Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi (2) 

Pengertian sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi 
godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka 
mencapai tujuan. Dalam agama, sabar merupakan satu diantara stasiun-
stasiun (maqamat) agama, dan satu anak tangga dari tangga seorang 
salik dalam mendekatkan diri kepada Allah. Struktur maqamat agama 
terdiri dari (1) Pengetahuan (ma`arif) yang dapat dimisalkan sebagai 
pohon, (2) sikap (ahwal) yang dapat dimisalkan sebagai cabangnya, dan 
(3) perbuatan (amal) yang dapat dimisalkan sebagai buahnya. Seseorang 
bisa bersabar jika dalam dirinya sudah terstruktur maqamat itu. Sabar 
bisa bersifat fisik, bisa juga bersifat psikis.

Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi, maka nama sabar 
berbeda-beda tergantung obyeknya.

1. Ketabahan menghadaapi musibah, disebut sabar, kebalikannya adalah 
gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`)

2. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut, mampu menahan 
diiri (dlobth an Nafs), kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar).

3. Kesabaran dalam peperangan disebut pemberani, kebalikannya disebut 
pengecut
4. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm), kebalikannya 
disebut pemarah (tazammur)

5. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada, 
kebalikannya disebut sempit dadanya.

6. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyyikan rahasia 
(katum).

7. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud, kebalikannya disebut 
serakah, loba (al hirsh).

8. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah), 
kebalikannya disebut tamak, rakus (syarahun)

Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.blogspot.com


Kirim email ke