Kog kita nggak pernah dengar berita-nya yaa... soalnya kasus pembunuhan
preman oleh anak kecil bisa jadi sebuah headline ataupun masuk acara-acara
kriminalitas di TV.

Atau cerita sebenarnya lebih mirip cerita di majalah semacam hidayah
dkk-nya, di mana baik nama dan temapt kejadian selalu bukan nama sebenarnya
... dan nggak bisa di-check kebenarannya.

Akan sangat meyakinkan bila minimal kita tahu di mana kejadiannya dan kapan.
Tapi terlepas dari itu, kisah ini sungguh menggugah.

Wassalam

----- Original Message -----
From: "Bambang Narayana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 10, 2007 12:07 PM
Subject: RE: TaManBinTaNG >>> Cerita yang 'memilukan' dari milis sebelah


Cerita tersebut sangat menyentuh perasaan kami sebagai sesama manusia, kalau
hal itu benar adanya bolehkah kami juga bisa dipertemukan dengan anak maupun
keluarganya. Barangkali kami dapat membantu meringankan bebannya dalam
menyongsong cita-cita. Trimakasih.


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Wed, 9 May 2007
06:43:32 +0100Subject: TaManBinTaNG >>> Cerita yang 'memilukan' dari milis
sebelah




Mungkin anak ini telah lebih paham tentang hukum. Dimana hukum Qisas itu
ada.Barang siapa membunuh tanpa alasan yang jelas maka halal dialirkan
darahnya.Tapi amat disayangkan bila anak yang memiliki sense ability yang
kuat seperti Macgiver 'afwan bila salah menulisnya'. harus mendekam di
Penjara.Ana berpikir kalo kita mau mengubah keadaan dimana kehadiran preman
itu yang dimaklumkan menjadi harus diberantas perilakunya bukan
orangnya,ungkin hal-hal yang memilukan seperti ini tidak akan pernah
terjadi. Bila saja kejadian dibawah ini, si pembunuh ayah anak tersebut
diadili, mungkin anak tersebut tidak akan membunuh dan dengan mudah
memanfaatkan 2 tahun dipenjaranya untuk beraksi seperti
McGaiver.Intinya:Jangan menunggu sampai terjadi 'hal-hal yang memilukan '
tapi berbuatlah saat terpikirkan itu tidak baik, apapun itu. wallahu alamAda
pembunuh lari dari penjara menggunakan tape uli... Terus terang, meski sudah
beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini
adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang
didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya
melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah
terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu
ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang
sering saya temui di cerita TV. Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama
berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan
saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari
pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya
teduh dengan gerak-gerik yang sopan. Saya pun membaca berkas kasusnya yang
diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara
kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji
dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol.
Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat
kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan
rencana pula? Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu,
belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di
daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar
belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu
tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya
setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut.
Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya. "siapa
yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu. "Gue
terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut
gelak tawa di belakangnya. Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil
melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu
hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun
langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok
paginya ia digelandang ke kantor polisi. "Arif nih sering bikin repot
petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai
arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini
sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya
tergolong ajaib. Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak
terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput
oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke
dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar
dari penjara. Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini
pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu
wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape
mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.
Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam
seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu
dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat
bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang
berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.
Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi
membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang
berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu
bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian
paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi
pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani
memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan
menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya
saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.
Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada
di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya
terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang
ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil
omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan,
pulang! Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang
juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif.
Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat
untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri. Ibu kepala Arif minta maaf, tapi
Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat. Seorang anak cerdas yang harus
terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak
benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah
menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja,
polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap
si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di
tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk
hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin
sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak
berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan! Messages in this topic (1)
Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links |
Members | Calendar Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been
removed]


_________________________________________________________________
Check out some new online services that are so new they haven't even been
officially released yet!
http://get.live.com/beta

[Non-text portions of this message have been removed]



KLINIK S.E.R.V.O :

Pusat Terapi Trauma, Fobia dan Mania

Apakah Anda merasa terjebak dalam "penjara mental" ?

Apakah Anda sudah "capek" dan "bosan" dengan problem Anda ?

Apakah Anda ingin "berubah" dengan "cepat" ?

Apakah Anda ingin hidup "normal" dan "menyenangkan" ?

Klinik SERVO memberikan Servoterapi / Hipnoterapi guna "menghilangkan"
segala jenis "hambatan psikis/penjara mental" seperti :

- Trauma Psikis
- Marah
- Fobia
- Cemas
- Stress
- Takut
- Maniak
- Ketergantungan
- Kecanduan
- Relapse
- Gemuk / Kurus
- Sifat Buruk
- Kebiasaan Buruk
- Malas
- Sedih
- Depresi
- Obsesif
- Psikosomatis
- Insomnia, dsb.


ALAMAT PRAKTEK :

Klinik S.E.R.V.O
Komplek Cipondoh Makmur
Jl. Bahagia Raya, Blok B5b No. 2
Cipondoh, Tangerang - 15148

http://klinikservo.wordpress.com/

TELPON : (021) 554 6009, 5574 5555, 554 5257.
Yahoo! Groups Links




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke