Emansipasi
Dalam haji Wada', Rasulullah SAW pernah
menyampaikan pesan mulia kepada umatnya tentang pentingnya emansipasi. ''Kalian
semua adalah keturunan Adam, sementara Adam berasal tanah. Krena itu, kalian
semua sama. Tidak ada perbedaan antara orang Arab dan non-Arab, yang berkulit
putih dengan yang hitam, kecuali karena takwanya.'' (HR Muttafaq 'alaih).
Emansipasi (musawah) antara lelaki dan perempuan dalam Islam bukan sekadar
persamaan harkat dan martabat. Tapi, juga persamaan perlakuan mengenai asal
penciptaan, persamaan hak-hak dan kewajiban, persamaan penilaian amal
perbuatan, keseteraan dalam berkarya dan berprestasi, perlakuan adil di depan
hukum, serta kesetaraan dalam berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan
bangsa.
Islam datang, antara lain, untuk membebaskan perempuan dari subordinasi kaum
lelaki dan tradisi perbudakan. Islam menghapuskan tradisi Jahiliyah yang
biadab, bahwa kelahiran anak perempuan itu sebagai malapetaka, sehingga harus
dikubur hidup-hidup. ''Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup
bisa berkata, mereka akan bertanya, karena dosa apakah mereka dibunuh.'' (QS
Al-Takwir [81]: 8-9).
Islam sangat memuliakan perempuan. Ketika ditanya, kepada siapa anak harus
berbakti, Rasulullah menjawab 'kepada ibumu' sebanyak tiga kali, sementara
'kepada ayahmu' hanya sekali (HR Muslim). Ini berarti, perempuan bukan sekadar
'tiang negara', tetapi juga sumber nilai kemanusiaan dan fondasi peradaban.
Kata penyair Hafizh Ibrahim, ''Ibu itu bagaikan sekolah. Jika dipersiapkan
dengan baik, berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang
bermartabat.''
Islam juga memosisikan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan
masyarakat madani. Jika di masa jahiliyah, perempuan tidak memiliki hak waris,
hak belajar-mengajar, hak bekerja, dan hak-hak sipil lainnya, maka Islam
memberikan semua itu setara dengan kaum lelaki. Dalam khutbah Wada' itu, Nabi
SAW juga berwasiat agar berlaku baik dan adil terhadap perempuan (HR Al-Bukhari
dan Muslim).
Perlakuan Nabi SAW terhadap para istri dan sahabatnya telah melahirkan figur
berintegritas, luhur, dan teruji. Misalnya saja, Khadijah merupakan istri yang
sangat dermawan dan berdedikasi tinggi terhadap dakwah beliau, sehingga hampir
seluruh kekayaannya diserahkan untuk kejayaan Islam. Gerakan emansipasi saat
ini idealnya dapat menyadarkan perempuan untuk menjadi figur teladan moral dan
sosial bagi anak-anak bangsa. Bukan malah membeo budaya Barat yang seronok dan
materialistik.
Sumber oleh: Muhbib Abdul Wahab
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]