Menanggapi tulisan pak Jamil, saya kira yang
diutarakan pak Jamil itu merupakan hal yang wajar.
Dalam khasanah psikologi, respons seperti itu, yang
menurut istilah pak Jamil 'Komentator Parardoks'
memang biasanya diberikan oleh orang yang tidak atau
belum mempunyai kemampuan apa2 dan respons tersebut
merupakan 'deffence mechanism' atau upaya pertahanan
diri terhadap sesuatu yang 'mengganggu' nilai dirinya.
Oleh karena itu, menghadapi seperti itu kita hendaknya
memaklumi saja. Kalau kita di Surabaya bilangnya
'....sing waras maklum....'

wass
rachmat

--- Budi Rachmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Tulisan yang sangat menarik dari seseorang yang luar
> biasa... 
> 
> wajib di-share... kepada teman2.
> 
> Salam,
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> ________________________________________
> From: [EMAIL PROTECTED]
>
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> 
> Sent: Wednesday, July 26, 2006 11:45 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [PROFEC] Digest Number 346
> 
> 8a. 
> Komentator Paradoks 
> Posted by: "jamil azzaini" [EMAIL PROTECTED]  
> jamil_azzaini 
> Tue Jul 25, 2006 7:19 pm (PST) 
> 
> Berikut tulisan saya di www.detikportal.com edisi
> Jumat pekan lalu. Semoga bermanfaat.
> 
> Salam Epos
> 
> Jamil
> 
> Komentator Paradoks
> 
> Indonesia kembali berjaya dalam olimpiade fisika
> internasional yang berlangsung di Singapura 08 – 16
> Juli 2006. Bahkan, Jonathan Pradana Mailoa meraih
> gelar The Absolute Winner karena meraih nilai
> tertinggi dalam ujian teori dan eksperimen. Tiga
> peraih emas lain adalah, Pangus Ho (SMA Kristen 3
> Penabur Jakarta), Irwan Ade Putra (SMA Negeri 1
> Pekanbaru), dan Andi Octavian Latief (SMA Negeri 1
> Pamekasan, Madura). Satu nama lagi M Firmansyah
> Kasim
> (SMP Islam Athirah, Makasar) meraih medali perak
> 
> “Fantastik, masih belia sudah mampu mengangkat citra
> bangsa.” Itulah komentar saya atas raihan prestasi
> mereka. Walau saya bukan anggota tim olimpiade
> fisika
> itu saya ikut merasa bangga dan bahagia sebagai anak
> bangsa. Kebahagian itu saya wujudkan dengan cara
> menceritakan prestasi mereka di dalam setiap
> kesempatan yang tepat.
> 
> Sebagian besar yang saya ajak diskusi menanggapi
> positif prestasi itu. Namun ada juga yang memberi
> komentar lain. “Keberhasilan seseorang bukan
> ditentukan oleh menjuarai olimpiade atau kecerdasan
> intelektual. Akan tetapi ditentukan oleh kecerdasan
> emosional dan spiritual. Bahkan, kecerdasan
> intelektual hanya berkontribusi 6-20 persen terhadap
> suksesnya seseorang.” Begitu pendapat rekan saya
> yang
> lain. Sambil mengutip pendapat para ahli, rekan saya
> terus menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan
> spiritual tanpa sedikitpun memberikan apresiasi
> positif terhadap prestasi tim olimpiade itu.
> 
> “Bangsa yang dipenuhi Komentator” Pikir saya. Di
> saat
> kita seharusnya memberikan apresiasi positif, kita
> malah memberikan komentar yang miring dan mematahkan
> semangat. Atas kemampuan Pak Habibie membuat
> pesawat,
> sebagian kitapun berkomentar “ngapain buat pesawat
> kalau hanya ditukar beras dengan Thailand.” 
> 
> Bila dalam sebuah perusahaan ada yang jabatannya
> naik,
> sebagian kita ada yang sibuk cari cara untuk
> melemahkannya. Berbagai komentar negatif boleh jadi
> muncul. “Maklum dia pintar menjilat atasan.” “Dia
> khan
> saudaranya ….” “Dia khan setor sekian….bla…bla…” 
> 
> Ketika piala dunia di Jerman. Komentatorpun
> bermunculan di layar kaca. Dari yang tidak pernah
> bermain bola sampai mantan pemain bola. Di
> kendaraan,
> di kantor, di pasar, dan di tempat-tempat
> berkumpulnya
> orang, semua mengomentari permainan tim-tim yang
> telah
> dan akan bertanding. Saat itu, kita seolah-olah
> piawai
> dan ahli dalam bermain bola. 
> 
> Padahal bila diterjunkan ke lapangan, sebagian besar
> kita napasnya ngos-ngosan. Nendang bola salah arah.
> Ngoper bola malah ke tim lawan. Permainan tim pun
> tanpa pola yang jelas. Kemampuan kita ketika memberi
> komentar tidak tercermin pada permainan di lapangan.
> Komentator yang tak memiliki pengalaman bertanding,
> tidak ahli bermain, dan belum pernah ada prestasi
> yang
> disumbangkan saya sebut sebagai komentator paradok.
> 
> Boleh jadi, dalam kehidupan kita sehari-hari kita
> temukan banyak komentator paradok. Dia hanya ahli
> berkomentar, menilai, memberikan analisa, dan
> memprediksi kemungkinan yang akan terjadi. Sementara
> dalam kehidupan yang sesungguhnya, kemampuannya
> tidak
> teruji.
> 
> Rekan saya yang mengkritisi juara olimpiade fisika
> pasti dia belum pernah juara olimpiade. Orang yang
> “melecehkan” kemampuan pak Habibie pasti dia tidak
> bisa membuat pesawat. Orang yang dengki dan iri atas
> prestasi rekan kerja dan orang lain, boleh jadi dia
> belum meyumbangkan prestasi signifikan di dalam
> hidupnya. 
> 
> Mari kita tanyakan pada diri kita. Apa prestasi yang
> telah saya torehkan? Apa keahlian saya? Apa peran
> yang
> telah saya kontribusikan untuk tim? Dan, bila Tuhan
> mencabut nyawa saya hari ini, prestasi apa yang akan
> saya banggakan di hadapan-Nya sehingga saya pantas
> menjadi penghuni Surga? Bila sebagian besar jawaban
> atas pertanyaan itu adalah Tidak ada, boleh jadi
> anda
> adalah Komentator Paradok. Ahli bicara, ahli
> berkomentar tapi miskin prestasi. Siapa anda? 
> 
> Keterangan Penulis: 
> Jamil Azzaini adalah Inspirator, Senior Trainer dan
> penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi
> Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




