Katakan dengan kartu pos
Teknologi katanya memperdekat jarak.
Telepon membuat kita bisa ngobrol walaupun terpisahkan beribu kilometer
jauhnya. Email bisa membuat kita menulis dan menerima kabar tanpa harus
menunggu berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Berbagai
messenger bisa membuat kita tetap berbincang-bincang dengan yang lain yang
berada di seberang lautan, walaupun suara digantikan oleh tarian jari-jari di
atas keyboard. Tapi tidakkah ada yang merasa kedekatan jarak yang diciptakan
oleh teknologi terkadang memudarkan indahnya komunikasi antar dua insan?
Email memang memudahkan kita untuk mempertahankan kontak dengan seorang teman.
Tapi kemudahan ini kadang malah membuat kita meremehkan arti dari "stay in
touch" . Tak jarang kita sehabis membaca email berkata.."ah entar aja
balesnya, gampang ini." Nanti...nanti...dan akhirnya tidak pernah terbalas,
karena email tersebut sudah tertimbun dalam inbox.
Membaca email pun rasanya hambar. Kabar tertulis dalam tulisan yang rapi namun
mekanis, tidak ada unsur manusia seperti halnya tulisan tangan. Tidak ada
emosi yang disampaikan dari tulisan sebuah tangan manusia. Lekukan huruf dan
tanda tangan penulis memberikan sentuhan personal dari kabar tersebut, kabar
yang ditulis oleh orang yang kita kenal, sayangi, atau bahkan rindukan.
Pernah lihat surat-surat lama nenek atau orang tua kita? Saya pernah lihat
tulisan nenek saya jaman dahulu kala. Tulisan sambung yang terukir seperti
cacing di atas kertas yang menguning. Saya masih ingat gemetarnya tangan saya
waktu itu, tersentuhnya hati saya, seakan mencoba merasakan sejarah dari surat
tersebut. Perasaan yang kurang bisa saya dapatkan dari membaca email-email
cinta saya pada beberapa tahun silam.
Makanya hati saya selalu langsung berbunga-bunga ketika di kotak pos saya
ada surat atau kartu dari teman-teman saya. Senangnya hati ini ketika membaca
kabar singkat di balik kartu pos lebih daripada ketika membaca cerita panjang
lebar di sebuah email. Berhubung saya penganut paham treat others like you
want them to treat yourself, saya pun selalu berusaha mengirimkan kartu pos ke
teman-teman saya; walaupun isinya hanya singkat, just wanna say hi or thank you
for your card.
Jadi kenapa tidak sampaikan kabar dengan kartu pos? Kartu pos yang memberikan
sedikit gambaran tempat di mana kita berada, tempat baru yang kita injak dalam
pertualangan hidup, photo artistik yang menyampaikan perasaan hati pada saat
itu, atau sekedar gambar jenaka yang membuat kita tersenyum merupakan media
untuk berbagi dengan mereka yang jauh di sana. Sebuah media untuk
memperlihatkan hidup kita saat itu, hidup yang sudah terpisah oleh jarak.
Biaya mengirim kartu pos lebih murah daripada surat atau kartu lainnya,
harganya pun relatif lebih murah. Kartu pos juga tidak menuntut kita untuk
mengarang cerita panjang lebar, sehingga tidak ada alasan seperti, harus
menulis apa?
Cara lama memang mungkin kurang praktis, tapi menulis sepucuk surat dengan
sebuah pena dan secarik kertas jauh lebih manusiawi. Cetaklah jejak dalam
hidup ini, meskipun itu hanya berupa beberapa bait kalimat yang ditujukan
kepada seseorang yang berarti.
posted by Pipit at 3:19 PM
5 Comments:
ini tentang teknologi dan pergeseran. ketika
surat diantar dengan tenaga burung, manusia saat itu telah merasa setingkat
lebih maju. mereka mengira, dengan bantuan burung, manusia tidak lagi
mengeluarkan energi sebagaimana dulu, setiap mengirim surat harus mengandalkan
tenaga manusia.
namun akhirnya, ada jasa tersendiri untuk mengantarkan surat-surat itu.
tinggal membeli prangko, dan surat siap "terbang" ke tujuan. manusia saat ini
juga selangkah lebih maju.
entah, apakah waktu itu telefon sudah apa belum, namun surat tetap tidak
bergeser.
teknologi terus berkembang... dan terus berkembang. jarak seakan terhapus oleh
penemuan-penemuan baru alat komunikasi. ketika lebih praktis, maka manusia
menganggap selangkah lebih maju.
namun ketika mereka menganggap hal itu masih relevan, maka komunikasi pun masih
bisa dijalin ---walau hanya surat.
kurang praktis? mungkin. tapi buktinya setiap pengiriman undian, banyak yang
masih mengandalkan surat, atau kartu pos.
