koridor.. wajah Bapak terlihat sendu, tidak seperti 
biasanya. "Apa yang terjadi dengan ibu yah ?, tanyaku. "Jangan-jangan." , 
diriku mulai berpikir cemas.

Kali ini, setengah berlari aku dan teman-teman menyongsong Bapak, tidak sabar 
ingin dapat jawaban.

"Pak, maafin ya.. kami belum sempat menjenguk ibu." Dengan penyesalan yang 
dalam Dida membuka percakapan.

"Bapak ngerti. " , sambil tersenyum, walaupun dalam sorot matanya tidak bisa 
menyembunyikan kesenduan.

"Ibu kalian mulai tidak sadarkan diri, dan juga Bapak telah melakukan 
kesalahan", kata beliau memulai ceritanya pada kami. "Dua hari yang lalu, ujar 
beliau, seperti biasa Bapak papah Ibu ke kamar kecil. tapi Bapak ceroboh 
sehingga Ibu tergelincir. bapak spontan menarik tangan Ibu agar jangan jatuh. 
Ibu memang tidak jadi jatuh, tapi tangan kiri Ibu patah, sesalnya.

Namun, dalam sakitnya Ibu masih bisa tersenyum dan menghibur. bahwa itu bukan 
salah Bapak", kata beliau sambil merenung.

Belum selesai Bapak bercerita.., bulir-bulir air mata beliau perlahan turun 
menuruni pipinya.

Suasana itu pun membawa kami jadi ikut bersedih, sehingga menangis bersama. Aku 
pun bertanya dalam hati, kenapa dalam duka kebersamaan itu baru terasa ?, Ya 
Rabb, beri kami kesempatan untuk tetap menikmati semangat Ibu, harapku.

Entahlah, mungkin doa yang sama terucap dari batin masing-masing ketika itu.

Sore itu, kami akhirnya menjenguk Ibu ke Rumah Sakit. Dan memang Ibu mulai 
tidak sadarkan diri. Dia mengigau. Sebentar-sebentar memanggil Bapak. Lalu 
dengan setia, Bapak mengusap tangan Ibu yang mulai bengkak karena telah lama 
dipasok infus dan terus berbaring. Dengan tatapan cinta dan senyuman Bapak 
membesarkan hati Ibu dan meyakinkannya bahwa ibu Insya Alloh bisa sembuh.

Pemandangan itu meluluh lantakkan segala kearoganan. Sampai akhirnya ada 
seorang teman Bapak bersuara "Sebenarnya istrimu sudah lama ingin menghadap 
Rabbnya, tapi kasih sayangmu masih membelenggunya, sehingga dia belum bisa 
pergi tenang. Lepaskanlah dia.. biarkanlah dia kembali. Allah mencintainya 
lebih dari cinta yang kau punya. Yakinlah saudaraku ! Allah pun takkan 
mengambilnya tanpa restumu, orang yang telah menjaga cinta yang 
dititipkan-Nya", jelas bapak tersebut memberi nasehat.

Genangan air mata yang tadi tertahan, sekarang meluncur deras . mengiringi 
perjuangan seorang hamba mempertaruhkan cintanya. Semua terpaku diam.. hening..

"Ya Rabb, bantu Bapak untuk mengikhlaskan Ibu pergi. Jangan hukum Bapak karena 
rasa cintanya" , kataku dalam hati ini berharap.

Lalu, dengan suara tersendat, Bapak berujar "Pergilah kekasih hatiku. sudah 
banyak kebahagiaan yang kau beri untukku, dengan sabarmu telah kau buat aku 
SETIA, dengan ketegasanmu telah kau antar aku menjadi seorang yang berarti. Dia 
lebih mencintaimu sayang. kembalilah kepadanya dengan tenang. Semoga kedamaian 
rumah tangga yang selama ini kita bina akan mempertemukan kita kembali di 
surga-Nya. Aku mencintaimu isteriku. Asyhaadu allaa ilaaha illallaah wa 
asyhaadu anna muhammaadurrasuulullaah.." Bapak terkulai di dahi Ibu. seakan tak 
rela berpisah. Ibu pun tersenyum perlahan. Dan ternyata itulah senyumannya yang 
terakhir.

"Innalillaahi wa ina ilaihi raaji'un."

Ibu kembali ke pangkuan Yang Kuasa. Akankah Embriologi tetap menjemukan ?

Tidak !! Kami harus semangat. tidak boleh gagal ! Setidaknya, Ibu tetap bisa 
tersenyum dari alam sana. karena perjuangannya tidak sia-sia.

"Ringankan siksa Ibu di kuburnya ya Rabb. Izinkan Ibu tetap tersenyum dalam 
menjalani penantian menunggu hisabnya. Beri kami semangat dan ketabahan seperti 
yang Ibu punya ya Allah. Sampaikan kalau kami sangat kehilangan.

Ampuni kesalahan kami pada Ibu. Kami menyayanginya ya Rahman"

Saudaraku yang baik. mungkin kesetiaan menjadi lain artinya dalam versi sahabat 
semua. Mudah-mudahan cerita ini menjadi bahan renungan, bahwa setia itu tidak 
diukur oleh faktor yang tampak, tapi lebih didominasi oleh komitmen dan cinta 
yang terarah. Mudah-mudahan SETIA yang terbentuk hanya berasal dari cinta 
kepada Allah.

Wallaahu'alam 


[Non-text portions of this message have been removed]






*****

HELP ME !

1. Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda menurun ? di 
ServoPower aja !

Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO, 
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta 
Bisnis, Edisi  41 / III / Agustus 2005. 

2. Anda ingin rekrut SDM yang Kompeten dan Bersemangat tinggi ? di 
ServoRecruitment aja ! 

3. Anda mencari Partner Kerja, Pembicara / Narasumber, Personal Coach,  
Motivator tentang Manajemen Diri, Pemrograman Prestasi, ServoPower, 
ServoTherapy, HypnoTherapy ? di ServoCenter aja ! 

4. Anda pengen menghilangkan Hambatan Sukses seperti Insomnia ? Trauma ? Phobia 
? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? 
Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ? di ServoTherapy 
aja !

Testimonies pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 
52. Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/ServoTestimonies/<<<

5. Anda pengen belajar Hipnotis ? atau menjadi seorang ServoTherapist ? atau 
menjadi pemilik Klinik Servo ? di ServoCenter aja ! 

6. Anda pengen memberi hadiah kepada Karyawan Anda, Staf Anda ataupun orang 
yang Anda sayangi ? di ServoPrint aja !

Print-out artikel ini atau teruskan keberadaan milis ini !

*****

SERVO CENTER
Pusat Pelatihan Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

Anda pengen Solusi, di SERVO CENTER aja !
Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/<<<

*****

HELP YOU !

1. Anda ingin berbagi pengalaman tentang keberhasilan Anda mengatasi masalah ? 
Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/817488/#cmts<<<

2. Anda ingin Testimonial / Kesaksian tentang ServoPower/ServoTherapy ? Klik 
aja >>>http://servocenter.blog.com/760208/#cmts<<< 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke