----- Original Message ----- 
From: Michael 
To: Adi ; Agus ; Aldiram ; Almiza ; Amen ; AndiAMS ; Andika ; Andy Budiman ; 
Ari ; Ayu ; Mrs. Bugs ; Daniel ; Dedy3ks ; Dewi ; DewiAMS ; Doraemon ; Echo ; 
Ferry ; Henny ; Ida ; Igun ; ItHelpdesk ; Dian ; IkaManto ; My Yahoo ; Patty ; 
Peppie ; SMPCharitasFriendz ; SquackleFriendz ; Stevanie ; TechniqueFriendz ; 
Yumi ; JosephAMS ; Kang Susila ; Kristanto ; Martina ; Mba Aya ; Mba Sofi ; 
Mycson ; Oci ; Otniel ; Pak Edi ; Pak Gio ; Pak Hari ; Pak Marcel ; Pak Tom ; 
Pak Tony ; Pak Willy ; Pepen ; Rani ; Sony ; Suci ; Sukron ; Titie ; Tyoz ; Uun 
; Yoeyoen ; Yoseph ; Yudith 
Sent: Tuesday, September 05, 2006 12:13 PM
Subject: Kamu Mau Jadi Seperti Wortel, Telur Atau Kopi...???




IMPORTANT NOTICE:
This email may be confidential, may be legally privileged, and is for the 
intended recipient only.  Access, disclosure, copying, distribution, or 
reliance on any of it by anyone else is prohibited and may be a criminal 
offence.  Please delete if obtained in error and email confirmation to the 
sender.



--------------------------------------------------------------------------------


 
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa 
hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya 
dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu 
masalah selesai, timbul masalah baru.

 

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan 
menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia 
menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi 
bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak 
membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang 
dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan 
wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk 
yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

 

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" 

 

"Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. 

 

Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia 
melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu 
memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia 
mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk 
mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. 

 

Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" 

 

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi 'kesulitan' yang sama, 
melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. 
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah 
direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. 
Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, 
isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada 
di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. 

 

"Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya.

"Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu 
wortel, telur atau kopi?" Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang 
kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu 
menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."

 

"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang 
dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan 
maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah 
kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?."

 

"Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang 
menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 
derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat."

 

"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan 
menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."

 

Jadi kamu seperti apa..????

 



 

Warmest Regards,

Michael  

 

 


[Non-text portions of this message have been removed]






*****

HELP ME !

1. Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan Karyawan Anda menurun ? 

Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO, 
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta 
Bisnis, Edisi  41 / III / Agustus 2005. 

2. Kemana mencari SDM yang Kompeten dan Antusias ?

3. Kemana mencari Narasumber / Pembicara tentang Motivasi, Manajemen Diri dan 
Prestasi, ServoPower, ServoTherapy, HypnoTherapy ?

4. Siapa yang dapat menjadi Pelatih Pribadi (Personal Coach) serta memprogram 
Prestasi Karir / Profesi ? 

5.Kemana menghilangkan Hambatan Sukses seperti Insomnia ? Trauma ? Phobia ? 
Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ? Depresi ? 
Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ?

Testimonies pernah dimuat di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 
52. Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/servo-testimonies/<<<

*****

SERVO CENTER
Pusat Pemrograman Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257

Talkshow Interaktif tentang Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi :

1. Radio MSTRI  104,2 FM, Setiap Kamis Sore, Jam 16.00 - 17.00
2. Radio PESONA 103,8 FM, Setiap Rabu Malam, Jam 19.00 - 20.00
   Setiap Minggu Pertama, Awal Bulan

>>>http://servocenter.wordpress.com/<<< 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke