On 1/21/07, humas fusi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Masalah NII di teknik bukan hanya menjadi kecemasan mahasiswa saja,
tetapi juga menjadi masalah dosen, dekanat, dan bahkan rektorat, yang
lebih penting lagi adalah orang tua mahasiswa. Banyak orang tua yang
sudah menelpon pihak dekanat tentang masalah NII ini. Sedangkan pihak
rektorat sangat mendukung pemberantasan NII ini, buktinya acara kajian
tentang bahaya NII yang diadakan FE dan FISIP mendapatkan bantuan dana
dari rektorat.
Kalau dilihat dari kader NII, sudah hampir merata di tiap departemen.
Misalnya di sipil, elektro, mesin, metal, industri.


Sedikit cerita, ada temen kita yang kader NII yang sudah tidak kuliah
lagi sejak semester lalu. Sebut saja si fulan. Dia terkena NII sejak
semester 5.Orang tuanya bahkan tidak tahu bhwa dia sudah gak kuliah
lagi. Dia selalu bohong sama ortunya. Bahkan dia pernah minta uang
yang lumayan besar dengan alasan biaya kuliah. Dia juga sdh tidak
punya apa2 lagi. Komputer,calculator grafik,handphone,dll smuanya dijual.
Oya dan yang gak kalah pnting, prestasi akademisnya menurun
drastis.Semester 1 IPnya 4 (ya bener 4). Sampai semester 4, IPKnya
masih cumlaude. Malah calon mapres teknik. Tapi setelah masuk NII
IPnya terjun payung dengan percepatan yang tak berhingga. Jangankan
2.00, 1.00 aja gak sampai.


Banyak dari teman-teman mahasiswa yang sudah diajak untuk ikut NII.
Kalau dari email-email untuk sosma BEM FT aja kemarin masih banyak
temen-temen kita yang kesulitan untuk bayar kuliah, terutama admission
fee untuk mahasiswa baru, maka dengan adanya NII ini makin menambah
masalah.

Ada salah satu temen yang pernah diajak hingga hampir mau ikut baiat,
dan hapenya sudah dikasih ke anak NII, sebagai jaminan. Dia harus
membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kembali hape itu, sekaligus
persyaratan untuk baiat.

 
Itu mungkin beberapa permasalahan dari sudut pandang ekonomi maupun
akademik. Itu aja dulu, mungkin permasalahan lainnya bisa dilanjutkan
di kesempatan berikutnya, atau dari temen-temen yang lain mungkin
lebih tahu.

Kemarin sudah terbit dua newsletter dari FUSI. Untuk yang pertama
(judulnya:Mau Alim Kok Mahal, Tanya Kenapa), newsletternya yang
membuat bukan dari anak FUSI, tapi salah satu mahasiswa muslim teknik,
yang pernah diajak untuk ikut NII oleh temannya, dan temannya yang NII
itu sekarang tidak kuliah dan merupakan oknum yang berbeda dari si
fulan tadi yang disebutkan. Newsletter yang kedua judulnya Nii green
eyes, terbitan dari FUSI.

Jadi masalah NII ini bukan cuma masalah anak FUSI aja, sudah menjadi
masalah bersama mahasiswa teknik dan juga dekanat. Jadi temen-temen
yang mau komentar lagi tentang NII, silahkan nambahin lagi aja.

Afwan kalau ada kata2 yang salah,

Alhaqqu min robbik
Jazakumullah Khoiron Katsiiro,

Wassalamualaikum wr. wb.

--humasfusi--

Info lainnya baca di http://nii-alzaytun.blogspot.com

Kirim email ke