Saya sangat kecewa dengan sifat kasar karyawati YAMAHA ketika menjawab telpon saya. Hari Selasa, tanggal 12 Desember 2006 saya menelpon ke YAMAHA SENTRAL PADANG perihal pelat nomor, STNKB, serta helem yang mereka janjikan bisa diambil pada hari tersebut. Karyawan pertama yang mengangkat telpon cukup ramah, kemudian disambungkan dengan seorang karyawati yang menjawab telpon lumayan baik pada awalnya, tapi ketika saya menanyakan tentang keranjang yang dipasang dipunggung batang kemudi yang tidak saya dapatkan ketika membeli motor tersebut. Kemudian dia bilang; “tunggu sebentar ya mbak, dan kemudian dia manggil seseorang, pada saat itulah saya dengar si karyawati tersebut ngomong ketus sambil menirukan aksen saya campur Minang :”Mbak, YAMAHA MIO orang lain saya lihat pake keranjang, kok saya nggak dapat? Kini baru ditanyonyo, patang pas mambali dak dimintaknyo do”, si karyawati ngomong. Terus terang, suara si karyawati itu cukup keras untuk saya dengar. Apa dia tidak sadar pada saat dia ngomong demikian di dekat telpon lagi, si customer bisa mendengar suaranya yang merdu dan khas dengan jernih…? Bagi saya, kata-katanya cukup kasar. Kemudian pas telpon tersebut dioper ke karyawati berikutnya yang bernama Neri (kalo nggak salah), dia bilang: “Kalo mo pake keranjang di motor harus bayar biaya tambahan lagi sebesar Rp. 25.000”. saya tanyakan sekali lagi: “Jadi keranjang tersebut bukannya gratis?”. And dia jawab: “Oh, bukan mbak, itu harus dibeli seharga Rp. 25.000”. Terus terang saya jadi bingung karena adik saya bilang, temannya pas beli YAMAHA MIO SPORTY langsung pake keranjang. Untuk lebih haqqul yakin lagi, saya telpon ke Dealer Resmi YAMAHA yang lain di kota Padang yaitu CV Tjahaya Baru, dan benar karyawatinya bilang keranjang tersebut gratis, customer nggak kena charge lagi untuk keranjang tersebut. Pada saat mau beli YAMAHA MIO SPORTY and sampe udah diantar ke rumah, kami hanya berhubungan melalui telpon. Terus terang, credit marketing officernya yang ramah mau datang ke rumah dan membawa segala macam brosur serta form-form yang harus diisi. Kami puas dengan keramahannya. Tapi nada ketus karyawati yang berbicara di belakang telpon (pada saat telpon saya hold on) sambil menirukan gaya bicara customer yang di telpon? Kemudian, keengganan si karyawati melayani customer yang complain soal tidak adanya keranjang, eh malah di-charge lagi padahal keranjang tersebut gratis! Kalo emang si karyawati-karyawati tersebut malas meladeni customer yang complain, ya please dekh nggak usah bekerja di bidang yang tiap detik harus berurusan dengan customer. Kayaknya mereka perlu ditatar lagi! Sekarang kalo orang ngomong YAMAHA MIO, bukannya otomatis duluan yang muncul di benak saya, tapi customer service-nya yang nggak etis dan keterlaluan! Frankly, I satiesfied with your product, but your customer service absoulutely bad! Pada saat sekarang ini, setahu saya, banyak perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan a good relationship with their customers, not to make them satiesfied only but to make them delighted! So please your attention YAMAHA, don’t let such a case occur again and again, because one thing for sure is such a case would do spread the negative word of mouth for YAMAHA….!!! Sari Your disappointed customer
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
