Sedih    

Isteri    seorang pengacara meninggal. Di pemakaman, orang-orang dikejutkan 
dengan nisan    yang bertuliskan : 

"Grace, Isteri dari    Pengacara Phillips,Pengacara untuk urusan Perceraian, 
Pidana, Perdata,dan    Urusan Hukum Lainnya." 

Tiba-tiba,    Phillips menangis terisak-isak. Saudaranya berkata, "Menangislah, 
agar orang    betul-betul tahu kalau kau sangat kehilangan    istrimu!" 

Dengan airmata yang masih    berlinang di pipinya, Phillips berkata, "Mengapa 
mereka sama sekali tidak    mencantumkan nomor telepon dan alamat e-mailku di 
batu nisan    itu?" 

Pegawai    Baru 

Seorang manager di sebuah    perusahaan melihat ada seorang pegawai baru. Lalu 
dia menyuruh pegawai baru    itu untuk datang ke ruangannya. 

"Siapa namamu?"    adalah pertanyaan pertama yang diajukan manager pada pegawai 
baru itu. "John,"    jawab si pegawai. 

Manager tampak    marah, "Dengar...aku nggak tahu tempatmu seperti apa dulu 
kamu bekerja, tapi    aku tidak memanggil karyawanku dengan nama depan mereka. 
Itu melanggar etika    dan akan menjatuhkan martabat. Aku hanya akan memanggil 
pegawaiku dengan nama    keluarganya seperti ... Smith, Jones, Baker... 
Mengerti, ya? Parakaryawan di    sini memanggilku Mr. Robertson. Nah, karena 
sekarang masalahnya    sudah jelas, katakan siapa nama keluargamu?"    
Pegawai itu dengan mengeluh menjawab, "Darling. Nama    lengkap saya adalah 
John Darling." "Saya setuju, saya panggil kamu John    saja........ "    


Ajal    Yang Tertunda    

Seorang penjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja    dikepung sekelompok 
primitif yang haus darah. "Oo... Tuhan matilah aku,"    gumamnya.    

Tiba-tiba dari langit di atasnya ada kilatan cahaya dan    terdengar suara    
menggema: "Tidak anakku..., ajalmu belum tiba. Ambillah    batu di dekat kakimu 
itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri    di depanmu."    

Si penjelajah itu pun mengambil batu dan menyerang    pemimpin gerombol itu, 
dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat    tenaga hingga ia mati 
seketika.    

Dia berdiri di atas mayat si pemimpin. Seketika 100    orang primitif itu    
mengepungnya dengan muka sangat marah karena    melihat pemimpinnya terbunuh.   
 

Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara    menggema: "Nah, sekarang... 
baru ajalmu tiba    anakku...."    


Masih    Bayar    

Anak : Ayah berapa sih biaya kalau mau    menikah?    

Ayah : Sambil memperhatikan wajah anak    laki-lakinya yang polos itu.    

Entahlah nak, karena sampai sekarang Ayah masih bayar    terus kepada ibumu.    


Kejutan    

Seorang Presiden berkata kepada tukang sapu di istana,    "Coba buat sebuah 
kejutan padaku, dan kemudian buat pula permintaan maaf atas    kejutan itu yang 
jauh lebih mengejutkan lagi".    

Begitulah, beberapa hari kemudian Sang Presiden sedang    berdiri di jendela 
Istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan    berjingkat-jingkat si 
tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat Sang    Presiden.    

"Hei, gila, apa-apaan ini !" teriak Presiden dengan    sangat terkejut.    

"Oh, maaf, Bapak Presiden," sahut si tukang sapu.    "Tadinya saya sangka Bapak 
adalah Ibu Negara .... "    


Berbisa    

Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa.    Tiba- tiba ular 
pertama bertanya, "Kita ini jenis ular yang berbisa nggak    sih?"    

"Entahlah, aku tak tahu. Emangnya    kenapa?"    

"Barusan aku tak sengaja menggigit bibirku    ...."    


Tiga Kemungkinan    

Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi    dengan koin.    

"Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka,    saya akan nonton teve.   
 

Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan    belajar."    


Filsuf Sakti    

Tiga orang filsuf bermaksud untuk    bersemedi di tepi sebuah danau.    

"Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf    pertama.    

Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau,    dan menyeberanginya 
menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.Ketika    ia sudah kembali,   
 

filsuf ke dua berkata,"Aku lupa menjemur bajuku. Aku    pergi dulu ya." Ia    
berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan    mudah.    

filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti    ingin unjuk Kebolehan 
di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja,"    katanya.    

Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau    dan langsung tenggelam. 
Filsuf ke tiga ini berusaha berenang ke tepi, mencoba    lagi berjalan di atas 
air lagi dan gagal.    

Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata    kepada filsuf    
Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak    batu-batunya. "    


Kendaraan Di Surga    

Tiga pria meninggal dan masuk    surga.    

Surga mempunyai peraturan bahwa setiap orang baik jahat    maupun orang baik 
akan mendapat kendaraan yang pantas dengan    perbuatannya.    

Lelaki pertama tiba dan malaikat bertanya, "Berapa    tahun kamu menikah?" 
Jawab lelaki pertama, "20 tahun" "Berapa kali kamu    mengkhianati istrimu?" 
Jawab lelaki pertama, "5 kali" "Baiklah," jawab sang    malaikat, "Kamu boleh 
masuk tapi hanya mendapat    Kijang"    

Lelaki pertamapun berlalu dengan    Kijangnya.    

Berikutnya adalah lelaki kedua. "Berapa tahun kamu    menikah?" Jawab lelaki 
kedua, "30 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati    istrimu?" "2 kali" 
"Lumayan... Kamu pantas mendapatkan    BMW"    

Tibalah kini lelaki ketiga dan malaikatpun mengajukan    pertanyaan yang sama 
yang di jawab si lelaki ketiga, "50 tahun" "Berapa kali    kamu mengkhianati 
istrimu?" "Tidak pernah" "Luar biasa! Ini kunci untuk    Ferrari"    

Suatu hari, tatkala lelaki pertama dan kedua tadi    tengah mengendarai    
mobilnya, mereka melihat lelaki ketiga duduk di tepi    jalan sambil menangis.  
  

Mereka menghampirinya dan bertanya "Ngapain kamu    nangis? ga' puas sama 
Ferrari ?"    

Jawab lelaki ketiga sambil mengusap air matanya, "Tadi    aku berpapasan dengan 
istriku yang sedang naik sepeda"    


Tanpa Kata-kata    

Kira-kira satu - dua abad yang lalu, Paus memutuskan    bahwa seluruh Yahudi 
harus meninggalkan Roma, yang tentu saja kemudian    menimbulkan keresahan dan 
penolakan dari bangsa Yahudi    tersebut.    

Kemudian Paus menawarkan untuk mengadakan debat    religius dengan seorang 
anggota komunitas Yahudi, yang mana jika orang Yahudi    pilihan tersebut 
menang, maka bangsa Yahudi boleh tetap tinggal di Roma.    Sebaliknya, jika 
Paus yang menang, maka bangsa Yahudi harus segera    meninggalkan Roma.    

Bangsa Yahudi sadar, bahwa mereka tidak punya pilihan    lain. Lalu mereka 
kemudian memilih seorang pemuda yang bernama Moishe sebagai    calon dari pihak 
Yahudi. Moishe kemudian mengajukan syarat, dimana, agar lebih    menarik, debat 
dilakukan tanpa berkata-kata.    

Paus kemudian menyetujui persyaratan tersebut, lalu    pertandingan pun    
dimulai. Pada saat debat dimulai, Moishe dan Paus duduk    saling berhadapan. 
Setelah kira-kira berjalan satu menit, Paus kemudian    mengangkat tangannya 
dan menunjukkan tiga jari.    

Moishe memandang sebentar kepada Paus lalu kemudian    menunjukkan satu 
jarinya. Paus kemudian membentuk lingkaran dengan jarinya di    atas kepalanya. 
Moishe membalas dengan menunjuk ke tanah. Paus lalu    mengeluarkan sebuah 
wafer dan segelas anggur. Dimana kemudian Moishe membalas    dengan 
mengeluarkan sebutir apel.    

Paus kemudian berdiri dan berkata ,"Saya menyerah    kalah. Orang ini terlalu 
tangguh. Bangsa Yahudi boleh tinggal." Satu jam    kemudian, Kardinal sibuk 
menanyai Paus atas apa yang telah    terjadi.    

Paus menjawab, "Pertama, aku mengangkat tiga jari ku    sebagai lambang 
trinitas. Dia merespon dengan mengangkat satu jarinya untuk    mengingatkanku 
bahwa tetap hanya ada satu Tuhan untuk kedua agama kami.    Kemudian aku 
membentuk lingkaran disekelilingku yang menunjukkan bahwa Tuhan    ada di 
sekitar kita. Dia membalasnya dengan menunjuk ke tanah dan menunjukkan    bahwa 
Tuhan juga sekarang ada bersama kita.    

Aku mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur    menunjukkan bahwa Tuhan 
akan menebus dosa-dosa kita. Dia kemudian mengeluarkan    sebutir apel untuk 
mengingatkanku akan dosa awal umat manusia. Dia memiliki    jawaban atas 
segalanya. Apa yang dapat aku lakukan ?"    

Sementara itu, bangsa Yahudi sibuk mengelilingi    moishe.    

"Apa yang terjadi? " tanya mereka. "Well," kata Moishe.    "Pertama dia    
mengatakan padaku bahwa bangsa Yahudi memiliki 3 hari    untuk pergi dari sini. 
Aku katakan padanya bahwa tidak satu orang pun dari    kita yang akan pergi.    

Kemudian dia mengatakan padaku bahwa seluruh kotaakan    dibersihkan dari 
bangsa Yahudi. Kemudian aku tegaskan kepada mereka bahwa kita    akan tetap 
tinggal disini." "Ya, ya,.. lalu ? "tanya mereka. "Aku tidak tahu,"    kata 
Moishe. "Dia mengeluarkan bekalnya dan aku pun mengeluarkan    bekalku."    


Pemadam Kebakaran    

Pada suatu hari,terjadi kebakaran di sebuah sumur    minyak.Perusahaan pemilik 
sumur minyak itu memanggil petugas pemadam kebakaran    yang sudah ahli. Lalu 
datanglah sekitar 15 mobil pemadam kebakaran yang elit.    Ternyata panas yang 
dikeluarkan api itu terlalu tinggi.. sampai2 mereka tidak    bisa mendekat 
lebih dari jarak 1 km dari sumur itu.Pada saat semuanya merasa    putus asa, 
datanglah sebuah mobil pemadam kebakaran yang sudah agak tua.Sambil    terseok 
seok mobil itu melaju dan berhenti pada jarak 10 m dari sumur yang    panas    
itu.Lalu ptugas di dalamnya berlompatan keluar dan    saling menyiramkan air 
pada diri mereka masing2 dan berhasil menaklukkan api    tersebut.    

Karena senang dan merasa diselamatkan, pemilik    perusahaan itu memberikan 
hadiah sebesar 50 juta pada tim yang berani itu.Lalu    pemilik perusahaan 
minyak itu bertanya : "Akan diapakan uang sebesar itu?"    Ketika diberi 
pertanyaan itu, pimpinan regu tersebut menjawab dengan nada    datar, 
"Pertama-tama kami ingin memperbaiki rem mobil sialan    itu!".    


Si    Anto    

Si Anto adalah anak SD kelas    satu......selain juara di kelasnya, dia cukup 
ganteng juga lah. Dia punya satu teman    sekolah namanya Clara....si Clara 
cantik dan manis.    

Singkat cerita, si Anto jatuh hati sama si    Clara...ternyata Clara juga punya 
hati ama si Anto. Suatu hari, karena kagak    tahan lagi si Anto berkata kepada 
si Clara, "Clara, kamu tahu aku suka    kepadamu. Sayang kita masih 
kecil.....bila nanti kita udah dewasa, kita    menikah ya...?!"    

Dengan wajah yang memerah merona, si Clara menjawab    "Anto, bukannya aku 
menolak....aku sih mau aja...Tapi dalam keluarga kami,    kami hanya menikah 
sesama kerabat saja. Paman menikah dengan bibi, kakek    menikah dengan nenek, 
dan bahkan papa menikah dengan mama......padahal kankamu    bukan kerabat aku 
Anto."    

Mendengar jawaban si Clara, si Anto tidak masuk    satu minggu karena patah 
hati....    


Tiga Monyet    

Adaseorang bapak ingin membeli seekor    monyet.    

Maka pergilah ia ke pasar    monyet.    

Disana ia ketemu dengan seorang penjual monyet yang    sedang menjual tiga ekor 
monyet.    

Monyet-monyet itu terdiri dari monyet besar sedang dan    kecil.    

Sang bapak kemudian menawar untuk monyet yang    besar.    

Bapak : "Berapa harga monyet yang itu bang?", sambil    menunjuk monyet yang 
besar.    

Pedagang : "Oh itu 1 juta    pak."    

Bapak : "Lho kok mahal sekali    ya!"    

Pedagang : "Oh tentu saja, Pak. Monyet itu bisa    menari"    

"Oh, bagus sekali ya!", timpal sang    bapak.    

"Kalo yang sedangnya, berapa mas?", lanjut sang    Bapak.    

"Oh itu 1,5 juta pak," kata si    penjual.    

"Lho kok lebih mahal bang!", protes sang    bapak.    

"Oh iya, Pak. Selain bisa nari dia juga bisa nyanyi",    kata penjual.    

Bukan main kagumnya bapak tersebut. Tapi untuk    menghemat biaya maka si bapak 
menawar untuk monyet yang    kecil.    

"Kalo gitu saya yang kecil saja deh," kata    bapak.    

"Oh kalo yang itu harganya 2 juta pak,"kata si    penjual.    

"Lho kok lebih mahal lagi bang? Emangnya dia bisa apa    saja sih?" kata bapak 
itu.    

"Oh kalo yang itu saya tidak tahu pak," kata    penjual.    

"Trus kenapa harganya paling mahal?" tanya si    bapak.    

Dengan tenang si penjual menjawab, "Yang saya    tahu kedua monyet ini    
memanggil bos padanya."    

Kura-kura Kecil dan Sepasang    Burung    

Seekor kura-kura kecil sedang memanjat pohon    dengan sangat perlahan. Setelah 
berjam-jam akhirnya dia sampai juga di puncak    pohon. Kemudian dari puncak 
pohon dia melompat ke udara dan melambai lambaikan    kedua kaki depannya, lalu 
jatuh gedebug ketanah dengan keras. Lalu    pingsan...    

Setelah siuman dari pingsannya, dia mulai lagi memanjat    pohon tadi, kemudian 
melompat lagi keudara dan jatuh gedebug lagi ketanah.    Begitu dilakukan kura 
kecil itu hingga berurang kali, sementara sepasang    burung yang hinggap di 
dahan pohon itu terus mengawasi kura-kura kecil yang    sudah sekarat kesakitan 
itu.    

Tiba tiba burung betina berkata kepada burung    jantannya, "Mas.., saya rasa 
sudah waktunya kita berterus terang kepada    kura-kura kecil kita kalau dia 
itu kita    adopsi".

 
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke