(Berarti selama dirinya tidak memiliki mobil baru selama itulah 
hidupnya akan menderita.)

Saya kira Mas Agus berpikir terlalu linier. Seseorang yang tidak 
bahagia, tidak berarti mesti menderita. Di tengah itu mungkin 
ada "biasa-biasa saja". Bahkan di antara fase "bahagia" - "biasa 
biasa saja" - "menderita" masih mungkin ada titik-titik perasaan 
yang tidak bisa disederhanakan.

Jadi kalau seseorang ditanya, apa yang membuatnya bahagia, kemudian 
dia jawab: mobil, maka tidak berarti selama dirinya tidak memiliki 
mobil baru selama itulah hidupnya menderita.

Sama seperti ketika saya tanya, apa yang membuat saya bahagia, saya 
jawab: pergi haji berkunjung ke "Rumah Allah" (semoga). Tidak 
berarti saya akan menderita selam hal tersebut belum terpenuhi.
 

--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Percayalah
> 
> Bahwa kebahagiaan didalam hidup akan diperoleh dengan membangun 
> mindset atau cara berpikirnya orang bahagia. Cara berpikirnya 
orang 
> yang bahagia adalah semua yang dikerjakannya membuat dirinya 
bahagia.
> 
> Pernah saya bertemu dengan seorang pengusaha.  Saya tanyakan 
padanya, 
> sebutkan 5 hal yang membuatnya bahagia. Untuk menjawabnya, dia 
butuh 
> waktu 30 menit. Terbayangkah anda yang membuat dirinya bahagia? 
Salah 
> satunya adalah jika memiliki mobil baru. Berarti selama dirinya 
tidak 
> memiliki mobil baru selama itulah hidupnya akan menderita.
> 
> Wassalam,
> agussyafii    
> 
> ==============================================
> Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
> http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72
> ==============================================
>


Kirim email ke