v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:*
{behavior:url(#default#VML);}..shape
{behavior:url(#default#VML);}st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }p.MsoNormal
{margin-left:22.5pt;}
Salam Damai
Sayamohon bantuan dari rekan-rekan semua untuk mengapresiasi artikel saya
ini,dengan menjawab pertanyaan:
Apa yang paling mengesankan dari artikel ini?
Apa yang harus dilakukan penulis agar tulisan ini dapat menjelaskan
tentang Appreciative Inquiry dan menggugah orang untuk mempelajari
Appreciative Inquiry?
Jawabandapat melalui milis atau via japri ke [EMAIL PROTECTED]
Rencananyaartikel ini akan menjadi pengantar buku terjemahan Appreciative
Inquiry.
Terimakasih atas partisipasinya
Damai di Bumi
Budi Setiawan
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
www.fpsi.unair.ac.id
Draft Kedua
Appreciative Inquiry:
Jalan Setiap Orang untuk MengubahDunia
Mengapa Muhammad dapat melakukan perubahan? MengapaGandhi dapat menggerakkan
rakyat India? Mengapa Sukarno dapatmenggerakkan rakyat Indonesia?Mengapa Martin
Luther King didengarkan dan diikuti oleh jutaan orang?
Adabanyak penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti mereka
adalahmanusia pilihan tuhan atau kharisma mereka yang besar. Tetapi, ada
persamaanyang jelas diantara mereka, yakni lahir dan datang dengan membawa
inspirasikepada masyarakatnya. Dengan kekuatan kata-kata, mereka menyentuh
hati,menggugah kesadaran, dan memberi pencerahan kepada orang-orang
disekitarnya.Dengan kekuatan kata-kata, mereka mewujudkan apa yang tidak
mungkin menjadisuatu kenyataan. Bahkan, jauh setelah meninggal, kisah mereka
tetap menjadiinspirasi bagi ribuan bahkan jutaan orang, mencerahkan mereka yang
tenggelam,tak berdaya, dalam kekelaman kehidupan.
Inspirasi mereka telah menjadi kekuatan pengubah dunia. Bukan
karenarasionalitas dibalik inspirasi tersebut. Tetapi, inspirasi itu menyentuh
hati,emosi, dan jiwa orang-orang yang mendengarkannya. Inspirasi tentang sebuah
visikehidupan atau image masa depan disampaikan, digambarkan, dan
diterangkanmelalui cerita, melalui kata-kata. Jadilah cerita inspiratif yang
menumbuhkansemangat dan harapan akan kehidupan masa depan yang diimpikan.
Kisah Muhammad sebagai orang yang dapat dipercaya (Al-Amin) telah tersebar
luassebelum Muhammad menyampaikan ayat-ayat-Nya dan melahirkan
kepercayaanmasyarakat yang begitu besar. Pidato Sukarno yang berkobar-kobar
membakarketertundukan jiwa rakyat Indonesia.Pidato Martin Luther King tentang
impiannya membuka kesadaran pendengarnyatentang adanya kemungkinan kehidupan
yang jauh lebih baik. Kata-kata Gandhimelahirkan kesabaran yang luar biasa pada
pengikutnya untuk menerima pukulanfisik pasukan Inggris tanpa sama sekali
membalas.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kata-kata dan kisah inspiratif orang
besartersebut merupakan mantra yang mempunyai daya magis? Banyak
penelitianpsikologi yang menunjukkan bahwa kata-kata memang mempunyai kekuatan
yang luarbiasa, sekalipun itu kata-kata orang biasa. Kata bukanlah sekedar
penjelasanterhadap suatu realitas, tetapi pembentuk realitas itu sendiri. Makna
dibentukdalam percakapan. Realitas diciptakan dalam komunikasi.
Guru yang meyakini dan mengatakan murid-muridnya sebagai orang yang bodoh
danmalas maka akan benar-benar mendapatkan nilai hasil belajar muridnya
yangburuk. Orang tua yang terus menerus menyatakan anaknya sebagai anak nakal
makabegitu pula jadinya kemudian. Pasang surut sebuah kebudayaan dibentuk
olehpercakapan diantara anggota budaya tersebut. Percakapan yang positif
danantusias akan menciptakan budaya yang penuh dengan vitalitas. Percakapan
yangpesimis dan pesimis akan membentuk suatu budaya yang dekaden dan menuju
ambangkematiannya. Coba ingat, kapan terakhir kali bangsa Indonesia dipenuhi
oleh percakapanyang positif dan antusias?
Kata dan kisah yang inspiratif telah lama menghilang dari percakapan
bangsaini. Kita lebih suka menunggu datangnya sebuah jawaban, menanti sebuah
kisahbesar. Jawaban yang memuaskan keingintahuan kita. Kisah besar yang
"menghibur"kita. Apalagi berbicara tentang perubahan, kita lebih memilih pasif
mengikutiorang-orang besar yang dilahirkan untuk melakukan perubahan.
Sayangnya, orangbesar biasanya adalah mahluk langka, sangat jarang ada. Pilihan
bagi kitaadalah terus menunggu atau melakukan pencarian kisah-kisah inspiratif
dariorang-orang biasa.
Tunggu dulu. Apakah mungkin orang biasa mempunyaikisah inspiratif? Setiap
manusia pada dasarnya merupakan sumber inspirasi danpembelajaran yang tidak
pernah ada habisnya. Ada pelajaran atau hikmah dalam setiap tahapkehidupan
manusia. Lihatlah bagaimana buku Chichen Soup beserta serialnya larismanis
dibeli masyarakat. Atau yang terbaru, buku Chocolate diserbu pembaca.Padahal
isi kedua buku tersebut bukanlah resep sukses dari pakar, bukanlahkisah seorang
tokoh besar. Kedua buku itu memuat cerita ribuan kisah inspiratifdari
orang-orang biasa.
Kisah inspiratif orang biasa dalam kedua buku tersebuttetaplah mempunyai daya
magis yang dapat menyentuh sisi emosi dan menggugahkesadaran manusia. Tidak
sedikit pembaca yang trenyuh bahkan menangis membacakisah-kisah itu dan
selanjutnya menimbulkan semangat yang luar biasa. Merekayang tertekan akan
terbebaskan dari beban kehidupan. Mereka yang putus asamenemukan kembali cahaya
harapan. Mereka kembali bersemangat menjalani hidup,gial kembali dalam bekerja.
Tetapi buku semacam itu sesungguhnya masih menempatkanmasyarakat sebagai pihak
yang pasif, menunggu adanya kisah inspiratif orangbiasa yang disajikan untuk
mereka. Padahal apabila kisah orang biasa bisa begituinspiratif, maka
sebenarnya banyak kisah-kisah inspiratif di sekitar kita,kisah inspiratif dari
orang-orang disekeliling kita.
***
Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara kitamendapatkan kisah inspiratif
dari orang-orang disekeliling kita? Bagaimana caramenjadikan kisah inspiratif
sebagai sumber energi perubahan dunia?
Pertama, kita harus apresiatif terhadap kehidupan manusia. Apresiatif
berartimenghargai, memberi nilai tambah, mengambil pelajaran. Praktek
apresiatif akanmembuat kita menjadi mahluk yang menghargai segala sesuatunya,
termasukmenghargai hal-hal kecil disekeliling kita.
Prinsip apresiatif ini sudah sangat langka di duniakita yang didominasi oleh
wacana defisit. Dalam kehidupan sehari-hari, kitalebih sering memandang sisi
negatif, sisi lemah dan kekurangan dari orang lain.Coba saja. Apa yang kita
perbincangkan mengenai pemimpin kita? Apa yang kitaperbincangkan mengenai rekan
kerja kita? Apa yang kita perbincangkan tentang Indonesia?Apa yang dibicarakan
dalam rapat? Apa yang kita bicarakan dengan suami/isterikita? Sisi positif atau
sisi negatif? Kekuatan atau kelemahan? Kebaikan ataukeburukan? Impian masa
depan atau persoalan? Sangat wajar apabila kita menjawabsisi negatif,
kelemahan, keburukan atau persoalan. Luar biasa dan sangat langkaapabila kita
menjawab sisi positif, kekuatan, kebaikan dan impian masa depan.
Wacana defisit ini pun sudah merasuk dalam duniakeilmuan kita. Dalam manajemen,
semua orang pasti paham benar dengan konsepproblem solving. Identifikasi
masalah. Identifikasi penyebab. Analisis solusi.Tentukan solusi dan
implementasikan. Pembahasan yang diawali denganidentifikasi masalah pasti akan
mendapatkan masalah dan selalu masalah. Programdan langkah yang diambil
seringkali terjebak pada perbaikan demi perbaikan,dari persoalan yang satu ke
persoalan yang lain. Bahkan, seorang direkturpernah mengatakan, "kalau pegawai
melakukan sesuatu yang positif kan sudah seharusnyatidak perlu diperhatikan.
