Dalam kehidupan sehari hari, keluaran (output) dari pemrosesan 
stimuli ditentukan oleh "cara respon" atau biasa disebut 
dengan "sikap". 

Jika cara respon "benar" maka seseorang masuk ke "mekanisme tumbuh". 
Biasanya ada dua kemungkinan yang akan dilakukan yaitu jika hasil 
sesuai dengan yang direncanakan maka ybs. siap menetapkan dan meraih 
target berikutnya. Namun jika hasil belum sesuai ybs. 
akan "bersabar" dan merubahnya dalam bentuk "ihtiar". Adapun ihtiar 
yang dilakukan salah satunya dengan mengubah "cara respon", kemudian 
siap beraksi kembali. Siklus tersebut akan terus diulangi sampai 
mencapai hasil yang direncanakan.

Namun jika cara respon "salah", maka seseorang akan masuk 
ke "mekanisme uzur". Ada dua kemungkinan yang akan dilakukan yaitu 
jika berinteraksi dengan "sumber stress" maka ybs. akan mudah panik, 
gugup, takut, fobia atau jika lari dari masalah atau "melakukan 
kompensasi" maka ybs. akan masuk pada bentuk bentuk kebiasaan buruk, 
kecanduan / maniak, rasa malas, rasa sedih dsb.

Ada dua kemungkinan pemecahan yang dapat dilakukan, 
pertama "tinggalkan" atau lakukan "hijrah" misal jika kuliah atau 
bekerja pada bidang yang tidak sesuai putuskan "pindah", jika tidak 
cocok dengan pasangan Anda, "cerai". Namun cara ini biasanya terlalu 
beresiko misal orang tua tidak setuju Anda pindah jurusan, pindah 
kerja menimbulkan resiko pada ekonomi keluarga, perceraian akan 
mengorbankan anak Anda. Belum lagi sulit membedakan antara mencari 
solusi dengan lari dari masalah atau mencari permakluman orang lain.

Cara lain yang paling mungkin dan kecil resikonya adalah 
dengan "mengubah minat" ataupun "mengubah cara respon". Mengubah 
minat berbeda dengan berusaha/memaksakan diri berubah.

Isywara Mahendratto
http://klinikservo.wordpress.com/

Kirim email ke