Ass....Wr..wbb....
Kalau saya sedikit komentar,mungkin acara tersebut kebetulan mengena di hati
anda karna kekerasan dirumahtangga dijadikan parodi murahan seperti itu.
Jika anda perhatikan beberapa tayangan di berbagai siaran "TV swasta"
khususnya acara "hiburan untuk semua umur"
saya berpendapat, secara tidak sadar kita meracuni anak anak kita dengan
hayalan hayalan yang semu,kenapa saya katakan demikian secara tidak langsung
pemikiran generasi anak kita akan dibawa ke dunia hayal yang gak jelas
.....!!!!.
" dengan menyebut sesuatu " apa yang di inginkan akan ada di hadapan,dengan
hanya memegang sebuah benda mati akan mempunyai kekuatan super,bisa
terbang,bisa hilang atau apa saja sekehendak pembuat naskah.
Secara tidak sadar anak-anak kita sudah menjadi "wayang"
yang diperankan oleh seorang "dalang",yang bisa berkehendak sesukanya sebagai
pemegang naskah.
ini tebukti dari daya hayal anak anak kita bila bermain sendiri,
dan hayalan itu akan selalu terbawa di alam mimpinya.
Secara tidak sadar kita sudah menyumbang saham racun di otaknya.
Yang jadi pertanyaan siapa yang betanggung jawab atas ini semua....?akankah
generasi kita berformat generasi penghayal ?,(saya turut berduka atas hal ini).
tidak hanya senetron Iklan komesialpun demikian,saya ambil contoh : anak saya
umur 5 tahun laki - laki cerdas ,kritis kreatif,senang dengan tayangan balapan
motor (GP) atau mobil (F1) satu hari saya nonton dengannya seperti biasa iklan
selalu terselip di antara waktu-waktu tertentu,kebetulan ada salah satu iklan
produk Oli kendaraan yang didalam adegan tersebut menceritakan produk yang
terbaik dengan membawa motor jelek dan masuk hanggar dengan pakai oli tersebut
keluar dari hanggar langsung berubah menjadi sebuah motor besar ala Rossi.
yang jadi pertanyaan anak saya " ayah motor ayah pake oli itu aja biar
berubah jadi motor Rossi" dengan bijak saya katakan tidak ada dik yang seperti
itu yang ada juga bila pake oli tersebut akan jadi bagus seperti motor
Rossi,dengan santai dia menyankal "gak percaya ayah ...itu buktinya " besoknya
saya buktikan di depan anak saya saya beli oli tersebut dan saya masukan
kedalam motor saya disaksikan oleh anak saya yang kritis itu,dan kami
membuktikan bahwa dengan hanya mengganti oli tidak mungkin fisik motor berubah
tapi motor akan lebih enak jika olinya baru.diapun manggut manggut.tanda paham.
itu hanya satu cerita dan masih banyak cerita lain yang tidak mungkin saya
tulis.
Saya hanya berpikair berat juga tantangan saya membimbing anak di saat saat
seperti ini,waktu saya bercengkrama di depan TV dengannya hanya beberapa persen
ketimbang waktu dia menonton sendiri.
saya berharap peran TV swasta untuk dapat juga menjadi jembatan edukasi yang
cerdas terhadap generasi bangsa ini
karna TV dominan membentuk karakter mereka.
Wasalam
Asep Riyadi
[EMAIL PROTECTED]
Empl.PT.DANONE DAIRY INDONESIA
Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Protes thd acara EXTRAVAGANZA - TRANS TV
Tadi malam (Senin,9 Juli 2007) aku tidak sengaja menonton acara Extravaganza di
TRANS TV.Alangkah kaget dan kecewanya ketika menonton acara komedi ini?Kenapa?
Karena di salah satu sesi acara komedi tersebut ditayangkan sesi parodi dari
acara âFenomenaâ yang diplesetkan menjadi acara âFenomenorâ yang
dibawakan oleh Aming.
Kata2 pengantar dari Aming sebagai presenter acara Fenomenor itu sungguh
mengecewakan dan keterlaluan, âFenomenorâ sedang membahas tentang Kekerasan
Dalam Rumah Tangga.
Aming berkomentar âKekerasan Dalam Rumah tangga tidak selalu membawa
kesengsaraan bagi korban tetapi juga dampak kesenangan bagi korbanâ lalu
ditayangkanlah gambar bagaimana sebuah keluarga yang terdiri dari ayah,ibu dan
satu orang putranya laki-laki di pukul kepalanya oleh sang ayah dengan sebuah
tongkat kayu dan batu bata merah dan tentu saja ibu dan anak tersebut
pingsan.Tapi sang ayah malah tertawa dan bilang keduanya telah berhasil lulus
dan naik tingkat sehingga berhak atas sabuk kuning karateka.
Aduh ya ampun aku kaget banget menontonnya jelas-jelas hal itu sebuah
kesalahan.Karena budaya kekerasan tidak boleh dipublikasikan apalagi kekerasan
dalam rumah tangga.Dan Trans-TV juga tidak bijak tetap menanyangkan acara
tersebut seolah-olah Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah persoalan sepele yang
bisa dijadikan parodi untuk ditertawakan bersama.
Apakah tim kreatif Extravagansa tidak peka terhadap perasaan perempuan korban
yang pernah mengalami peristiwa tersebut?Kemana sih kecerdasan tim kreatif
Extravagansa ditempatkan?Sehingga dengan teganya memparodikan kesengsaraan dan
penderitaan perempuan dan anak korban kekerasan?Itu sama sekali tidak lucu
bagiku.Kekerasan Dalam Rumah Tangga bukan seharusnya dijadikan bahan lelucon
bagi acara parodi sekalipun.
Siapa bilang kalau menjadi Korban Kekerasan mendapatkan kesenangan.Tidak ada
sama sekali!!!.Semuanya hanya akan membawa dampak luka fisik dan luka bathin
serta efek trauma yg besar bagi para perempuan dan anak korban kekerasan.
Melihat masih banyaknya jurnalis (khususnya jurnalis TV) yang bias gender dan
tidak memperhatikan hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan aku menghimbau:
1. Kepada Pimpinan TRANS TV untuk mengevaluasi tim kreatif acara Extravaganza
dan mawas diri terhadap tayangan-tayangan mereka yang bias gender dan tidak
memperhatikan hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan.Hal ini juga berlaku
kepada TV-TV lainnya di Indonesia.
2. Meminta sikap Komisi Penyiaran Indonesia agar lebih proaktif menegur bahkan
memberhentikan tayangan-tayangan TV yang bias gender dan tidak berpihak kepada
perempuan dan anak korban kekerasan.
3. Meminta kepada Lembaga Pendidikan Tinggi Jurnalisme/Penyiaran, Asosiasi
Televisi Swasta Indonesia,AJI (Aliansi Jurnalistik Independen) untuk lebih giat
lagi menyelenggarakan pelatihan tentang gender,kekerasan terhadap perempuan
termasuk didalamnya kepentingan perempuan dan anak korban kekerasan.
Demikianlah surat protes ini aku buat.Karena rasa keprihatinanku yang mendalam
terhadap mutu penyiaran TV indonesia yang masih sangat bias gender dan
bermuatan kekerasan terhadap perempuan.Apalah artinya surat protes ini yang
datangnya hanya dari seorang penonton TV saja tanpa kesadaran dan dukungan anda
semua,pemirsa TV.
Dan untuk yang terhormat mas Satrio Arismunandar tolong sampaikan surat protes
aku ini kepada teman sejawat anda yaitu para anggota Tim Kreatif
Extravaganza-Trans TV.Dan mohon surat ini dimasukkan kedalam milis internal
Trans-TV.Terima kasih banyak mas untuk bantuan dan pertolongannya.Terima kasih.
Jakarta,10 Juli 2007
Salam hangat,
Titiana Adinda (Dinda)
0815-1609391
Kunjungi blog aku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com/
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]