By imponk, at January 06, 2006 6:08 PM
Tulisan tangan memang jauh lbh berkesan, gara2 posting
ini jadi membuka kotak yang berisi surat2 lama, mulai dr jaman kuliah, memang
gak byk, tapi hmm.. kok jadi agak terharu ya.
How fast time goes..
By Anonymous, at January 06, 2006 6:28 PM
Eh kok anonim, abis gak ada formnya, tulisan di atas
dari gue pit :)
WiRa
By Anonymous, at January 06, 2006 6:32 PM
Imponk: Setuju sekali! Tapi ya kadang suka sedih aja
melihat bagaimana manusia sangat mengandalkan teknologi tanpa sadar kalau
sudah mengurangi unsur manusiawi.
Melangkah maju memang sudah arah perjalanan manusia. Tapi tidak berarti dalam
melangkah kita harus mencampakkan semua yang 'dahulu' kan? Mungkin sifatnya
agak nostalgic.
Wira: Itu dia Wir, lebih berkesan. Ngomong-ngomong gue kayaknya nggak pernah
dapet surat dari eloe deh Wir...*nodong*..hihihi
By Pipit, at January 07, 2006 9:57 AM
Kata orang, di dunia yang sarat kemudahan informasi,
dunia akan semakin kehilangan makna.
Karenanya, gw males kirim ucapan apapun (ultah, taon baru, hariraya) pake
imel/sms.
Mending kirim sesuatu yang ada tulisan tangan asli ;)
(oh ya, paragrap pertama yang gw kutip, gw ambil dari "Future Shock". Udah baca
?)
By andry, at January 07, 2006 11:21 AM
Post a Comment
<< Home
---------------------------------
http://asia.groups.yahoo.com/group/bintangpelajar/
“Tiada hari tanpa belajar, tiada prestasi tanpa dikejar”
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
*****
1. Anda ingin meningkatkan Motivasi, Produktifitas dan Kualitas Pelayanan
Karyawan Anda ?
Inhouse training & Workshop Motivasi dipandu langsung oleh penemu Metode SERVO,
merupakan salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, Versi Majalah Warta
Bisnis, Edisi 41 / III / Agustus 2005.
2. Anda mencari Narasumber / Pembicara tentang Motivasi, Manajemen Diri dan
Prestasi, ServoPower, ServoTherapy, HypnoTherapy ?
3. Anda mencari Penasihat Karir, Pelatih Pribadi (Personal Coach) ?
4. Anda ingin menghilangkan Hambatan Sukses Anda seperti Insomnia ? Trauma ?
Phobia ? Mania ? Psikosomatis ? Relapse ? Stress ? Cemas ? Sedih ? Takut ?
Depresi ? Marah ? Kebiasaan / Pengalaman Buruk ? Gemuk / Kurus ? dll. ?
Testimonies di Majalah Good Housekeeping, September 2005, hal. 52.
Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/servo-testimonies/<<<
*****
Hubungi Sdr. Iwan S. di :
(021) 5574 5555, 554 6009, 554 5257
SERVO CENTER
Pusat Pemrograman Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi
Komplek Cipondoh Makmur, Jl. Bahagia Raya
Blok B5b No. 2 Cipondoh, Tangerang 15148.
>>>http://servocenter.wordpress.com/<<<
*****
1. Talkshow Interaktif tentang Motivasi, Manajemen Diri dan Prestasi :
a. Radio MSTRI 104,2 FM, Setiap Kamis Sore, Jam 16.00 - 17.00
b. Radio PESONA 103,8 FM, Setiap Rabu Malam, Jam 19.00 - 20.00
Setiap Minggu Pertama, Awal Bulan
2. Anda ingin mengkonsultasikan masalah Pribadi Anda ?
Klik aja >>>http://servocenter.wordpress.com/140/<<<
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/