*****

HELP ME !

1. Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan karyawan Anda menurun ? di 
ServoPower aja !

Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO, 
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta 
Bisnis, Edisi  41 / III / Agustus 2005. 

2. Anda ingin rekrut SDM yang Kompeten dan Bersemangat tinggi ? di 
ServoRecruitment aja ! 

3. Anda mencari Partner Kerja, Pembicara / Narasumber, Personal Coach,  
Motivator tentang Manajemen Diri, Pemrograman Prestasi, ServoPower, 
ServoTherapy, HypnoTherapy ? di ServoCenter aja ! 

4. Anda pengen menghilangkan Hambatan Sukses seperti Insomnia ? Trauma ? Phobia 
? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? 
Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ? di ServoTherapy 
aja !

Testimonies pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 
52. Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/ServoTestimonies/<<<

5. Anda pengen belajar Hipnotis ? atau menjadi seorang ServoTherapist ? atau 
menjadi pemilik Klinik Servo ? di ServoCenter aja ! 

6. Anda pengen memberi hadiah kepada Karyawan Anda, Staf Anda ataupun orang 
yang Anda sayangi ? di ServoPrint aja !

Print-out artikel ini atau teruskan keberadaan milis ini !

*****

SERVO CENTER
Pusat Pelatihan Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

Anda pengen Solusi, di SERVO CENTER aja !
Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/<<<

*****

HELP YOU !

1. Anda ingin berbagi pengalaman tentang keberhasilan Anda mengatasi masalah ? 
Klik aja >>>http://servocenter.blog.com/817488/#cmts<<<

2. Anda ingin Testimonial / Kesaksian tentang ServoPower/ServoTherapy ? Klik 
aja >>>http://servocenter.blog.com/760208/#cmts<<< 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke