Sistem Komunkasi Inter Personal

Dalam hidup bersosial, manusia saling membutuhkan yang satu dengan 
yang lain, individu maupun kelompok, dan tak bisa dihindar diantara 
mereka terjadi hubungan transaksional. Kualitas hubungan seseorang 
dengan yang lain sangat dipengaruhi oleh citra yang dimiliknya. Jika 
seseorang citranya baik di mata orang lain maka hubungan 
interpersonalnya pasti baik, dan dalam keadaan hubungan interpersonal 
yang baik itulah ditentukan keberhasilan bernegosiasi, berpromosi dan 
bertransaksi. Oleh karena itu citra merupakan aset yang sangat 
penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. 

Citra adalah kesan kuat yang melekat pada banyak orang tentang 
seseorang, sekelompok orang atau tentang suatu institusi. Seseorang 
yang secara konsisten dan dalam waktu yang lama berperilaku baik atau 
berprestasi menonjol maka akan terbangun kesan pada masyarakatnya 
bahwa orang tersebut adalah sosok orang baik dan hebat. Sebaliknya 
jika seseorang dalam kurun waktu yang lama menampilkan perilaku yang 
tidak konsisten, maka akan tertanam kesan buruk orang tersebut di 
dalam hati masyarakatnya. Dalam perspektif ini maka citra dapat 
dibangun. 

Orang yang ingin memiliki citra baik di dalam keluarganya atau di 
lingkungannya, maka ia harus bisa menunjukkan sebagai orang baik 
secara konsisten. Citra atau kesan terbangun melalui proses 
komunikasi interpersonal dimana orang banyak mempersepsi kepada kita 
atau sebaliknya. Citra dipersoalkan biasanya hanya pada seseorang 
yang secara sosial menonjol kedudukannnya. Meski demikian tidak semua 
perbuatan dipersepsi secara benar, karena persepsi dipengaruhi oleh 
banyak faktor.

1. Pijakan Psikologis Hubungan Antar Manusia
Hubungan baik antar manusia, antar individu atau antar institusi 
tidak terjadi begitu saja tetapi berdasarkan pijakan-pijakan 
psikologis. Hubungan baik antara ke dua pihak dimungkinkan terjadi 
manakala diantara mereka terdapat tiga faktor:

1.1. Faktor Percaya. Jika orang lain menaruh rasa hormat kepada kita 
karena mereka percaya terhadap kredibilitas moral yang kita miliki, 
maka hubungan antar manusia kita pasti baik, dan hubungan 
transaksional dengan pihak lain pasti berjalan wajar atau bahkan 
sangat lancar. Persoalannya ialah bagaimana membangun keper­cayaan itu 
dan bagaimana memeliharanya. 

Ada orang yang bekerja keras membangun citra tetapi selalu gagal, 
sementara ada orang yang citranya mendadak jatuh oleh peristiwa 
kecil, dan ada orang yang mesti dilanda oleh peristiwa besar tetapi 
tidak mempenga­ruhi citra positipnya. Konsistensi termasuk faktor yang 
dapat membangun citra, sementara inkonsistensi dapat menjatuhkan 
citra, tetapi inkonsistensi yang konsisten dalam waktu yang lama juga 
merupakan citra tersendiri.

1.2. Sikap Saling Membantu. Sikap adalah kecenderungan bertindak, 
berpersepsi, berfikir dan merasa dalam menghadapi obyek, ide, situasi 
atau nilai. Sikap bukan perilaku tetapi merupakan kecen­derungan untuk 
berperilaku terhadap obyek tertentu. Bagaimana sikap seseorang dalam 
membantu orang lain dapat diketahui melalui konsistensinya dalam 
menyikapi obyek tertentu dalam kurun waktu yang panjang. Jika kita 
dikenal memiliki sikap suka membantu orang lain, bukan menjegal atau 
pura-pura membantu maka hubungan antar manusia kita dengan orang lain 
akan berjalan baik, yang selanjutnya melancarkan hubungan 
transaksional. Sikap. relatip menetap dalam diri seseorang, tidak 
mudah berubah setiap saat, tetapi ia bisa diubah karena sikap itu 
pada dasarnya lahir dari pengalaman dan belajar.

1.3. Keterbukaan. Keterbukaan sangat besar pengaruhnya dalam menjalin 
hubungan baik. Orang yang memiliki sifat terbuka adalah orang yang 
memiliki rasa percaya diri dan kejujuran. Ia tidak khawatir jika 
pendapatnya, usulannya atau tawarannya ditolak orang karena ia 
memiliki konsep diri yang positif. Ia juga tidak memiliki agenda 
tersembunyi (yang jahat) dibalik gagasan dan usulan yang ditawarkan 
secara terbuka, karena ia memiliki kejujuran. Orang yang berfikir 
kreatif biasanya terbuka meski dibalik keterbukaannya juga 
tersembunyi agenda rekayasa sosial (positif) yang menurutnya memang 
diperlukan. Sikap terbuka harus dibedakan dengan berfikir lugu dan 
polos, karena yang pertama berkonotasi positif sedang yang kedua 
berkonotasi agak negatif.

Wassalam,
agussyafii

====================================================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://mubarok-institute.blogspot.com, [EMAIL PROTECTED] dan 
sms 0815 19910000
====================================================================

Kirim email ke