Pria dan Wanita, Berbeda untuk Bersatu
   
   
  Secara umum orang menilai bahwa:
    
   Ditinjau dari segi fisik: pria lebih tegap dan kuat, sementara wanita lebih 
lemah lembut  
   Ditinjau dari segi energi: energi pria terpusat sedangkan energi wanita 
menyebar dan membutuhkan waktu yang lebih lama  
   Dalam hal pergaulan: pria cenderung lebih aktif dan inisiatif, adapun wanita 
cenderung pasif dan bersikap menunggu  
   Pusat perhatian utama: pria pada karier atau prestasi kerja, sementara 
wanita kehidupan keluarga dan rumah tangga  
   Kekecewaan: pria terletak pada kegagalan, sementara wanita terletak pada 
kesepian  
   Reaksi: pria dalam menghadapi kekecewaan biasanya berdiam diri dan tak 
peduli, sementara wanita biasanya mengomel  
   Pengungkapan diri: pria lebih terbuka, langsung pada persoalan, serta mudah 
diduga, sementara wanita lebih tertutup dan sulit diduga.  
   Dalam menyikapi masalah: pria lebih rasional sedangkan wanita lebih 
emosional  
   Cara berpikir: pria lebih logis dan objektif, sementara wanita lebih 
intuitif, subjektif, serta lebih mendetil  
   Kejujuran, pria cenderung menutupi perasaan, sementara wanita cenderung 
menutupi kenyataan  
   Buah tangan: pria memandang pemberian dalam bentuk barang dari sudut pandang 
ekonomis dan praktif, sementara wanita memandang dari makna pribadi  
   Dalam menjalin hubungan: pria dianggap lebih memperhatikan keluasan dan 
kenyataan, sementara wanita dianggap lebih memperhatikan kedalaman serta 
kesetiaan
   
  Perbedaan di atas belum ditambah dengan perbedaan kebiasaan dalam keluarga, 
budaya, norma, dan adat, pendidikan formal, profesi, lingkungan pergaulan, 
usia, dan lain sebagainya. Dengan begitu banyaknya perbedaan, mungkinkah pria 
dan wanita menyatu?
   
  Sulit mencari titik temu, jika kita hanya mencari hal yang serupa. Yang perlu 
dicermati bukan pada perbedaan atau persamaan. Tapi lebih pada pemahaman untuk 
bersinergi, saling menutupi kekurangan dan kelebihan. Perbedaan tidak sama 
dengan pertentangan. Berbeda bukan berarti tak bisa bersama. 
   
  Pria dan wanita harus menyadari dalam segi apa kedua pihak berbeda. Menerima 
perbedaan yang tidak bisa disesuaikan. Mengakui perbedaan, tidak menutupi 
apalagi mengabaikan, selalu mencari kesesuaian dan titik temu adalah solusi 
untuk mengatasi perbedaan. 
   
  Adalah kebesaran yang kuasa menciptakan wanita dan pria berbeda-beda. Seperti 
siang dan malam, matahari dan rembulan, tawar dan asin. Semua adalah petunjuk 
bagi kita untuk berpikir dan makin menyadari bahwa Dia ada. 
   
  Pria dan wanita memang berbeda. Berbeda untuk bersatu. Bersatu dalam 
perbedaan.
   
   
  Sumber : “Menjadikan keluarga bahagia“ oleh Imam Suhirman 
  Media Istiqamah, Bandung dan Ustadz Cinta   
   
   
   
   
  Cinta Manajemen : 08129619741, 02168482227 (untuk konfirmasi kegiatan)
  Ustadzcinta_manajemen@ yahoo.com
   
  Saksikan Klinik Cinta di acara Cahaya Iman, setiap Kamis di Indosiar pukul 
04:30
   



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke