v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:*
{behavior:url(#default#VML);}..shape
{behavior:url(#default#VML);}st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }
Kata Pengantar
Edisi Bahasa Inggris
Ketika Diana Whitney dan Amanda Trosten-Bloom memintasaya untuk menulis kata
pengantar ini, saya dengan serta-merta menjawab ya.Saya telah bekerja bersama
mereka selama bertahun-tahun dalam berbagai proyekmulai dari GTE hingga United
ReligionsInitiative hingga Hunter Douglas,dan mengakui kemampuan mereka yang
luar biasa untuk menerjemahkan teori kedalam praktek. Saya mengetahui betapa
kehidupan dan pekerjaan mereka sepenuhnyalekat dengan keyakinan spiritual
mereka, dan saya yakin bahwa mereka mampumenyampaikan kedalaman aspek dari
AppreciativeInquiry kepada berbagai individu, organisasi dan ke seluruh dunia.
Bahkan meskipun telah mengetahui hal ini, saya masihsangat senang membaca buku
ini. Diana dan Amanda pasti menulisnya dengansinar mata yang berbinar-binar.
Percaya atau tidak, ini adalah sebuah bukutentang perubahan
organisasi—dan ya, halini menggembirakan anda.
Pernahkah anda tersenyumselama membaca riwayat perubahan organisasi dari sebuah
perusahaan? Mungkintidak. Sudah barang tentu, karya positif ini bukanlah
“sama kuno dan samausangnya”. Ketika cerita dahsyat tentang
HunterDouglas dipaparkan, dan seseorang sampai pada bab “Mengapa
Appreciative Inquiry Berhasil,” iaakan menyadari bahwa begitu banyak
ide-ide yang dijual dan diajarkan dalamberbagai buku konvensional tentang
perubahan menjadi begitu saja usang, tamat,tak lagi dibutuhkan. Buku ini
berbeda. Buku ini memberi penyegaran kembali danmembuat anda tersenyum. Dan
inilah alasan tepatnya mengapa saya bisa dengan mudahmembayangkan sorot mata
yang berbinar-binar dari para kolega saya: ketikasedang menulis karya
persembahan ini, mereka tahu bahwa mereka sedang melakukansesuatu yang sedikit
nakal.
Tesis dari buku ini, sebagaimana kisah nyataperusahaan yang menggambarkannya,
adalah:
· Appreciative Inquirymengubah sosok organisasi menjadi tempat
yang bebas dan hidup, dimanaorang-orangnya dipenuhi oleh semangat menggebu dan
kekuatan positif, dankreativitas seluruh penghuninya senantiasa menakjubkan,
mengejutkan dan meningkat.
· Appreciative Inquirymeningkatkan kemampuan organisasi dalam
melakukan perubahan positif.
Pada sebuah presentasi di Academy of Management,guru manajemen Peter
Druckerpernah menyampaikan bahwa melaksanakan perubahan berarti
menyelaraskankelebihan setiap orang sehingga kelemahan mereka menjadi tidak
relevan. Namunia tidak mengemukakan dengan tegas bagaimana hal tersebut bisa
dilakukan; iajuga tidak menawarkan sebuah teori pendekatan positif, namun
justru menawarkanpendekatan berbasis defisit, pada perubahan sistem manusia.
Untung bagi kita,buku ini memberikan keduanya. Buku ini sedemikian praktisnya
sehingga dapat danharus diberikan pada setiap manajer atau pemimpin perubahan
yang sesungguhnya.Terdapat berbagai perangkat dan metode pada setiap halaman
buku ini.
Selain itu, buku ini juga memikat secara konseptual,karena penuh dengan banyak
hipotesis baru menyangkut tahapan, kosakata, sertapandangan yang luas tentang
perubahan positif. Ketika kita melihat kembali padamasa 20 tahun silam, saya
yakin kita akan menemukan berbagai disertasi doktoralyang jejaknya dapat
ditelusuri dalam buku ini, yang mengupas beragam topikseperti:
“percakapan-percakapan yang berarti,” “mengapakeutuhan
memunculkan hal-hal terbaik dari dalam diri manusia,”“landasan
naratif bagi perubahan berkelanjutan” dan“perjalanan menuju
pembebasan—dari ketertindasan menujukekuasaan.”
Teori perubahan yang dijelaskan oleh Diana dan Amandamemiliki kesejajaran
dengan ilmu alam, yang memperkenalkan kita pada konsep energi fusi. Fusi adalah
sumber kekuatanbagi matahari dan bintang, yang dihasilkan ketika dua elemen
bermuatan positifdigabungkan menjadi satu. Sepanjang buku ini, kedua penulisnya
memaparkantentang energi positif dahsyat yang dilepaskan ketika kita
menggabungkan hal-halyang menghidupkan sistem-sistem manusia. Apa yang terjadi
dalam momen-momenpenyatuan ini ketika kebahagiaan bertemu kebahagiaan,
kelebihan bertemukelebihan, kesehatan bertemu kesehatan, inspirasi bergabung
denganinspirasi—serta bagaimana cara membuat penggabungan tersebut
terjadilebih cepat dan lebih sering—merupakan kandungan terbesar buku
ini.Menurut Diana dan Amanda, AppreciativeInquiry sangat menggetarkan hati dan
penuh dengan berbagaikemungkinan mengagumkan yang, “Setelah mengalami
pembebasan kekuatan danefek yang dihasilkannya terhadap dunia . . . orang akan
berubah secarapermanen.”
Kisah favorit saya dalambuku ini menggambarkan dengan sempurna energi fusi
tersebut. Kisah tersebutmenyangkut seorang operator mesin yang terinspirasi
dengan pencarianapresiatifnya terhadap berbagai kemungkinan. Selama melakukan
wawancaraapresiatifnya, ia menemukan praktek terbaik pada unit bisnis lain.
Sebuah mesincetak kain telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga dapat mencetak
dua kalilipat dibandingkan mesin cetak di unit bisnisnya sendiri. Ia
mulaibertanya-tanya apakah mesin-mesin cetak di unit bisnisnya dapat melakukan
halyang sama. Pertama orang-orang mencemooh gagasan tersebut:
“Konyol.Mustahil. Kami pernah mencoba sebelumnya, dan tidak
berhasil.” Tapi sangoperator mesin telah dibubungkan oleh
penyelidikannya. Dia mulai melihatdunianya bukan sebagai sebuah pengulangan
yang statis, melainkan sebagai energigesit dengan konfigurasi tak terhingga.
Dia merasa hidup secara intelektual,dan dengan ketekunan seorang penemu yang
berpengalaman, dia
membulatkantekadnya untuk memberikan makna pada apa, yang awalnya, tampak
kurang masukakal. Dia mengajukan lembur pada hari Sabtu; dan dalam waktu kurang
darisehari, dia mengubah sebuah mesin seharga $110.000 menjadi sesuatu
yangmemiliki nilai investasi dua kali lipat, karena kini mesin tersebut
bisabekerja dua kali lebih banyak. Operator tersebut diliputi oleh
kebahagiaan,kegairahan atas tindakan kreatif, serta pengalaman dalam membentuk
ulangrealitas. Para pemimpin organisasi pun samabergairahnya. Penemuan sang
operator telah menghemat uang perusahaan sebesar$220.000 yang telah
dialokasikan untuk pembelian dua mesin cetak baru.
Topik apakah yang layak menjadi perhatian utama dalampesatnya perkembangan
literatur mengenai AppreciativeInquiry? Menurut pandangan saya adalah topik
mengenai kebebasanmanusia, serta penggunaan kekuasaan dalam kehidupan
organisasi. Disinilah Dianadan Amanda berada pada momen terbaiknya untuk
membongkar bidang baru yang menggairahkandalam bab “Mengapa
AppreciativeInquiry Berhasil”. Berangkat dari Pendidikan
KaumTertindas-nya Paolo Freire, kedua penulis mengajak kita semua pada
tatarankonsepsi pemahaman yang lebih tinggi mengenai perubahan positif. Tidak
ada yangnaif di sini. Kedua penulis merefleksi secara langsung pada berbagai
persoalanpengorganisasian yang sering sekali diabaikan. Dan mereka mengajak
untukmelakukan pertimbangan ulang atas kekuatan. Saya sangat
menyukaipertanyaan-pertanyaan yang mereka kemukakan, seperti misalnya:
Apa yang bernilai dari seseorang yangmemiliki kekuatan secara alami dan
memadai? Seseorang yang mengetahui bahwa ia secara pribadi memiliki kekuatan
untuk mengubah dunia? yangmemilih untuk menggunakan kekuatan tersebut demi
kebaikan bersama? yangmendorong dan memastikan orang-orang di sekitarnya untuk
sama-sama menggunakankekuatan mereka? Apa yang dimaksud bahwa
AppreciativeInquiry membebaskan kekuatan manusia?
Merujuk pada penulis, sedikitnya ada enam syarat yangdiperlukan bagi pembebasan
kekuatan. Syarat-syarat tersebut, yang disebut EnamKebebasan, meliputi:
Kebebasan untuk Dikenal dalam Hubungan; Kebebasan untukDidengar; Kebebasan
untuk Bermimpi dalam Komunitas; Kebebasan untuk Memilihdalam Berkontribusi;
Kebebasan untuk Bertindak dengan Dukungan; dan Kebebasanuntuk Menjadi Positif.
Setelah pembahasan yang penuh semangat tentangmasing-masing syarat tersebut,
mereka menyimpulkan: “Kekuatan Appreciative Inquiry berasal dari caranya
melepaskankeseluruhan dari Enam Kebebasan tersebut, melampaui perjalanan satu
Siklus 4-Dpenuh.”
Hal yang paling saya sukai dari pernyataan ini adalahperhatiannya yang tulus
pada hal-hal yang tidak sering dibicarakan dalamperubahan sistem-sistem
manusia. Misalnya, penulis mengatakan,“Mengejutkan sekali bahwa ternyata
hanya ada sedikit tulisan mengenaipengalaman didengarkan,” dalam
organisasi. Kemudian mereka menjelaskanbagaimana Appreciative
Inquirymenciptakan bukan saja organisasi dimana orang-orang memiliki
suarapenuh—melainkan juga organisasi dimana mendengarkan
dengansungguh-sungguh untuk memperoleh tingkat pemaknaan yang mendalam, menjadi
suatunorma.
Selain itu, mereka juga menunjuk kenyataan bahwahampir setiap naskah tentang
manajemen memuja-muji peran pemimpin visioner.Tidak ada alasan dalam hal ini.
Tapi sekali lagi mereka dengan anggunmempertanyakan: “Tapi bagaimana
dengan impian orang-orang lain?”Divisi Window Fashions Hunter Douglas
menyukai pertanyaan ini.Kisah mereka yang luar biasa menunjukkan apa yang
terjadi ketika anda menganggapserius pertanyaan semacam ini. Orang-orang sangat
menyukai Hunter Douglas. Saya tahu karena sayabekerja di sana,bersama Diana dan
Amanda. Rasa bangga terlihat dengan jelas. Dalam bahasaseorang wanita yang
bekerja pada shift ketiga: “Saya benar-benarmenyaksikan mimpi terliar
saya menjadi kenyataan.”
“Kebebasan” yang paling membangkitkanminat saya—yang membuat
saya berhenti sejenak dan berpikirkeras—adalah Kebebasan untuk menjadi
Positif. Kita hidup dalam sebuahdunia dimana hampir semua hal berada di bawah
gempuran media populer . . ..dalam sebuah dunia kerja dimana suara-suara
kritis, problematis, danberbasis-defisit seringkali terdengar paling nyaring.
Diana dan Amandamenawarkan pada kita semua sebuah kosakata yang kaya tentang
perubahan yang membantukita untuk menanggalkan logika perseptual dari budaya
semacam itu, danmenciptakan sebuah panggung utama dimana orang-orang
revolusioner positif dalamorganisasi kita dapat menampilkan diri.
Mungkin inilah alasan,seperti yang saya bicarakan sebelumnya, mengapa saya
dapat dengan mudahmembayangkan Diana dan Amanda dengan binar di mata mereka.
Ya, mereka tahu,ketika sedang menulis karya persembahan ini, mereka sedang
melakukan sesuatuyang sedikit nakal. Bacalah buku ini dengan segala resiko yang
harus andatanggung sendiri, dan bersiaplah. “Ketika seluruh sistem
berperansertadalam sebuah Appreciative Inquiry,”penulis menyatakan,
“organisasi menjadi hidup dengan berbagai percakapan,kisah, serta
konstruksi atas potensi mereka yang paling positif. Perubahan-perubahanyang
tidak pernah dianggap masuk akal, bergerak berbarengan dengan serta-mertadan
tanpa diduga.”
David L.Cooperrider, Ph.D.
Professor ofOrganizational Behavior
Weatherhead School of Management
Case Western Reserve University
Cleveland, Ohio
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]