Saya males berkomentar .paling ya gitu2 aja..capek deh.
  Negeri ini sudah melihatkan tidak mutlaknya kebenaran.walo kita tahu 
kebenaran mutlak bukan milik kita.Semua didasari kesepakatan bersama.entah 
sepakat benar ato salah.
   
  Kalo negeri ini sudah ancur...ya perempuannya juga ancur begitu juga trans tv 
akan ancur lebur pula apalagi saya.
   
  Mari kita tunggu kehancuran bersama ya pak dedy, bu dinda, dan saya sendiri.
  Semoga kita bersama tidak hancur di akhirat nanti.
  

Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Maaf aku baru membaca surat ini sekarang.Jadi baru akan kutanggapi.

Mas Dendy Yth,
Anda salah kalo menilai aku sentimen pribadi thd Trans TV.Aku juga
mengeritik sinetron Pintu Hidayah dan Sitkom OB di RCTI (lihat blogku
di http://titiana-adinda.blogspot.com) yg sangat sarat dengan
kekerasan terhadap perempuan dan stereotipe thd perempuan.Makanya
gerakan perempuan di Indonesia sedang merintis terbentuknya media
watch agar tontonan tsb paling tidak dikurangi oleh stasiun TV.Kalopun
tdk bisa dihilangkan.Itu akan terjadi perang ideologi antara ideologi
feminis dgn kapitalis.Paham kan maksudnya?

Jadi aku tegaskan sekali lagi TIDAK ADA SENTIMEN PRIBADIKU KE TRANS
TV.Ngapain aku harus ngadu ke Presiden RI kalo ternyata cukup
berdialog dengan Direktur Trans TV selesai sudah masalahnya.Dan itu
sudah kulakukan dengan berdialog dengan Pak Ishadi,Direktur TRANS TV
beliau sadar akan kekeliruan team kreatif Extravaganza karena ternyata
yg membuat lelucon itu adalah anggota team kreatif yg beru saja
diangkat menjadi team kreatif.Jadi ngapain aku mesti susah2 ngadu ke
Presiden segala?Logikanya dong mas dipakai?Gimana sih?

Oh ya ngapain juga aku harus ngadu ke PBB tentang kekerasan terhadap
perempuan?Toh sekarangkan sudah ada lembaga negaranya namanya KOMNAS
PEREMPUAN yang tiap tahun memcatat angka kekerasan terhadap perempuan
makin lama makin meningkat.Gitu lho...Kan kalo lapor ke PBB harus
mengikuti mekanismenya mereka...Gimana sih?

Aku jadi curiga jgn2 mas ini mau melegalkan atau membenarkan kekerasan
terhadap perempuan ya.Aduh kasihan banget sih?Hari gini mau
melegalkan.Ya sudah berarti kita berdua memang berbeda pandangan kan
tentang upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.Ya nggak
papa.Berarti lawanku bertambah satu lagi nih...He..He..

Kalo anda tidak setuju dgn protesku itu yang nggak apa2 koq.Toh masih
banyak org yang mendukung langkahku.Gitu aja koq repot bgt sih..Aneh...

Salam,

Dinda

--- In [email protected], dendy as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya heran kenapa kok menyerang Extravaganza begitu
> keras ? kenapa Titiana Adinda tidak sekalian aja
> telpon ke Presiden RI supaya Trans TV dibubarkan ?
> atau lapor ke PBB supaya ada tekanan politik ke RI
> dengan tuduhan tidak menghargai hak asasi wanita &
> anak - anak. 
> 
> Padahal banyak sinetron - sinetron produksi PH (yang
> dimiliki oleh orang Non Indonesia) di stasiun TV
> lainnya YANG SECARA JELAS mengajarkan / mencontohkan
> generasi muda Indonesia CARA melakukan KEKERASAN,
> PENIPUAN, PERBUATAN IRI DENGKI / FITNAH,
> PERSELINGKUHAN, PERZINAHAN, ANAK KECIL BERBUAT KEJI,
> DSB., yang kesemuanya itu juga akan mengajarkan
> kekerasan dalam rumah tangga. Kok kenapa Titiana
> Adinda tidak memprotes masing-masing PH itu; atau juga
> masing-masing stasiun TV-nya ?
> 
> Begitu pula banyak group pelawak / komedian atau acara
> humor lainnya yang juga mencontohkan perbuatan kasar
> dan ucapan kata-kata yang tidak sopan dalam tayangan, 
> kenapa Titiana Adinda tidak memprotes mereka juga ?
> 
> MUDAH MUDAHAN TIDAK DIJAWAB : Saya Tidak / Belum
> Menonton Acara Lainnya Tersebut. Kebetulan Saya
> Menontonnya Extravaganza di Trans TV....So Jadi Saya
> Serang Aja Mereka ini...
> 
> MUDAH MUDAHAN TIDAK ADA MAKSUD : Supaya Acara
> Extravaganza Ditiadakan Lagi Sehingga Kepentingan
> "Kami" Untuk bikin Acara Komedi Serupa Tidak Ada
> Saingan-nya....ha.ha.ha.ha.ha. (untung deh kami).
> 
> Padahal SAYA juga SETUJU kalau tayangan-2 di semua
> stasiun TV yang mencoba mengajarkan perilaku tidak
> sopan kepada generasi muda Indonesia itu harus segera
> diHENTIkan!!!
> 
> SHALOM.......
> 
> 
> 
> --- Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Dear All,
> > 
> > Kalo teman2 semua setuju dgn protesku ini dan
> > berniat membantu
> > segeralah sms Pak Ishadi SK,Direktur Trans TV di no
> > HPnya:
> > 08161887900.Aku dapat nomor itu dari temanku.Biar
> > Pak Ishadi tahu
> > kelakuan bawahannya kaya gimana...
> > 
> > Ok jgn lupa sms ya...Makasih ya…
> > 
> > 
> > Salam hangat,
> > 
> > Dinda
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], Titiana Adinda
> > <titianaadinda@> wrote:
> > >
> > > Protes thd acara EXTRAVAGANZA - TRANS TV
> > > 
> > > 
> > > 
> > > Tadi malam (Senin,9 Juli 2007) aku tidak sengaja
> > menonton acara
> > Extravaganza di TRANS TV.Alangkah kaget dan
> > kecewanya ketika menonton
> > acara komedi ini?Kenapa?
> > > 
> > > Karena di salah satu sesi acara komedi tersebut
> > ditayangkan sesi
> > parodi dari acara “Fenomena” yang diplesetkan
> > menjadi acara
> > “Fenomenor” yang dibawakan oleh Aming.
> > > 
> > > Kata2 pengantar dari Aming sebagai presenter
> > acara Fenomenor itu
> > sungguh mengecewakan dan keterlaluan,
> > “Fenomenor” sedang membahas
> > tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
> > > 
> > > Aming berkomentar “Kekerasan Dalam Rumah
> > tangga tidak selalu
> > membawa kesengsaraan bagi korban tetapi juga dampak
> > kesenangan bagi
> > korban” lalu ditayangkanlah gambar bagaimana
> > sebuah keluarga yang
> > terdiri dari ayah,ibu dan satu orang putranya
> > laki-laki di pukul
> > kepalanya oleh sang ayah dengan sebuah tongkat kayu
> > dan batu bata
> > merah dan tentu saja ibu dan anak tersebut
> > pingsan.Tapi sang ayah
> > malah tertawa dan bilang keduanya telah berhasil
> > lulus dan naik
> > tingkat sehingga berhak atas sabuk kuning karateka.
> > > 
> > > Aduh ya ampun aku kaget banget menontonnya
> > jelas-jelas hal itu
> > sebuah kesalahan.Karena budaya kekerasan tidak boleh
> > dipublikasikan
> > apalagi kekerasan dalam rumah tangga.Dan Trans-TV
> > juga tidak bijak
> > tetap menanyangkan acara tersebut seolah-olah
> > Kekerasan Dalam Rumah
> > Tangga adalah persoalan sepele yang bisa dijadikan
> > parodi untuk
> > ditertawakan bersama.
> > > 
> > > Apakah tim kreatif Extravagansa tidak peka
> > terhadap perasaan
> > perempuan korban yang pernah mengalami peristiwa
> > tersebut?Kemana sih
> > kecerdasan tim kreatif Extravagansa
> > ditempatkan?Sehingga dengan
> > teganya memparodikan kesengsaraan dan penderitaan
> > perempuan dan anak
> > korban kekerasan?Itu sama sekali tidak lucu
> > bagiku.Kekerasan Dalam
> > Rumah Tangga bukan seharusnya dijadikan bahan
> > lelucon bagi acara
> > parodi sekalipun.
> > > 
> > > Siapa bilang kalau menjadi Korban Kekerasan
> > mendapatkan
> > kesenangan.Tidak ada sama sekali!!!.Semuanya hanya
> > akan membawa dampak
> > luka fisik dan luka bathin serta efek trauma yg
> > besar bagi para
> > perempuan dan anak korban kekerasan.
> > > 
> > > Melihat masih banyaknya jurnalis (khususnya
> > jurnalis TV) yang bias
> > gender dan tidak memperhatikan hak-hak perempuan dan
> > anak korban
> > kekerasan aku menghimbau:
> > > 
> > > 1. Kepada Pimpinan
> > TRANS TV untuk
> > mengevaluasi tim kreatif acara Extravaganza dan
> > mawas diri terhadap
> > tayangan-tayangan mereka yang bias gender dan tidak
> > memperhatikan
> > hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan.Hal ini
> > juga berlaku
> > kepada TV-TV lainnya di Indonesia.
> > > 2. Meminta sikap
> > Komisi Penyiaran
> > Indonesia agar lebih proaktif menegur bahkan
> > memberhentikan
> > tayangan-tayangan TV yang bias gender dan tidak
> > berpihak kepada
> > perempuan dan anak korban kekerasan.
> > > 3. Meminta kepada
> > Lembaga Pendidikan
> > Tinggi Jurnalisme/Penyiaran, Asosiasi Televisi
> > Swasta Indonesia,AJI
> > (Aliansi Jurnalistik Independen) untuk lebih giat
> > lagi
> > menyelenggarakan pelatihan tentang gender,kekerasan
> > terhadap perempuan
> > termasuk didalamnya kepentingan perempuan dan anak
> > korban kekerasan.
> > > 
> > > Demikianlah surat protes ini aku buat.Karena
> > rasa keprihatinanku
> > yang mendalam terhadap mutu penyiaran TV indonesia
> > yang masih sangat
> > bias gender dan bermuatan kekerasan terhadap
> > perempuan.Apalah artinya
> > surat protes ini yang datangnya hanya dari seorang
> > penonton TV saja
> > tanpa kesadaran dan dukungan anda semua,pemirsa TV.
> > > 
> > > Dan untuk yang terhormat mas Satrio Arismunandar
> > tolong sampaikan
> > surat protes aku ini kepada teman sejawat anda yaitu
> > para anggota Tim
> > Kreatif Extravaganza-Trans TV.Dan mohon surat ini
> > dimasukkan kedalam
> > milis internal Trans-TV.Terima kasih banyak mas
> > untuk bantuan dan
> > pertolongannya.Terima kasih.
> > > 
> > > 
> > > Jakarta,10 Juli 2007
> > > Salam hangat,
> > > 
> > > 
> > > Titiana Adinda (Dinda)
> > > 0815-1609391
> 
> 
> 
> 
> 
>
__________________________________________________________
> Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security
of spyware protection.
> http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php
>



         

       
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke