Dwi  @silica.kedaung.com> wrote:                                  
Assalamu'alaikum w.w.
 
 Benar juga tulisan rekan Afriandi Eka Prasetya.
 Saya pun pernah merasakan hal serupa namun tak mampu menjelaskannya 
 dalam bentuk kalimat.
 Secara sekilas mirip dengan Law of Attraction yang sedang gemar dibahas 
 oleh kaum non muslim.
 
 Wassalam,
 
 Dwi 
 
 ae wrote:
 > 
 > 
 > Teman, pernahkah mengalami ketika menginginkan sesuatu tetapi tidak 
 > mendapatkannya? Semakin menginginkan, semakin pula sulit mendapatkannya? 
 > Merana? Tak perlu lagi! Karena apa yang kita inginkan belum tentu kita 
 > butuhkan. Tetapi ada cara yang lebih jitu mendapatkan apa yang kita 
 > butuhkan. (Mohon bedakan antara keinginan dan kebutuhan, ya)
 >  
 > Sebuah kisah nyata tentang seorang lelaki yang terpaksa memberikan 
 > tempat duduknya di bus kepada seorang perempuan muda. Bukan karena 
 > perempuan itu hamil atau membawa barang-barang berat. Bukan pula karena 
 > tidak ada penumpang lain yang mau menyerahkan tempat duduknya kemudian 
 > merasa iba. Tetapi karena ia merasa risih duduk dan melihat (maaf) perut 
 > pada celah antara baju potong dan celana ketat yang dikenakan perempuan 
 > itu.
 >  
 > Ternyata langkah yang diambil oleh lelaki itu sangat tepat, karena dia 
 > telah menyelamatkan matanya dari zina, dan menyelamatkan perempuan itu 
 > dari fitnah. Pada hari yang sama, lelaki itu menumpang angkot untuk 
 > pulang. Di dalam angkot dia bertemu dengan temannya. Tak dinyana, ongkos 
 > angkotnya dibayarkan oleh sang teman. 
 >  
 > Cerita belum selesai, ketika turun dari angkot hari gerimis menjelang 
 > magrib. Lelaki itu masuk ke masjid untuk melaksanakan salat magrib 
 > berjamaah. Hujan deras turun ketika salat jamaah ditegakkan. Selesai 
 > berdoa, hujan mereda sehingga lelaki itu dapat berjalan pulang ke 
 > rumahnya. Hujan kembali deras sesampainya dia di rumah. Seperti dongeng, 
 > tapi nyata.
 >  
 > Lelaki itu menginginkan untuk tetap duduk, tetapi Allah mengetahui 
 > kebutuhannya membayar ongkos angkot. Lelaki itu menginginkan untuk 
 > pulang cepat, tetapi Allah memberinya kesempatan untuk shalat di 
 > rumah-Nya dan mengantarnya pulang dalam keadaan kering. Allah membalas 
 > kebaikan yang dilakukannya secara kontan.
 >  
 > Teman, si lelaki menginginkan sesuatu tetapi yang dia dapatkan bukan apa 
 > yang dia inginkan melainkan yang dia butuhkan. Yang mengetahui 
 > kebutuhannya dan pasti akan mencukupinya hanyalah Allah.
 > Jadi, buat apa merana jika keinginan kita tidak terpenuhi?
 >  
 > -- 
 > Afriandi Eka Prasetya
 > 
 > learn, live and success!
 > 
 
     
                                                              Messages in this 
topic           (0)                                          Reply           
(via web post)           |                     Start a new topic                
   
           



 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke