Impian, penyakit menular Sampai ketika menulis ini, aku masih
merinding, demam panas dingin, tubuh dipenuhi dengan energi yang tak terhingga,
energi yang berlompatan. Awalnya, beberapa waktu yang lalu, Meta, seorang rekan
saya, datang dengan muka yang setengah cemas, atau mungkin juga setengah gemas.
Ngajak ngobrol. Meta bercerita banyak mengenai sebuah teater boneka perancis
yang membuatnya tergetar gak karu-karuan, selama lebih dari dua hari. Sebuah
penampilan yang memicu imajinasi meta untuk bermimpi, mimpi yang sangat besar.
Dan selama dia bercerita, aku merasa merinding dan demam panas dingin. Mimpi
memang sangat menular! ketika mimpi itu lahir dari hasrat dalam hati kita.
Meta yang dulu kukenal, bukanlah orang yang percaya dengan mimpi. Ikatannya
dengan masa lalu dan masa kini, membuat mimpinya hanya sebatas
lompatan-lompatan kecil. Hari ini, aku berjumpa dengan seseorang yang sangat,
sangat berbeda. Ia berceloteh tanpa putus. Cahaya berpijar diseputar wajahnya.
Penuh dengan antusiasme.
Bagaimana teater boneka perancis itu mengubah meta? Seperti apa sih teater
bonekanya?
Belakangan, meta menunjukkan video rekamannya dari teater tersebut. Apa yang
nampak? Hitam pekat begitu dominan. Nyaris tanpa cahaya. Dibagian tengah,
beberapa bentuk menarik tampil. ada bulan. ada bintang. terdengar musik latar
yang menggugah selera. Tanpa kata. TANPA KATA. Walah….terus bagaimana teater
itu menyampaikan ceritanya? bagaimana teater itu membuat penonton yang
mayoritas anak-anak kecil tertawa, berteriak, diam terpana, begitu nikmat
menyantap kelamnya pentas.
Dalam pengamatanku, kebanyakan teater boneka begitu banyak mengumbar nasehat,
sarat dengan petuah-petuah eksplisit. “Jadilah anak baik” “Kalau belajar yang
rajin”. Entah benar. Entah salah. Yang jelas, aku bukanlah orang yang suka
dinasehati, diceramahi. Jadi, aku juga tidak suka dengan teater boneka yang
bertendensi menceramahi, memberikan petuah, seakan-akan tahu segalanya. Ketika
mengenal appreciative inquiry, aku semakin yakin bahwa setiap orang punya
cerita, mempunyai kisahnya masing-masing, yang sarat dengan pelajaran hidup.
Tak usahlah nasehat karena hanya akan membuat sesak ruang-ruang hati.
Jauh berbeda dengan teater yang diceritakan oleh meta. Tanpa nasehat. Suci
petuah. Bahkan, tanpa kata. Teater ini memaksimalkan kekuatan imaji untuk
memicu imajinasi penonton menciptakan cerita versi masing-masing penonton.
Setiap orang bebas merasakan feel yang berbeda ketika menyaksikan sebuah adegan
yang sama. Kemunculan bentuk semacam ular, melahirkan perasaan seram setengah
takut pada titis, dan melahirkan perasaan gembira pada meta. Menonton teater
ini bukanlah download pengetahuan dari sumbernya. Menonton teater ini justru
mebebaskan setiap orang berkreasi, mencipta kisahnya sendiri.Menonton teater
ini bukanah memahami karakter para aktor yang bermain. Menonton teater ini
justru membuat setiap orang mengenali diri sendiri.
Jauh lebih gila lagi. Setelah pementasan, tercipta dialog diantara kerumunan
penonton. Bukan diskusi, tentang benar salahnya suatu nasehat. Titis dan meta
saling berbagi kisah dan perasaan masing-masing. Proses pengayaan tentang
keragaman penghayatan terhadap realitas yang sama. Membuat orang menjadi
semakin kaya cara pandang, semakin arif.
Pada meta sendiri, teater itu memicu kegelisahan yang telah lama dipendamnya,
kegelisahan yang telah diceritakannya padaku dan kawan-kawan yang lain.
Kegelisahan tentang peran teater boneka yang lama digelutinya dalam proses
pendidikan anak. Kegelisahan itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah impian,
sebuah pagelaran pendidikan yang membebaskan setiap anak untuk berimajinasi,
untuk berkreasi, untuk menciptakan kehidupan terindah. Kata meta, “…teater ini
telah mengubah kehidupanku…mejadi berani bermimpi”.
Dan biasanya, ketika kita telah membulatkan seluruh diri kita terfokus pada
impian kita, maka akan lahir keajaiban demi keajaiban.
Terima kasih meta! telah berbagi….
hiiiii….aku masih merinding….
Kalau ada yang tertarik melihat videonya, silahkan pejet
http://keajaibankecil.wordpress.com/2007/06/06/impian-penyakit-menular/
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]