Pegawai yang melakukan sesuatu yang negatiflah yangharus disorot".
Ilmu psikologi selama puluhan tahun pun tenggelamdalam
penyelidikan-penyelidikan terhadap kasus penyimpangan negatif. Pada tahun1998,
Dr. Martin Seligman, presiden American Psychological Association,meninjau
kembali seluruh penelitian yang dilakukan organisasinya. Hasil sangatluar
biasa. Dari tahun 1970 sampai 2000, ada 45.000 penelitian tentang
depresi,psikosis, dan berbagai bentuk penyakit mental lainnya. Selama jenjang
waktuyang sama hanya ada 300 penelitian yang dilakukan mengenai topik yang
berkaitandengan kesenangan, kesehatan mental, dan kesejahteraan manusia.
Seligman sendiri tidak menduga akan menemukan hasilyang demikian. Penelitian
psikologi begitu terfokus pada penyakit dan patologi.Dia menyimpulkan bahwa
bidang psikologi telah menyimpang jauh dari tujuanawalnya-untuk mendefinisikan
apa yang terbaik bagi manusia-untuk menyembuhkanpenyakit, dan untuk membantu
orang-orang hidup lebih baik, hidup lebih bahagia.Apa dampaknya bagi psikologi?
Para psikologterlalu terfokus pada pendefinisian "penyakit-penyakit baru"
yangdiidap manusia. Para psikolog kemudian miskinpengetahuan mengenai cara
menuju bahagia, karena lebih tekun mencari caramenyembuhkan penyakit.
Dalam kedokteran dan ilmu pengobatan, wacana defisitdiusung oleh dunia barat
yang berseberangan dengan wacana positif yang diyakinioleh dunia timur.
Perbedaan wacana ini tercermin dari istilah yang digunakanyaitu "medicine"
versus "healing". Medicine yang beratimengobati atau menyembuhkan tentu sangat
berlawanan dengan pengertianmenyehatkan dari healing. Dengan pengobatan, fokus
utama kita adalah terhadappenyakit dan dengan sendirinya mengurangi perhatian
terhadap manusia secaramenyeluruh. Sementara, wacana penyehatan, yang
seringkali dimarginalisasidengan sebutan pengobatan alternatif, justru lebih
terfokus pada manusia danupaya-upaya untuk menyehatkan manusia agar tahan
menghadapi penyakit.
Dalam dunia pertanian, peptisida dan pupuk organikyang disarankan oleh para
pakar bukannya semakin meningkatkan kualitas tanahdan pertanian tetapi justru
membuat tanah dan pertanian semakin rusak,tergantung dari formula yang satu ke
formula yang lain. Alih-alih menciptakanpertanian yang sehat, upaya
menyelesaikan suatu penyakit melalui penggunaan zatkimia justru melahirkan
penyakit-penyakit baru karena adanya resistensi dankreativitas mahluk hidup
yang disebut sebagai penyakit oleh manusia. Tak herankemudian saat ini banyak
petani yang kembali melakukan dan mengembangkanpertanian organik.
Apa dampak penggunaan paradigma defisit dalamkehidupan kita? Berdasarkan hasil
rangkuman beberapa tulisan dan refleksipengalaman pribadi, ada beberapa
kesimpulan tentang dampak dari wacana defisitini, yaitu:
· Menimbulkan rasa sakit karenaorang dipaksa untuk mengingat kembali
kesalahan di masa lalu
· Melahirkan sikap defensif sepertisaling tuding, lempar tanggung
jawab dan mencari kambing hitam
· Membuat orang tidak percaya diriuntuk melakukan tindakan positif,
karena apapun tindakannya akan dilihat sisikelemahan dan kekurangannya
· Jarang melahirkan visi baru karenahanya terfokus pada kenyataan,
jarang merefleksikan tujuannya
· Seringkali upaya menyelesaikanpersoalan tidak pernah benar-benar
menyelesaikan, hanya memindahkan persoalanatau justru menimbulkan persoalan baru
Dampak wacana defisit yang demikian luas, menuntutkita untuk melakukan loncatan
kesadaran menuju wacana apresiatif. Sebagaimanayang dikatakan oleh Albert
Einstein, "Tidak ada persoalan yang dapatdiselesaikan oleh suatu kesadaran yang
menciptakan persoalan tersebut. Kitaharus belajar memandang dunia dan manusia
dengan cara pandang baru". Loncatan kesadaran menunjukkan bahwaantara wacana
defisit dan wacana apresiatif bukanlah relasi yang dikotomis,bersifat
hitam-putih. Kedua wacana tersebut merupakan alternatif-alternatifkesadaran
manusia. Ibaratnya, berganti kacamata hijau menjadi kacama merah. Ada bagian
dari kehidupankita yang jauh lebih menarik apabila kita menggunakan wacana
defisit dalambertindak, terutama situasi yang terbatas oleh waktu, atau
tindakan-tindakanyang bertujuan teknis-instrumental.
Semisal, kita harus mengapresiasikehadiran ular dalam komunitas sawah secara
luas karena perannya penting dalammenjaga keseimbangan alam. Ketika kita
memusnahkan ular maka terjadilah bencanaalam karena terganggunya keseimbangan
alam. Tikus merajalela dimana-mana. Dalamkonteks makro tersebut, maka saya
harus menggunakan wacana apresiatif dalammemandang ular. Akan berbeda, apabila
kita berjumpa dengan ular saat berjalandi tengah sawah dan ular tersebut
membahayakan kehidupan kita maka kitadihadapkan pada pilihan untuk menggunakan
wacana apresiatif atau wacanadefisit. Kita tetap mengapresiasi dan bersahabat
dengan ular tersebut atau kitamenganggap ular tersebut sebagai masalah yang
harus kita atasi. Entah lari ataumenyakiti ular tersebut. Pilihan tetap berada
di tangan kita. Tetapi untukmelakukan appreciative inquiry maka kita harus
mengalihkan mode mentalitas kitamenjadi apresiatif.
Ketika membicarakan tentang wacana apresiatif, pertanyaan yang
seringkalidiajukan adalah apa yang kita lakukan terhadap yang negatif atau
persoalannya?Bedakan berpikir apresiatif dengan berpikir positif, berpikir
afirmatif atauberpikir anti-kritik. Berpikir apresiatif bukan berarti
menafikkan apa yangnegatif. Bukan membutakan diri terhadap kelemahan. Bukan
tidak mengakuikekurangan. Setiap orang pasti pernah salah. Setiap keluarga
pasti punya aib.Setiap organisasi pasti pernah mengalami kegagalan.
Berpikir apresiatif adalah upaya menghargai apa yang ada pada diri
kita,mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita lalui. Kita diajak untuk
lebihterfokus pada apa yang terbaik dari manusia dan sistem manusia, apa
yangmemberi nafas kehidupan. Semisal, seburuk apapun Indonesiatetap kita harus
mengakui bahwa Indonesiatelah bertahan puluhan tahun. Pasti ada sesuatu yang
membuat Indonesia tetap bertahan, sesuatu yangmeng"hidup"kan Indonesia. Sesuatu
itulah yang akandihargai dengan berpikir apresiatif dan yang akan menjadi
pijakan dalammelakukan perubahan yang mendasar.
Kedua, kita harus terus menerus melakukan penyelidikan (inquiry) terhadap
kehidupan manusia."Jangan banyak bertanya", "Jangan beri kami pertanyaan,
berikami jawaban", adalah ucapan yang sering kita dengar mulai dari para
siswamaupun pekerja ketika mereka difasilitasi untuk melakukan
pembelajaran.Keyakinan adanya sebuah kebenaran tunggal membuat kita seringkali
berpikiruntuk apa repot-repot mengajukan pertanyaan, sampaikan saja kebenaran
itu.
Itu juga sangat jelas tercermin dalam sistem pendidikan kita yang lebihterfokus
pada mengetahui "jawaban yang benar". Siswa yang suksesadalah siswa yang bisa
mengakses jawaban yang benar tersebut secara cepat dantepat. Penekanan yang
berlebih pada jawaban membuat perhatian kita berkurang terhadappertanyaan.
Sehingga, sistem pendidikan kita menekankan pengetahuan yangdihafalkan dan
statis sifatnya daripada upaya pencarian kemungkinan-kemungkinanbaru melalui
pertanyaan yang dinamis. Bayangkan apa jadinya bila kitamemberikan jawaban yang
benar atas pertanyaan yang salah?
Prinsip inquiry memandang manusia sebagai mahluk yang terus bertanya.
Mengubahmanusia dewasa yang menerima begitu saja segalanya menjadi anak yang
penuhdengan pertanyaan. Manusia dewasa yang menganggap tahu segalanya menjadi
anakyang terus menerus belajar. Tepat, pertanyaan merupakan ciri
terjadinyapembelajaran. Ingat teori gravitasi lahir dari sebuah pertanyaan
sederhanatentang fenomena apel jatuh, sebuah fenomena yang sudah tidak
pernahdipertanyakan lagi oleh orang-orang pada jamannya. Sebuah pertanyaan
sederhanadapat melahirkan sebuah teori dan menghasilkan perubahan dunia.
Semakin beragampertanyaannya maka semakin banyak yang dipelajari seseorang.
***
Kedua prinsip tersebut, appreciative dan inquiry, yangkemudian membentuk
Appreciative Inquiry. Sebagaimana fusi antara hidrogen danoksigen, seperti
reaksi fusi inti nuklir, penggabungan antara appreciative daninquiry melahirkan
sebuah energi dahsyat yang mengkatalisasikan perubahan yangluas biasa. Proses
fusi tersebut akan menyatukan energi dari setiap orang,mengikat energi itu dan
mengubah menjadi daya dorong yang tidak terbayangkan.Forum yang awalnya dingin
berubah menjadi hangat, seolah-olah energi alammelinggkupi forum tersebut,
ketika orang-orang melakukan wawancara apresiatifdan bertukar cerita inspiratif.
Secara sederhana, Appreciative Inquiry dapat diartikansebagai seni dan praktek
bertanya yang memperkuat kapasitas manusia dan sistemmanusia untuk menciptakan
masa depan yang penuh dengan harapan. Secara lebihserius, Appreciative Inquiry
adalah sebuah metode yang mentransformasikankapasitas sistem manusia untuk
perubahan yang positif dengan memfokuskan padapengalaman positif dan masa depan
yang penuh dengan harapan. AppreciativeInquiry dapat diterapkan di berbagai
bidang selama fokusnya adalah manusia dansistem manusia. Sistem manusia dapat
berarti keluarga, komunitas, kelompok,organisasi dan bahkan kota.
Appreciative Inquiry dikembangkan pertama kali olehDavid Cooperrider dan Suresh
Srivastva di Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio.Mereka berdua
melakukan uji coba berbagai pendekatan action research untukmengembangkan
Cleveland Clinic, sebuah fasilitas perawatan kesehatanbertaraf-internasional.
Mereka berdua melakukan wawancara yang terfokus padafaktor-faktor yang
memberikan kontribusi bagi efektivitas organisasi. Proseswawancara ini kemudian
memancing seluruh anggota organisasi membicarakankisah-kisah keberhasilan
organisasi secara antusias. Keberhasilan pendekatanawal ini yang kemudian
menyebarluas ke seluruh penjuru dunia.
Dalam sepuluh tahun terakhir, Appreciative Inquirymenjadi sangat populer dan
dipraktekkan di berbagai wilayah dunia, sepertiuntuk mengubah budaya sebuah
organisasi, melakukan transformasi komunitas,menciptakan pembaharuan
organisasi, mengarahkan proses merger dan akusisi danmenyelesaikan konflik.
Dalam bidang sosial, Appreciative Inquiry digunakanuntuk memberdayakan
komunitas pinggiran, perubahan kota, membangun pemimpin religius,
danmenciptakan perdamaian (Chapagai, 2000; der Haar dan Hosking, 2004;
Bushe,2005; Watkins, J., Mohr, B., 2001; Whitney, D., & Trosten-Bloom, A.,
2002).
Dalam dunia pendidikan, Appreciative Inquiry digunakanuntuk perubahan budaya,
penyusunan rencana strategis dan perubahan proses pembelajaran.Dalam
pengelolaan SDM, Appreciative Inquiry diterapkan untuk melakukanwawancara
seleksi, membentuk model kompetensi, penilaian kinerja, coaching danmentoring,
serta membentuk tim kerja. Selain itu, Appreciative Inquiryditerapkan juga
untuk penciptaan keluarga, desain pendidikan anak, terapiindividu dan terai
kelompok (Bushe, 1998; Bushe dan Kassam, 2005; Watkins, J.,Mohr, B., 2001;
Whitney, D., & Trosten-Bloom, A., 2002).
***
Mari kita kembali pada pencarian kisah inspiratif, kembali pada
perubahandunia. Bagaimana cara appreciative inquiry menggali kisah inspiratif?
Bagaimanacara appreciative inquiry menjadikan kisah inspiratif sebagai energi
pengubahdunia? Cara appreciative inquiry ibarat penambang mencari dan mengubah
bijiemas untuh menciptakan dunia yang indah. Siklus cara appreciative inquiry
biasadisebut sebagai siklus 5-D yaitu Definition,Discovery, Dream, Designdan
Destiny.
Layaknya seorang penambang, langkah awalnya adalah menentukan apa yang
menjadifokus penambangan, apa yang mau ditambang? Langkah awal ini akan
menentukankeseluruhan proses. Bila penambang itu menentukan emas maka emas yang
akandidapatkan. Akan berbeda ketika ia memilih perak, perunggu, atau tanah.
Penambang selanjutnya akan mempersiapkan proses penambangan. Menyiapkanalat,
orang, tempat dan yag lainnya. Begitu juga dg appreciative inquirymenyiaplan
pertanyaan sbg alat untuk melakukan penggalian, menentukan siapayang
mewawancarai, dan siapa yang diwawancarai. Penambang akan lebih terfokuspada
bijih emas yang besar dan lebih mengkilap.
Setelah melakukan penambangan, tentu penambang akan mendapatkan bijihemas. Lalu
bagaimana? Penambang akan berimajinasi tentang bentuk yangdiinginkannya. Dengan
segala bijih emas yang dimiliki, kondisi ideal macam apayang dapat tercapai?
Penambang akan berimajinasi, semisal tentang bentukperhiasanan atau artefak
lainnya dengan segala keindahan.
Penambang melanjutkan langkahnya. Ia menyusun desain untuk mengolah bijihemas
menjadi bentuk yang dimpikan, mulai dari desain proses pembentukan,organisasi
produksi, sistem jaminan mutunya dan yang lainnya. Apabila segalanyatelah
tersedia dan dipersiapkan, maka penambang mulai beraksi untuk mewujudkanimpian
dalam kehidupan nyata. Ia akan merayakan setiap keberhasilan danmengembangkan
keberhasilan itu.
Sebagaimana cerita penambang diatas, begitu pula langkah dasar
dalamAppreciative Inquiry. Diawali dengan pemilihan pemilihan topik afirmatif,
fokusperubahan yang diinginkan. Sebagaimana namanya, topik ini harus memancing
minatsemua untuk mencari tahu, mempelajari dan mengembangkan topik tersebut.
Topikyang membangkitkan gairah, menyulut semangat kehidupan. Topik ini menjadi
arahperubahan sekaligus kenyataan akhir yang akan terwujud. Beberapa
topikafirmatif adalah kepuasan kerja yang mengikat, penciptaan kehidupan
yangharmonis, pembelajaran yang inspiratif.
Ambil contoh kita memilih topik afirmatif pasangan yang luar biasa.Langkah
berikutnya, kita akan memasuki tahap Discovery yaitu melakukanwawancara
apresiatif, aktivitas appresiatif inquiry yang tak tergantikan,seputar topik
afirmatif. Tujuan utama wawancara ini adalah mengungkap danmengapresiasikan
sesuatu yang memberi kehidupan dan energi kepada orang, pekerjaandan
organisasinya. Kreativitas praktisi appresiatif inquiry sangat diperlukanuntuk
menciptakan pertanyaan yang tajam, provokatif dan memancing lahirnyakisah
inspiratif.
Semisal, “Ingatlah ketika aku dan kamu pertama kali jatuh cinta satu
satusama lain. Ceritakan pengalaman ketika engkau jatuh cinta pertama kali
padaku!Apa yang membuatmu jatuh cinta?” Atau, “Setelah melewati
beberapawaktu, perkawinan kita telah mengalami momen terbaik. Ceritakan
mengenaimomen-momen terbaik yang ingin kamu bekukan dan kamu ingin kembali
mengalamimomen tersebut. Apa yang kita lakukan? Apa yang membuat momen itu
menjadisempurna?”
Percaya atau tidak, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat
mengungkapkankemisteriusan kehidupan manusia. Kita akan mendapatkan banyak
jawaban-jawaban,biasanya dalam bentuk cerita, yang tidak terduga, yang luar
biasa, yang“aneh”, yang “ajaib “, sisi lain yang tidak
pernahterungkap sebelumnya. Kita terkadang terharu, terkadang geli,
terkadangtergugah ketika mendengarkan berbagai cerita tersebut. Cerita
tersebutmengandung jiwa kehidupan bagi individu maupun organisasi, mengandung
sesuatuyang membuat individu atau organisasi menjadi “hidup”.
Jawaban ataucerita inspiratif ini kemudian kita kristalisasikan menjadi inti
positif, aspekdalam sejarah kita yang paling berharga dan ingin dikembangkan di
masa depan.
Setelah mendapatkan “emas” berupa cerita inspiratif, kita
ditantanguntuk berimajinasi tentang masa depan yang ideal. Proses tahap Dream
inibiasanya dipandu dengan pertanyaan impian, sebagai pemancing untuk
berimajinasibebas. Semisal, “Pejamkan mata anda! Bayangkan kamu mengalami
tidurpanjang dan baru terbangun 10 tahun kemudian. Selama engkau tidur, dunia
dankeluarga ini telah mengalami perubahan yang sangat positif, seluruh impian
danharapan anda terwujud. Ketika anda terbangun, apa yang engkau
saksikan?Ceritakan secara rinci! Bagaimana pasanganmu, bagaimana anak kita,
bagaimanakeluarga kita?“
Pertanyaan impian ini harus memperluas kesadaran secara ruang dan
waktu,mendorong orang berimajinasi tentang kehidupan bersama yang diimpikan
pada masayang akan datang. Pertanyaan impian ini biasanya menggugah, terkadang
pulamengguncang, kesadaran kita semua. Dalam beberapa kejadian, pertanyaan
impianini tidak langsung terjawab. Walau demikian, pertanyaan impian ini
seakan-akanmenghentikan waktu kehidupan kita, dan mendorong kita untuk berpikir
tentangarah kehidupan di masa mendatang.
Discovery dan Dream adalah dua tahap yang paling emosional dalam
Appreciative Inquiry.Seluruh energi emosional dari peserta yang terlibat akan
berkumpul dan mengubahpertemuan atau aktivitas yang berlangsung menjadi penuh
dengan gairahkehidupan. Gabungan energi ini yang akan menjadi daya dorong bagi
tahap-tahapselanjutnya. Dalam salah satu kesempatan, saya menawarkan kepada
salah seorangsahabat serangkaian pertanyaan appreciative inquiry tentang
pasangan yang luarbiasa. Dan komentarnya sungguh luar biasa,
“……..padasaat yang sama aku juga bilangin kalo aku senang
sekali waktu lihat dia mainpiano lagu Love Story sambil sesekali nengok ke
aku...kayaknya gimanagitu...kamu tahu Bud....efeknya sampe sekarang untuk satu
pertanyaanitu....kita jadi bermemori...ngingat masa lalu..dan sikap dia
keaku..wuih..(meski ga pake kata-kata sayang, wong dia gak bisa untuk hal
itu)tapi body languangenya itu. Seperti saat tidur, care banget
samaaku….suka usap-usap punggung...(hi..hi..) kalo kebangun tengah
malam,nyempet-nyempetin cium kening aku sebelum dia lanjutin tidur
lagi....weleh....
Aduh mengingat ini akugigiku jadi ngilu...hi..hi...hi......”
(Email pada Kamis, 13April 2006)
Reaksi berbedaterjadi pada orang yang berbeda. Seorang mahasiswa menuturkan
bagaimana iadicurigai pacarnya ketika mengajukan pertanyaan apresiatif.
“apamaksudnya?”. “Nanti kamu GR kalau kujawab”. Akan
tetapipada akhirnya,
“….sayamencoba menerapkan berbicara AI dengan pasangan, hasilnya
WOW !!!! luar biasa,saya jadi enak berbicara dengan pasangan saya, dan pasangan
saya pun jadi enakmendengarnya, bahkan sampai keluar air mata terharu yang LUAR
BIASA!!!”
(Email pada Kamis, 13Juli 2006)
Selanjutnya, berdasarkan apa yang terbaik di masa lalu dan masa kini,
sertaimpian kehidupan masa depan, maka kita kemudian mulai mendesain
arsitekturkehidupan bersama kita. Kita menyusun prinsip-prinsip tentang
bentukorganisasi, nilai, proses, hubungan antar pihak dan yang lainnya. Hasil
daritahap ini adalah sejumlah prinsip panduan, yang biasa disebut sebagai
proposisiprovokatif, untuk menentukan aksi atau tindakan yang akan kita
lakukan.
Pada tahap terakhir dari siklus 5D, setiap anggota dibebaskan dan
diberdayakanuntuk mengajukan ide inovatif yang sesuai dengan hasil tahap
sebelumnya. Ideinovatif yang disepakati didukung secara menyeluruh baik oleh
anggota yang lainmaupun oleh organisasi. Setiap anggota yang berminat mulai
melakukan aksi dalamkehidupan nyata. Pada akhirnya, setiap keberhasilan
dirayakan, disebarluaskan,dan dikembangkan pada keseluruhan organisasi.
Langkah siklus 5D Appreciative Inquiry sebenarnya sederhana. Selama kita
bisamelepaskan diri dari wacana defisit dan mengubah cara pandang
menjadiapresiatif. Kita bisa melakukan pembandingan antara langkah
AppreciativeInquiry dengan langkah problem solving untuk semakin memudahkan
pemahaman,sebagaimana bagan berikut:
Praktek appreciative inquiry adalah praktek yang mudah. Praktek itu dapat
dilakukanoleh siapapun dan dimanapun. Tidak perlu waktu dan ruang khusus. Bagi
merekayang pemula, bisa mencobanya di meja makan ketika makan malam bersama
keluarga,dan mengubah makan malam itu menjadi pertemuan keluarga yang
menggugah. Bisadilakukan ketika kencan bersama pasangan, dan jadilah kencan
paling romantis.Atau mulailah rapat dengan mengajukan pertanyaan, apa
pengalaman terbaik dankeberhasilan kita minggu ini? Rapat akan berubah menjadi
pertemuan yangmenarik.
Praktek appreciative inquiry adalah praktek yang mudah. Setiap orang
bisamencari kisah-kisah inspiratif. Setiap orang bisa membangkitkan
semangatkehidupan lingkungan sekitarnya. Setiap orang bisa mengajak
orang-orangdisekelilingnya menciptakan visi kehidupan mendatang. Setiap orang
bisamengubah dunia sesuai daya yang dimiliki dan terarah pada impian masa
depanyang diinginkan. Tepat kiranya bila appreciative inquiry disebut sebagai
jalansetiap orang untuk mengubah dunia, dan terus mengubah dunia.
Pertanyaanapresiatif yang kita ajukan akan memframing orang lain, jawaban orang
tersebutakan menginspirasi kita dan berputar berkembang begitu terus.
***
Buku ini adalah buku pengantar menuju pemahamansekaligus buku panduan praktek
Appreciative Inquiry. Pemaparan tentangpenjelasan teoritis yang ringkas
memudahkan pembaca untuk mengerti tentangAppreciative Inquiry secara cepat.
Panduan praktis tentang cara melakukanlangkah demi langkah appreciative inquiry
yang diperkaya dengan ilustrasi dancontoh menjadikan buku ini sebagai buku
panduan bagi siapa saja yang inginmelakukan Appreciative Inquiry. Kualitas buku
ini terjamin juga berkatpenulisnya yang merupakan praktisi appreciative inquiry
di berbagai tempat,sehingga cermat terhadap setiap lekuk Appreciative Inquiry.
Walau buku ini ditulispada setting bisnis, tetapi pembaca dapat mengambil
pelajaran untukdipraktekkan di bidang kehidupan lainnya.
Bagi pembaca yang ingin belajar lebih lanjut tentang appreciative
inquiry,dapat bergabung bersama kami dalam komunitas apresiatif. Silahkan
mengirimkanemail kosong ke [EMAIL PROTECTED] Ada banyak literatur, sharing
pengalaman danaktivitas menarik tentang appreciative inquiry yang dapat
ditemukan dalam milisini.
Damai di Bumi
Budi Setiawan
FakultasPsikologiUniversitas Airlangga
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
*****
HELP ME !
1. Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda menurun ? di
ServoPower aja !
Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO,
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta
Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005.
2. Anda ingin rekrut SDM yang Kompeten dan Bersemangat tinggi ? di
ServoRecruitment aja !
3. Anda mencari Partner Kerja, Pembicara / Narasumber, Personal Coach,
Motivator tentang Manajemen Diri, Pemrograman Prestasi, ServoPower,
ServoTherapy, HypnoTherapy ? di ServoCenter aja !
4. Anda pengen menghilangkan Hambatan Sukses seperti Insomnia ? Trauma ? Phobia
? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ?
Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ? di ServoTherapy
aja !
Testimonies pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal.
52. Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/ServoTestimonies/<<<
5. Anda pengen belajar Hipnotis ? atau menjadi seorang ServoTherapist ? atau
menjadi pemilik Klinik Servo ? di ServoCenter aja !
6. Anda pengen memberi hadiah kepada Karyawan Anda, Staf Anda ataupun orang
yang Anda sayangi ? di ServoPrint aja !
Print-out artikel ini atau teruskan keberadaan milis ini !
*****
SERVO CENTER
Pusat Pelatihan Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
Anda pengen Solusi, di SERVO CENTER aja !
Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/<<<
*****
HELP YOU !
1. Anda ingin berbagi pengalaman tentang keberhasilan Anda mengatasi masalah ?
Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/817488/#cmts<<<
2. Anda ingin Testimonial / Kesaksian tentang ServoPower/ServoTherapy ? Klik
aja >>>http://servocenter.blog.com/760208/#cmts<<<
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/